NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan yang Mengintimidasi

Di Mansion biantara tidak pernah sepi sebab perkumpulan para orang tua dan Remaja selalu melakukan hal absurd mereka.tapi sekarang ini mereka sepertinya sedang serius membahas sesuatu yang begitu penting.

"Bagaimana dengan sekolah baru kalian apakah tidak ada yang mengetahui identitas asli kalian? " Tanya erick kepada lima Remaja tersebut

" Aman pa mereka tidak tau identitas kami jadi kami bisa leluasa untuk mencari informasi"jawab Deon pada erick sedangkan yang lainnya hanya mengangguk

" Apakah di sekolah kalian tidak ada yang mencurigakan? " Tanya Morgan sedangkan yang lainnya hanya mengangguk

" Satu orang pa dia adalah ketua OSIS di SMA itu" Ucap Dimas pada Morgan

" Terus apa hubungannya dia dengan ketua OSIS? " Tanya malvin yang kurang paham dengan ucapan Dimas

" Dia emang ketua OSIS pa tapi anehnya lagi banyak para murid yang menghindari nya seolah mereka begitu takut pada gadis itu" Jelas Dava pada ayahnya

" Tapi dia memiliki kembaran yang baru pindah juga di sekolah tersebut sifat mereka benar-benar berbeda " Tambah Rayan pada tetua lainnya

Sedangkan para tetua itu hanya mengangguk dan paham apa yang dikatakan para putranya

" Kalian berhati-hati lah sepertinya gadis itu bukan gadis biasa tapi yang paling penting kalian harus berjaga-jaga takut ada yang mencurigakan di sekolah tersebut" Ucap Martin panjang lebar pada lima remaja lainnya

" Baik " Jawab mereka serentak

_________________________________________

Elzia sedang duduk sambil menikmati sate yang baru dibelinya tadi

" Ach enak juga libur seminggu jadi gue mau jalan-jalan aja besok pagi buat hilangin stress" Guman Elzia sambil memakan satenya

Setelah selesai memakannya Elzia kemudian bangkit dari tempat tidurnya sambil membawa piring kotor bekas satenya tadi. Ia menuruni tangga sambil melihat ke arah Sofa ternyata Eliza sudah tidak ada di sana

" Ck pasti dia keluar lagi "gumam Elzia sambil berjalan menuju dapur

Setelahnya Elzia kemudian mencuci bekas tempat satenya tadi kemudian menyimpan nya di Rak piring setelah itu ia kembali ke kamarnya.

Setelah sampai di kamarnya Elzia langsung membaringkan tubuhnya karena kelelahan, Setelah beberapa detik akhirnya Elzia menuju alam mimpi entah itu mimpi indah atau bukan yang pasti Elzia sudah terlelap tidur

Sedangkan Eliza sedang ada di apartemen nya entah apa yang ia perbuat

Drett... Drett... Drett...

(telepon tersambung)

" Hm"

"....... "

"Lima menit"

Tut

Eliza langsung mematikan teleponnya lalu ia mengambil kunci motornya, lalu Eliza mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi tanpa adanya raut ketakutan di wajahnya yang kamu dan dingin tersebut

Selang beberapa menit akhirnya Eliza sampai di sebuah Restoran yang cukup terkenal itu, Kemudian ia berjalan masuk dan tidak lupa memakai masker dan topi untuk menutupi wajahnya. ia menuju tempat duduk yang ada diujung tidak terlalu banyak orang duduk di dekat pinggiran

Disana sudah ada seseorang yang menunggunya. Eliza menarik kursinya dan duduk dengan tenang menatap pemuda didepannya itu dengan tatapan dingin.

" Nona bagaimana dengan tahanan yang dikurung kami sudah muak mendengar teriakannya " Ucap pemuda itu

" Dua hari lagi aku akan kesana " Ucapnya dingin

" Baiklah nona kalo begitu saya izin pamit " Ucap pemuda itu kemudian pergi menuju kasir untuk membayar minumannya dan Eliza lalu pemuda itu menuju arah motornya dan langsung pergi meninggalkan cafe

Eliza melepaskan masker dan topinya lalu dengan tenang ia memainkan ponselnya.

