NovelToon NovelToon
TIRAKAT 3

TIRAKAT 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata
.
.
.
SERIES KE TIGA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Pondok pesantren Ustadz Furqon di Kediri, Jawa Timur, menjadi lembaran baru hidupku. Aku meninggalkan rumah dan Bapakku untuk mengemban tugas dari Sang Ustadz sebagai pembina asrama putri di sana.

Waktu akan menjadi saksi bisu segala perjalananku selanjutnya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 PERPISAHAN

Terasa sedikit berat dalam hati Zaki saat ia hendak bicara. Menyadari bahwa obrolan ini akan menjadi obrolan penutup dari perjalanan panjang bersama Nisa. ☹️☹️☹️

"Mbak Nisa..."

"Iya Mas?"

"Terima kasih banyak ya..." lebih tak karuan lagi hati Zaki saat mengucapkan ini.

"Eh? Terima kasih?

"Iya Mbak, terima kasih banyak sekali lagi..."

"Loh? Buat apa?"

"Em... Terima kasih udah jadi teman duduk selama perjalan ini..."

"Loh? Maksudnya?"

"Mbak Nisa lupa ya?" Zaki coba mengingatkan Nisa kembali.

"Lupa? Lupa apa Mas Zaki?"

"Sedikit lagi, aku akan turun dari kereta... Tepat di stasiun Paron, daerah Ngawi Mbak..."

Reaksi wajah Nisa yang sebelumnya terlihat bahagia mengobrol dengannya, seketika menjadi terlihat sedikit murung. Lebih tepatnya mengekspresikan kesedihan di pandangannya Zaki.

Bahkan, beberapa saat, Nisa jadi seperti melamun sambil menatapnya... ☹️☹️☹️

"Mbak? Mbak Nisa?" Zaki mencoba memecah lamunan itu.

"Eh, e-em... Loh... Mas Zaki udah mau turun ya?"

Zaki tak menjawab, hanya mengangguk perlahan sambil memberikan senyuman manis pada Nisa.

"Oh... Gitu ya Mas... Udah mau sampe ya?" tanya Nisa dengan suara yang mulai agak pelan, sambil menatap ke arah luar jendela.

"Iya Mbak. Terima kasih banyak ya..." ucapnya sekali lagi.

Nisa hanya duduk termenung, sambil dirinya menatap deretan sawah padi yang hijau cerah di sepanjang jalur rel.

Jujur, dalam hatinya Zaki, ia juga merasakan apa yang dirasakan oleh wanita manis di depannya itu.

"Mbaaak? Kenapa jadi diem gitu?"

"Em... Enggak apa-apa Mas..."

"Em? Bener gak apa-apa?"

"Em... Iya..." jawab Nisa sambil menatap wajah Zaki dengan senyuman yang terasa berat.

"Tinggal dua stasiun lagi Mbak, aku sampe di stasiun Paron." tambah Zaki.

Zaki tak mengetahui, bahwa kalimat demi kalimat yang diucapkan olehnya itu, semakin menghadirkan perasaan sedih dalam hati Nisa. Seolah Nisa tak ingin perjalanan ini berakhir, tak ingin lelaki di hadapannya ini turun.

"Mbak... Hati-hati ya selama sisa perjalanan kamu..." ucap Zaki sambil mulai menata barang-barang miliknya.

"Em, i-iya Mas..." respon Nisa sambil tampak menahan agar matanya tak berkaca-kaca.

"Em, Mas Zaki..." Nisa memanggilnya.

"Ya Mbak? Kenapa?"

"Em... Kamu juga... Hati-hati ya... Semoga selamat sampai di rumah nanti..."

Duh... Ya Alloh... Kalimat yang terucap dari mulut wanita manis itu, semakin membuat hati Zaki tak karuan rasanya... ☹️☹️☹️

"Iya Mbak, makasih banyak ya... Semoga apa yang Mbak tuju dan kerjakan di Kediri nanti, semuanya dimudahkan dan dilancarkan sama Alloh... Mbak juga harus jaga diri, jaga hati, dan tentunya juga... Jaga tirakatmu baik-baik."

Zaki berpesan seperti itu, karena setelah melewati berbagai momen bersama Nisa, dan setelah serangkaian kejadian di luar nalar manusia biasa yang ia alami saat bersama wanita manis itu.

"Iya Mas Zaki... Mas Zaki juga ya, rawat baik-baik Sekar Mayang..."

Saat disebut nama Sekar Mayang, Zaki tampak berhenti menata barang di dalam tasnya. Lantas, perlahan, menatap ke arah Nisa. Kali ini tanpa senyuman. Hanya tatapan mata yang terasa begitu dalam pada Nisa.

Dia akhirnya menyadari bahwa Nisa ternyata sudah mengetahui sosok perewangannya itu. Hanya saja, Zaki tak menyadari kapan dan bagaimana caranya Nisa bisa tahu.

"Mbak udah ngobrol ya?"

Nisa tak menjawab, ia hanya tersenyum sambil kembali menganggukkan kepalanya. Dan dibalas pula senyuman itu oleh Zaki, lalu dirapikan kembali barang-barang miliknya.

