" tidak! aku tidak mau menikah dengan orang buta!"
" tapi dia kaya, dia tampan. jika kamu menikah dengan dia kamu tidak perlu lagi bekerja"
" tapi dia buta"
" justru itu, kamu bisa memanfaatkan kondisinya yang buta itu",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10_ kau hanya boleh mati di tanganku
Elio keluar dari kamar mandi dan menatap shakira yang sudah tertidur pulas di atas tempat tidur.
Elio meletakkan tongkat nya di samping meja rias lalu membuka kaca mata hitamnya hingga memperlihatkan mata indahnya yang memiliki warna hazel.
Tidak ada orang yang tahu warna matanya kecuali orang tuanya serta orang di masa lalunya. Mata indah nya ini mahal, hingga tidak semua orang bisa melihatnya.
" Shakira, kau pikir kau telah menang?" tanya Elio berjalan menuju ranjang mendekati shakira yang sedang tidur pulas.
" Shakira, kau baru saja masuk ke kandang singa yang akan memakan mu hidup hidup" ujar Elio sambil menyingkirkan anak rambut shakira yang menutupi wajah cantik gadis itu.
Cantik? yaa, Elio sangat mengakui nya. Shakira memang sangat cantik, baginya shakira adalah satu satunya wanita yang paling cantik di dunia ini selain ibunya.
" mengapa wajah secantik ini ada pada orang selicik kamu hmm?"
Elio menatap lama wajah shakira. Jantung nya selalu berdegup kencang saat berdekatan dengan istri nya ini. Apa lagi saat keduanya bersentuhan seperti tadi. Saat jarak mereka begitu dekat, saat shakira membersihkan wajahnya. Rasanya Elio ingin segera menerkam shakira.
Kejadian di bar waktu itu, itu bukan tidak sengaja. Elio yang sudah mengatur semuanya. Dia sengaja menghidupkan titik keberadaan nya agar shakira menemukan nya dengan mudah. Dan dia juga melihat dengan jelas saat shakira memasukan obat tidur ke minuman nya.
Namun dia tidak panik dan meminumnya dengan tenang karena dia sudah tahu kemana tujuan shakira. bahkan dia dengan mudah menawarkan pertanggung jawaban dan langsung menyiapkan pernikahan.
Karena apa? Karena Elio ingin memiliki shakira, Elio ingin mengikat shakira agar tidak lagi bisa kemana mana. Shakira adalah milik nya. Shakira hanya boleh mati di tangan nya.
Elio berjalan menuju walk in closet. Dia menekan sebuah tombol sensor yang ada di samping lemari. Dan detik berikutnya kemarin itu terbukti dan memperlihatkan sebuah ruangan yang terang.
" Shakira nayyara" gumam Elio menatap foto foto shakira yang menempel di dinding ruangan itu.
Semuanya sudah di rencanakan oleh Elio. Mulai dari mendekati shakila dan meminta kontak shakila. dia bersikap seolah olah dia tertarik pada gadis itu agar shakila takut dan menghindar dengan cara membuat Shakira tertarik pada kekayaan Elio.
ruangan ini hanya di penuhi oleh foto foto shakira. Mulai saat shakira SMP sampai sekarang.
Elio mengeluarkan satu foto dari sakunya lalu mengambil lem dan menempelkan foto terbaru di dinding itu bersamaan dengan foto yang lain. foto itu adalah foto shakira saat memakai baju pengantin mereka.
" sempurna, kamu sangat sempurna sayang" gumam Elio mengusap foto itu di bagian wajah shakira.
Kehidupan shakira tidak setenang yang shakira jalani. Banyak orang yang ingin membunuh shakira, termasuk Elio. namun semua orang orang itu di halangi oleh Elio.
" kau hanya boleh mati di tangan ku"
" kamu tidak tidur semalaman?" tanya shakira begitu melihat Elio berjalan menuju meja makan dengan wajah lesu yang datar.
" kau berharap aku tidur dengan mu?" tanya Elio.
semalam Elio memang tidak bisa tidur, dia harus bolak balik toilet. Dia sudah mencoba minum susu dan obat. Namun tetap saja perutnya sakit.
Elio duduk di kursi nya dengan santai. tangan nya meraba roti di atas piring nya lalu mengambil nya dan memakan nya.
