Dasar bodoh! Cepat cuci baju, mengepel dan memasak sekarang juga! Dasar lambat, tidak berguna!
Ana terdiam, merasakan sakit di dada tapi dia berusaha buat tersenyum dan mulai melakukan pekerjaannya.
Siska
Nih...cuci yang bersih!
Siska berkata seraya melempar gaun miliknya.
Ana tidak menjawab ia hanya tersenyum...lalu mulai menyinari gaun-gaun indah itu dengan jari lentik nan cantik miliknya..meski ia tau jarinya bisa rusak tapi ia tetap tegar dan berusaha tersenyum demi menjadi hidupnya saat ini.
Belum selesai pekerjaan yang Ana lakukan.
Desy
Ana!
Ana
Ya bu?
Desy
Dasar tolol, lambat, tidak punya otak! Cepat masakan aku makanan sekarang juga!
Membuat Ana pasrah...meninggalkan sejenak cuciannya dan mulai memasak
Siska
Ana....!
Ana
Ya?
Siska
Dasar bodoh...mana gaunku?
Ana
Belum selesai ku cuci Siska. Bersabarlah.
Plak! Tamparan keras mendarat di wajah Ana.
Siska
Aku tak mau tau! Selesaikan sekarang juga!
Ana
Sebentar....
Siska
Sekarang!
Lalu Siska mendorong Ana, sang kakak hingga ia jatuh ke lantai kamar mandi.
Dalam hati Ana menangis, serta ia meringis merasakan sakit yang ia rasa
Comments