NovelToon NovelToon
Kakak Ipar Ketagihan

Kakak Ipar Ketagihan

Status: tamat
Genre:Pernikahan rahasia / Romantis / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:59.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

Tiga tahun sudah Lisa menikahi kakak iparnya tanpa ikatan cinta. Berbanding terbalik dengan Galih Almarhum suaminya yang begitu tampan, humoris dan begitu perhatian. Sikap Angga justru kebalikannya. Dia lelaki yang abai, tak banyak bicara dan kaku. Lisa bak menikah dengan robot. Tak ada yang menarik dalam pernikahan kedua lisa ini. Lisa hampir gila, hingga mengajukan perceraian pada mantan kakak iparnya itu. Angga menolak, lelaki itu berubah. Akankah Lisa tetap bertahan atau kembali meminta berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Lisa bergegas ke ruangan suaminya, hatinya begitu gelisah takut Angga kenapa-kenapa.

Namun rasa hawatir itu hilang seketika saat dia membuka pintu. Lisa melihat Angga yang nampak di suapi makan oleh mantan kekasihnya, bukan mantan kekasih. Mungkin dia berbalik arah, sia-sia saja dia meminta supir untuk mengebut, harusnya dia tidak usah perduli. Pernikahan ini hanya paksaan. Harusnya dia tidak menerima tawaran mertuanya untuk menikah lagi. Jika bukan karena dia yang tidak punya orang tua, Lisa merasa nyaman dengan keluarga Galih, jadi dia menuruti keinginan mertua yang sudah dia anggap seperti orang tuanya sendiri.

"Lisa?" Panggil Angga, Lisa tidak perduli dengan teriakan itu.

Lebih baik mereka melanjutkan kemesraan mereka di ruangan itu, dia hanya obat nyamuk, untuk apa Angga mengejar.

Lisa tetap berjalan setengah berlari agar Angga tidak bisa mengejar dirinya. Namun tak lama kemudian ada suara jatuh. Lisa langsung menoleh. Lisa membekap mulutnya melihat Angga yang tak berdaya di lantai.

"Mas Angga!"

Lisa buru-buru menghampiri Angga yang sudah jatuh pingsan.

"Mas Angga bangun, jangan nakutin aku"

Lisa menelfon supir agar segera menghampiri dirinya.

****

Sampai di mobil Angga membuka mata, dia tidak mau di bawa ke rumah sakit, dia hanya kurang makan dan istirahat. Angga meminta pulang saja.

Lisa pun menuruti kemauan suaminya, dengan wajah yang di tekuk Lisa menelfon dokter agar segera ke rumahnya, Angga meminta di infus di rumah saja.

Begitu sampai rumah, dokter sudah ada di depan pintu. Angga tidak mau di papah orang lain, Al hasil Lisa sendiri yang membawanya ke kamar.

Dokter memeriksa keadaan Angga, Lisa memang cemas, tapi rasa kesalnya lebih besar.

"Gula darah pak Angga turun, dia kelelahan juga, jadi saat dia tidak makan tubuhnya tumbang"

Lisa mengagguk pelan, kata kelelahan yang di katakan dokter sungguh membuat dia ingin marah, apa Angga kelelahan setelah seharian bersama Gina? Bayangan mereka yang bermesraan di kantor hingga malam hari langsung terlintas di fikiran Lisa. Apa saja yang sudah mereka lakukan?

"Bu Lisa apa anda mendengar saya?"

"Ah iya dok, saya dengar"

"Perhatian makanan Pak Angga, beri dia yang manis-manis, saya akan meresepkan obat untuk Pak Angga"

"Iya dok, terima kasih"

Begitu dokter pergi, Bik Sumi datang membawa makanan untuk Angga.

Lisa ingin segera keluar dari kamar itu, untuk apa Lisa perduli dengan lelaki yang menyukai wanita lain? Angga saja tidak pernah perduli padanya. Selama tiga tahun ini, Angga bahkan tidak pernah tahu kapan dia sakit. Lisa selalu merawat dirinya sendiri. sekarang untuk apa dia merawat Angga, toh sebentar lagi Gina pasti datang kesini.

Dia hanya akan jadi obat nyamuk dan benalu saja.

"Kamu mau ke mana?" ucap Angga. Lisa terpaksa berbalik menatap suaminya.

"bukankah Bik Sumi sudah di sini? Biasanya juga Bu Gina yang kamu minta datang?"

