NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami, Dicintai Chef Eksekutif

Dikhianati Suami, Dicintai Chef Eksekutif

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tulisan_nic

"Luka ini masih menganga, kata maaf dan khilaf tidak bisa menguburkanya. Pengkhianatan ini terlalu pahit, hingga aku susah untuk lupa!"

Ini adalah kisah Isana, seorang wanita yang dikhianati Andreas dengan begitu pahit, saat sedang mengandung anaknya. Namun menemukan kisah manis dibalik Cupcake kegemarannya, bersama Althaf Rafardhan, seorang chef yang terkenal dingin dan tidak banyak bicara.
Andreas yang terpuruk karna menyadari, cintanya hanyalah untuk Isana, bukan Risa perempuan penggoda. Ingin kembali lagi, memperbaiki hubungan yang kandas. Mencoba membujuk Isana untuk rujuk, dengan dalih sebagai Ayah biologis anak laki-laki mereka.
Akankah Althaf membiarkan wanita yang ia cintai itu kembali pada pria yang sudah mengahancurkanya?
Dan apa keputusan Isana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tulisan_nic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buang Kotoran Itu !

*

*

*

"Papa! Makanan apa ini? Aku baru tahu, kalau makanan ini disebut makanan?" Nada suaranya terdengar santai. Sedikit bercanda.

"Tiramisu cake, staff kantor yang membelikannya untuk, Papa. Makanan itu rezeki, tidak baik mengomentarinya seperti itu. Kamu ini, sejak jadi chef standar makanan lezat dilidahmu itu terlalu tinggi."

Suara Pak Setyo, yang selalu terdengar bijak sedang berbicara pada seseorang di ruangannya. Ketika Andreas sudah sampai didepan pintu ruangannya yang sedikit terbuka.

Andreas tidak sengaja mengangkat pandangan.

Dari sela pintu, ia melihat sosok pria yang duduk berhadapan dengan Pak Setyo.

Postur tinggi. Berbahu tegap. Memakai kemeja putih yang lengan bajunya digulung hingga siku. Wajahnya tampan dengan garis rahang tegas yang begitu mirip Pak Setyo saat muda.

Bibir yang terkatup rapat itu, tidak punya nyali untuk sekedar mengucapkan salam. Ketakutan dan rasa tidak layak, membuat Andreas hanya bisa mematung di ambang pintu.

"Oh ... Andreas." Pak Setyo melirik arlojinya sekilas. Lantas mengangguk samar, "Masuk An ... "

Pria yang tadi bicara dengan Pak Setyo, berdiri dari duduknya. "Pa, Althaf pergi dulu. Ada banyak pekerjaan hari ini, jadi aku tidak bisa berlama-lama, sampai jumpa nanti dirumah ya ..."

Althaf Rafardhan, anak sulung dari Pak Setyo itu menyalami Ayahnya dengan santun. Nama yang cukup dikenal di kalangan pebisnis kuliner. Seorang Chef Eksekutif yang memiliki kemampuan membangun jaringan restoran premium miliknya sendiri.

Usianya bahkan tidak terpaut jauh dari Andreas.

Ia melirik Andreas sekilas, dan tersenyum tipis padanya.

Andreas yang kaku, tidak membalas senyuman itu. Ia hanya menundukkan kepalanya sekilas. Membuat Althaf, menyipitkan ujung mata meski kemudian tidak terlalu menggubrisnya.

"Aku pamit Pa, Assalamualaikum ..." ujarnya, sembari mulai melangkah keluar ruangan seiring jawaban salam dari Ayahnya.

Pak Setyo mengalihkan pandanganya, pada Andreas yang sejak tadi masih mematung.

"Duduk, An"

Suara Pak Setyo datar, namun bagai belati tajam untuk Andreas. Pria itu, tertunduk lesu mengikuti perintah atasannya untuk duduk.

Suasana hening sesaat. Bahkan Andreas bisa mendengar detak jantungnya sendiri.

Ruangan yang biasanya lapang, mendadak terasa lebih sempit. Tatapan Pak Setyo, tajam bagi Andreas. Memberikannya tekanan, yang membuat keringat dingin merembes di punggung dan pelipisnya.

"Saya akui, kinerjamu sangat baik belakangan ini." Suara Pak Setyo dingin, menunjukkan kewibawaannya yang begitu kental. "Itu sebabnya, saya sendiri yang mempromosikan jabatan Project Director untuk mu di perusahaan ini."

Andreas menatap lantai, meremas jemarinya dibawah meja.

"Semua perusahaan punya aturannya sendiri. Baik yang tertulis atau yang tidak tertulis. Dan saya yakin kamu tahu, sejak kamu menginjakkan kaki di kantor ini, Perusahaan ini dibangun di atas integritas." Pak Setyo membenarkan duduknya.

