NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: DEMONSTRASI YANG MEMBUAT DUNIA TERDIAM

​Arena Agung Kota Langit Abadi dipenuhi oleh puluhan ribu penonton. Atmosfernya begitu panas hingga awan di langit pun seolah ikut terbakar semangat. Di panggung utama, berdiri para juri yang merupakan Tetua Agung dari berbagai disiplin ilmu: Alkimia, Mekanika, dan Formasi.

​"Selanjutnya, peserta dari Blok Khusus Ahli Agung... Ye Xuan!" suara pembawa acara menggema.

​Seluruh penonton terdiam saat melihat seorang pemuda berpakaian petani sederhana berjalan ke tengah panggung, menarik sebuah gerobak kayu yang mengeluarkan bunyi kriet... kriet... yang sangat tidak meyakinkan.

​"Blok Khusus? Petani itu?" gumam penonton.

"Lihat barang bawaannya... apakah itu kayu bakar dan sebuah ubi raksasa?"

​Di sisi panggung yang lain, Master Ling dari Sekte Teknologi Langit baru saja memamerkan "Inti Kristal Surya" yang sanggup menyuplai energi satu kota selama setahun. Ia menatap Ye Xuan dengan senyum mengejek.

​"Nak, jika kau ingin membakar ubi, pergilah ke dapur. Ini adalah tempat di mana peradaban masa depan ditentukan," desis Master Ling.

​Ye Xuan hanya tersenyum canggung. Ia merasa sangat tertekan oleh tatapan ribuan orang. Sial, aku hanya ingin garam. Kenapa panggungnya sebesar ini?

​"Ehem... Terima kasih," Ye Xuan memulai dengan suara agak gemetar. "Inovasi yang saya bawa hari ini adalah... Sistem Termodinamika Nutrisi Serbaguna."

​Para juri mengernyitkan dahi. "Apa itu?"

​Ye Xuan mengambil sebuah ubi ungu berukuran besar yang sudah ia modifikasi dengan beberapa batang bambu dan kabel dari serat tanaman. Ia meletakkannya di atas sebuah tungku kecil yang terbuat dari tanah liat biasa.

​"Ini sebenarnya hanya ubi bakar," aku Ye Xuan jujur. "Tapi, ubi ini telah tumbuh di tanah yang memiliki sirkulasi energi yang... stabil. Saat dibakar, ia tidak hanya mengeluarkan aroma, tapi juga melepaskan 'Ion Kesejahteraan'."

​Ye Xuan mulai menyalakan api. Begitu ubi itu memanas, sesuatu yang mustahil terjadi.

​Wuuush!

​Bukannya asap hitam yang keluar, melainkan uap berwarna ungu keemasan yang membentuk lingkaran-lingkaran geometri suci di udara. Aroma yang keluar begitu harum hingga para penonton yang tadinya berisik mendadak terdiam, mata mereka terpejam, dan tanpa sadar... basis kultivasi mereka mulai bergerak naik!

​"Apa ini?!" Juri Tetua Alkimia melompat dari kursinya. "Hanya dengan mencium aromanya, hambatan Golden Core-ku yang macet selama lima puluh tahun... retak?!"

​Ye Xuan tidak berhenti di situ. Ia menghubungkan bambu dari ubi itu ke sebuah bola kristal mati yang ada di meja juri—bola kristal yang butuh sepuluh ribu batu spiritual untuk menyala.

​Begitu ubi itu mengeluarkan bunyi ceeeesss, energi murni yang tak terbatas mengalir melalui bambu.

​BLAM!

​Bola kristal itu meledak karena kelebihan beban energi. Bukan hanya bola kristal itu, seluruh arena tiba-tiba diterangi oleh cahaya ungu yang begitu terang hingga matahari pun tampak redup.

​"Energi ini... sangat stabil! Tidak ada polusi! Tidak ada risiko ledakan!" teriak Tetua Mekanika dengan air mata bercucuran. "Dia menggunakan proses pembakaran organik untuk mengekstrak energi dari struktur molekul ubi! Ini... ini melampaui logika Inti Kristal Surya milik Master Ling sejauh ribuan mil!"

​Master Ling berdiri mematung. "Tidak... itu tidak mungkin. Itu hanya ubi! Bagaimana mungkin sayuran bisa memiliki kepadatan energi lebih tinggi dari kristal suci?!"

​Ye Xuan, yang tidak sadar telah memicu revolusi energi, justru sedang sibuk mengupas kulit ubi yang sudah matang.

​"Nah, ini bagian terbaiknya," ucap Ye Xuan sambil membagi ubi itu menjadi beberapa potongan. "Setelah energinya diekstrak untuk menyalakan lampu, ubi ini tetap bisa dimakan dan rasanya sangat manis. Ini yang saya sebut efisiensi nol limbah."

​Ia menyodorkan potongan ubi itu kepada para juri. Begitu mereka mencicipinya, suasana menjadi sangat emosional.

​Tetua Alkimia mulai menangis tersedu-sedu. "Rasa ini... ini adalah rasa kedamaian. Selama ini kita mengejar kekuatan untuk menghancurkan, tapi pemuda ini... dia menunjukkan bahwa kekuatan sejati adalah kekuatan untuk mengenyangkan dan membahagiakan."

​Tiba-tiba, sebuah suara sistem ilusi (yang hanya bisa dirasakan oleh para juri karena tingkat kesadaran mereka) bergema di otak mereka: Anda telah mencicipi 'Ubi Pencerahan'. Peluang kenaikan ranah meningkat 90%.

​"JUARA!" teriak para juri serempak bahkan sebelum peserta lain tampil. "Ye Xuan adalah pemenang mutlak! Berikan dia semua hadiah yang dia inginkan!"

​Ye Xuan terpana. "Benarkah? Jadi... garamnya?"

​"Garam?! Kami akan memberimu samudera garam jika kau mau!" jawab Tetua Mekanika sambil memeluk kaki Ye Xuan. "Tolong ajarkan kami bagaimana cara menanam ubi dewa ini!"

​Ye Xuan berdiri di tengah panggung, memegang sisa ubi bakarnya, sementara puluhan ribu orang bersorak memanggil namanya. Di sudut arena, Putri Ling menatapnya dengan mata berbinar, sementara Master Ling pingsan karena harga dirinya hancur berkeping-keping.

​Berhasil! batin Ye Xuan dengan senang. Akhirnya stok garam di dapur akan aman untuk sepuluh tahun ke depan. Ternyata jadi 'ahli agung' itu mudah juga, ya.

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!