Angga tak ingin mendebat Lisa, akhirnya dia membiarkan Lisa pergi.

Bik Sumi mencoba memberi Angga makan, tapi Angga menolak.

"Saya tidak lapar bik, bawa kembali makanan itu"

"Jangan begitu tuan, tuan dari kemarin tidak makan, nanti sakit tuan tambah parah"

"Saya sudah bilang, saya tidak mau makan!"

Bik Sumi terpaksa keluar dari kamar Pak Angga, namun dia tidak membawa serta makanan yang dia bawa.

Bik Sumi mencoba mencari keberadaan Lisa, Bik Sumi tahu, Pak Angga hanya akan makan setelah di suapi Bu Lisa. Biasanya juga begitu, tapi entah kenapa Bu Lisa sudah tak sesabar dulu, dia agak berubah dan lebih berani ke Pak Angga.

Bik Sumi menemukan Lisa berada di tepi kolam, wanita itu sedang membaca sebuah buku. Bik Sumi mendekat, mencoba bicara dengan Lisa.

"Non Pak Angga tidak mau makan"

"Nggak usah nyari saya lagi Bik, Sebentar lagi Gina juga datang Bik, jadi Bibi nggak usah hawatir"

"Tapi non, tadi Pak Angga juga sudah meminta satpam agar tidak membiarkan Bu Gina dagang, Non Lisa ke kamar Pak Angga ya? kasihan dari kemarin belum makan"

Lisa menghembuskan nafas berat, dia menaruh novel yang baru saja dia baca.

"Manja sekali"

Lisa menghabiskan jus alpukat miliknya dan berjalan ke kamar Angga, meski kamar mereka bersebelahan dan ada pintu yang bisa langsung menghubungkan dua kamar itu, namun selama ini, Angga sama sekali tidak pernah tidur bersama dengan Lisa. Itu juga yang membuat Lisa muak, Angga hanya membutuhkan dirinya saja. Bahkan saat dia meminta ingin punya anak, Angga langsung menolak.

Untuk apa Pernikahan tanpa tujuan ini? Hanya Lisa yang selalu mengalah. Setelah ini, dia benar-benar akan pergi.

Lisa membuka pintu kamar Angga, Angga menoleh dan tersenyum melihat Lisa datang.

"Kenapa tidak membiarkan Bu Gina datang? Bukankah tadi sudah di semalam dia rawat dia?" Ketus Lisa sambil mengambil makanan yang ada di nakas.

"Aku juga tidak tahu dia akan datang, Tadi ada Satpam yang ke ruanganku, dia tahu aku salut, ingin menghubungi mu, tapi aku tidak punya nomor ponsel kamu"

"Cih, kamu sendiri tidak pernah meminta"

"Kamu juga tidak pernah memberi tahu" balas Angga tak kalah kesal.

"Mas sudah tiga tahun dan kamu tidak pernah tahu kalau aku ganti nomor baru! Itu bukti kalau kita tidak pernah dekat, Gina mantan terindah kamu juga sudah kembali, aku masih ingat saat kamu mengusirku dari ruangan itu, ada foto Gina di sana, kamu selalu merahasiakan ruangan itu, sekarang Gina sudah kembali, aku tidak mau jadi orang ketiga, jadi lebih baik kita Bercerai saja"

'Prang'

Angga langsung membuang piring yang ada di tangan Lisa. Amarahnya memuncak karena Lisa kembali mengingat kejadian tiga tahun lalu, Kejadian saat Gina masuk ke sebuah ruang rahasia. Angga melarang Lisa masuk agar tidak sakit hati, tapi dia justru menuduhnya dengan keji.

"Aku sudah pernah bilang, jangan mengucapkan kata Cerai lagi! Sampai mati pun aku tidak akan bercerai dengan kamu"

Lisa jengkel, jika ada hati lain? kenapa memaksakan pernikahan ini?

"Lalu apa yang kamu harapkan dari hubungan kita! Kamu bahkan tidak mau punya anak dariku, Aku lelah mas!"

Angga diam saja, masalahnya tidak semudah itu, dia juga ingin Lisa punya anak, tapi dokter bilang itu akan memperburuk kondisi Lisa.

Dulu saat memeriksakan kesehatan di rumah sakit, Angga yang mengambil surat kesehatan Lisa, Galih sedang di luar kota, dan Lisa demam, jadi dia yang mengambilnya. Lisa bisa hamil, tapi akan sangat menyakitkan baginya. Karena dia punya tumor di rahimnya. Angga sudah beberapa kali meminta Lisa ke rumah sakit, tapi Lisa selalu menolak.

