NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 — Panen Poin Kenaikan

*Trak! Trak! Trak!*

Suara logam beliung yang beradu keras dengan batu cadas menggema tanpa henti di sepanjang terowongan sempit. Debu pekat berterbangan di udara, menyesakkan napas dan menempel pada kulit para pekerja yang bersimbah peluh. Di kedalaman ratusan meter di bawah tanah ini, konsep waktu seakan memudar, digantikan oleh ritme penderitaan yang konstan dan menguras nyawa.

Ye Chen berdiri di antara belasan pekerja fana lainnya, mengayunkan kapak beliungnya ke dinding batu. Wajahnya tertutup lapisan debu tebal, ekspresinya kosong seperti buruh rendahan yang kelelahan. Namun, di balik penampilannya yang menyedihkan, pikirannya beroperasi dengan kecepatan komputasi tingkat tinggi.

"Sistem, pertahankan output tenaga mekanik pada batas maksimal 150 jin. Sinkronisasikan detak jantung dan ritme pernapasanku dengan rata-rata pekerja fana di sekitarku yang sedang mengalami kelelahan otot tingkat dua," perintah Ye Chen secara mental.

[Mengkalibrasi output fisik... Detak jantung diturunkan secara artifisial ke 110 bpm. Kecepatan ayunan dikurangi 74%. Status Kamuflase: Sempurna.]

Jika Ye Chen menggunakan kekuatan fisiknya yang mencapai ribuan jin secara penuh, dinding batu di depannya akan hancur lebur dalam hitungan detik. Namun hal itu hanya akan memicu alarm sistem keamanan Keluarga Lin. Ia memilih untuk bekerja cukup efisien agar memenuhi kuota harian, namun cukup lambat agar tidak terlihat menonjol. Ini adalah sebuah keseimbangan yang sangat presisi.

Sambil mengayunkan beliung secara mekanis, fokus utama Ye Chen sebenarnya berada di telapak kakinya. Teknik Pernapasan Arus Bumi miliknya bekerja secara pasif dan tersembunyi. Setiap kali ujung beliungnya menghantam batu, getaran kecil tercipta di tanah. Melalui getaran itu, titik akupuntur di telapak kaki Ye Chen menyedot jejak-jejak Qi murni yang merembes keluar dari kedalaman.

Bagi para pekerja fana di sekitarnya, Qi murni yang bocor ini adalah racun yang mematikan. Tubuh fana tidak memiliki meridian yang terbuka untuk memproses energi berintensitas tinggi tersebut. Paparan jangka panjang akan menyebabkan organ dalam mereka mengalami nekrosis atau kematian jaringan lalu meledak dari dalam. Inilah penyebab sebenarnya dari tingginya angka kematian yang dengan licik ditutupi oleh Keluarga Lin dengan isu "serangan monster".

Namun bagi Ye Chen, racun mematikan ini adalah data mentah—bahan bakar awal untuk menembus masuk lebih dalam.

Menjelang malam, peluit panjang yang melengking ditiup oleh pengawas tambang, menandakan berakhirnya jam kerja paksa. Para pekerja meletakkan beliung mereka dengan tangan gemetar, menyeret keranjang berisi bijih besi dan pecahan batu spiritual tingkat rendah menuju area penimbangan.

Setelah keranjangnya ditimbang dan dinyatakan lolos batas minimal, Ye Chen menerima sepotong roti hitam keras dan secangkir air keruh. Ia lalu digiring bersama puluhan pekerja lainnya menuju "area istirahat"—sebuah gua alami yang lembap, berbau pesing, dan dijaga ketat oleh dua kultivator Keluarga Lin di mulut guanya.

Ye Chen mencari sudut yang paling gelap dan jauh dari jangkauan obor penjaga. Ia duduk bersila, memejamkan mata, dan mulai mengunyah roti keras itu seolah-olah ia sedang kelaparan. Kenyataannya, tubuhnya yang berada di Alam Kondensasi Qi hampir tidak membutuhkan makanan fana lagi.

Waktu berlalu dengan lambat. Rintihan kesakitan, batuk darah, dan dengkuran lelah memenuhi gua. Ye Chen tetap diam layaknya patung batu. Ia tidak tidur. Di dalam kepalanya, ia sedang memetakan algoritma patroli penjaga di luar sana.