"Layaknya sebuah rumah, pemiliknya tidak akan membiarkan seseorang yang menginjak kotoran untuk masuk menginjak lantai tanpa melepas sepatunya."

Andreas tertegun, masih tidak memiliki keberanian mengangkat dagunya.

"Kantor ini anti skandal, apalagi perselingkuhan."

Kalimat yang menghantam kepala Andreas begitu keras, keringat dingin mengucur disepanjang punggungnya.

"Jika kamu tidak bisa menghormati janjimu pada Tuhan dan Istrimu, bagaimana bisa kamu menghormati perjanjian kerja?"

Pak Setyo, menggeser map terbuka di atas meja.

"Sudah berapa lama kamu diposisi General Manager?" tanyanya.

Namun pertanyaan itu, lebih tepat disebut dengan basa basi percakapan saja. Dia jelas tahu persis. Karna dia sendiri yang merekrut Andreas.

"Satu tahun."

"Well, satu tahun ... Itu waktu yang sangat singkat. Aku sendiri perlu empat tahun untuk perusahaan ini mempercayai ku menjadi satu diantara empat Senior Director. Hal ini, menunjukkan kalau kamu punya kemampuan." Pak Setyo mengangguk takzim.

Map yang terbuka tadi, ia elus permukaanya. "Saya berikan waktu tiga hari, segera bereskan urusanmu. Jika selama tiga hari, masalah ini masih mempengaruhi kinerjamu apalagi sampai mencoreng nama baik perusahaan. Berkas pemecatanmu ini, akan segera saya tanda tangani."

"Di pecat Pak?" Andreas syok, mendengarnya.

"Saya rasa, waktu tiga hari cukup untuk kamu membersihkan kotoran di sepatu mu. Jangan buang waktu An, dan jangan biarkan perempuan seperti Risa atau siapapun itu meruntuhkan bangunan yang sudah kamu bangun bertahun-tahun."

Pak Setyo menutup pertemuan itu dengan nada peringatan yang terdengar lebih dalam.

Gontai Andreas keluar dari ruangan itu. Setiap celah ubin seakan mencekal, membuat langkahnya semakin terasa berat.

Di lorong koridor, tampak Risa memperhatikan. Ia mencoba untuk mendekat, ingin menanyakan apa yang terjadi didalam. Namun Andreas tidak sedikitpun menggubrisnya. Dalam pikirannya kini hanya satu.

Isana.

Ia ingin menebus kesalahannya, sebelum semuanya terlambat dan hancur berantakan.

"An ... " panggil Risa, tapi tetap tidak membuat Andreas menoleh seinci pun.

Sadar sudah diabaikan, Risa melipat kedua tangannya. Membiarkan Andreas berlalu tanpa mendapat sapaan sedikitpun darinya.

***

Lexus hitam kembali membelah jalan raya, tekad Andreas ingin memperbaiki hubungannya dengan Isana, membawanya menuju rumah sakit pusat.

Dari Dewi, ia tahu kalau Isana sudah bisa pulang sore ini. Kesempatan yang bagus untuk memulai semuanya dari awal. Andreas sudah membayangkan, bagaimana nanti saat ia bertemu.

Menggendong buah hatinya, sambil mengelus pelan punggung istrinya. Seperti dulu, saat awal-awal menikah. Andreas sering mengelus punggung Isana untuk meredakan nyeri saat siklus datang bulan di hari pertamanya datang.

Membayangkan itu, tanpa sadar ujung bibir Andreas terangkat. Semburat senyum tercipta disana. Hati sebelumnya campur aduk, kini mulai menemukan tenang. Bahkan terasa hangat, ketika mengingat hidung Bangir dan bulu mata lentik milik Isana.

Andreas tidak sabar untuk menemuinya, ia pun menginjak pedal lebih dalam.

***

Sampai dirumah sakit,

"Sus, kemana istri saya?!"

Wajah Andreas mendadak pucat. Pasalnya ia tidak menemukan siapa-siapa di ruangan yang ia yakin tadi di isi oleh istrinya.

"Maaf pak, Istri Bapak atas nama siapa?'' Perawat itu balik bertanya.

"Isana Andriani ... istri saya, baru saja melahirkan ..."

"Baik, sebentar saya cek dulu ya, Pak."

Andreas menunggu perawat itu dengan tidak sabar. Berkali-kali ia mengetukkan jemarinya di meja nurse station. "Cepat Sus, dimana istri saya?!"

