Keputusan yang Salah

Tina terus memikirkan tentang hal itu dan sampai akhirnya ia pun menyetujui pernikahan ibunya.
Tina
Tina
bu, tina sudah memikirkan nya dan hasil nya tina memutuskan bahwa ibu boleh menikah lagi dengan laki-laki yang sayang sama ibu.
Ibu
Ibu
benar nak,itu keputusanmu. Apakah ibu tidak salah dengar dengan perkataan mu tadi.
Tina
Tina
tidak bu. ibu boleh menikah lagi asalkan dia menyayangi kami seperti dia menyayangi anaknya sendiri..
Ibu
Ibu
iya nak, dia pasti akan menjadi ayah yang baik buat kalian
Tina
Tina
iya bu...
Ibu
Ibu
terima kasih ya nak,sudah memberi kesempatan untuk ayah baru kalian.
Tina
Tina
iya bu, sama-sama
Saat ibunya sedang bergembira atas keputusan tina. Tina langsung berdiri dari tempat itu dan meninggalkan ibunya sendirian di ruang tamu itu. Tina langsung masuk ke kamarnya dan meneteskan air matanya.
5 bulan telah berlalu,selama itulah tina kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.ibu yang dulu sangat menyayanginya tetapi sekarang telah berubah saat kedatangan ayah barunya dirumah. Disisi lain tina bergegas pergi kesekolah. Sementara itu tina melihat ayah dan ibunya sedang sarapan pagi.
Tina
Tina
”(menoleh kearah meja makan) selalu sibuk sendiri-sendiri. Sudahlah kalau seperti itu ,aku langsung pergi kesekolah sajalah. Sudah tidak mood lagi mau sarapan.
Beberapa saat kemudian terdengar suara ibu yang sedang berteriak memanggil tina.
Ibu
Ibu
tina.....
Ayah
Ayah
mungkin sudah pergi kesekolah tinanya itu’
Ibu
Ibu
Tapi dia itu belum sarapan ?
Ayah
Ayah
sudahlah,biarkan saja. Dia itu kan sudah besar .Pasti dia bisa membeli makanan di sekolah nya kalau dia lapar”
Ibu
Ibu
bagaimana kalau dia kelaparan di sekolah?
Ayah
Ayah
tidak usah terlalu khawatir dengan tina, dia sudah bisa membedakan mana yang terbaik untuknya atau tidak.
Ibu
Ibu
bagaimana tidak khawatir ,biasanya juga dia itu sarapan dulu kalau mau pergi ke sekolah’
Ayah
Ayah
sudahlah tidak usah dipikirkan segala..
Ibu
Ibu
:ya sudahl ah kalau seperti itu,makan lah dulu yah,aku mau kebelakang dulu.
Ayah
Ayah
iya buk....
Ibu pun meninggalkan ayah dimeja makan .sementara itu ayah pun terus melanjutkan makannya
Sekolah masih begitu sunyi dan sepi. Disisi lain tina pun telah datang kebsekolah pada jam 06.00 , terlihat salah seorang anak yang sudah biasa datang paling pagi yaitu cindy yang sedang duduk ,cindy merasa heran melihat kedatangan tina yang datang begitu cepat .
Cindy
Cindy
eh kamu, tumben datang pagi? Hmm sepertinya sudah sebulan ,kamu bikin masalah di sekolah
Tina
Tina
kenapa memangnya? masalah buat loh hah? (dengan nada yang sedikit meninggi)
Cindy
Cindy
cocok juga nih kalau dijadiin teman ,biar bisa bikin ulah bareng,hahh. (berkata dalam hati) ”hmm nggak tuh, eh...kamu sepertinya banyak masalah ya?
Tina
Tina
mau tau banget urusan orang.iyyaa! memang nya kenapa?
Cindy
Cindy
bagus... Saya suka teman seperti kamu. Saya rasa kita punya cerita yang sama
Tina
Tina
(menatap sinis ke cindy) lalu apa masalahnya?
Cindy
Cindy
hmm tidak apa-apa. oh iya, daripada kamu pusing mikirin masalah kamu. Gimana kalau kita bikin ulah saja pagi ini?
Tina
Tina
oke, saya setuju
Tina pun menyetujui ide cindy,mereka berdua pun mengacaukan dan mengobrak-abrik kelas yang masih sunyi dan sepi. siswa-siswi pun mulai berdatangan karena keadaan yang mulai siang. sementara itu ada salah satu anak yang telah mengadukan ulah cindy dan tina. Akhirnya orangtua tina pun datang kesekolah karena ulahnya.selang beberapa jam satelah masalah selesai,mereka pun pulang kerumah masing-masing.
Ibu
Ibu
ibu capek tin,selalu saja buat masalah. kemarin tidur dikelas,sudah itu tidak masuk kelas,terus ini menghancurkan kelas pula.
Tina
Tina
urusi saja urusan ibu,tidak usah mengurusi urusan saya..
Ibu
Ibu
Alangkah nakalnya. Mau jadi apa kamu ini. kamu itu cewek bukan cowok! (nada tinggi)
Tina
Tina
terus kalau cewek kenapa? (suara membentak)
Ibu
Ibu
kamu itu berharga ! (sambil menegaskan perkataannya)
Tina
Tina
sudahlah tidak usah ngurusin urisan tina (berjalan meninggalkan ibunya).
disisi lain ayah pun pulang dari kerjanya
Ayah
Ayah
assalamualaikum ...ada apa ini?
Ibu
Ibu
(sambil menghampiri dan mengambil tas sang ayah) waalaikumsalam...! ini nah tina bikin masalah terus disekolah.
Ayah
Ayah
sudahlah mau diapakan kalau seperti itulah sifatnya.
Ayah yang selalu saja tidak peduli dengan kehadiran dan sifat anak tirinya kini semakin lama semakin membuat sang ibunya terpengaruh dan bersifat sama seperti ayahnya.tina pun hanya bisa melampiaskan kekesalan nya kepada orang laun dengan sifatnya yang sangat berubah 180 derajat.
#jangan lupa Like dan tinggalkan komentar kalian di bawah ya😍

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!