Tepat pukul dua dini hari, suhu di dalam tambang mencapai titik terendahnya. Kesadaran manusia normal akan berada pada fase tidur terdalam akibat kelelahan ekstrem.

"Sistem, inisiasi Fase Dua. Tampilkan rute infiltrasi menuju titik pusat kebocoran Nadi Spiritual," batin Ye Chen, matanya terbuka di dalam kegelapan pekat.

[Memulai Optimalisasi Jalur... Memindai posisi penjaga.]

[Penjaga 1 dan 2 berada dalam kondisi kewaspadaan rendah (mengantuk). Titik buta terdeteksi pada rotasi pandangan mereka setiap 45 detik.]

[Jalur pintas alternatif terdeteksi. Terdapat celah ventilasi alami selebar 40 sentimeter di dinding utara area istirahat, terhubung langsung ke sistem gua bawah tanah menuju zona terlarang.]

Bibir Ye Chen menyeringai tipis. Ia bangkit tanpa menghasilkan gesekan suara. Dengan menyalurkan lapisan Qi yang sangat tipis ke telapak kakinya, langkah Ye Chen menjadi seringan bulu. Ia bergerak bagaikan bayangan, menyelinap melewati bayang-bayang sesama pekerja yang tertidur pulas, melesat menuju dinding utara.

Ia menemukan celah sempit yang tertutup oleh tumpukan batu sisa galian. Dengan dorongan tenaga fisik yang terukur tanpa suara berderak, Ye Chen menggeser batu-batu itu, menyelusup masuk layaknya ular, dan mengembalikannya ke posisi semula. Dalam sekejap, ia menghilang dari radar pengawasan faksi Lin.

Terowongan rahasia itu sempit, gelap, dan mengarah curam ke bawah. Semakin dalam ia merayap, suhu udara bukannya semakin dingin, melainkan semakin hangat dan menekan dada. Ini bukan panas dari api fisik, melainkan radiasi dari energi spiritual murni yang terkonsentrasi di satu ruang tertutup. Udara di sekitarnya terasa lengket dan berat bagaikan sirup.

Setelah merayap sejauh seratus meter ke bawah, lorong sempit itu berujung pada sebuah rongga gua bawah tanah yang sangat luas dan belum tersentuh oleh alat penambang. Begitu Ye Chen menjatuhkan diri ke lantai gua tersebut, pemandangan di depannya cukup untuk membuat kultivator mana pun di Kota Daun Gugur kehilangan akal sehat karena keserakahan murni.

Dinding, langit-langit, dan lantai gua itu dipenuhi oleh formasi kristal bergerigi berwarna biru kehijauan yang memancarkan pendaran mistis. Inilah Nadi Batu Spiritual Kualitas Menengah. Arus Qi yang mengalir di udara sangat kasar dan liar, berputar-putar seperti badai elektromagnetik yang tak kasat mata.

"Pantas saja Keluarga Lin menyegel area utama ini dan tidak berani menambangnya secara terbuka," gumam Ye Chen, matanya memindai dengan dingin. "Kepadatan energinya terlalu volatil. Jika kultivator Alam Kondensasi Qi seperti mereka mencoba menyerap ini secara langsung tanpa formasi penstabil berskala besar, meridian mereka akan meledak terbakar. Mereka terpaksa mengekstraknya secara pasif dari lapisan luar selama bertahun-tahun."

Ye Chen berjalan perlahan ke tengah gua, menempatkan dirinya tepat di atas persimpangan urat kristal yang memancarkan pendaran paling terang.

"Sayangnya bagi Keluarga Lin, aku bukanlah kultivator biasa, dan aku menolak membuang waktu bertahun-tahun untuk hal yang bisa ditembus dalam satu malam."

Ia duduk bersila, tulang punggungnya tegak lurus bak menara pemancar. Ye Chen mengambil napas panjang, lalu melepaskan segel penyamaran yang ia bangun di Ruang Simulasi. Seketika, fluktuasi Qi-nya meledak keluar, menyapa badai energi di sekitarnya.

"Sistem," perintah Ye Chen, suaranya menggema di dalam benaknya dengan otoritas mutlak. "Ubah Dantianku menjadi pusat gravitasi. Maksimalisasikan Teknik Pernapasan Arus Bumi. Kita akan melakukan ekstraksi paksa. Serap seluruh energi mentah di ruangan ini dan konversikan secara *real-time* menjadi Poin Kenaikan."

