NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tidak pernah menyangka, bahwa cincin perak berukir naga yang menjadi hadiah saat membeli seekor kelinci akan mengubah seluruh hidupnya—menyeretnya ke dunia kuno tempat manusia dan beastmen hidup berdampingan.

Belum sempat memahami situasi, Li Yunru malah terikat sebagai pasangan hidup Raja Naga Putih wilayah utara, Bai Muzhi. Berkat cincin misterius itu, mimpi Li Yunru untuk menjadi koki akhirnya terwujud. Namun, kedatangannya ke dunia itu ternyata bukan kebetulan.

Sedikit demi sedikit, tabir asal-usulnya mulai terbuka. Dan musuh-musuh yang selama ini bersembunyi ikut bergerak. Di tengah bahaya, rahasia dan takdir yang menantinya ... mampukah Li Yunru bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepupu

"Nama makanan ini disebut kue dadar daun bawang karena bahan utamanya adalah daun bawang. Sebenarnya bisa ditambah dengan potongan udang atau wortel," jawab Li Yunru seraya memotong pancake menjadi beberapa potongan sekali makan.

Gerakannya cepat dan rapi. Dalam sekejap, kue dadar itu sudah terpotong menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang hampir sama.

Li Yunru kemudian mengeluarkan sebuah meja kayu kecil dari ruang spiritualnya. Ia meletakkan empat piring berisi potongan kue dadar daun bawang di atasnya. Semangkuk saus cocolan ditempatkan di tengah, aromanya samar namun menggoda.

"Selamat makan!"

Tanpa menunggu lebih lama, Li Yunru menjadi orang pertama yang mencicipi masakannya.

Begitu potongan pertama masuk ke mulutnya, bagian luarnya terasa renyah sementara bagian dalamnya tetap lembut. Rasa gurih daun bawang bercampur saus asam-manis langsung membuatnya ingin mengambil potongan berikutnya.

Ruu juga segera mengambil sepotong pancake dengan cakar kecilnya. Mata merahnya langsung berbinar begitu menggigitnya.

"Ini makanan terenak yang pernah kumakan!" teriak Ruu tanpa menahan diri.

Di sisi lain, elang hitam jelmaan Hei Sanfeng juga tidak kalah cepat. Ia mematuk potongan pancake daun bawang tanpa henti, bahkan nyaris tidak memberi jeda untuk berbicara.

"Harus kuakui, makanan ini enak. Enak, enak," katanya di sela-sela makan.

Li Yunru memutar bola matanya, meskipun sudut bibirnya sedikit terangkat. "Tidak usah berlebihan. Ini hanya makanan biasa. Ada begitu banyak makanan enak lainnya di dunia."

Bai Muzhi memegang sumpit dengan gerakan anggun, seperti seorang bangsawan. Selama ini, ia memang tidak terlalu tertarik pada makanan biasa. Baginya, meminum ramuan spiritual saja sudah cukup untuk menjaga tubuhnya.

Pria itu mengambil sepotong kecil pancake daun bawang. Lalu menggigit dan mengunyahnya perlahan. Begitu rasa itu menyebar di lidahnya, sesuatu di dalam ingatan Bai Muzhi tiba-tiba terusik.

Kenangan lama yang sudah lama terkubur perlahan muncul ....

Seorang gadis kecil dari ras peri hutan, dengan rambut panjang dan senyum cerah—berdiri di dapur sederhana dengan tangan kecilnya yang kikuk mencoba memasak hidangan yang sama.

Saat itu, usianya masih sekitar sepuluh tahun.

Sudah lama sekali.

Namun Bai Muzhi yakin gadis itu bukan Li Yunru.

Li Yunru memiliki darah campuran ras peri hutan di tubuhnya. Sedangkan gadis kecil itu adalah keturunan murni ras peri hutan. Dari segi mana pun, keduanya tidak memiliki kemiripan.

"Ada apa? Apakah kamu tidak suka?" tanya Li Yunru, yang hampir menghabiskan bagiannya. Ia memperhatikan Bai Muzhi yang tiba-tiba diam.

"Bukan begitu. Ini enak," jawab Bai Muzhi singkat. "Aku hanya teringat sesuatu."

Ia segera menekan pikirannya, mencoba menyingkirkan kenangan lama itu. Gadis kecil itu menolak dijodohkan dengannya. Dan memilih pergi tanpa jejak.

Bahkan sebelum pergi, ia masih sempat berpamitan—tanpa beban apalagi penyesalan.

"Little Zhi, jangan menungguku." Gadis kecil itu tersenyum seperti biasa. "Suatu hari nanti, kamu pasti bertemu seseorang yang lebih cocok berada di sisimu."

"Hah ..." Bai Muzhi menghela napas pelan.

Memikirkan hal itu saja sudah cukup membuat kepalanya terasa berat. Mengapa ia harus mengingatnya sekarang?

