NovelToon NovelToon
Buku Harian Sang Antagonis

Buku Harian Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:567
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Jaka Utama adalah seorang "Antagonis" profesional. Tugasnya sederhana: menjadi tunangan jahat yang menyebalkan, dipermalukan oleh sang pahlawan, lalu mati secara tragis agar cerita berakhir bahagia. Namun, di reinkarnasinya yang ke-99, sebuah kesalahan fatal terjadi. Kalimat puitis yang ia ucapkan saat sekarat justru membuat sang Heroine (pahlawan wanita) jatuh hati padanya, membantai sang jagoan utama, dan merusak seluruh alur dunia!
​Kini, Jaka terbangun kembali di Joglo miliknya untuk kesempatan ke-100—kesempatan terakhirnya. Kali ini, ia dibekali sebuah sistem baru: Buku Harian Ajaib. Cukup dengan menuliskan keluh kesah dan rencana jahatnya setiap hari, ia akan mendapatkan kekuatan luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Jaka Utama berdeham, lalu berbicara dengan nada serius dan sangat meyakinkan.

“Gusti Jaka adalah pria yang lembut dan anggun, seorang pemuda berbakat yang berbakti kepada orang tua dan baik kepada semua orang. Dia sangat berdedikasi pada kemajuan padepokan dan sangat setia dalam urusan cinta. Meskipun dia begitu tampan sampai-sampai tidak punya saingan, dia tidak pernah menjadi pria hidung belang. Dia adalah pria bermoral tinggi yang selalu membalas kejahatan dengan kebaikan.

Hatinya murni dan tidak pernah menindas yang lemah. Dia memperlakukan wanita dengan penuh perhatian, terutama kepada asisten pribadinya sendiri, dia memberikan kasih sayang yang luar biasa. Dia mampu mencerahkan dunia dengan sastra dan menjaga perdamaian nusantara dengan membasmi siluman melalui ilmu silatnya.

Dia, Jaka Utama, memang pria paling rupawan nomor satu di wilayah ini, bahkan di seluruh negeri, bahkan di seluruh alam semesta, yang terbaik sepanjang masa yang mendominasi jagat raya!!!”

Trang!

Sebuah pedang jatuh ke lantai. Murid-murid laki-laki semuanya melongo.

Kakak ini... sudah gila! Ini benar-benar omong kosong tingkat dewa!

Sebaliknya, murid-murid perempuan justru bersorak penuh semangat.

“Kakak benar sekali!”

“Betul! Gusti Jaka adalah pria tertampan nomor satu di dunia!”

“Hidup Kakak Senior! Hidup Gusti Jaka!”

“Kenapa kalian diam saja? Ayo minta maaf!”

“Kalau tidak minta maaf, kalian tidak akan pernah bisa keluar dari gerbang ini!”

“Minta maaf mata lu peyang! Dasar kumpulan cewek kurang kerjaan, minggir!”

Salah satu murid laki-laki berwajah garang akhirnya kehilangan kesabaran. Dia memungut pedangnya dan menebas tepat ke arah kepala seorang murid perempuan yang tampak lemah.

“Waaaaah~!”

Murid perempuan itu menjerit ketakutan, tidak sempat menghindar. Namun dalam sekejap mata, sesosok figur agung berdiri di depannya.

Takk!

Suara tumpul seperti logam beradu terdengar saat pedang itu menghantam bahu sosok tersebut.

“Aaakh!”

Justru si murid garang itu yang menjerit kesakitan. Dia memegangi bahunya sendiri sementara tubuhnya terpental jatuh ke belakang.

Hiss!

Semua orang menarik napas pendek. Mereka ngeri melihat bahu si murid garang itu tiba-tiba retak dan mengeluarkan darah, seolah-olah dia sendiri yang baru saja ditebas pedang!

Kakak senior ini... apa yang sebenarnya dia lakukan?

Mereka menatap Jaka Utama yang berdiri tegak tanpa luka sedikit pun dengan tatapan tidak percaya.

Jaka menatap murid itu dengan acuh tak acuh. Di luar dia tenang, tapi di dalam hatinya dia kegirangan. Menahan 50% serangan dan membalas 100% serangan... Ini gila! Di masa depan, aku bisa menang cuma dengan berdiri diam!

Sebenarnya, alasan Jaka sengaja maju untuk ditebas adalah untuk menguji 'Raga Manusia Baja'. Sekarang terbukti, untuk tingkat kekuatan yang setara, dia benar-benar tak terkalahkan. Musuhnya kalah bahkan sebelum dia bergerak.