"Mbak juga ya, jaga baik-baik Dayang Putrimu..." ucap Zaki kemudian.

.

🚂🚃🚃🚃🚃🚃🚃🚃🚃🚃🚃

☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️

.

Matahari semakin meninggi, semakin menebarkan kehangatan sinarnya untuk semesta alam di sekitar jalur rel kereta ini...

Dan setelah dua stasiun yang dimaksud oleh Zaki terlewati, mulailah laju kereta terasa sedikit melambat... Pertanda bahwa sebentar lagi kereta ini akan berhenti di stasiun Paron tujuan akhir dirinya...

"Mbak..."

"Iya Mas?"

"Sekali lagi, terima kasih banyak ya... Aku seneng banget bisa kenal sama kamu Mbak Nisa..."

"Em... Hehehe... Iya Mas, aku juga. Makasih banyak ya Mas... Aku udah ditraktir makan nasi rames, dibikinin teh anget, dan juga banyak lagi..."

"Hehehe... Sama-sama Mbak..."

Sejenak menjadi saling diam mereka berdua. Lalu...

"Mas..."

"Ya Mbak?"

"Em... Anu Mas..."

"Em? Anu apa?"

"Hati-hati sampai di rumahmu ya... Semoga---" belum selesai ucapan Nisa, seolah kembali hadir keserasian antara mereka berdua, Zaki segera menyahut...

"Semoga kita bertemu lagi ya Mbak Nisa..." dengan tatapan matanya, dan senyuman manis di bibirnya, diberikan secara tulus untuk Nisa.

"Eh... Em... Hehehe... Iya Mas... Semoga kita bisa bertemu lagi lain waktu Mas..."

"Iya Mbak, Aamiin..."

Akhirnya... Kereta pun tiba di stasiun Paron, Ngawi, Jawa Timur.

Zaki segera menggendong tas biru tua dipunggungnya, dan sekali lagi berpamitan dengan Nisa.

Segera Zaki berlalu meninggalkan Nisa. Terasa semakin berat saja hatinya. Seolah dirinya tak mau berpisah.

Di satu sisi, Nisa pun masih terus memperhatikannya dari dalam gerbong kereta saat Zaki tampak sudah turun dari gerbong.

Dengan segala momen indah, momen canda tawa, sampai dengan momen di luar nalar bersama Nisa, Zaki akhirnya melangkah menjauh dari kereta.

Seketika, mungkin Zaki sadar bahwa Nisa masih memperhatikan langkahnya menjauh, Zaki pun berhenti, dan membalikkan badannya sesaat...

Dia berikan senyuman manis lagi pada wanita yang melihatnya dari dalam gerbong sana, sambil melambaikan tangannya...

Dan segera dibalas lambaian tangannya itu, pun dengan senyuman di bibir Nisa...

Dan... Akhirnya...

Zaki berjalan keluar dari stasiun Paron...

Diiringi dengan kereta Brantas yang kembali berjalan, membawa kembali Nisa menuju stasiun Kediri...

.

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

.

Di antara area persawahan padi yang mulai menguning, di temani cahaya matahari yang semakin meninggi, dan semilir angin yang menerpa wajah Zaki saat menaiki kendaraan umum menuju rumahnya...

Zaki masih terus mengingat Nisa...

Mengingat bagaimana senyum manisnya...

Mengingat bagaimana suaranya...

Mengingat semua momen selama perjalanan...

Tak terasa, ada sedikit tetesan air mata di pipi kanan Zaki...

Sambil ia berkata dalam hatinya...

"Ya Alloh, tolong pertemukan lagi diriku dengannya suatu hari kelak... Aamiin..."

😭😭😭😭😭😭😭

1
Yeni Yeni
penasaran aku mbak🤭
SecretS
Lanjut kak👍👍👍😊😊
SecretS
👍👍👍lanjut kak, berarti sekar mayang bisa liat masa depan kayak Dayang Putri ah, menurut ku sekar mayang terlalu jahil ngak seperti Dayang Putri 😁
SecretS
Lanjut kak, 👍👍👍😁😁😁 ternyata wanita dekat toilet itu sekar mayang toh aku kira kuntilanak penunggu 😅
SecretS
Ooh, jadi ya buat tiket Nisa hilang itu sekar mayang toh. Buat yang punya kebingungan nyari tiket nya untung tuanya mau mbalikin dan kejadian nya sebelum Dayang Putri datang kalau ngak.... 😅😅 buat tuanya malu aja sekar mayang, pasti karena sekar mayang Zaki bayarin makanan nisa😁sedikit merasa bersalah akibat perewangannya. Lanjut kak 👍👍👍👍
Yeni Yeni: kodam zaki usil
total 1 replies
SecretS
Cover nya kok buat yang baca merinding ya kak 😅😅, tapi lanjutanya bagus 👍👍👍semangat 😀
Deni Komarullah: Hehehe... Terima kasih Kak atas dukungan dan komentarnya... 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!