NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:607
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Keringat mulai membasahi baju hitam Jaka Srenggi, saat matahari mulai tenggelam pemuda itu sampai di puncak gunung tapi dia tak menemukan apa-apa selain padang ilalang.

"Dimana kakek tua itu tinggal ya??" gumam Jaka Srenggi

"PETAPA MUKA DUA!! KAU DIMANA???" teriak Jaka Srenggi

Jaka Srenggi berteriak sekeras mungkin. Suaranya terbawa oleh angin kencang dipuncak gunung.

"Aku akan istirahat disini malam ini!"

"Ada apa ini? kenapa tubuhku kembali terasa panas??" gumam Jaka Srenggi.

Sensasi panas itu sudah pernah Jaka Srenggi rasakan, sensasi itu sensasi saat cadar hitam memberikan dia racun kalajengking.

"Sepertinya semuanya sudah terlambat. Aku tak akan mampu bertahan lagi. Tapi tak apa lah, mungkin usahaku memang hanya cukup sampai di sini," ucap Jaka mulai putus asa.

Jaka Srenggi membaringkan tubuhnya menatap ke langit, dia seperti menghitung bintang yang ada dilangit.

"Sungguh kematian yang indah, di temani oleh bintang malam. Aku sudah berusaha, cadar hitam mengatakan jika aku akan bertahan hanya dua hari. Dan hari ini adalah hari kedua,"

Rasa panas itu kembali menjalar ke seluruh tubuh Jaka Srenggi, tapi saat panas itu semakin menjalar, rasa dingin kembali datang entah dari mana seperti melawan racun itu menyebar.

"Aku tak tahu apa yang ada dalam tubuhku, setiap rasa panas itu menjalar ke arah pusat tubuhku rasa dingin datang seperti mendorong rasa panas itu." 

Jaka Srenggi tak tahu jika mustika api naga berada dipusat tubuhnya, saat racun itu mendekat maka mustika api naga bereaksi memberikan penawar, tapi hanya sebatas menawarkan saja, tak bisa mengobatinya.

Racun di tubuh Jaka Srenggi merupakan racun ganas, hanya bisa di keluarkan oleh orang yang memiliki energi besar. Dan mustika api naga hanya memperpanjang sedikit hidup Jaka Srenggi, jika Jaka Srenggi tak mengeluarkan racun itu maka bisa di pastikan nyawanya tak akan tertolong.

Setelah hawa dingin itu mengusir hawa panas ditubuh Jaka Srenggi, bocah itu kembali merasakan tubuhnya segar meskipun tak sesegar sebelumnya.

"Besok kalau aku masih hidup aku akan mencari Petapa muka dua. Semoga saja dia masih mau menerima aku jadi muridnya, aku juga akan memintanya untuk mengobati aku," ucap Jaka Srenggi

Malam itu Jaka Srenggi seperti hewan pemakan rumput, memakan pangkal ilalang yang terasa sedikit manis, sungguh malang nasib bocah itu.

Setelah hari sebelumnya Jaka Srenggi mendaki gunung kemelut, pagi harinya Jaka Srenggi menelusuri berjalan turun.

"Lebih sulit turun dari pada naik. Turun lebih melelahkan," gumam Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi kembali menguatkan hatinya demi mencari Petapa muka dua. kaki mungil bocah itu berjalan tanpa alas sudah penuh luka karena banyaknya duri yang terinjak oleh kakinya.

Semua itu tak menyurutkan sedikitpun semangat dari Jaka Srenggi, api amarah dan api dendam membuat tekadnya menjadi kuat, sedikitpun tak ada niat untuk mundur.

Berkali-kali Jaka Srenggi harus naik ke atas pohon karena bertemu dengan hewan buas yang membahayakan hidupnya.

"Selamat ... selamat ....!! ucap Jaka Srenggi setelah selamat dari kejaran seekor serigala yang mengejarnya. Jika bukan karena rimbunnya hutan mungkin Jaka Srenggi tak akan selamat dari kejaran serigala itu.

Jaka Srenggi celengak-celenguk melihat ke kiri dan ke kanan, apakah serigala itu masih ada, dengan senyum pahit Jaka Srenggi turun dan meneruskan langkah mencari Petapa muka dua.

"Aku sepertinya dari tadi tetap di sini saja! Apa aku tersesat??" ucap Jaka.

Jaka Srenggi memandang kesekelilingnya.

"Aku akan mencoba lagi untuk berjalan!"

