NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Sang Putri Mati

Mahkota Duri Sang Putri Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DRR_LOVE

Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.

Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.

Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.

Namun kali ini berbeda.

Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.

Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan Pertama

Setelah Lunaria pergi, lorong kembali sepi namun tatapan Duke Cedric masih disana meskipun sosok Lunaria telah hilang.

Tampak terlihat keraguan diwajah Duke. Dan bagi keluarga seperti Vareinne, keraguan adalah awal dari kehancuran.

“Ayah anda terlihat sangat lelah,” ucap Arcelia pelan.

Cedric hanya diam tatapannya masih tertuju ke arah lorong tempat Lunaria pergi tadi. Seolah pikirannya sedang dipenuhi sesuatu.

“Atas surat-surat itu…” katanya akhirnya. “Kenapa kamu tidak pernah membicarakannya lagi kepada ayah?” kata Duke dengan suara lemah.

Arcelia hanya tersenyum, tapi senyumnya terlihat sedikit pahit.

“Karena Arcelia sadar, meskipun Arcelia mencoba untuk berbicara dengan ayah tidak akan ada gunanya." katanya pelan.

Kalimat itu membuat dada Cedric terasa sangat sesak didadanya.

Mendengar putrinya berbicara tentang dirinya sendiri dengan cara seperti itu terasa menyakitkan bagi Duke.

“Dulu aku pikir Ayah membenciku.” kata Arcelia.

Mata abu-abu Cedric langsung bergerak. “Aku tidak pernah membencimu.” suara Duke sangat pelah seperti sedang menahan tangis.

“Tapi Ayah juga tidak pernah ada di sisiku, mau Arcelia sedang sakit bahkan disaat Arcelia sedang sekarat.” kata Arcelia tenang.

Duke Cedric terkejut, hatinya seperti teriris-iris dan terasa sangat perih.

Lilian bahkan tidak berani mengangkat kepala.

Sementara Duke Cedric tampak seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.

Karena Duke sadar Arcelia memang benar, dia menjauh secara perlahan sampai akhirnya hubungan mereka menjadi asing seperti sekarang.

“Ayah terlalu sibuk,” ucapnya pelan.

Dan begitu kata-kata itu keluar, bahkan dirinya sendiri merasa alasan itu terdengar buruk.

Arcelia menatap ayahnya beberapa detik. Lalu tertawa kecil bukan tawa bahagia. Melainkan tawa yang terlalu tenang.

“Semua orang di rumah ini selalu berkata begitu kepada Arcelia." katanya pelan.

Wajah Cedric berubah, “Aku…”

“Tapi tidak apa-apa,” potong Arcelia lembut. “Sekarang Arcelia sudah terbiasa.”

Kalimat sederhana itu terasa lebih tajam dibanding tuduhan. Karena tidak ada kemarahan di dalamnya.

Arcelia menerima semua ini begitu saja tanpa penolakan dan justru itu sangat menyakitkan bagi Duke Cedric.

[Emosi target meningkat.]

[Rasa bersalah bertambah.]

Cedric memejamkan mata sesaat. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun ia merasa benar-benar gagal sebagai ayah.

“Aku akan menyelidiki semuanya,” katanya akhirnya.

Tatapan Arcelia sedikit berubah. “Termasuk keluarga sendiri?”

Cedric terdiam, pertanyaan itu terlalu tepat untuk masalah dan dugaan yang sedang dihadapi sekarang.

Karena jika racun benar-benar berasal dari dalam mansion… maka seseorang di keluarganya memang mencoba membunuh Arcelia.

Dan kemungkinan terbesar mengarah pada Elena.

“Ayah,” ucap Arcelia pelan. “Kalau nanti Ayah menemukan kebenaran… apa Ayah sanggup menerimanya?” tanya Arcelia.

Tatapan mereka bertemu lagi tapi Duke Cedric tidak bisa langsung menjawab.

Karena dirinya sendiri tidak yakin. Selama bertahun-tahun ia mempercayai Elena.

Wanita itu selalu terlihat lembut, perhatian dan peduli pada keluarga.

Bahkan ketika hubungan Cedric dan Arcelia memburuk, Elena selalu menjadi orang yang berkata:

“Arcelia hanya sedang sensitif.”

“Anak seusia itu memang sulit diatur.”

“Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.”

Sekarang ketika mengingat semuanya kembali… kata-kata itu mulai terdengar berbeda. Lebih seperti manipulasi dibanding perhatian.

Tangan Duke Cedric mengepal dan memejamkan matanya mencoba mengatur suasana hatinya.

“Ayah?” panggil Arcelia yang melihat ayahnya melamun.

Duke Cedric tersentak dan menatap mata Arcelia. Dan semakin diperhatikan putrinya benar-benar terasa berubah.

Dari cara dia berbicara, cara dia menatap seseorang dan keberanian yang ia tunjukkan bahkan caranya berdiri sekarang terlihat berbeda.

Tidak lagi rapuh, tidak lagi mudah menangis dan tidak mudah takut dengan sesuatu.

Seolah gadis yang selama ini ia kenal… telah menghilang.

“Kamu benar-benar berubah,” gumamnya tanpa sadar.