“Kakak... apa yang Kakak lakukan pada Kakak Senior Li?” tanya murid laki-laki lain dengan gemetar. Mereka tidak paham bagaimana Jaka bisa melukai balik lawan tanpa bergerak. Mereka mengira Jaka punya ilmu batin tingkat tinggi yang disembunyikan.

“Aku tidak melakukan apa-apa. Mungkin dia kurang fokus jadi tidak sengaja melukai dirinya sendiri,” jawab Jaka santai. Kemudian dia melanjutkan dengan nada dingin:

“Dilihat dari sudut mana pun, kalian bukan lagi murid Padepokan Tanpa Beban. Dan 'saudara Li' yang baik hati ini baru saja mencoba membunuh murid padepokan, yang merupakan pelanggaran berat. Kalian yang menonton juga dianggap berkomplot. Jadi, kalian sekarang adalah musuh bebuyutan Padepokan Tanpa Beban.”

Musuh... musuh bebuyutan?!

Murid-murid laki-laki itu langsung pucat. Mereka teringat aturan keras padepokan soal menyerang sesama anggota atau warga sekitar. Mereka pun berebut meminta maaf dengan panik.

“Kami minta maaf!”

“Kami yang salah!”

“Kami memang anjing penjilat yang tidak berguna!”

“Gusti Jaka adalah pemuda paling setia!”

“Gusti Jaka adalah pria tertampan di seluruh jagat raya!”

“Kami cinta Gusti Jaka selamanya!”

“Ya sudah, pergi sana,” usir Jaka dengan malas.

Setelah mereka lari terbirit-birit, murid-murid perempuan langsung mengerubungi Jaka. Terutama si gadis yang tadi diselamatkan; wajahnya merah padam, tangannya gemetar memainkan ujung kain jariknya, dan dia malu-malu minta izin berkunjung ke kamar pribadi Jaka.

“Maaf, aku ada urusan penting. Mari,” jawab Jaka singkat lalu berjalan menuju gerbang tanpa menoleh, meninggalkan sekumpulan gadis yang merasa patah hati.

Kota Merapi, Jalan Raya Utama.

“Menur, kamu sepertinya sedang tidak senang?” tanya Langgeng Sakti yang mengikuti Ratna Menur menuju Gedung Kelam.

Sepanjang jalan, dia melihat wajah Ratna yang masam.

“Tidak, aku sangat senang kok,” jawab Ratna datar.

Senang matamu! batin Ratna jengkel.

Awalnya dia ingin pergi ke Griya Seruling untuk menghentikan Jaka Utama agar tidak main perempuan—sekaligus membalas ejekan 'anjing polos' di buku harian itu. Dia juga ingin mencegah takdirnya yang membawa Langgeng ke Gedung Kelam. Namun sialnya, ayahnya tadi pagi-pagi sekali sudah memaksanya menemani Langgeng mencari informasi intelijen di sana.

Ayahnya terus memuji Langgeng setinggi langit; katanya Langgeng punya potensi besar dan masa depan cerah.

Bodo amat dia punya potensi besar atau tidak! Kalau dia mau ke Gedung Kelam, suruh saja pelayan yang antar. Kenapa harus aku? Ayah pikirannya ke mana sih? gerutu Ratna dalam hati.

“Menur, kamu bilang sesuatu?” tanya Langgeng penasaran.

“Tidak ada, itu... kita sudah sampai di Gedung Kelam.”

Ratna mempercepat langkahnya. Di jalanan, orang-orang menatapnya dengan kagum sekaligus berbisik-bisik.

“Hei, sudah dengar? Tadi malam Nona Ratna benar-benar putus dari Gusti Jaka!”

“Ya, Nona Ratna memang tegas. Gusti Jaka itu tidak berguna, tidak pantas untuk kembang desa kita!”

“Betul, paling juga kalau tidak diputusin sekarang, nanti kalau padepokannya bangkrut dia cuma jadi gelandangan penjilat. Surat nikah tidak bakal ada gunanya.”

“Bicara soal hebat, pemuda di belakang Nona Ratna itu sepertinya oke juga. Namanya Langgeng Sakti, kan?”

Langgeng Sakti mendengar pujian itu dan merasa sangat bangga. Dia berjalan dengan dada membusung dan langkah mantap, menikmati perhatian orang-orang. Saat dia sedang asyik merasa hebat, suara Ratna membuyarkan lamunannya.

“Kita sudah sampai di depan Gedung Kelam.”

1
_Khayy☕
Katanya dua,banyak bener tambahannya 🤣
_Khayy☕
Wkwkw Belajar Fiqih nih🤣
_Khayy☕
Semangat min🤭 gacor nih Novel
_Khayy☕
Juozz😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!