NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

"Bos sudah ya, cepat naik darinya! Ayo dong!"

Yuda mengulurkan tangannya dengan penuh kesabaran, mencoba membantu David yang masih bermain di kolam renang dengan keadaan telanjang bulat.

Namun saat Yuda hendak menariknya ke atas, David dengan sengaja menarik tangan Yuda dengan cukup kuat, membuat Yuda langsung terjatuh ke dalam kolam bersama dia.

"A-AAA!" Yuda menjerit terkejut saat tubuhnya terbenam di dalam air kolam, baju kerja nya langsung basah kuyup.

Dia mengangkat kepalanya dengan wajah yang penuh kesal, melihat David yang sedang tertawa terbahak-bahak di depannya.

"Ah, Boss! Dasar kamu! Ahhh... Untung saja kamu adalah bos ku, kalau bukan pasti aku sudah marah besar!"

David hanya tertawa semakin keras lalu mulai berjalan mendekati Yuda yang sedang mencoba berdiri di kolam yang cukup dalam.

Dia bergerak perlahan dan menyudutkan Yuda ke dinding kolam yang terbuat dari batu hias.

"Boss sedang apa nih kamu? Apa yang kamu lakukan? Boss!" tanya Yuda dengan suara yang penuh kebingungan dan sedikit risih, merasa sangat tidak nyaman karena tubuh David yang tidak mengenakan apa-apa mulai menempel erat dengan tubuhnya yang masih berpakaian basah.

Dia bahkan merasa geli karena kulit yang lembab dan hangat David menyentuh tubuhnya.

"Apa yang sedang kalian berdua lakukan?!"

Suara keras sang kakek, Lorenzo, tiba-tiba terdengar dari tepi kolam.

Keduanya langsung menoleh ke arah suara tersebut dan melihat sang kakek berdiri dengan wajah yang sangat terkejut, matanya membesar dan bibirnya terbuka lebar.

"Apa kalian berdua...? Apakah kalian..." kata sang kakek dengan suara yang gemetar sebelum tubuhnya mulai goyah dan akhirnya dia jatuh pingsan ke lantai.

"KAKEK!"

Yuda teriak dengan penuh khawatir dan segera berenang ke tepi kolam untuk membantu sang kakek. Pada saat yang sama, ekspresi wajah David yang tadinya penuh dengan senyum riang tiba-tiba berubah total.

Dia menutup matanya sebentar dan ketika membukanya kembali, dia sudah kembali ke kondisi normal nya.

"HAAA!!!"

David menjerit dengan sangat terkejut saat menyadari kondisi dirinya yang sedang telanjang bulat di kolam renang.

Dia segera berenang ke tepi kolam dan mengambil handuk besar yang ada di sana untuk menutupi tubuhnya. Dia melihat ke arah kakeknya yang sedang pingsan dengan wajah yang penuh rasa khawatir dan malu.

"Kakek! Ayo cepat bantu aku bawa kakek ke kamar tidur!" ucap David dengan cepat kepada Yuda yang sudah mulai mengangkat tubuh sang kakek dengan hati-hati.

Mereka berdua dengan cepat menggotong sang kakek ke kamar tidur utama yang terletak di lantai dasar rumah, meletakkannya dengan lembut di atas tempat tidur yang besar dan nyaman.

Setelah itu, David segera pergi ke kamarnya untuk mengenakan pakaian, sebuah celana pendek olahraga dan kaos oblong yang nyaman.

Sementara itu, Yuda yang masih mengenakan baju kerja basah kuyup meminjam sebuah setelan piyama dari lemari pakaian David untuk dikenakan sementara.

Tidak lama setelah itu, mata sang kakek perlahan terbuka. David dengan cepat mengambil gelas air putih dan memberikannya kepada sang kakek.

"Kakek, minum dulu airnya ya. Tenang saja, Kakek sudah baik-baik saja," ucapnya dengan suara yang penuh perhatian, membantu sang kakek untuk duduk dengan sedikit bersandar pada bantal.

Setelah beberapa saat beristirahat dan minum air, sang kakek mulai bisa berbicara dengan jelas. Dia melihat ke arah David dan Yuda dengan wajah yang masih penuh kebingungan dan sedikit marah.

"Apa kalian berdua itu...? Apakah kalian berdua sedang pacaran?" tanya sang kakek dengan suara yang lemah namun jelas.

Mereka berdua langsung terkejut dan menjerit bersama-sama, "TIDAK!"

Yuda dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata, "Maafkan saya, Pak Kakek. Saya masih normal kok! Walaupun saya tidak memiliki masalah dengan orang yang menyukai pria, tapi saya tidak mungkin menyukai Bos saya. Apalagi Bos seperti ini !" ucapnya dengan suara yang penuh kesal.

David langsung menatap Yuda dengan wajah yang tidak senang.

"Apa?! Yang kamu katakan itu bagaimana ya?! Apa yang salah dengan diriku?!" tanyanya dengan sedikit marah, merasa tersinggung dengan perkataan asistennya.

Namun sang kakek segera menghentikan mereka dengan mengangkat tangannya.

"Baiklah, baiklah... tapi kalau begitu, apa yang kalian lakukan tadi di kolam renang? Mengapa kalian berada dalam keadaan seperti itu?" tanya sang kakek dengan rasa ingin tahu yang masih belum terjawab.

David mendengarkan pertanyaan itu dan mulai mencari alasan yang masuk akal.

Dia tidak mungkin memberitahu kakeknya tentang kondisi kesehatan nya yang membuat kepribadiannya bisa berubah secara tiba-tiba sang kakek sudah cukup tua dan tidak boleh diberitahu hal yang bisa membuatnya semakin khawatir atau sakit.

"Ada banyak hal yang terjadi, Kakek. Tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya. Lebih baik Kakek istirahat saja dulu ya. Nanti setelah Kakek merasa lebih baik, aku akan mengantarmu pulang dengan aman," ucap David dengan suara yang lembut namun tegas, berusaha mengalihkan perhatian sang kakek dari pertanyaan yang tidak bisa dia jawab.

Sang kakek hanya bisa menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang penuh kesal.

"Dasar kamu... selalu saja menyembunyikan sesuatu dari kakek. Baiklah, seperti yang kamu mau. Tapi ingat ya David, kakek tidak akan tinggal diam kalau kamu terus seperti ini!" ucap sang kakek sebelum menutup matanya kembali untuk beristirahat.

Menyisakan David dan Yuda yang berdiri di samping tempat tidur dengan wajah yang penuh kekhawatiran dan kebingungan tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

Bersambung....

1
Dian Imut
no komen 🗿🗿
ryu
lagi² cuma gue 🗿
Dian Imut: wkwkw
total 1 replies
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
Dian Imut: gue temenin 🤣
total 1 replies
ryu
udah di kasih, 🗿
Melda Melda: kasih apa bang🗿
total 1 replies
ryu
🗿🗿🗿
Dian Imut: Lo² lagi²
total 2 replies
ryu
gabut Thor 🤣
Dian Imut: bakar rumah biar rame 🤣
total 1 replies
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
Melda Melda: wkkw🤣
total 2 replies
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Melda Melda: wkwkw,🤣
total 2 replies
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!