Bab 2

Jam istirahat di sekolah Shena.
Seperti biasa, Shena makan sendiri. Ia tidak memiliki teman apalagi sahabat.
Sifat tidak peduli dengan sekitar membuat Shena tidak di sukai oleh teman-teman nya.
Sari
Sari
Eh lo liat nggak tuh si Shena.
Sari
Sari
Kasihan banget makan sendiri mulu.
Mina
Mina
Siapa juga yang mau temenan sama dia.
Mina
Mina
Culas gitu.
Ita
Ita
Eh kalian tau nggak sih. Alasan lain dia di kucilkan.
Sari
Sari
Apa tuh?
Ita
Ita
Rumah gue kan nggak jauh banget dari rumah dia. Nah ibuk-ibuk kompleks sering ngomong kalau bapak nya KDRT, penjudi dan mabuk-mabukan.
Mina
Mina
Iw~ Nggak banget. Bikin malu aja.
Sari
Sari
Pantas anaknya kayak nggak ke ajar, Orang bapaknya aja kayak gitu.
Shena mendengar pembicaraan mereka, Tapi gadis itu tidak peduli. Toh juga yang mereka katakan benar.
Para penggosip serentak menoleh pada Shena yang masih fokus makan.
Ita
Ita
Eh tapi yang lebih kasihan itu mama nya si Shena.
Ita
Ita
Bodoh banget tetap mau sama laki-laki kayak gitu.
Mina
Mina
Bucin akut. Udah tua nggak sadar diri.
Sari
Sari
Tunggu aja kabar duka kalau dia mati di tangan suami nya itu.
Mina
Mina
Yah kumpul uang duka deh kita.
Bruk!!
Shena mendobrak meja. Pembicaraan mereka tentang ayahnya masih tidak ia pedulikan.
Tapi ini tentang ibunya, Walau bagaimana pun Shena tidak bisa mendengr orang-orang mencela ibunya.
Shena Achazia
Shena Achazia
Kalian ngomong apa barusan?
Shena Achazia
Shena Achazia
(Jalan mendekati mereka)
Sari
Sari
Nggak ada. Lo nya aja yang ke-PD-an.
Tiga siswi itu saling tertawa kecil.
Shena tiba-tiba menarik rambut Sari.
Suasana jadi heboh.
Shena Achazia
Shena Achazia
Mulut kotor cuma bisa ngeluarin kalimat kotor nggak berguna.
Shena Achazia
Shena Achazia
Kenapa nggak lo aja yang mati duluan.
Shena menampar mulut Sari tanpa henti, Ia seperti orang kesetanan.
Sari
Sari
Lepasin gue!
Sari berusaha memberontak, Dua teman nya berusaha membantu dengan mengeroyok Shena.
Tiga lawan satu, Kantin menjadi ricuh. Mereka saling memukul dan mengeroyok Shena.
Tidak kalah, Shena juga membalas semua pukulan mereka. Murid yang lainnya hanya menonton pertandingan panas itu.
Nike (Wali kelas)
Nike (Wali kelas)
Apa-apaan semua ini!
Nike berteriak yang membuat para gadis menghentikan perkelahian mereka.
Shena Achazia
Shena Achazia
(Berdiri)
Shena merapikan rambutnya.
Nike (Wali kelas)
Nike (Wali kelas)
Kalian anak perempuan tidak malu berkelahi seperti ini?!
Sari
Sari
Shena yang mulai duluan buk.
Mina
Mina
Ia, Kami lagi makan dia tiba-tiba narik rambut Sari.
Ita
Ita
Betul itu buk.
Shena Achazia
Shena Achazia
Cih!
Nike (Wali kelas)
Nike (Wali kelas)
Benar yang mereka katakan, Shena?
Shena Achazia
Shena Achazia
Aku beritau yang benar pun buk Nike nggak akan percaya.
Nike (Wali kelas)
Nike (Wali kelas)
Kamu—
Shena Achazia
Shena Achazia
Kan emang gitu di sekolah ini. Yang berduit dan berkuasa lebih terdengar suaranya.
Nike (Wali kelas)
Nike (Wali kelas)
Maksud kamu, Kami para guru hanya mementingkan uang?!
Shena Achazia
Shena Achazia
Seperti yang ibuk pikirkan saja.
Nike (Wali kelas)
Nike (Wali kelas)
Dimana sopan santun kamu Shena!
Nike (Wali kelas)
Nike (Wali kelas)
Tidak salah rumor tentang kamu tidak terdidik di rumah.
Shena Achazia
Shena Achazia
Apa seorang guru pantas bicara kayak gini?
Shena Achazia
Shena Achazia
Muak aku dengan dunia ini, Sampah semua!
Shena berlalu meninggalkan kantin.
Nike (Wali kelas)
Nike (Wali kelas)
Shena Achazia! Kembali! Kalau tidak kamu akan dapat surat panggilan.
Shena tidak peduli, Ia malah melambai tanpa berhenti dan menoleh ke belakang.
Semua murid tercengang, Apalagi Nike yang tidak percaya Shena berbuat seperti ini.
To Be Continued ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!