Suasana malam itu terasa panas. Dean menyalakan Air conditioner di rumahnya dan melepaskan kancing atas kemejanya.
Pria itu mengusap wajahnya yang memerah. Ia menghela napas panjang.
Tak lama, ponselnya menampilkan notifikasi pesan masuk.
Dean membuka pesan itu.
Sera Olivia
[Dean, kamu sudah pulang?]
Ternyata itu adalah pesan dari kekasihnya.
Dean tak berniat membalas. Ia merasa wajahnya sangat panas sehingga ia tak bisa memikirkan apapun.
Namun sebuah pesan masuk lagi.
Sera Olivia
[Kau hanya membaca pesanku? Mengapa tak membalas?]
Lagi-lagi Dean hanya menatap pesan itu.
Dean menon-aktifkan ponselnya, lalu melemparnya ke sembarang arah.
Pria bertubuh tinggi itu lalu beranjak dari tempatnya dan menatap dirinya pada cermin besar di hadapannya.
Dean tersenyum.
Senyumnya nyaris menyeramkan.
Pria yang bisa saja bersikap hangat dan dingin di waktu yang bersamaan itu, kini terlihat menyeramkan dengan senyumannya.
Ia merasa senang.
Dean Lawrence
Haha
Dean mengusap rambutnya sembari tertawa.
Dean Lawrence
Rasanya, aku adalah orang paling bahagia di dunia ini.
Entah apa yang membuat Dean merasa sebahagia itu.
Pria itu lantas mengambil sebuah ponsel yang berada di laci meja cermin itu.
Ia menyalakan ponsel tersebut, dan setelah menyala, tampak foto seorang gadis cantik yang menjadi wallpapernya.
Dean lagi-lagi tersenyum.
Dean Lawrence
Gadisku yang cantik.
Ucapnya pelan.
Langkah kakinya kemudian menuju ke arah kamar.
Dean berbaring di atas ranjangnya yang besar.
Pria itu menatap ke arah langit-langit.
Lagi-lagi ia tersenyum senang.
Hatinya begitu berdebar.
Untuk pertama kalinya, ia merasa sebahagia ini.
Ia pun tertidur dalam keadaan sangat bahagia.
***
Seseorang membunyikan bel rumahnya, Dean yang sudah tertidur beberapa saat beranjak membuka pintu, dan dilihatnya seorang gadis mungil dan cantik dengan raut marah sedang menatapnya.
Dean cukup terkejut. Bagaimana bisa gadis ini tau rumahnya, padahal ia tak pernah memberitahu siapapun tentang rumah ini.
Sera Olivia
Bisa kah kau menjelaskan ini?
Dean cukup yakin, bahwa rumah Dean yang selalu Sera kunjungi adalah apartemen XXX
Dan Dean tidak pernah memberitahu siapapun bahwa Dean punya rumah lain.
Dean Lawrence
Kenapa kau di sini?
Sera berdecak sebal melihat Dean mengabaikan pertanyaannya.
Sera Olivia
Bisakah kah jelaskan padaku lebih dulu?
Dean Lawrence
Kurasa kau tidak perlu tau.
Mendengar itu, Sera menjadi tambah kesal.
Sera Olivia
Apa maksudmu aku tidak perlu tahu?
Sera mendorong bahu Dean dengan keras.
Pria itu hanya menerima perlakuan yang pantas untuknya.
Sera Olivia
Rumah siapa ini?
Dean Lawrence
Ini rumahku.
Sera Olivia
Lalu? Di apartemen XXX itu punya siapa?
Dean Lawrence
Punyaku juga.
Jawab Dean singkat.
Sera Olivia
Kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau memiliki dua tempat tinggal?
Dean Lawrence
Aku jarang di sini.
Sera benar-benar kesal.
Sera Olivia
Apakah itu adalah sebuah alasan untuk tidak memberitahuku?
Dean menghela napas berat.
Dean Lawrence
Aku tidak ingin siapapun tahu tentang rumah ini.
Sera Olivia
Apa maksudmu? apakah aku orang asing bagimu?
Sera benar-benar tidak mengerti, apa maksud dari pria ini.
Dean Lawrence
Tidak semua hal harus kau tahu, Sera.
Nada bicara Dean terkesan pelan, namun entah mengapa itu membuat Sera tambah murka.
Sera Olivia
Setelah kupikir, selama ini kau tidak pernah memanggilku dengan panggilan sayang.
Sera Olivia
Apa kau benar mencintaiku?!
Dean mengusap wajahnya pelan.
Sera Olivia
Jawab aku!
Sera Olivia
Apakah selama ini, aku orang asing bagimu?
Melihat Dean yang sama sekali tak mau menjawab, Sera melangkah masuk dengan tergesa-gesa ke dalam rumah.
Dean yang mendapati itu, segera menahan tangan Sera.
Dean Lawrence
Jangan bertindak lebih jauh.
Sera menggigit tangan Dean yang menggenggamnya.
Setelah Dean melepaskan genggaman tangan itu, Sera berjalan menyusuri setiap sudut rumah dengan perasaan penuh amarah.
Langkah Sera terhenti pada sebuah ruangan yang di cat hitam.
Itu adalah sebuah kamar.
Sera masuk ke dalam kamar tersebut, dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat isinya.
Tangannya gemetar.
Ia melihat Dean dengan tatapan jijik.
Sera Olivia
Kau!
Dean mendekati Sera.
Sera Olivia
Jangan mendekat!
Mata Sera mengeluarkan air. Ia tak sanggup melihat semua ini.
Sera Olivia
Kau..
Sera Olivia
Kau menjijikkan!
Dean menghela napas berat.
Dean Lawrence
Mari kita bahas ini.
Ucap Dean sembari mengulurkan tangannya.
Sera Olivia
Jangan menyentuhku!
Sera Olivia
Aku tidak ingin lagi melihatmu!
Sera Olivia
Aku mau kita mengakhiri hubungan ini!
Sera Olivia
Jangan harap aku akan menghubungimu!
Sera melangkah menjauh dan keluar dari rumah itu.
Perasaannya campur aduk.
Ia merasa sakit hati dan jijik pada kekasihnya sendiri.
Dean yang melihat itu hanya menghela nafasnya berat.
Mungkin sudah saatnya untuk mengakhiri drama pura-pura menjadi baik ini.
Comments
Adindaku
knpa min?????/Sob/
2025-05-08
0