" tidak juga, aku sudah terbiasa tidur berdua jadi saat tidur sendirian rasanya lebih menyenangkan" jawab shakira.
tangan Elio bergerak meraba susu miliknya yang memang selalu dia minum. Shakira dengan sigap membantu nya.
tanpa mengatakan terimakasih dia segera meminum susunya hingga habis lalu pergi begitu saja tanpa pamit.
" CK! Setidaknya berpamitan meskipun tidak mencium kening ku" gumam shakira menatap kepergian Elio " dia pasti tidak tahu letak kening ku dimana, kasihan sekali"
Shakira menghabiskan sarapannya setelah itu dia pun segera bergegas untuk bekerja. Hari ini jadi Sabtu dan besoknya adalah hari pernikahan nya Kenny. Bagaimana caranya dia bisa mengajak Elio bersama nya?
" Shakira, kelihatan nya happy banget hari ini" tanya rekan kerjanya.
Shakira tersenyum" of course, aku selalu happy setiap hari" ujar shakira" ini, tolong berikan pada Kenny hari Senin ya" ujar shakira memberikan sebuah amplop pada rekan kerjanya yang terpercaya.
" besok pak Kenny bakal nikah, kasihan Banget ya Lo di tinggal nikah" ujar rosa dengan nada meledek " UPS!" rosa menutup mulutnya " Lo kan miskin, mana cocok sama pak Kenny"
Shakira menatap muak pada rosa. Dia berdiri tegak dengan kedua tangan di lipatkan di depan dadanya.
" setidaknya gw pernah di jadikan kekasih dan tidak jatuh sendirian. dari pada situ, cuma menghalu dan tidak sadar diri" balas shakira " jatuh cinta ko sendirian, UPS! Kasian"
Rosa mengeram kesal. Memang dari awal dia selalu mencari perhatian pada Kenny. dia sangat mencintai Kenny mulai dari wajahnya hingga harta nya. Namun sayangnya Kenny sama sekali tidak tertarik.
" Lo itu nggak sadar diri, udah miskin belagu lagi" ujar rosa menghina.
" terus Lo apa dong? Fakir? " tanya shakira.
Padahal mereka sama sama miskin. tapi Rosa benar benar tidak tahu malu. Jika memang Rosa kaya seharusnya dia tidak bekerja sebagai pelayan restoran demi bertahan hidup.
" Lo...?!"
" apa?!"
Tatapan keduanya saling beradu sengit tidak ada yang mau mengalah. Shakira mengalah? Oh tentu tidak! Di kamus nya tidak ada kata mengalah dengan musuh. Kecuali demi keuntungan nya sendiri.
" ribut muku Lo berdua kerjaannya, itu ada pelanggan di layani" ujar pria yang sudah bekerja disini lebih lama dari Rosa.
Shakira segera pergi menjauh dari rosa. Dia mengambil menu lalu menghampiri pelanggan yang baru datang.
" kak shakira?" ujar adiva merasa binggung melihat kakak iparnya memakai seragam pelayan.
" adiva? Kita bertemu lagi. belum kembali ke Amerika?" tanya shakira basa basi.
" kakak kerja Disini? Sebagai pelayan?" tanya adiva mengabaikan pertanyaan shakira. dia lebih tertarik dengan pekerjaan shakira saat ini.
Lihat lah, shakira memang baju kaos berlogo restoran ini. Baju lengan pendek berwarna navy yang di padukan dengan warna cream.
" yaa, emangnya nggak boleh?" tanya shakira binggung.
Apa shakira lupa? Sekarang dia adalah istri dari Elio lucian. pria buta yang kaya Raya. apa lucian sudah bangkrut hingga istrinya harus bekerja sebagai pelayan?
" come kakak ipar, kakak itu istrinya kak Elio. Elio lucian. Ngapain kakak disini? Mending duduk santai di rumah nikmati uang suami" ujar adiva.
" iyaa sih, ini hari terakhir ku bekerja. Besok besok tinggal minta " ujar shakira.
" pokoknya kakak nggak boleh kerja lagi, kalo tidak siapa yang bakal habiskan uang kak Elio? " ujar adiva" cepat punya Baby juga biar kakak punya teman buat ngabisin duit kak Elio "
Shakira tersenyum kaku. Baby? Kenapa dia tidak kepikiran kesana? bagaimana kalo Elio minta anak? Dia harus apa? Masa nanti pas ngelakuin itu dan Elio sadar jika shakira masih perawan.
bisa mati dia, bisa bisa di ceraikan setelah malam pertama.