Waktu berlalu dengan cepat, usia kandungan Bianca sudah mencapai 7 bulan.
Bertambahnya usia kandungan Bianca membuat wanita itu sangat sensitif, ia menjadi mudah marah bahkan tidak segan menghukum pelayan untuk melampiaskan amarahnya.
Hari ini, tepatnya siang. Bianca sedang bersantai ria sambil menatap dirinya di cermin besar yang terletak di kamarnya.
Bianca Ertiva
Kenapa aku semakin gemuk?
Bianca Ertiva
Pantas saja Raja tidak kunjung mencintaiku, badan ku saja seperti ini.
Bianca Ertiva
Lihat saja jika aku sudah melahirkan, tubuhku akan jauh lebih bagus dan seksi ketimbang Ladeeva.
Bianca Ertiva
Menyebut namanya membuat mulutku terasa kotor.
Bianca Ertiva
Pelayan!
Driana
*masuk ke dalam kamar Bianca sembari menunduk
Driana
*membungkukkan badannya hormat
Driana
Ada yang bisa saya bantu selir Bianca?
Bianca Ertiva
Apa kamu bilang?
Bianca Ertiva
Selir? Jangan berani-beraninya memanggilku selir!
Bianca Ertiva
Panggil aku Ratu!
Driana
*batin Driana
Percaya diri sekali dia mengganggap dirinya ratu, cih! Padahal dia hanyalah jalang yang menggoda Raja.
Driana
Kenapa harus begitu?
Bianca Ertiva
*kesal
Bianca Ertiva
Orang yang tidak patuh kepadaku pantas mendapatkan hukuman, hukuman paling ringan ialah cambuk 50 kali.
Bianca Ertiva
Apakah kamu ingin mendapatkan hukuman?
Driana
*menggelengkan
Driana
Maafkan saya, Ratu!
Driana
*batin Driana
Awas saja, saya akan mengadukan ini kepada Ratu Ladeeva!
Driana
Tolong, maafkan! Saya meminta kemurahan hati anda!
Bianca Ertiva
*tersenyum bangga
Bianca Ertiva
Bianca Ertiva
Baiklah aku akan memaafkan mu, karena aku malang kepadamu, haha.
Bianca Ertiva
Kamu hanya seorang pelayan, terlebih wajahmu sangat buruk rupa.
Driana
*kesal tetapi tetap diam
Bianca Ertiva
Kamu marah? Padahal ini kenyataan.
Bianca Ertiva
Oh iya, siapkan pakaian kesukaan ku. 3 jam lagi Raja mengadakan perjamuan.
Bianca Ertiva
Pasti Raja-Raja lain akan datang, aku harus tampil memukau.
Bianca Ertiva
Serta panggilkan 5 pelayan yang lain, aku tidak ingin dilayani oleh mu, takut ketularan buruk rupa mu.
Driana
Baik, Ratu. Saya pamit undur diri.
Driana
*membungkukkan dirinya dan pergi dari kamar Bianca
Selepas Driana pergi, 5 pelayan lainnya datang dan membantu Bianca mandi serta merias Bianca.
Setelah selesai, Bianca pergi ke ruang tengah di mana para bangsawan-bangsawan yang diundang oleh Sadha berada.
Bianca Ertiva
*batin Bianca
Mereka sangat tampan, oh siapa dia?
Bianca Ertiva
*melihat seorang laki-laki dengan mata berbinar
Bianca Ertiva
*batin Bianca
Bukankah dia Raja Gliano? Kesempatan bagus, aku harus mendekatinya. Lagipula dia tidak akan menolakku.
Bianca Ertiva
*mendekati laki-laki tersebut
Bianca Ertiva
Salam hormat
Bianca Ertiva
*membungkuk
Gliano Liam Arteo
*melihat Bianca
Gliano Liam Arteo
Ah, siapa kau?
Bianca Ertiva
Aku Bianca, Ratu kedua dari Raja Sadha.
Gliano Liam Arteo
*batin Gliano
Mana ada Ratu kedua? Wanita aneh, apakah dia selir?
Gliano Liam Arteo
Ada urusan apa mendekatiku?
Bianca Ertiva
Aku hanya ingin berkenalan dengan mu. Sebagai istri Sadha, aku harus akrab dengan teman-temannya.
Bianca Ertiva
*tersenyum manis
Gliano Liam Arteo
*mengangguk paham
Gliano Liam Arteo
Aku Gliano, Raja Arteo.
Bianca Ertiva
Apakah Raja berkenan untuk berdansa denganku?
Gliano Liam Arteo
Maaf, aku sedang malas berdansa.
Bianca Ertiva
*batin Bianca
Sial, berani sekali dia menolakku!
Bianca Ertiva
Saya tahu Raja menyukai Ratu Ladeeva.
*mengatakannya dengan pelan
Gliano Liam Arteo
*terkejut
Gliano Liam Arteo
Apa maksudmu?
Bianca Ertiva
Saya punya penawaran bagus, saya akan membantu Raja untuk mendapatkan Ratu Ladeeva seutuhnya, asalkan Raja Gliano membantu saya untuk mengambil tahta kerajaan Lalouis untukku.
Comments