[Peringatan Kritis: Kepadatan energi eksternal berada pada tingkat mematikan. Risiko kerusakan fisik dan kehancuran meridian Tuan Rumah: 89%. Sistem tidak memiliki protokol penyembuhan biologis instan.]

"Aku tahu risikonya," balas Ye Chen sedingin es. "Abaikan peringatan. Isolasi setiap jalur yang rusak dan pindahkan alirannya ke meridian yang lain. Gunakan saldo Poin Kenaikanku murni untuk menambal kerusakannya. Hitung keuntungannya."

[Kalkulasi keuntungan dikonfirmasi. Estimasi keuntungan: 9.400%.]

[Mengeksekusi protokol Ekstraksi Gelap. Memulai pemrosesan beban energi eksternal...]

Seketika, badai energi di dalam gua itu menemukan pusat pusarannya. Kristal-kristal biru kehijauan di dinding mulai bergetar hebat. Untaian cahaya spiritual ditarik paksa keluar dari intisarinya, melayang di udara, lalu melesat menghantam tubuh Ye Chen layaknya sungai data mentah yang tersedot ke dalam server utama.

Dampak pertamanya sangat mengerikan. Rasa sakit yang melampaui batas toleransi manusia menghantam Ye Chen saat energi liar itu mencoba merobek jalur nadinya. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras dari dahinya. Urat-urat di lehernya menonjol hingga nyaris pecah, namun ekspresi wajahnya tetap kaku tanpa raungan.

[Peringatan: Tekanan berlebih di kuadran kiri. Meridian lengan kiri mulai retak!]

"Isolasi jalur lengan kiri sekarang! Alihkan sisa persentase energinya ke meridian punggung dan netralkan sisa ampasnya langsung ke tanah melalui kakiku!" perintah Ye Chen di tengah rasa sakit yang mulai mengaburkan kewarasannya.

[Mengisolasi jalur meridian yang rusak... Mengkalkulasi ulang rute energi... Biaya komputasi real-time: -10 Poin.]

[Menyerap 1 Kepingan Nadi Spiritual... Proses Konversi Berhasil: +50 Poin Kenaikan.]

[Menyerap Intisari Kristal Kualitas Menengah... Proses Konversi Berhasil: +200 Poin Kenaikan.]

Pemberitahuan dari sistem beruntun muncul di retina Ye Chen. Di saat yang sama, lengan kirinya kini mati rasa total. Beberapa pembuluh darah kapiler pecah di bawah kulitnya, meninggalkan memar kehitaman yang menjalar. Kerusakan fisik itu sangat nyata dan tidak bisa disembuhkan secara instan oleh sistem. Ye Chen tahu ia harus menanggung luka itu murni dengan tubuh fananya, dan ia harus memperbaikinya nanti melalui siklus istirahat dan obat-obatan layaknya manusia normal.

Namun, pengorbanan fisik berdarah itu membuahkan hasil matematis yang luar biasa. Angka-angka di antarmukanya berputar dengan kecepatan gila, bak mesin kasir yang sedang menghitung tumpukan emas.

+500 Poin.

+1.200 Poin.

+3.500 Poin.

Sementara saldo poinnya melonjak menembus puluhan ribu, tubuh Ye Chen juga perlahan mulai beradaptasi secara brutal dengan tekanan tersebut. Teknik Pernapasan Arus Bumi dipaksa bekerja hingga batas tertingginya, bertindak sebagai penetralisir untuk membuang energi beracun yang gagal dikonversi ke dalam tanah agar organ internal Ye Chen tidak meledak menjadi serpihan.

Proses ini bukan sekadar pencurian kultivasi biasa; ini adalah peretasan sistematis yang merusak tubuhnya sendiri demi mendongkrak kapasitas penyimpanannya secara masif. Di setiap detiknya, Ye Chen menari di ujung tanduk antara kematian fisik dan kekayaan data yang tak terhingga.

Malam ini, di kedalaman bumi yang sunyi, dengan sebelah tangan yang nyaris lumpuh dan rasa sakit yang membakar setiap inci sarafnya, sang perencana sedang melakukan panen terbesar yang akan meruntuhkan fondasi Keluarga Lin selamanya.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!