Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.
tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Sedikit kisah
"Aku kurang apa selama ini kepada dirimu?!" gadis berambut hitam kelam itu marah besar kepada sang kekasih.
"Sayang, aku minta maaf karena ini bukan sesuai yang aku mau." pria berjaket Levi's itu menatap sang gadis dengan pandangan menyesal.
"Kau berbohong kepada diriku hanya untuk menutupi hubungan ini bersama dengan dia!" gadis berambut hitam berkata dengan perasaan begitu hancur.
"Bukan aku yang mau sama dia tapi dia yang terus mengejar-ngejar aku." pria berjaket Levi's berusaha untuk menyelamatkan diri.
"Logika saja, kalau ada anjing dan kita berlari saat dikejar maka kita akan selamat jadi Kenapa saat kau dikejar anjing malah berbalik memeluk anjing itu!" teriak gadis berambut hitam.
Pria beli jaket Levi's ini hanya bisa terdiam dan tidak bisa menjawab ucapan sang kekasih karena logika itu sudah masuk ke dalam pikiran dia, benar apa yang dikatakan oleh sang gadis bahwa bila dikejar anjing maka seharusnya kita berlari bukannya malah balik menyongsong.
Pria tersebut hanya bisa terdiam dan kemudian menghisap rokok yang ada di tangan tanpa ada rasa beban di dalam hati ini, padahal kekasih dia sudah emosi dan terus ingin mengamuk kepada dirinya karena merasa terkhianati atas apa yang telah dia lakukan terhadap gadis lain di belakang sang kekasih selama ini.
Sakit dan juga tidak terima tentu saja gadis berambut hitam itu rasakan karena selama ini pengorbanan dia sudah begitu besar untuk sang kekasih, mulai dari uang dan juga tubuh semua dia berikan tanpa berpikir dua kali dan dia berpikir bahwa kekasihnya itu tidak akan pernah mencari wanita lain di belakang dia.
Namun pengorbanan tulus itu tidak pernah dia balas dengan ketulusan juga sehingga yang gadis berambut hitam ini dapatkan hanya tentang penghianatan dan tentang rasa sakit, ini adalah kesalahan dari seorang wanita bila sedang memilih masa depan untuk hidup berumah tangga dan juga mencari pendamping hidup dia sendiri.
Banyak pria baik berjejer untuk mendapatkan cinta gadis berambut hitam itu namun dia tetap kekeh mempertahankan hubungan yang sangat toxic, apa sebenarnya yang telah dia kejar kepada sang kekasih itu karena selama ini sang kekasih juga tidak pernah memberikan barang berharga atau bahkan cinta yang tulus kepada dirinya seorang.
Namun bila memang sudah termakan dengan cinta maka tidak akan pernah ada nasihat yang bisa masuk ke dalam diri, sekarang hanya tinggal penyesalan karena selama ini dia tidak pernah menolak atau bahkan berkata tidak ketika pacar dia itu meminta uang untuk membeli segala macam keperluan dia sendiri, sebab kekasih wanita ini adalah definisi mokondo sejati.
"Kau begitu kejam kepada diriku." berambut hitam itu berkata dengan perasaan hancur berantakan.
"Aku minta maaf." pria kurus itu berkata pelan.
"Apa kurang diriku selama ini kepada dirimu? Aku tidak pernah menolak bila kau ingin sesuatu dan bahkan aku selalu berusaha memberikan apa yang kau mau, bahkan aku juga tidak pernah menuntut dirimu untuk melakukan ini dan itu." gadis berambut hitam meneteskan air mata dengan perasaan yang sangat hancur.
Sementara pria tersebut hanya diam saja seolah Dia tidak memiliki perasaan bersalah, gadis berambut hitam itu hanya bisa mengamuk sendiri untuk meluapkan rasa sakit hati yang ada di dalam diri dia, sama sekali tidak pernah dia sangka bahwa dirinya akan mengalami nasib begitu buruk seperti ini dan larut dalam kehancuran yang sangat dalam.
"Pulang dulu karena sekarang aku sedang pusing." pria itu malah mengusir sang kekasih untuk pulang.
"Saat seperti ini kau masih saja memikirkan dirimu dan mengatakan bahwa kau pusing, lalu aku ini bagaimana?!" bentak gadis berbaju coklat ini.
"Kalau sedang emosi seperti ini maka tidak bisa berpikir jernih dan kita juga tidak bisa menemukan solusi." sengit pria itu.
"Kenapa kau juga harus emosi? sedangkan di sini yang bersalah itu adalah dirimu dan aku adalah korban dari kalian berdua!" gadis berambut hitam berteriak keras.
"Berhenti berteriak seperti itu karena terkesan sangat lebay!" pria itu juga terlihat tidak terima.
"Lebay? kau mengatakan aku ini lebay! setelah perselingkuhan yang kau lakukan dengan dia dan pengorbanan yang aku berikan untuk dirimu, aku mengetahui bahwa kau berselingkuh dan kau mengatakan aku ini lebay." gadis berambut hitam kian merasa pilu.
Air mata itu terus mengalir deras karena dia sangat tidak terima atas pengkhianatan sang kekasih dengan wanita lain, sebab semua telah dia berikan dengan sukarela karena perasaan cinta yang begitu besar dan dia berpikir bahwa suatu saat pria ini akan membalas dia dan menghargai perasaan yang telah dia berikan ini.
Namun ketulusan gadis ini tidak pernah ada harganya di mata pria tersebut sehingga dia begitu merasa terhina sekali saat ini, bahkan andai saja bisa ingin sekali gadis berambut hitam itu ingin menggulung bumi karena rasanya perasaan yang sangat tidak terima di dalam hati ini.
"Berapa kali kau berhubungan badan dengan dia?" gadis berambut hitam bertanya kembali.
"Tidak tau." pria itu menjawab tanpa menoleh dan tetap stay pada rokok yang di tangan.
Plaaaaak.
"Hei kau tidak bisa bermain kasar seperti ini." pria tersebut tidak terima karena si gadis memberi tamparan keras.
"Rasa sakit tamparan itu tidak seberapa dengan rasa sakit yang telah kau berikan kepada diriku." pekik si gadis dengan perasaan yang begitu hancur tidak terkendali.
"Sialan!" pria ini mengusap pipi dia yang terasa panas dan juga pedas.
"Aku bertanya kepada dirimu berapa kali kau berhubungan badan dengan dia?!" gadis ini kembali mengulang pertanyaan yang sama.
Namun tidak ada jawaban yang keluar dari mulut pria tersebut sehingga sudah pasti dia tidak akan pernah mau mengaku atas apa yang telah dia lakukan kepada gadis lain, membuat gadis berambut hitam ini tidak tahu lagi harus berbicara apa kepada sang kekasih agar pria itu merasa menyesal dan meminta maaf.
"Bahkan kau mengatakan kepada dia tidak pernah menyentuh aku, kau tidak pernah menyentuh aku walau hanya sedikit saja." gadis berambut hitam kembali membuka suara.
"Diam! apa kau tidak lelah mengoceh terus seperti itu?" bentak pria tinggi itu.
"Aku tidak akan bereaksi seperti ini bila kau tidak melakukan kesalahan!" gadis ini tetap saja berteriak.
Tapi mau sekuat apa dia berteriak kepada kekasihnya itu namun tetap saja tidak akan pernah mendapat jawaban, sebab pria itu juga tidak pernah merasa bersalah di dalam diri dia dan beranggapan bahwa dirinya memang adalah pria yang cukup tampan sehingga banyak gadis yang mau dengan dia saat ini.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.