Ayah

Nadia
Nadia
Tn. Kim Terimakasih karna sudah membantuku berbelanja
Tn. Kim Tersenyum
Tn.kim
Tn.kim
sama sama nona. tapi, apa barang yang nona cari sudah ketemu?
Nadia menggeleng.
sudah berapa kali Nadia mencari barang itu. bahkan sampai ke setiap sudut Swalayan.
tapi tetap saja. benda itu tidak di temukan oleh Nadia
Nadia
Nadia
andai saja, ada salah seorang yang menemui benda itu. aku akan membayar orang itu. berapapun yang dia mau
Nadia
Nadia
asalkan benda itu sudah di temukan
Tn.kim
Tn.kim
memangnya benda apa yang nona cari?
Nadia
Nadia
Kalung
Tn.kim
Tn.kim
Kalung?
Nadia mengangguk
Nadia
Nadia
Kalung bunda
Nadia
Nadia
kalung itu di jual oleh Rena dan ibu nya tanpa sepengetahuan ku
Tn. Kim menatap Nadia yang menunduk
Tn. Kim tau bagaimana perasaan Nadia saat ini.
Tn.kim
Tn.kim
Saya akan menyuruh beberapa orang untuk mencari kalung itu
Tn.kim
Tn.kim
jadi nona tenang saja
Tn.kim
Tn.kim
saya akan menyampaikan langsung jika kalung itu sudah di temukan
Nadia tersenyum menatap Tn. Kim
Nadia
Nadia
Terimakasih Tn. Kim
setelah Tn. Kim pergi. Nadia berjalan masuk kedalam rumahnya sambil membawa beberapa plastik kedalam kamarnya
namun, saat ia berjalan melewati ruang makan. seseorang memanggilnya
membuatnya melihat ke arah asal suara itu
Nadia
Nadia
A-ayah?!
Nadia berlari menghambur kedalam pelukan ayahnya itu
sudah 6 bulan ayahnya tidak pulang
dan Nadia sangat rindu dengan sang ayah
tanpa Nadia sadari, air matanya keluar. Nadia sudah menahannya. namun tetap saja air mata itu lolos begitu saja
Nadia
Nadia
Ayah... ayah kenapa baru pulang? kenapa ga bilang Nadia?
Nadia
Nadia
ayah ga kangen Nadia ya?
Tn.Choi
Tn.Choi
maafin ayah ya Nadia
Tn.Choi
Tn.Choi
ayah baru bisa pulang karna pekerjaan Ayah yang sangat banyak
Tn. Choi mengusap lembut kepala Nadia. Pelukannya semakin erat
ya, Tn. Choi rindu sekali dengan putri nya ini.
dan dia juga rindu dengan mendiang istrinya
Nadia mengeratkan pelukannya
dia benar benar rindu dengan ayahnya
Tn.Choi
Tn.Choi
Nadia habis dari mana?
Tn.Choi
Tn.Choi
kenapa belanjaan nya banyak sekali?
Nadia melepaskan pelukan nya
Nadia
Nadia
oh, ini. Nadia membeli beberapa kebutuhan kafe di swalayan
Tn.Choi
Tn.Choi
K-kafe?
Nadia mengangguk sambil tersenyum
Nadia
Nadia
iya, Nadia mendirikan kafe bersama Rain
Tn.Choi
Tn.Choi
Tapi, kamu bisa kelelahan Nadia...
Nadia
Nadia
Tidak, Nadia tidak akan kelelahan. karna, ada Rain yang selalu membantu Nadia
Tn.Choi
Tn.Choi
Tetap saja. Ayah ga mau sampe kamu ke capean Nadia..
Tn. Choi mengusap lembut pucuk kepala Nadia...
Rena
Rena
Bukan kah itu bagus ayah? berarti Kaka sudah bisa membangun usaha nya sendiri
Nadia dan Tn. Choi meliat ke arah tangga.
ya, Rena baru saja turun dan menghampiri Tn. Choi dengan senyuman di wajahnya
Nadia yang melihat itu hanya bisa terdiam
Rena mendekat dan merangkul lengan Nadia. seperti seorang adik kaka
Rena
Rena
kaka sudah besar, ayah. kaka bukan lagi anak kecil yang menangis hanya karna sebuah balon
Rena
Rena
benarkan kaka?
Rena merangkul lengan Nadia lebih erat.
Sedangkan Nadia, dia hanya bisa tersenyum
dia tidak tau skenario apa yang akan di main kan oleh adik tiri nya itu
Tn.Choi
Tn.Choi
Oh, Rena? bagaimana kabarmu?
Rena tersenyum kecut. ya, dia iri
sangat sangat iri kepada Nadia yang selalu di peluk oleh sang ayah
bahkan Rena tidak pernah mendapat pelukan sang ayah. jika ayahnya itu baru saja sampai di rumah karna pekerjaan nya
yang ayahnya lakukan hanyalah menanyakan kabar diri nya. dan sang ibu
ya, Tn. Choi memang selalu memberikan kasih sayangnya itu kepada Nadia
bukan karna dia tidak sayang dengan Rena
Hanya saja, kasih sayangnya itu lebih besar kepada Nadia di bandingkan Rena dan istri baru nya
Rena
Rena
aku baik, begitupun ibu.
Tn.Choi
Tn.Choi
syukur lah kalau kalian berdua baik baik saja
karna lelah, dan belum menaruh belanjaan. Nadia memutuskan untuk pergi ke kamarnya
Nadia
Nadia
Ayah, Nadia ke kamar ya.
Tn.Choi
Tn.Choi
oh, iya. Istirahat ya sayang. jangan sampai ke cape an
Tn. Choi mencium kening Nadia dan mengusap pucuk kepala anaknya itu
Nadia tersenyum. dan beranjak pergi ke kamarnya
sedangkan Rena yang melihat itu semakin Iri dan cemburu
lihat, dia bahkan tidak pernah di peluk dan di beri kecupan singkat di kening sebelum tidur
tangan Rena terkepal. dia benar benar kesal.
Dan lebih buruknya. ayahnya itu juga pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun
Rena kesal, iri, dan juga cemburu terhadap Nadia
di dalam hatinya. Rena bersumpah akan merenggut semua yang Nadia punya
Rena tersenyum licik. ya, suatu saat dia akan mengambil semua yang Nadia miliki
suatu saat. dan Rena akan melakukan nya
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!