Jaka Srenggi kembali mengayunkan kakinya, setelah berjalan cukup jauh dia kembali lagi ketempat awal dia berada.

"Apa-apaan ini? Aku berjalan di sini-sini saja dari tadi. Sialan!" maki Jaka Srenggi kesal dengan keadaannya saat ini.

Jaka Srenggi duduk berpikir apa yang harus diperbuatnya.

"Woy ... Penghuni hutan keluarlah!!"teriak Jaka Srenggi.

Tak ada balasan dari suara Jaka Srenggi.

"Sial ... Sungguh sialan!" teriak Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi yang awalnya menurun kali ini mencoba mendaki keatas, dia berpikir jika dia naik ke atas maka dia akan selamat.

Rasa lelah sudah tak dapat lagi berkompromi dengan Jaka Srenggi. tapi demi keluar dari tempat itu Jaka Srenggi menahan rasa lelah nya. dan terus saja naik mendaki.

"Apa apa ini? Tak mungkin!!" desis Jaka Srenggi saat dia tetap kembali ketempat dimana dia menaiki pohon saat menyelamat diri dari serigala yang ingin memangsanya.

"Aku capek! Sebaiknya aku istirahat saja. Pasrahkan sajalah," ucap Jaka Srenggi

Jaka Srenggi menyerah untuk mencari jalan keluar dari tempat itu, dia memilih untuk membaringkan tubuhnya yang telah melewati batas rasa lelahnya, tanpa sadar Jaka Srenggi tertidur pulas di atas tanah.

Saat Jaka Srenggi tidur sesosok tubuh hitam keluar dari rimbun nya hutan dan menatap tubuh Jaka Srenggi yang tertidur.

"Akhirnya aku dapat mangsa muda. Dagingnya pasti masih empuk," gumam bayangan itu dan mulai mendekati Jaka Srenggi.

"Hikk ... hik ... hik ...!!"

Suara cekikikan mengagetkan bayangan hitam itu, dia menatap ke arah suara tawa itu.

"Nyai lara??" ucap bayangan hitam itu kaget.

"Kenapa? Apa kau ingin mengambil mangsaku Lambor??" tanya perempuan yang bernama nyai lara.

"Tidak nyai, aku akan pergi" Sosok hitam itu kembali menghilang kedalam rimbun nya pepohonan. Dia sungguh ketakutan pada sosok yang bernama nyai lara itu.

"Hik ... Hik ... Hik ..!!"

Suara cekikikan itu makin keras dan mengganggu tidurnya Jaka Srenggi. Bulu kuduknya langsung berdiri saat mendengar suara tawa yang menyeramkan itu.

Dia memandang ke kiri dan kanan, saat pandangannya mengarah ke atas wajah nya langsung pucat memutih, Jaka Srenggi melihat seorang perempuan dengan taring memanjang diantara giginya.

"Ka ... kau siapa??" tanya Jaka Srenggi gugup sambil menunjuk kearah nyai Lara.

"Hik ... hik ... hik ....!"

"Malam ini aku akan makan daging yang begitu muda," ucap nyai lara.

Nyai lara turun dari atas pohon dan mendekati Jaka Srenggi.

"Cah Bagus! kau harusnya merasa terhormat karena bisa menjadi bagian dari nyai lara yang terkenal" ucap nyai lara yang berjalan semakin dekat ke arah Jaka Srenggi.

"Menjauh dariku, aku bukan makananmu," teriak Jaka Srenggi yang semakin ketakutan.

Sedikitpun tak ada dalam pikiran Jaka Srenggi akan mati di makan oleh seseorang pemakan manusia.

"Diam!!" Bentak nyai lara dan mencengkeram leher Jaka Srenggi.

"Kau tak memiliki hak untuk menawar!"

Jari panjang nyai lara mulai menusuk lehernya Jaka Srenggi, cekikan itu sangat kuat membuat Jaka Srenggi kehilangan napas.

"Akkkhhhhh!!"

Suara Jaka Srenggi yang mulai kehabisan napas, setelah itu semua nya gelap. Jaka Srenggi tak merasakan lagi tubuhnya.

Nyai lara mendekati tubuh Jaka Srenggi, nyai lara membasahi mulutnya karena sangat selera akan tubuh muda Jaka Srenggi.

"Lepaskan anak muda itu. Dia milikku!!"

Suara dari seorang lelaki mengangetkan nyai lara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!