NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:73.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Ditolak

Ketika Fandi pulang kerja, dan pergi ke ruang laundry. Sarah mengadukan semua yang dilakukan oleh Ratih padanya.

"Mas, lihat ini. Aku bahkan belum makan malam. Pekerjaanku banyak sekali!" keluh Sarah.

Fandi yang melihat banyaknya selimut dan mantel yang harus dicuci oleh Sarah pun berpikir kalau Ratih pasti melakukan semua itu dengan sengaja. Selama ini bahkan yang di antar ke tempat laundry saja tidak sebanyak itu.

"Kamu sabar dulu ya, ibumu kan sedang berusaha mengusir pengasuh itu. Nanti aku juga akan membujuknya untuk menjadikanmu pengasuh Rafa!"

"Cepatlah mas, tanganku pegal sekali!"

"Yang mana yang pegal? biar aku pijat ya..."

"Mas, bukan disitu, kamu nakal sekali...!"

Sementara Ratih di kamarnya, masih bersama dengan bi Asih.

"Nyonya besar sudah menjelaskan semuanya pada saya, nyonya. Untuk tidak percaya pada tuan dan bibi Erma!" kata bibi Asih.

Ratih mengangguk.

"Satu lagi bi, jangan percaya pada Sarah. Pelayan bagian laundry itu juga. Pokoknya jangan biarkan orang-orang menyentuh Rafa. Jangan pernah biarkan mereka bersama Rafa tanpa pengawasan bibi!"

"Baik nyonya!"

Bibi Asih memang tidak mengerti apa yang terjadi di rumah ini. Yang jelas dia bekerja untuk Ratih dan Maya. Karena itu, hanya perintah dari dua orang itu saja yang akan dia dengarkan dan dia patuhi.

"Oh ya, kalau ada sesuatu yang terjadi ke depannya. Jangan panik, dan jangan biarkan mereka menghakimi bibi. Telepon aku! jika aku berada di luar! jangan biarkan bibi Erma semena-mena pada bibi meski dia kepala pelayan di sini!"

Bibi Asih kembali mengangguk.

"Baik nyonya!"

"Bibi bisa istirahat, biasanya Rafa hanya akan bangun sekali atau dua kali saja! aku bisa mengatasinya!"

"Baik nyonya!"

Bibi Asih segera keluar dari kamar Ratih. Dan tak lama kemudian, pintu kamar itu terbuka lagi.

Ceklek

"Sayang!"

Ratih menoleh dan membenarkan jubah tidurnya.

"Iya mas, ada apa? kamu pulang terlambat lagi ya? pasti lelah kan? seharusnya kamu langsung istirahat!"

Fandi yang tadinya mau mendekati Ratih, menghentikan langkahnya.

"Iya aku baru pulang. Pekerjaan di kantor..."

"Sangat banyak ya?" sela Ratih.

"Iya sayang, sangat banyak. Maaf ya, seharusnya aku lebih banyak meluangkan waktu untukmu dan Rafa!"

"Tidak apa-apa mas. Kamu bekerja juga untuk masa depan Rafa kan? ya sudah, kamu istirahat saja! aku juga mau tidur!"

Ratih bahkan mengatakan semua itu tanpa beranjak dari kursinya. Sebenarnya Fandi agak merasa heran. Biasanya istrinya itu kalau Fandi masuk kamar, akan selalu langsung menyambutnya. Memijatnya dan memberikan apapun yang Fandi minta. Tapi saat ini, Fandi bahkan merasakan kesan kalau Ratih seperti malas bicara pada Fandi.

"Sayang, sebenarnya kamu kenapa?" tanya Fandi.

Ratih menoleh dengan santai ke arah Fandi. Pertanyaan itu memang pasti dia dengar.

"Aku?" tanya Ratih menghela nafas panjang.

Ratih pun berdiri dan menghampiri suaminya yang dia nikahi karena di anggap menolongnya. Tapi ternyata Fandi bukan pria itu. Ratih juga tidak ingin mencaritahu. Pria itu pergi, berarti memang sama sekali tidak ingin bertanggung jawab. Untuk apa Ratih mencarinya.

"Mas, kamu ingat tidak? dulu kamu pernah bilang, supaya aku juga harus mengerti kamu. Kamu sudah lelah di perusahaan, aku masih terus merengek, makan saja menunggu kamu pulang. Mau kemana-mana minta kamu antarkan, padahal ada supir. Aku juga bisa mengemudi sendiri, iya kan? setelah aku pikir-pikir, kamu benar, mas. Aku tidak boleh terus membuatmu kerepotan, aku mau mandiri sekarang. Jadi kamu tidak terlalu lelah!" kata Ratih.

Fandi mencoba memperhatikan Ratih. Tapi sepertinya memang Ratih bukan sedang marah. Doa mengatakannya sambil tersenyum.

"Benarkah?" tanya Fandi.

"Benar sekali! mas bisa istirahat sekarang. Aku juga mau tidur. Aku akan mengantarmu sampai pintu!"

Fandi kembali heran. Bukankah sama saja kalimat itu adalah kalimat untuk mengusir Fandi keluar secepatnya.

"Sayang, kamu tidak berpikir yang aneh-aneh kan. Selama ini aku memang sibuk, jadi tidak begitu memperhatikanmu. Tapi aku selalu berusaha..."

"Iya mas, aku tahu!" sela Ratih.

Sesungguhnya Ratih sudah muak mendengarkan Fandi. Lebih muak lagi melihat wajah Fandi. Pria yang ternyata sangat buruk.

"Tapi kamu minta aku pindah kamar, dulu itu kan aku tidak menyentuhmu karena..."

