NovelToon NovelToon
CINTA HABIS DI MANTAN

CINTA HABIS DI MANTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: AssaZahara

Catalea Yoora merupakan salah satu dari pewaris perusahaan Rotasi Company. Perusahaan yang bergerak di bidang makanan, bakery, dan kuliner yang sudah membuka cabang lebih dari lima provinsi. Beberapa menit menjelang akad nikahnya Alea menghilang. Gosip yang beredar Alea pergi karena ia tidak mencintai calon suaminya karena perjodohan keluarga. Kecurigaan itu beralasan, karena tamu yang dimaksud ternyata mantan Alea, Zahran Adrian Adiguna. Mantan kekasih yang pernah menjalin hubungan dengan Alea. Namun hubungan itu berakhir karena hubungan keluarga. Akhir-akhir ini hubungan kedua keluarga itu membaik. Tapi kejadian hilang nya Alea berkaitan Erat dengan Zahran. Beberapa orang menduga Alea di culik oleh Zahran karena dendam. Namun sebagian orang merasa alasan hilangnya Alea sangat sederhana ia masih cinta dengan mantan kekasih nya. Motif yang hanya bisa di ketahui publik ketika Alea di temukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AssaZahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengapa Hubungan Alea dan Zahran Kandas

Tiga tahun sebelum gaun pengantin putih gading itu ditinggalkan kosong di kamar hotel, ada sebuah malam di Bandung yang tidak akan pernah bisa dihapus dari ingatan Catalea Yoora maupun Zahran Adrian Adiguna. Malam ketika hujan turun tidak terlalu deras, namun dinginnya mampu membekukan dua hati yang dipaksa menyerah oleh keadaan.

Kala itu, hubungan rahasia mereka telah tercium oleh radar intelijen Baskoro Yoora. Konsekuensi dari runtuhnya kesepakatan akuisisi lahan di Jawa Tengah antara Rotasi Company dan Adiguna Group dibebankan sepenuhnya ke atas pundak sepasang kekasih yang tidak tahu apa-apa ini.

Malam itu, di dalam mobil SUV tua milik Zahran yang terparkir di bawah rimbunnya pohon pinus daerah Ciumbuleuit, keheningan terasa begitu pekat. Di atas dasbor, sebuah gelang perak dengan liontin berbentuk gandum kecil simbol cinta tulus mereka—tergeletak berkilat di bawah temaram lampu jalan.

"Katakan sekali lagi, Alea," suara Zahran terdengar rendah, bergetar oleh perpaduan antara rasa tidak percaya dan amarah yang mulai membakar dadanya.

"Katakan langsung sambil menatap mataku bahwa kamu ingin kita selesai karena kamu bosan hidup miskin bersamaku."

Alea mencengkeram rok jinsnya sendiri dengan sangat kuat hingga kuku-kukunya memutih. Ia menolak untuk mendongak, menolak untuk menatap mata tajam Zahran yang selalu bisa membaca setiap kebohongannya. Air mata Alea sudah menggenang di pelupuk, namun ia menahannya setengah mati. Di dalam tasnya, terdapat sebuah rekaman suara dari ayahnya yang baru saja ia terima sore tadi.

“Jika kamu tidak memutuskan anak Adiguna itu besok pagi, Alea, Ayah akan menggunakan seluruh pengaruh politik dan finansial Rotasi Company untuk mencabut izin analisis dampak lingkungan (Amdal) proyek hotel pertama yang dibangun Zahran di Yogyakarta. Ayah akan memastikan karier arsitekturnya mati sebelum berkembang, dan Adiguna Group akan membuangnya karena dianggap membawa sial bagi bisnis keluarga.” Ujar baskoro saat

Ancaman Baskoro Yoora bukanlah gertakan semata. Alea tahu persis kekejaman ayahnya jika sudah menyangkut persaingan bisnis. Demi melindungi masa depan pria yang dicintainya, dan demi memastikan bakat arsitektur Zahran tidak dihancurkan oleh keserakahan ayahnya, Alea harus menjadi pihak yang jahat. Ia harus menjadi wanita materialistis yang dingin.