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia kembali fokus makan dan menghabiskan potongan kue dadar daun bawang di hadapannya.

Sesaat setelah menelannya, Bai Muzhi merasakan aliran hangat menyebar dari perutnya. Energi lembut itu perlahan mengalir ke seluruh tubuhnya, bahkan menyentuh bagian terdalam jiwanya.

Rasa sakit yang selama ini selalu ada tiba-tiba mereda sedikit.

Bai Muzhi sedikit terkejut, namun tidak menunjukkannya di wajahnya.

Di sisi lain, Hei Sanfeng dan Ruu juga merasakan hal yang sama. Tubuh mereka terasa lebih ringan dan segar. Luka-luka kecil akibat pertarungan sebelumnya perlahan membaik.

Ruu bahkan melompat kecil dengan penuh semangat. "Ini ... ini luar biasa!"

Mata elang hitam jelmaan Hei Sanfeng berbinar. Ia menatap Li Yunru seolah menemukan harta karun. "Manusia, tidak kusangka kamu mampu membuat makanan spiritual!"

Ia mengepakkan sayapnya penuh semangat.

"Tinggal lah di sini bersamaku! Istanaku jauh lebih menyenangkan daripada wilayah naga putih sakit yang dingin itu!" imbuhnya tanpa malu-malu, jelas berniat “menculik”.

"Jangan pernah memikirkannya." Suara Bai Muzhi langsung memotongnya. "Dia pasanganku. Tentu dia harus kembali bersamaku ke utara."

Hei Sanfeng memutar mata elangnya lalu menatap sisa makanan di piring dengan ekspresi serius. "Kalau dipikir-pikir ...," katanya pelan. "Aku ingin jadi selirnya saja."

Tatapan Bai Muzhi langsung terkunci pada elang berkepala botak itu. Matanya menyipit tajam.

"Sepupu," ucapnya pelan, namun penuh tekanan. "Apakah kamu ingin melanggar aturan hubungan darah?"

Hei Sanfeng merasa potongan kue dadar daun bawang yang baru saja ditelannya tiba-tiba tersangkut di tenggorokan. Ia terbatuk ringan sebelum akhirnya menelan dengan susah payah.

"Aku hanya bercanda. Mengapa kamu begitu serius?"

Namun Li Yunru justru tampak terkejut saat mendengar percakapan mereka. "Kalian masih sepupu? Naga dan elang?"

Kepalanya langsung dipenuhi tanda tanya. Ia memang tidak memahami bagaimana hubungan antar ras manusia setengah binatang di dunia ini bekerja, tetapi tetap saja—Ini terasa aneh.

Bisakah naga dan elang menikah dan memiliki keturunan yang … normal?

"Aku lupa memberi tahumu, manusia. Aku memang sepupu Bai Muzhi," jawab Hei Sanfeng dengan nada santai, seolah itu hal biasa. "Ayahku adalah elang hitam berdarah murni. Dan ibuku adalah naga putih setengah manusia biasa. Tapi aku dan Bai Muzhi tetap dianggap sepupu."

Ah, aturan silsilah keluarga memang merepotkan. Baginya, selama ada hubungan darah, maka itu cukup disebut sepupu. Dan dalam aturan mereka, kerabat tidak boleh memiliki satu wanita yang sama.

"Begitu, ya ... tapi aku masih tidak terlalu mengerti," kata Li Yunru, keningnya berkerut.

"Ibuku dan ayah Bai Muzhi bersaudara," jelas Hei Sanfeng santai. "Jadi kami masih sepupu meski berbeda suku. Lupakan saja. Intinya, aku sepupunya."

Ia malas memperpanjang pembahasan dan memakan potongan terakhir kue dadar dengan puas.

Bai Muzhi tidak mengatakan apa-apa. Kakeknya sekaligus leluhur suku naga putih—Bai Shenzhen, memiliki dua istri sebelumnya. Salah satunya Nenek Caolan, nenek kandungnya dari suku naga putih berdarah murni.

Akhirnya, Li Yunru mulai memahami gambaran besarnya, meski tidak sepenuhnya. Ia menatap Hei Sanfeng cukup lama.

"Syukurlah kamu tidak terlahir sebagai elang berkumis naga. Bayangkan saja kalau saat terbang kumismu ikut melambai-lambai."

Hei Sanfeng pun tersedak makanannya sendiri.

"Pffft—!"

Ruu yang masih sibuk makan hampir tersedak. Ia langsung terguling-guling di atas rumput sambil tertawa tanpa henti.

"Elang ... berkumis naga ... hahahaha!"

Membayangkan seekor elang hitam dengan kumis naga panjang yang melambai-lambai di wajahnya benar-benar terlalu absurd.

Elang hitam jelmaan Hei Sanfeng akhirnya menatap Li Yunru dengan tatapan tidak suka.