Masih di tempat yg sama kelima pemuda sedang asik mengobrol tepatnya hanya tiga orang saja

" Eh bukannya tu buk ketos ya atau si Elzia itu?aduhh susah banget sih bedain keduanya "ucap Dimas yg sangat sulit membedakan kedua kembaran itu

" Itu Eliza liat warna matanya, mereka berdua mempunyai warna mata yg berbeda jika Elzia warna matanya biru laut maka Eliza warna matanya hijau zamrud " Ucap Rayan yg sedang mengamati Eliza

Sedangkan disisi Eliza, gadis itu sudah tau jika beberapa orang menatapnya begitu intens, selagi ia tak diusik maka Eliza akan bodoamat dengan sekitar nya

Kemudian Eliza berdiri dari tempat duduknya kemudian ia berjalan menuju motornya dan langsung menghidupkan mesin motornya lalu meninggalkan area parkiran.

Kembali lagi ke Arkana dan lainnya, kini mereka melanjutkan pembicaraan yang sempat terhenti.

" Bukankah kita dapat tugas dari para orang tua " Tanya Dimas pada yg lainnya

" Ya lagi pula tinggal tiga hari lagi kita akan masuk sekolah " Ucap Dava diangguki yg lainnya

" Tugas itu dilakukan dimana? " Tanya Deon karena ia kemarin tidak berada di ruang Rapat

" Di Amerika disana ada acara besar jadi kita diminta untuk berjaga-jaga takut ada yg mencurigakan " Ucap Rayan pada yang lainnya

" Baiklah yo kita pulang aku tidak mau di ceramahi oleh ibu negara " Ucap Dimas lesu sedangkan yang lainnya tertawa mendengar perkataan dimas

Di sisi lain...

Eliza pulang ke mansion, sesampainya di mansion Eliza mendengar canda tawa perempuan jika itu Elzia maka Eliza sudah hapal tapi ini berbeda. Eliza masuk ke dalam Rumah dengan santai

" Kak kau habis dari mana?" Tanya Elzia pada Eliza yang berjalan menuju tangga

" Apart"jawabnya singkat lalu kembali berjalan menaiki tangga sedangkan para pelayan yang berpaspasan dengannya segera menundukkan kepalanya dan menghindar

Disisi Elzia disitu juga ada Arumi ya perempuan yang duduk disamping Elzia adalah Arumi

" Itu kakak kamu?" Tanya Arumi pada Elzia

" Iya mom sifatnya emang begitu dan sangat jarang bersosialisasi kepada orang lain "jawab Elzia pada Arumi sedangkan Arumi hanya mengangguk

" Em Nama kakak kamu siapa? " Tanya Arumi lagi

" Namanya Eliza mom "jawab Elzia sambil memakan makanan yang ada di atas meja

" Em kalo boleh tau makanan kesukaan Eliza apa?" Tanya Arumi antusias, sekarang ia tau yang mana yang Elzia yang mana yang Eliza karena Bara sudah menceritakan sifat dan sikap kedua gadis kembar itu

" Gak tau mom soalnya dia sangat jarang makan snack atau makanan yang lain " Ucap Elzia lalu melanjutkan makan snacknya. Sedangkan Arumi hanya mengangguk pelan

Arumi menoleh saat suara langkah kaki seseorang turun dari tangga terlihatlah gadis berwajah datar sambil mengenakan piyama bewarna biru malam siapa lagi kalo bukan Eliza, Arumi melihat Eliza berjalan menuju dapur kemudian Arumi bangun dari duduknya.

" Mommy kedapur dulu ya haus soalnya " Ucap Arumi sedangkan Elzia hanya mengangguk

Terlihat Eliza sedang memasak sesuatu sedangkan Arumi hanya memperhatikan dari belakang

" Apakah anda kurang pekerjaan sehingga menatap orang lain begitu lama nyonya? " Tanya Eliza tanpa mengalihkan pandangan nya, Eliza sebenarnya tak tau jika itu calon mommynya anjay mommy wkwk

Arumi sedikit terkejut dengan tatapan tajam Eliza dia bahkan sulit untuk berbicara tapi beberapa detik kemudian Arumi tersadar karena Elzia yg kedapur

" Kak Kau jangan membuat mommy Arumi takut kak, kalo ayah tau kau bisa diceramahi olehnya karena sudah menakuti orang yang dicintainya " ucap Elzia sambil mengambil air minum di kulkas

" Emmm mommy tak apa-apa mungkin Eliza yang merasa terganggu, yaudah mommy kedepan dulu ya " Ucap Arumi sambil tersenyum menghilangkan kegugupan nya jujur saja dia Tertimidasi oleh tatapan Eliza berbeda dengan tatapan Elzia,

Sedangkan Eliza hanya diam dan memperhatikan gerak-gerik Arumi sampai wanita itu kembali ke ruang tamu, lalu ia melanjutkan masakannya yang belum matang entah apa yang dipikirkan Eliza namun gadis itu hanya melanjutkan kegiatannya tanpa ekspresi.

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!