"Mas, aku paham. Aku hamil saat itu, kamu tidak mau kenapa-kenapa dengan anak kita. Aku paham!" sela Ratih lagi, "tapi sekarang aku juga baru melahirkan kan? tidak baik kalau aku menggunakan alat kontrasepsii dan semacamnya saat aku menyusui Rafa. Jadi selama aku menyusui Rafa, kamu bisa cari hiburan di luar. Tidak masalah, tapi perhatikan kebersihan dan kesehatanmu ya!"

Fandi terkejut bukan main. Dulu saja dia melirik ke arah wanita lain. Ratih mengamuk dan berdrama sampai pulang ke rumah orang tuanya. Sekarang, istrinya yang posesif itu mengatakan padanya untuk mencari hiburan di luar. Dia sungguh sulit percaya.

'Malah bengong! aku sudah tidak bisa menahannya, melihatnya dengan jarak sedekat ini lima menit lagi, aku bisa muntah!!' Ratih sungguh ilfil habis-habisan pada Fandi.

"Mas, aku lelah sekali. Kita bicara lagi besok ya!" kata Ratih yang sedikit memberikan dorongan pada Fandi, supaya pria itu cepat keluar dari kamarnya.

Ratih tersenyum setelah Fandi berhasil dia dorong perlahan sampai keluar dari kamar.

"Selamat malam mas!" kata Ratih.

Ceklek

Ratih langsung menutup pintu dan mengunci kamarnya. Bahunya turun dengan cepat, dia lega sekali. Dia nyaris tak bisa menahannya tadi. Sungguh muak sekali melihat Fandi.

Hanya saja, dia butuh beberapa tahun lagi. Supaya kedua manusia yang dulu menukar bayinya Ratih dan menjadikannya pengemis itu merasakan rasa sakit yang sama dengannya.

Dan di luar pintu. Fandi masih memandang heran ke arah pintu kamar Ratih.

"Dia menolakku? cih, tak tahu malu. Wanita kotor sepertimu menolakku? awas saja, kalau aku punya kesempatan mengambil alih semuanya. Aku akan pastikan langsung menyingkirkan mu!" gumamnya pelan.

Fandi pun pergi dari sana dengan kesal. Dia kembali ke kamar Sarah. Untungnya Ratih menempatkan kamar Sarah di luar rumah utama. Jika tidak, rumahnya pasti akan terasa tidak nyaman, karena di buat tempat mesumm oleh suaminya dan simpanan suaminya itu.

***

Bersambung...

1
Ria Adek
Buk Dokter jangan salah, justru orang yg sudah mati lebih merasakan sakit di alam sana..
Apalagi orang yg zolim² di dunia..
Malah makin sengsara karena menanggung dosa²nya..
Hanya orang² beruntung yg bisa bahagia setelah kematian nya.. 🤭
Noer: 😯😂😂😂😂
total 5 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bukan linglung Bu, tapi kesetanan itu , soalnya dia mau membunuh orang 🤭
Noer: aduh ngeri bener ya kak
total 1 replies
vj'z tri
nama nya datang tak di jemput pulang tak di antar /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: kang parkir dong
total 1 replies
vj'z tri
tegang ya k Noer gak usah tenang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh, whuaaa reboisasi dulu 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 1 replies
awesome moment
yes99x
Noer: yes yes
total 1 replies
Aisyah Ajalah
sangat bagus
Noer: terima kasih
total 1 replies
Aisyah Ajalah
kira2 Ratih mau menerima lamaran Ben pa tidak ya....
Noer: iya betul
total 3 replies
Erchapram
Penasaran, ikut baca. Like di belakang aja ya... 🤭🤣🤣
Noer: saranghae ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
semoga orang nya ben
Noer: iya, Vicky tanpa Prasetyo
total 1 replies
Ria Adek
Mau Ben.. Aku mau.. Cihuuuyyy.. Aku di lamaaarr.. 🤸‍♀️🤸‍♀️💃🏻💃🏻🤣🤣🤣
Ria Adek: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mau gak ya Ratih 🤔🤭
Noer: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Ria Adek
Kita memang gak bisa mengulang waktu yang telah berlalu..
Namun kita bisa memperbaiki diri di masa kini..
Banyak orang yang menyesal "Andai saja bisa kembali mengulang waktu.."
Mungkin saat itu dia telah mati, atau bahkan ketika sangat menyesal atas semua yg telah terjadi.. 😊
Ria Adek: Semoga.. 😁
total 6 replies
awesome moment
yach...mrk.hnya liat saat erma dan sarah sengsara. g d saat erma dan sarah melakukan kekejian tak terperi ke ratih dan rafa. impas kn skrg? erma dan sarah menuai yg mrk tabur.
Noer: iya.....
total 1 replies
vj'z tri
ingat k Noer lebaran dah lewat tinggal di goyang up nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: Ting....
total 1 replies
vj'z tri
jika saja kalian tahu apa yang sudah mereka lakukan /Smug//Smug//Smug/
Noer: begitulah terkadang
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sabar bibi Erma, .
sebentar lagi Fandi dan kamu nyusul Sarah 🤭
Noer: wahhhh 😂
total 5 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Innalilahi wa innailaihi rojiun
Noer: semoga amal ibadahnya diterima
total 1 replies
Nurul Syahriani
bukannya umur rafa baru setahunan ya?
Nurul Syahriani: ngomong nya udah lancar bgt 😂
total 2 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
kaya nya ben ini bukn orang biasa deh 👀
Noer: kayaknya dia alien ganteng ya 🏃🏻‍♀️
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
apa anak nya ratih itu anak nya ben yaa 👀
Noer: bisa jadi, bisa jadi 🏃🏻‍♀️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!