Bel sekolah pun telah berbunyi. tidak lama kemudian terlihat sosok anak baru yang sangat lugu dengan mengenakan hijab dikepalanya. anak itu pun yang akan menjadi salah satu target tina dan cindy untuk mereka bully. namun hal itu tidak terpengaruh terhadap anak tersebut.
Cindy
hei kamu anak baru? kerjain pr saya “
Rani
idih,siapa yang mau ngerjaiin pr kamu!saya saja ngak bisa?
Tina
wahh,belagu ni anak (sambil mengacungkan jari)
Rani
hmm,dengar-dengar kalian berdua biang kerok dikelas ini kan’?
Cindy
kenapa?
mau cari gara-gara kamu sama kami berdua? (sambil menarik jilbab rani)
Rani
eh ini jilbab saya,jangan pegang–pegang!(dengan nada yang sedikit tegas )
keras banget sih padahal cewek tapi nggak ada sopan-sopannya, pastiiii....
Tina
hhah,pasti apaaaa? (sambil membentak)
Rani
sudahlah,pergi kalian !
Rani
oke ,aku yang bakal kerjaiin pr ini ,tapi kalau dapet telur busuk jangan salahin saya ya,he’
Cindy
siniin buku saya (sambil menarik buku yang dipegang rani) kamu kira kami bodoh banget apa!
Cindy
Dasar...
Rani
ya sudah.bagus deh kalau begitu, kerjaiin yang rajin ya biar makin pinter hheh ( menuju keluar kelas)
Saat menuju kekantin, rani pun berpikir setelah dia mendengar jika tina dulunya adalah anak yang sangat baik dan tak pernah ada masalah di sekolah. ia pun mencari tahu apa penyebab perubahan sifat yang dialami tina.
1 bulan telah berlalu rani pun akhirnya mengetahui penyebab berubahnya sifat tina .sampai akhirnya permasalahan didalam kehidupan tina pun muncul lagi akibat ulahnya yang semakin menjadi-jadi ,ibu dan ayah nya pun datang kesekolah untuk kesekian kalinya.rani pun mencoba untuk bertanya dan meluruskan masalah yang selalu saja dihadapi oleh tina.
Rani
(menghampiri ibu dan ayah tina) buk,pak,maaf mengganggu waktunya,kalian ini ibu dan ayahnya tina kan?
Ibu
iya nak,ada apa yah? Kamu yang diganggu oleh tina ya?maafkan anak saya ya”
Rani
tidak buk,saya teman sekelasnya tina.saya lihat-lihat dia itu sudah berkali-kali mendapatkan masalah disekolah.
Rani
setelah saya pikir-pikir sepertinya tina kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya.
Ibu
iya nak,ibu mengerti maksudmu.terima kasih ya nak.
Rani
itu lah yang menyebabkan tina menjadi sosok yang seperti itu
Ayah
(berpikir dan berbicara dalam hati) apakah ini salah ku yang selalu tidak peduli dengannya?
Rani
maaf telah mengganggu ibu dan bapak.saya permisi.
Ayah
iya nak,tidak apa-apa
Ibu dan ayah tina pun pulang setelah menghadiri panggilan akibat ulah anaknya.disisi lain rani pun kembali kekelas
pak hadi yang masih diluar kota membuat jam pelajaran pun kosong.sementara itu terlihat tina yang sedang sibuk dengan handphone yang selalu melekat di tangannya.
Rani
aku tahu yang kamu rasaiin (sambil memegang bahu Tina)
Tina
jangan sok tau deh jadi orang( menepis tangan rani yang ada dibahunya dan menoleh kearah rani)
Rani
bukan sok tahu,tapi aku pernah merasakan hal yang sama dengan kamu dan disaat itu juga mau berpikir bunuh diri
Tina
maksudnya?
Rani
hmmm aku berubah seperti ini karena aku bertemu dengan seseorang yang dapat menyadarkanku
Rani
saat aku berpikir untuk bunuh diri dia pun menasehati dan membawaku ketempat yang penuh dengan orang-orang baik dan peduli sesama manusia.
Rani
mereka pun berkata padaku “apapun masalah yang sedang kamu hadapi, ini lah cobaan dari tuhan yang harus kamu jalani.
Tina
(menatap rani dengan penuh kebimbangan)
#jangan lupa Like dan tinggalkan komentar kalian dibawah ya😍
Comments