NovelToon NovelToon
CINTA YANG TAK SEPADAN

CINTA YANG TAK SEPADAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Essa Amalia Khairina

Kepergian kekasihnya membuat Naya menyadari akan kehilangan yang begitu mendalam. Luka yang ditawarkannya pun begitu hebat hingga membuat Naya harus benar-benar pulih dari rasa sakit hati.

Dan seiring berjalannya waktu, Zaki datang dan mengubah kehidupannya yang dulu begitu terasa hampa penuh luka tersebut kini penuh kebahagiaan yang tak pernah ia miliki sebelumnya.

Namun sayangnya, kebahagiaan itu harus mereka perjuangkan bersama agar tetap bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Essa Amalia Khairina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RINDU TAK PANTAS

​Siang itu, suasana di ruang guru terasa lebih lengang dari biasanya. Naya, yang kini menjalankan perannya sebagai guru muda, menatap layar laptopnya dengan tatapan kosong. Di semester ini, jadwal kepulangan sekolah memang terasa jauh lebih cepat. Setelah kelas dua belas resmi dilepas untuk melaksanakan praktik kerja lapangan, sekolah kehilangan sebagian besar denyut nadinya.

​Bagi Naya, perubahan jadwal ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ia memiliki waktu senggang untuk merapikan administrasi mengajar atau sekadar menyeruput teh hangat tanpa harus berkejaran dengan kebisingan jam istirahat. Namun, ada rasa pahit yang tertinggal di tenggorokannya.

​Dulu, koridor kelas sebelas adalah magnet yang selalu menarik langkahnya. Ia selalu punya alasan untuk lewat di depan kelas Zaki, sekadar mencuri dengar suara tawanya atau melihatnya lewat jendela yang terbuka. Kini, ruang-ruang itu sunyi. Tidak ada lagi Zaki, tidak ada lagi alasan untuk berlama-lama di koridor dengan alasan menunggu seseorang.

​​Naya menghela napas panjang, lalu perlahan menutup laptopnya dengan gerakan berat. Bunyi klik pelan saat laptop itu terkunci seolah menjadi penanda akhir dari usahanya untuk fokus hari ini. Ia berdIri, jemarinya bergerak memasukkan benda persegi itu ke dalam tas bahunya.

​Sebelum akhirnya ia melangkah pergi, sepasang matanya kembali berbalik, menatap lurus ke arah meja barista.

Kosong.

​Tak ada jejak Zaki di sana.

​Tempat itu kini terasa asing tanpa sosok Zaki. Sosok pemuda yang berhasil mengejutkannya dengan kedewasaan yang tenang, yang tahu kalimat apa yang harus diucapkan untuk meredakan badai di kepalanya.

Naya menatap sudut meja kosong itu, di mana bayangan beberapa waktu lalu mendadak berputar di benaknya. Ia merindukan gerak jakun Zaki yang naik-turun saat pemuda itu sedang berpikir atau berbicara serius, nampak detail kecil yang entah bagaimana, untuk pertama kalinya, sempat membuat Naya menyadari betapa dewasanya sosok pemuda tersebut di matanya.

​Namun kini, semua itu menguap. Tak ada lagi sisa-sisa kehadiran pemuda itu di sini, meninggalkannya sendirian memeluk sepi yang mendadak terasa begitu mencekik.

​Naya tersenyum getir pada dirinya sendiri, sebuah lengkungan hambar yang sarat akan kepasrahan. Dadanya terasa sesak oleh sebuah kesadaran yang menamparnya berulang kali. Ia sadar betul siapa dirinya di hidup Zaki. Ia bukan sang pemilik hati. Sejak awal, posisi itu tidak pernah disediakan untuknya.

​Ada rasa perih yang menggelitik tenggorokan saat kata 'tidak pantas' itu menggantung di benaknya. Memangnya hak apa yang ia miliki untuk merasa sekacau ini? Merindukan Zaki, mengharapkan kehadirannya, bahkan merasa kehilangan separuh jiwanya saat lelaki itu tak ada, bukankah semua itu adalah bentuk kelancangan yang nyata?

Naya tahu diri, ia hanyalah penonton di tepi jalan kehidupan Zaki, yang sialnya, terlanjur menaruh seluruh hatinya pada seseorang yang tak akan pernah berbalik untuk menggenggam tangannya. ​Lagi pula, Zaki pun belum tentu memiliki perasaan yang sama setiap kali mereka bertemu.

Naya menghela napas, mencoba merasionalkan gemuruh di dadanya. Bukankah polanya selalu sama? Rasa kagum ini, debaran sepihak ini, sebenarnya tak jauh berbeda dengan apa yang pernah ia rasakan ketika mengagumi sosok Tian maupun Randi di masa lalu. Sebuah kekaguman yang melambung tinggi, namun selalu berakhir pada kesimpulan yang sama, ia seolah tak pantas untuk bersanding dengan orang-orang hebat itu.

​Zaki hanya babak baru dari cerita lama yang sengaja ia buat sendiri, sebuah labirin angan-angan tempat ia kembali tersesat sendirian.

"Bodoh!" Gumam Naya mendesis pahit. Sepahit kopi hitam yang sempat ia teguk tadi. "Kenapa bisa aku mengagumi lelaki yang usianya bahkan terpaut jauh di bawahku? Aku sudah gila!"

​Drrrrt... drrrrt....

​Getaran kuat dari dalam tasnya seketika memutus rentetan umpatan yang Naya tujukan untuk dirinya sendiri. Ia tersentak. Ia segera merogoh isi tas, mencari benda pipih yang terus berisik itu, lalu melihat layarnya.

​Hana.

​Naya lalu menggeser tombol hijau, menempelkan ponsel ke telinganya sembari melangkah keluar dari area kafe. "Halo, Han?"

​"Nay! Kamu bisa datang ke rumah sekarang nggak?" Suara Hana di seberang telepon terdengar sangat panik, diselingi suara bising khas jalanan raya.

​"Bisa aja, kebetulan jam ngajar aku udah habis hari ini dan ini baru mau balik. Kenapa, Han? Suara kamu panik banget."

​Naya mendengar Hana menghela napas berat di seberang sana, terdengar sangat frustrasi.

"Aku belum bisa pulang kantor, Nay. Ini masih kejebak lemburan dadakan dan jalanan macet parah. Di rumah, Kikan rewel terus dari tadi siang. Diasuh pembantuku nggak mau diam, nangis terus sampai suaranya serak. Kamu bisa nggak ke rumah sekarang buat bantu nenangin Kikan? Reno juga belum pulang. Aku yakin, cuma kamu yang biasanya langsung bikin dia tenang."

"Oke, Han. Aku OTW sekarang."

Tuuuut.

****

1
Rahmi Mamimima
Typo ini.. Harusnya aku yg pduli sm kamu
Rahmi Mamimima
Kasian, naya udah g punya sahabat baik lagi

Kinan jug ksian krna uda g punya orang tua
Rahmi Mamimima
Wadduuhh gimana si kecil? Apa dy ikut dlm kcelakaan itu?
Rahmi Mamimima
Ah masa iya stlh obrolan itu tdk ad obrolan lgi ntara nya dan zaki
Mlah nay tu dr grup sekolahan, bkn dr zaki sendiri
Rahmi Mamimima
🤣🤣🤣😄Org lagi jatuh cinta kok malah mau d bw k psikiater
Rahmi Mamimima
Jatuh cinta beneran si naya sm muridnya
Rahmi Mamimima
Ibunya sdh mninggl? Apa krna anaknya g jdi mnikah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!