Pada suatu hari terlihat seorang ibu yang sedang termenung diruang tamu menantikan kedatangan sang anak yang amat disayangi. Hanya selang beberapa menit pulanglah anak tersebut.
Tina
assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Ibu
"waalaikumsallam warahmatullah wabarakatuh”, Nah ini dia yang ibu tunggui dari tadi ?
Tina
masa sih bu, ada apa memangnya ibu nungguin tina ?
ehh, nanti dulu ya bu ’tina mau ganti baju dulu sebentar’.
Ibu
owh ya sudah,cepat gih ganti baju nya sana tapi jangan lama-lama ya tin?
Tina
oh iya iya ibu ku sayang (tina pergi menuju kamar”)
Ibu masih terlihat menunggu tina yang sedang mengganti pakaian
Ibu
“tin.....” (berteriak memanggil sang anak)
Tina
apa bu..?
Ibu
sudah selesai belum?
Tina
iya,tunggu bu. sebentar lagi selesai kok”
Ibu
iya,ibu tunggu diruang tamu ya
Tina
iya...
•Di ruang tamu
Tina
ada apa bu? (sambil merapikan pakaian yang ia pakai)
Ibu
duduk sini dulu...
Tina
mau bicara apa sih buk ?
sepertinya serius sekali ?
Ibu
serius itu tidak,tapi penting hehe”
Langsung saja ibu bicaranya.
seperti ini tin, "kan ayah sudah lama meninggalkan kita? Ibu nih susah mau mengurusi kalian berdua ? ibu tidak bisa kasih kamu dan adik kamu barang-barang yang mewah segala macam itu .
Tina
ohhh iya,terus?
Jadi apa inti dari ucapan ibu itu?
Ibu
Begini tin..... (sambil mengaruk-garuk kepala)
Tina
iya,ada apa sih buk?
Ibu
hhm ini,rencana nya itu,ibu niiiii.......
Tina
”hahahhhaah” (sambil terkejut)
Ibu
belum tin, ibu belum bicara...
Tina
iya ya bu,hehhehe...ya sudah cepat bicara dulu kalau seperti itu buk?
Ibu
seperti ini tin,rencananya itu ibu nih ada calon ayah baru buat kamu?
Tina
okeoke... (berpikir dan seketika terkejut)
haaaa?bicara apa sih ibu nih?
Ibu
"keputusan ini untuk kebaikan kamu berdua.jadi,apa salahnya kalau ibu mau kamu itu punya ayah baru yang bisa melindungi dan menjaga kalian berdua”
Tina
sejujurnya ya bu,tina tidak bisa menerima orang lain yang mengantikan ayah ?
Ibu
ibu cuman mau yang terbaik buat kamu dan insya allah bakal melindungi kamu dan sayang sama kamu
Tina
maaf bu ,kasih tina waktu dulu buat memikirkan keputusan ini dan kehidupan keluarga kita kedepannya”
Ibu
ibu mengerti perasaan kamu (tina) dan ibu harap kamu juga bisa mengerti dengan keputusan ini”
Tina pun pergi meninggalkan ibunya diruang tamu,tina binggung dengan keputusan yang harus dia katakan...
Tina berbicara sendiri. apakah keputusannya yang dia ambil ini benar?
tina selalu memikirkan apa yang akan terjadi nanti nya bila dia menyetujui pernikahan ibu nya dengan calon ayah tiri nya.
Tina
kalau aku menyetujui pernikahan ibu, aku pasti tidak akan bahagia nantinya ...
Tina
Dan jikalau pun aku tidak menyetujui pernikahan ibu, otomatis ibu akan sedih dan pada akhirnya masih saja aku yang akan mengalah...
Tina
ya sudahlah kalau memang keputusan ibu terbaik buat aku dan adikku.. aku siap menyetujui pernikahan mereka
Tina
Aku akan berusaha menerima ayah walaupun dia bukan ayah kandung ku...
Comments