Perawat yang fokus di layar komputer, meneliti satu persatu nama pasien yang disebutkan Andreas tadi. Tapi nihil, nama pasien tidak terdaftar di deretan nama pasien melahirkan.

"Maaf Pak, nama Istri Anda tidak terdaftar sebagai pasien di sini."

"Apa?!" Andreas membelalak, "Tidak mungkin Sus, sejak semalam orang tua saya sendiri yang mengantarkan dia disini. Dan tadi pagi, juga saya datang kemari."

Perawat kembali mengecek dengan teliti. Kemudian menggeleng pelan, "Tidak ada, Pak ..."

"Bohong!" ucap Andreas dengan nada tinggi, dan membuat Perawat itu terkejut.

"Jangan coba-coba bohongi saya! Saya bisa tuntut rumah sakit ini, karna sudah menyembunyikan pasiennya!"

Suara Andreas begitu lantang, hingga menarik perhatian dari orang-orang yang berlalu lalang.

Tak lama, seorang berjas putih mendekatinya. "Maaf Pak, anda mencari Istri Anda?"

Andreas menoleh, secepatnya. "Iya Dok, mana Istri saya?!" ujarnya, panik.

Dokter Syarifah yang mendekatinya itu, menyerahkan selembar kertas pada Andreas. "Istri Anda, menitipkan ini. Silahkan Anda baca sendiri."

Tangan Andreas bergetar saat menerima surat itu. Selembar kertas HVS putih bersih, yang sudah berisi coretan pena. Yang Andreas tahu, kalau itu adalah tulisan tangan istrinya.

Kertas itu terlipat empat bagian, namun di bagian tengah, terdapat bercak yang membuat tintanya melebar. Bercak tetesan air mata Isana.

Andreas membuka lipatanya, tatapannya nanar pada tinta yang berbaris disana. Lututnya melemah, tak bisa lagi menompang tubuh yang menjulang 180 cm itu.

Ia luruh, bahkan mencari pegangan agar tidak benar-benar jatuh.

*

*

*

~Salam hangat dari Penulis 🤍

1
Cheryl 🧚‍♀️
ini gila sih visualnya Althaf dapet banget... anak bos si Andreas lagi kalau nanti udah bisa sama-sama Isana. si Andreas bisa mampus karena menyesal dan aku menunggu momen itu sambil tertawa jahat. hahahaha
Cheryl 🧚‍♀️
ngeras bersalah pas ketahuan orang lain, giliran nggak ketahuan mainya dilanjutkan soalnya berbuat dosa itu enak ya Andreas. huh!! mendengus sebal aku.
Black Swan
Lo tau nggak, An. Punya dua istri tuh ribet, satu aja ribet apalagi dua.
Black Swan
Share lok Ris, tak gunduli rambutmu biar tambah keren😏😏😏
Black Swan
Mending pergi aja Isana, cari papa baru buat Ghazi dan suami baru🤭🤭🤭
Black Swan
😭😭😭😭Gue kecewa sama An
mawar merah
Wah manager.. ayo buka cctvnya Kahfi
mawar merah
Ayo kahfi bantu adik kamu mencari bukti perselingkuhannya
mawar merah
Hahahaaa kopi...kopi apaan tuch 🤭🤭
mawar merah
sekali berbohong akan selalu berbohong
neny
sudahlah,,tdk bs diperbaiki mereka,,smg ajh gendis dng cepat menemukan bukti perselingkuhan mereka,,se pandai2 nya tupai melompat,,pasti ada tiseureuleuna🤣🤣🤣
neny: ayo ath kak othor bantuin 🤣🤣
total 2 replies
Cheryl 🧚‍♀️
apa yang sudah dimulai tidak segampang itu kamu menghentikannya Andreas dan Risa juga nggak mungkin mau.
Cheryl 🧚‍♀️
Yaallah ini wanita terbuat dari apa😭
_Nic: Dari tanah kuburan apa ya?😭
total 1 replies
Cheryl 🧚‍♀️
Lelah habis bermanja-manja 🤭
Cheryl 🧚‍♀️
Berasa paling bener banget kamu Andreas
_Nic: playing victim mode on si Andreas
total 1 replies
Cheryl 🧚‍♀️
Laki-laki kalau udah sekali kaya gitu pasti nggak akan pernah berubah, aku harap kamu cukup bersabar Isana. Sumpahh berasa aku yang ada di posisi itu😭
_Nic: Ngga terima ya kak
total 1 replies
Cheryl 🧚‍♀️
Nyesek banget sampai kesini😭
_Nic: Aku puk puk kamu kak🥲
total 1 replies
mawar merah
sukur mampus
mawar merah
Dih punya otak kok gk dipakai
mawar merah
preeeettt
_Nic: sabar kak, sabar🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!