"Aku baik-baik saja, untuk apa ke rumah sakit " Selalu saja seperti itu yang Lisa katakan, Jadi Angga yang meminta Lisa minum obat kontrasepsi agar dia tidak hamil.

"Kau selalu saja salah faham denganku Lisa"

Gumam Angga.

"Salah faham? Aku bahkan melihat kamu berduaan malam-malam dengan Gina di kantor kamu, aku bahkan tidak tahu apa saja yang sudah kalian lakukan, bahkan baju yang kamu pakai saja sudah di ganti olehnya, kamu masih bilang aku salah faham?"

"Kamu selalu menuduhku melakukan hal buruk, tapi kamu sendiri apa? Kamu juga diam-diam menyukai lelaki di kantor, apa aku ini kurang sempurna? apa tiap malam yang kita habiskan tidak membuat kamu puas?"

Cih, Lisa kesal sekali karena Angga justru memutar balikkan fakta.

1
D_wiwied
ya ampun thor hobi banget ngerjain Aris 😁😁😆
D_wiwied: tipe-tipe asisten pasrah ya 🤭😆
total 2 replies
Ibah Ibah
siap kak, sudah kak, sudah di up, cuma belum ke publish 🙏 Tunggu bentar lagi. Pasti udah muncul bab nya.
Junie Moms Azalia
lanjut dong
D_wiwied
wkwkwk kasian kamu Ris diphp sm author, udah bisa nikahin Tari mana pake drama diculik, trus kecelakaan eeh giliran pas mau mp malah kehalang tamu ta diundang 😁😁😆
Ibah Ibah: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🔵❀ ⃟⃟ˢᵏ『⃟𝐉𝕱𝖊𝖗𝖔𝖟𝖎𝐀⃝🥀➢
🤣🤣🤣hdhh
D_wiwied
wkwkwk gantian Tari ngprank Aris 😁
D_wiwied
😆halah malah main drama ni bujang lapuk, ntar tari ngambek kamu yg repot 😁🤭
🔵❀ ⃟⃟ˢᵏ『⃟𝐉𝕱𝖊𝖗𝖔𝖟𝖎𝐀⃝🥀➢
hadehh, ada-ada aja 🤣
dasar aris🤣
Ibah Ibah
udah update dari tadi sore, mungkin loding atau sinyal susah jadi masih belum bisa di publish 🙏🙏
Sulastri Syarif
suka . cepat update y thor
D_wiwied
camer sdh datang tp calon mantennya mlh kena musibah, awas lho thor jangan sampai ada drama amnesia trs aris dibikin suka/ di jadiin suami sm cewek yg menolongnya
Ibah Ibah: enggak kog aman 😄
total 1 replies
D_wiwied
bukannya ttp tdk sah ya kalo si cewek ketahuan lg hamil 🤔
D_wiwied: jangan dong, kasian Tari 😆
lagian si Aris nya koq ky mlempem gitu lawan tiara bikin esmosi aja 🤭🤭
total 2 replies
🔵❀ ⃟⃟ˢᵏ『⃟𝐉𝕱𝖊𝖗𝖔𝖟𝖎𝐀⃝🥀➢
Alhamdulillah sah
alhamdulillah untung nya bukan sama aris🤣
D_wiwied
ayolah Ris gunakan otakmu, masa kalah sm cewek sih
jangan mau nurut2 aja kamu, tunjukin wajah aslinya tiarap b🤭
D_wiwied
ngomong dong Ris kalo si Tiara bukan Andini tu lg hamil anak orang lain, bodoamat orangnya mau marah atau malu 🤭😆
D_wiwied
nasib asisten Ris, dah terima aja 😆😆
D_wiwied
kamu koq jd bodoh sih Ris mau2 nya jd tameng buat cewek ga bener 😡
D_wiwied
duh si ibu main jodoh2 in aja nih, anakmu sdh punya pilihan sendiri bu
D_wiwied
wkwkwk ternyata salah sasaran kamu Gin, kasian dokternya kamu perkaos.. mana dia lg yg mau tanggung jawab pdhl sendirinya adalah korban😁😆
D_wiwied
duuh jangan misah2 dong, jangan sampe si Gincu berhasil menjebak Angga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!