Arcelia tersenyum sinis, “Mungkin seseorang harus hampir mati dulu untuk berubah.”

Kalimat itu langsung menusuk Cedric karena yang diucapkan Arcelia benar, dia hampir mati.

Dan dirinya bahkan tidak menyadari ada racun di dalam rumah mereka sendiri.

“Aku akan melindungimu mulai sekarang.” Ucapan itu keluar mendadak.

Lilian dan Arcelia terkejut mendenvmgar ucapan itu.

Tubuhnya bereaksi lebih dulu sebelum pikirannya sempat menyusul.

Ada perasaan hangat, sedih dan rindu. Begitu banyak emosi bercampur jadi satu.

Karena pemilik tubuh asli… selalu menginginkan kalimat itu.

Sayangnya semua sudah terlalu terlambat, Arcelia benar-benar telah mati. Sekarang hanya ada jiwa orang lain didalam tubuh Arcelia.

“Ayah seharusnya mengatakan itu lebih awal,” bisik Arcelia pelan.

Wajah Cedric langsung berubah. Dan untuk pertama kalinya pria itu tidak bisa membalas apa pun. Karena dirinya tahu Arcelia benar.

Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari kejauhan, seperti sedang terburu-buru.

Tap.. Tap..

Suara langkah yang setengah berlari memecah keheningan diantara Arcelia dan ayahnya. Reflek mereka menoleh kearah datangnya seseorang itu.

“Yang Mulia Duke!” panggil seorang pelayan.

Cedric langsung menoleh. “Ada apa?”

“Tabib kerajaan sudah tiba.” kata pria itu.

Mata Arcelia sedikit menyipit. "Cepat sekali." batin Arcelia sambil menatap ayahnya."

"Berarti ayah benar-benar bergerak serius kali ini." gumam Arcelia.

“Bawa dia ke ruang tamu utama,” perintah Duke.

“Baik!” katanya. Pelayan itu segera pergi lagi.

Cedric memandang Arcelia. “Kamu ikut denganku.” kata Duke.

“Aku?” kata Arcelia bingung.

“Kamj korban utama. Jadi harus ikut diperiksa juga” jawab Duke.

Arcelia tidak menolak Karena dirinya juga penasaran. Apakah racun itu benar-benar bisa dibuktikan malam ini? Atau seseorang sudah bergerak lebih dulu?

Mereka berjalan bersama melewati lorong mansion. Dan sepanjang perjalanan para pelayan yang melihat Duke Cedric dan Arcelia tampak terkejut.

Karena ini pertama kalinya dalam waktu lama Duke dan Arcelia berjalan berdampingan.

Tidak ada jarak dan penuh kehangatan layaknya seorang ayah dan putrinya.

Meski suasana masih canggung, perubahan kecil itu tetap terlihat jelas.

Sementara itu di ujung koridor lantai atas Marquess Elena Vareinne berdiri diam dalam bayangan.

Tatapannya mengikuti langkah mereka perlahan.

Dan untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun wanita itu mulai merasa kehilangan kendali atas keluarga ini.

1
Rain Aricia
Dia gugup ya?
Rain Aricia
Selalu suka dengan kata2 realistis kayak gini, apalagi ditengah2 cerita🤭👍
Rain Aricia
Leonard ada dimana mana🤣
Rain Aricia
Ini kayak sistem gitu ya thor?
Ibu Rasyidd: iya kak, arcelia punya sistem
total 1 replies
Rain Aricia
Memang, banyak kok gitu sifat manusia
Rain Aricia
Ooo dah mati ya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
what? maksudnya gimana, tubuhnya sudah mati?
Ibu Rasyidd: Arcelia yang asli udah mati kak, yang ada ditubuh arcelia jiwa orang lain dari dunia modern
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
jadi tanda tanya besar, ada apa yang terjadi di sana
Rain Aricia
Wihh enak ya bisa lihat orang bohong apa kagak
Rain Aricia
Ohh dia ditubuh orang lain ya thor?
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
karena banyak pemeran, aku benar-benar harus memahami isi ceritanya tiap paragraf, tentu saja semakin banyak pemeran semakin n banyak konflik yang muncul dalam cerita
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kemampuan meramu obat juga pastinya kan
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
mmmmm, i see
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
masukan dikit Thor, bila ingin mencantumkan kata keterangan tempat "di" dipisah yah. misal: di dalam
Ibu Rasyidd: wah iya kak, suka lupa😄😄
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kak, kamu suka nonton film kerajaan British, ya, fasih banget gaya penceritaannya
Ibu Rasyidd: Belum pernah nonton malah kak, cuma suka baca komik dan novel jenis ini😄
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
some thing wrong, Dad!
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor, aku koreksi dikit yah, kalau keterangan tempat, misal di dan bibir maka pengetikannya di bibir, di pisah Thor. Bukan dibibir.
Ibu Rasyidd: terimakasih banyak kak masukannya, sangat membantuu masukannya🙏😍
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
yah dia akan mengalami masa sulit
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
siapakah lelaki ini? bikin penasaran
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
aku mencium aroma konspirasi dalam cerita ini, makin seru tiap bab dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!