walaupun rasa berdenyut itu terus saja muncul di pipi nya
matanya terus menunduk. menatap lantai putih tempatnya terduduk.
tangan nya tidak berhenti meremas rok yang di kenakan olehnya.
Ny.Choi
SUDAH BERAPA KALI KUBILANG PADAMU!!!
Ny.Choi
JANGAN PERNAH MENGGANGGU ANAK KU!!!
Rena
Ibu, sudah lah. kaka tidak bersalah...
Ny.Choi
Tidak bersalah?! apa yang kau maksud tidak bersalah?! lihatlah kaki dan lututmu! penuh dengan luka!!
Rena
Mungkin kaka tidak sengaja mendorong ku tadi...
'dia' terdiam, tangannya semakin kuat meremas rok nya. dia tau, gadis yang sedang berdiri di samping ibu nya itu hanya berpura pura
tanpa ibu nya ke tahui, anak di sampingnya itu secara diam diam tersenyum licik.
menatap 'dia' yang terduduk di lantai dengan pipi yang memerah akibat tamparan ibu nya.
'dia' mendongakkan kepalanya karna ibu nya itu menjambak rambutnya. dengan tatapan satu 'dia' berusaha menatap wajah ibu nya itu.
wajah ibu nya mendekat. dengan perlahan berbisik di telinga nya.
Ny.Choi
Dengar kan aku!
jika, kamu berbuat ulah lagi. aku tidak akan segan segan mengurungmu di kamar! ingat itu, Nadia!
ibu nya menakan kata terakhir sambil mengencangkan genggaman pada rambutnya. setelah berbisik, ibu nya menghempaskan kepalanya. berjalan pergi
meninggalkan nya yang masih terduduk
Begitupun adiknya. dia pergi begitu saja dengan perasaan puas melihat kaka nya itu
dengan sedikit berbisik dia memegang pipi nya yang memerah
Nadia
t-tak apa, Nadia.
semuanya a-akan baik baik saja.
perlahan, Nadia berdiri. beranjak menuju kamarnya yang ada di lantai 2.
saat sampai di kamar, Nadia berjalan ke arah meja rias nya.
dia melihat pantulan dirinya dari cermin yang ada disana
benar benar berantakan! itu yang dia liat dari pantulan dirinya.
rambut yang berantakan dan pipi yang merah
Nadia menghela nafasnya
lagi lagi dia mendapatkan tamparan dari ibu tirinya itu
ya, Ny.Choi memang ibu tiri nya. ibu kandung Nadia sudah lama meninggal saat umurnya masih berusia 5 tahun
Ayahnya memutuskan untuk menikah lagi. Nadia tidak melarang, yang penting ayah nya itu bahagia dan istri nya itu akan merawat ayahnya dengan baik
hanya itu yang ada di pikiran nya saat itu.
setelah menikah, istrinya itu hamil, dan lahirlah Rena. yang berstatus sebagai adik Nadia.
Nadia sama sekali tidak membenci Rena. justru dia teramat senang saat Rena lahir
Nadia menjaga Rena dengan amat baik. dia selalu memberikan kasih sayangnya itu kepada Rena
Nadia tidak pernah berfikir bahwa Rena adalah adik tiri nya. dia sangat sayang dengan adik nya itu
hanya saja seiring berjalan nya waktu. sifat Rena semakin berubah terhadap Nadia
Nadia bahkan tidak tau apa kesalahan yang di lakukan olehnya sampai Rena membenci dirinya
seperti sekarang, Rena mengadu kepada ibu nya kalau Nadia mendorongnya di taman belakang rumahnya.
padahal, Rena sendiri lah yang terjatuh dan di bantu oleh Nadia
dan bodohnya Nadia hanya diam saja saat dirinya di caci maki dan di rendah rendahkan oleh ibu nya.
ya, sifat Nadia ini memang turunan dari sang Bunda. kalau kata ayah, Nadia adalah fotokopi dari ibu nya. selain sifatnya yang mirip. wajah dan bentuk tubuhnya memang sangat mirip sekali dengan sang Bunda
tangan Nadia terulur memegang sebuah bingkai foto yang ada di meja rias nya.
foto itu memperlihatkan seorang wanita yang sangat cantik dan mirip dengan Nadia
Ya, itu adalah Bunda Karina. Bunda nya Nadia
jika di perhatikan, mereka memang sangat mirip. mungkin Nadia adalah Reinkarnasi dari ibu nya itu
Nadia mengusap foto itu dengan lembut. Bunda nya sangat cantik dengan senyuman terukir di wajahnya
Nadia
Bunda, Nadia kangen Bunda.
Nadia
Apa bunda tidak ingin menjenguk Nadia?
Nadia
Maafin Nadia yang jarang jenguk bunda
Nadia
Nadia janji. Nadia akan menjenguk bunda lagi bersama ayah
Nadia
Nadia sayang bunda
sekuat apapun Nadia menahannya. air mata itu tetap saja lolos dari matanya
dengan cepat dia menghapus air matanya itu
lalu pergi beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Comments