"Aku tidak bisa terus-menerus makan di pinggir jalan dan menunggumu sukses, Zahran," ucap Alea, suaranya mendadak berubah menjadi sedingin es, seolah-olah kata-kata itu keluar dari mulut orang lain.

"Aku adalah Catalea Yoora. Cepat atau lambat, aku harus kembali ke Jakarta dan memimpin Rotasi Company. Hubungan kita di Bandung... itu hanya pelarian sementaraku dari kejenuhan. Sekarang, waktunya aku kembali ke duniaku yang sebenarnya. Dunia di mana angka dan status sosial lebih penting daripada sekadar janji-janji manis." Ujar Alea dingin.

Zahran tertegun. Setiap kalimat yang keluar dari bibir Alea terasa seperti belati yang berkarat, menusuk tepat ke jantung harga dirinya sebagai seorang pria. Ia menatap wanita yang selama dua tahun ini selalu menemaninya begadang menghitung stok roti, wanita yang selalu tersenyum tulus saat ia berikan sekotak susu cokelat hangat, kini bertransformasi menjadi sosok asing yang angkuh.

"Jadi, selama ini aku hanya sosok yang mengisi waktu luangmu?" desis Zahran, senyum getir yang penuh dengan rasa terluka merayap di wajahnya.

"Semua dukunganmu, semua air matamu saat aku gagal dalam proyek magangku... itu semua hanya akting?" Zahra kembali bertanya dengan nada getir.

"Anggap saja begitu," Alea akhirnya berani mendongak, menatap Zahran dengan pandangan mata yang sengaja dibuat kosong dan tak peduli, meski di dalam dadanya hatinya hancur berkeping-keping hingga rasanya ia ingin mati saja saat itu juga.

"Gelang itu... silakan kamu simpan atau buang. Aku tidak membutuhkannya lagi di Jakarta."

Alea membuka pintu mobil sebelum Zahran sempat menjawab. Ia melangkah keluar ke dalam dinginnya malam Bandung, membiarkan gerimis membasahi wajahnya, menyamarkan air mata yang akhirnya tumpah tak terbendung. Ia berjalan cepat menuju taksi yang sudah ia pesan sebelumnya, tanpa pernah menoleh ke belakang untuk melihat bagaimana Zahran mencengkeram kemudi mobilnya dengan raungan frustrasi yang memecah kesunyian malam.

Keesokan harinya, Alea menghilang dari Bandung. Ia ditarik kembali ke Jakarta oleh Baskoro, dimasukkan ke dalam program persiapan eksekutif intensif, dan diputus total dari segala akses informasi tentang Zahran.

Zahran yang ditinggalkan dengan luka yang menganga dalam, berubah menjadi sosok yang berbeda. Rasa sakit hati dan harga diri yang diinjak-injak itu ia ubah menjadi bahan bakar ambisi yang luar biasa kejam. Ia membuang idealisme arsitektur murninya dan masuk ke dalam Adiguna Group dengan satu tujuan: menjadi begitu kuat, begitu kaya, dan begitu dominan hingga suatu hari nanti, keluarga Yoora dan Catalea sendiri harus mendongak untuk melihat posisinya.

Selama tiga tahun, keduanya saling menghindari satu sama lain di berbagai forum bisnis, bergerak seperti dua planet yang memiliki orbit berbeda namun menyimpan daya ledak yang sama besar jika saling berbenturan. Hubungan mereka kandas bukan karena pudarnya rasa, melainkan karena cinta mereka telah dijadikan sandera dalam perang dingin antar-korporasi yang egois. Dan kini, tiga tahun kemudian, waktu penahanan itu telah habis. Zahran telah kembali untuk menuntut tebusannya.

1
Ana Dww
elu nekattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!