"Jangan memikirkan hal-hal aneh! Bagaimana mungkin elang terlahir dengan kumis naga?!"

Hanya membayangkannya saja sudah membuatnya tidak nyaman. Namun, demi makanan spiritual yang luar biasa di masa depan—Ia memilih menahan diri untuk tidak memaki lebih jauh.

Li Yunru hanya memutar bola matanya, lalu mulai membereskan peralatan memasaknya. Semua alat dimasukkan kembali ke dalam ruang spiritual dengan rapi.

Langit perlahan mulai gelap. Sinar matahari yang tersisa sebentar lagi menghilang di balik pegunungan.

Bai Muzhi memperhatikan perubahan itu, lalu menatap Li Yunru. "Kita harus segera kembali ke utara," katanya tenang. "Mari bicarakan beberapa hal setelah sampai nanti."

Nada suaranya tidak memberi ruang untuk penolakan.

Li Yunru tahu bahwa ia memang tidak punya banyak pilihan. Dengan sedikit enggan, ia mengangguk.

Hei Sanfeng akhirnya memerintahkan seekor elang hitam raksasa lain untuk mengantar mereka kembali ke wilayah Baiyun di utara dengan aman.

Di sisi lain, Kepala Pengurus Istana menatap perwujudan elang hitam Hei Sanfeng. Ekspresinya berubah perlahan dari bingung menjadi terkejut.

"Maaf, Yang Mulia," ucapnya tiba-tiba.

"Ada apa?" tanya Hei Sanfeng tanpa menoleh.

"Soal kepala Anda—"

"Ada apa dengan kepalaku?" tanyanya cepat dan sedikit tersinggung.

"... Botak."

"...."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
wahh, teka-tekinya semakin membesar 🙀🙀 semoga segera dipertemukan ya Yunru ortu mu dan juga Peijun untuk bertemu ibunya🥺
A
masih lah. kan ada adudu
Marsya
klau diliat2 keisengannya,itu si elang botaklah🤣🤣🤣🤣🤣
Marsya
aiaiai.....,sang merak muncul thor😉😉😉😉😉
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣 ya ya sama-sama kelompok burung kalian, ayam dan merak 🤣

ayo Yunru botakin aja Lan Peijun🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
ternyata itu artinya Ben, kupikir itu typo atau apa /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
gak boleh, Yunru harus tetap sama Bai Muzhi, gak boleh yang lain/Curse//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nona ben??? siapa kak??
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ aduhhh... tadi dielus, dicium, sekarang di plak plak plak🤣🤣
Sonya Kapahang
TIDAAAAAKKKKKKKK.. aku yg tidak setuju klo Yunru sm si Merak juga...
Yunru hrs tetap sm Tuan Naga satu²nya.. ga boleh ada yg lain.. apalagi Merak bau.. bikin botak aj itu Merak...
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ pria narsistik lagi🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sudah kena bawang dan keluar darah, eh di tambah malah dilepaskan dari ketinggian oleh elang 🤣, aduh kasian banget, tapi itu memang cocok buat Yan Diming, sepertinya itu masih kurang untuk memberinya pelajaran 🤣

Yunru kamu udah mulai berani ya minta cium dulu 🤣/Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
kok aku baca ini, geli ya 🤣 aku ngebayangin dia bicara seperti itu sambil mendayu-dayu🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: beneran loh kak, sambil ngebayangin dia bergerak gemulai dengan suara mendayu-dayu🤣
total 2 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sabar ya maxing🤣🤣, kamu malah merekomendasikan untuk Yunru membuat peraturan tertulis🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wajib kak khusus Hong Maxing buat peraturan tertulis biar dia gak lupa 🤣🤣
total 2 replies
Marsya
korban pertama naga diduduki,korban kedua elang dibotaki,korban ketiga rubah diracuni,skarang korban keempat ular dipukuli,🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭😉😉😉👍👍👍👍
Author Risa Jey: waktunya cari mangsa baru /Hey//Hey/
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣🤣 kasian, itu artinya cermin air gak boleh lihat wajah Yunru🤣
Author Risa Jey: ada hubungannya dengan si kelinci nanti, mengapa itu cermin maunya lihat dia terus 😅
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
hahaha🤣🤣 ngatain diri sendiri/Facepalm/
Sonya Kapahang
Yah.. belum tau dia siapa Yunru.. udh kena serang 2 kali tp msh ga kapok..
Author Risa Jey: kalau kapok, bukankah dia pengecut? 🤣🙏
total 1 replies
Sonya Kapahang
Terlalu percaya diri kamu Ruu..
Klo kata Yunru, Narsistik sekali kelinci gendut ini 😒😒😒
Author Risa Jey: Maklum, dibesarkan Bai Muzhi sebelumnya. Ya gini jadinya /Cleaver/
total 1 replies
Sonya Kapahang
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Liatin aj noh pantatnya si Ruu yg montok dan seksih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!