sahabat

Rain
Rain
Dia?! pipi kamu kenapa?!
Nadia terkekeh saat melihat ekspresi kaget sahabat nya yang menurutnya sangat lucu
Rain
Rain
Hey, aku serius!!!
Nadia
Nadia
hehe... aku tidak papa
Rain
Rain
tidak papa bagaimana!! pipimu mulai membiru!
Nadia
Nadia
benarkah?
Nadia
Nadia
tapi, ini tidak sakit ko. jangan khawatir Rain, aku baik baik saja
Rain
Rain
hah, kau ini! ayo ikut aku!
Nadia
Nadia
hey, kita mau kemana?!
Rain
Rain
tentu saja ke kafe dan mengobati pipimu itu!
Rain menyeret Nadia pergi, Nadia sama sekali tidak berontak. justru dia sangat senang. Rain itu memang sangat baik. dan Nadia sangat beruntung mempunyai sahabat sepertinya
setelah membuka pintu kafe dan membalik papan menjadi open. Rain kembali menyeret Nadia untuk duduk diam di kursi salah satu meja di sana
Rain
Rain
diam disini! aku akan mengambil es batu untuk mengompres lebam itu
Nadia
Nadia
es batu? apa kau serius?
Rain
Rain
Tentu saja! lukamu itu sudah bengkak dan mulai membiru tau!
Nadia terkekeh, lagi lagi ekspresi Rain itu selalu saja lucu di mata Nadia
Nadia
Nadia
hehe... baiklah baiklah
Rain beranjak menuju lemari es setelah mengambil kain bersih untuk membalut es itu.
setelah itu Rain kembali ke Nadia. duduk di depan sahabatnya itu.
Rain
Rain
Dekatkan wajahmu. aku akan mengompres nya
Nadia memejamkan matanya saat merasakan perih, sakit dan dingin secara bersamaan
Nadia
Nadia
shh... pelan pelan. ini sakit!
ringisnya yang mendapat tatapan tajam dari Rain
Rain
Rain
salah sendiri, udah tau bengkak bukanya buru buru di obati! malah di diamkan!
Nadia
Nadia
percuma, sebentar lagi akan ada lebam baru saat aku pulang nanti
Rain
Rain
apa dia berbuat ulah lagi?
Nadia
Nadia
hmm... ya, menurutmu?
Rain
Rain
haish, kau ini! katakan saja yang sejujurnya kepada ibu mu!
Nadia
Nadia
menurut mu jika aku jujur dia akan mempercayaiku dari pada anak kandungnya itu?
Rain
Rain
tapi, setidaknya kamu sudah berkata jujur pada ibumu!
Nadia
Nadia
iya iya, akan kulakukan
Rain
Rain
kapan kau akan melakukannya? kau pasti akan diam saja seperti orang pasrah saat di tampar habis habisan oleh ibumu
Nadia
Nadia
sudahlah, yang penting memang bukan aku yang salah
Rain
Rain
apa ayahmu tau tentang ini?
Nadia bungkam, dia hanya menatap Rain yang telaten mengompres lebam nya itu
Rain
Rain
jawab aku!
Rain
Rain
apa ayah mu tau tentang ini?
Rain
Rain
tentang ibu tiri mu dan tingkah adik tiri mu?
Rain
Rain
jangan diam saja! jawab aku!
Nadia menghembuskan nafasnya. matanya menatap dalam mata Rain
Nadia
Nadia
tidak, ayah ku tidak tau. dan tidak akan pernah tau. karna aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi
Rain
Rain
apa maksudmu?! kau akan terus membiarkan ibu tiri itu menyiksamu sedangkan ayah mu tidak tau?!
Rain
Rain
Dia! cobalah mengerti dirimu sendiri! lihatlah dirimu sekarang! dengan lebam di pipi mu! kau pikir aku akan diam saja melihat ini semua!
Rain
Rain
jangan mementingkan ayahmu! penting kan dirimu sendiri! jangan karna ayahmu bahagia itu saja sudah cukup!
Rain
Rain
Nadia! kamu juga harus bahagia! aku tidak bisa terus terusan melihatmu terluka karna ibu dan adik tiri mu itu!
Rain
Rain
jika kamu tidak akan bilang. biar aku saja yang bilang pada ayahmu!
Nadia tertegun saat mendengar ucapan Rain. sahabatnya itu memang sudah kesal melihatnya yang selalu di penuhi oleh luka dan lebam
Nadia
Nadia
iya, aku akan bilang
Nadia
Nadia
tapi tidak sekarang
Nadia
Nadia
akan ada waktu nya dimana aku jujur dengan ayah ku
Rain menghela nafas saat mendengar jawaban yang seolah tidak seperti yang di pikiran nya
Nadia tersenyum
memang akan ada waktu dimana dia harus jujur tentang sikap buruk adik dan ibu tiri nya itu
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!