NovelToon NovelToon
Purdeb

Purdeb

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Singkirkan tatapan menantangmu itu, Mahasiswa Baru. Kau terlalu sombong hanya karena dari Harvard," desis Amieyara Walker, matanya menghujam sedingin es di koridor sepi.

Maximilian Valerio hanya menyunggingkan seringai tipis yang sarat akan provokasi. "Dan kau? Merasa bisa mengaturku karena memegang gelar Asisten profesor, Nyonya Janda Satu Malam?"

"Jaga mulutmu, Valerio! Jangan menguji batas kesabaranku jika kau tidak ingin hancur di kampus ini!"

"Oh, silakan coba, Yara. Aku tidak takut dengan ancaman kosong dari wanita yang bahkan tidak bisa mempertahankan suaminya sendiri."

Dua jiwa angkuh yang sama-sama terluka, terjebak dalam lingkaran makian dan harga diri yang tinggi.

Tidak ada ruang untuk romansa lembut di antara mereka; yang ada hanyalah benturan ego, dendam, dan obrolan penuh permusuhan yang justru mengikat mereka dalam ketertarikan yang berbahaya dan mematikan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#9

Malam telah sepenuhnya mengambil alih langit Los Angeles, menyisakan hawa dingin yang perlahan merayap menembus celah-celah pakaian.

Di depan gerbang besi sebuah mansion megah bergaya mediterania di kawasan elite, sebuah taksi kuning berhenti dengan suara mesin yang menderu halus.

Pintu belakang terbuka, menampilkan Amieyara Walker yang melangkah keluar dengan gurat kelelahan yang amat amat nyata di wajah cantiknya.

Hari ini benar-benar berjalan bagai mimpi buruk yang enggan usai bagi Yara.

Setelah konfrontasi memalukan di kantin kampus, kesialannya bertambah ketika dia menyadari bahwa kunci cadangan sedan sport miliknya telah hilang entah di mana.

Alih-alih mengendarai mobil mewahnya dengan angkuh seperti biasa, dia terpaksa pulang menembus kemacetan kota dengan menumpang taksi umum.

Yara berjalan menyusuri pelataran marmer menuju pintu utama mansion. Keadaan rumah tampak begitu sunyi, hanya menyisakan pendar lampu kristal yang menggantung tinggi di langit-langit ruang utama.

Yara mengembuskan napas panjang, berniat untuk segera melangkah naik ke lantai dua, menuju kamarnya demi membasuh seluruh penat yang mendera isi kepalanya.

Namun, langkah kaki Yara mendadak tertahan ketika dia melewati lorong sayap kanan lantai dua—tepat di depan pintu kamar tidur milik adiknya, Caca.

Pintu kayu jati berukir itu tidak tertutup dengan rapat, menyisakan celah beberapa sentimeter yang mengalirkan pendar cahaya lampu dari dalam, bersamaan dengan gema suara obrolan yang sangat dia kenali.

Itu adalah suara Tuan Berto Walker, ayahnya. Namun, nada suara yang terdengar saat ini sama sekali berbeda dengan intonasi lembut penuh kasih sayang yang biasa ayahnya gunakan saat berbicara berdua dengannya.

"Daddy menyayanginya karena dia adalah aset pertukaran, Sayang. Kau tahu itu dengan sangat jelas," suara Berto terdengar bergema rendah, sarat akan kalkulasi bisnis yang dingin.

"Bagaimana mungkin aku benar-benar menyayangi anak dari wanita itu? Tapi kau lihat sendiri, dia bisa memberikan keuntungan besar pada perusahaan kita karena kesepakatan pernikahannya kemarin. Kau tahu itu, kan?"

Yara terpaku di tempatnya berdiri. Jantungnya melewatkan satu ketukan. Aset pertukaran? Pernikahan kemarin? Siapa yang sedang mereka bicarakan?

"Aku hanya tidak mau kita sia-sia membesarkan anak harammu itu, Berto! Menguras anggaran rumah tangga hanya untuk memberinya fasilitas mewah!" timpal sebuah suara wanita dengan nada melengking penuh kebencian.

Itu adalah suara Nyonya Melano, ibu kandung Caca.

"Bukankah dia sudah sangat berguna sejak dulu?" balas Berto lagi, terkekeh pelan seolah sedang membicarakan sebuah barang inventaris yang menguntungkan.

"Dia yang membersihkan rumah ini, dia yang memasak setiap malam, bahkan dia yang membantu putrimu mengerjakan seluruh tugas Putrimu Sejak dulu hingga tugas kuliah hukumnya sekarang yang rumit. Keberadaannya membuat kita menghemat banyak pengeluaran untuk pekerja ahli. Ingat itu, Melano."

Di dalam celah pintu, Caca tampak duduk di tepi ranjangnya sembari mengikir kuku, lalu menyahut dengan nada manja yang menjijikkan.

"Aku juga sudah membuat rumor di kampus kalau dia sangat hebat dalam melayani pria, Dad. Semoga saja kolega bisnis Ayah yang baru nanti akan semakin tertarik setelah melihat video-video miliknya yang akan kukirimkan sebagai Pengenalan."

DEG.

Dunia seolah berhenti berputar seketika bagi Amieyara Walker. Udara di dalam lorong mewah itu mendadak menjelma menjadi racun yang mencekik tenggorokannya. Seluruh persendian di kakinya terasa lemas, bergetar hebat menahan hantaman kenyataan yang teramat sangat brutal.

Video? Video apa? batin Yara berteriak dalam kesunyian.

Sebuah tabir konspirasi menjijikkan yang selama ini tersimpan rapat di dalam mansion mewah ini baru saja terkoyak di depan matanya.

Sesuatu Yang teramat kelam menghantam kesadarannya tanpa ampun.

Ternyata, selama ini, di dalam ruangan paling privat miliknya—di sudut-sudut kamarnya dan bahkan di dalam kamar mandinya sendiri—telah dipasang kamera pengawas tersembunyi (CCTV) untuk memantau setiap gerak-gerik dan aktivitas intimnya.

Keluarga yang selama ini dia anggap sebagai tempat bernaung ternyata secara rahasia menjual video-video aktivitas telanjang dirinya saat mandi dan berpakaian kepada para kolega bisnis Tuan Berto yang memiliki hasrat seksual menyimpang.

Hubungan bisnis yang selama ini mendongkrak kekayaan keluarga Walker bukanlah hasil dari negosiasi legal, melainkan hasil dari eksploitasi tubuhnya yang dijadikan komoditas perdagangan digital.

Dan yang lebih mengerikan, salah satu pelanggan setia yang membeli video-video tersebut adalah ayah dari David Joseph.

Alasan bisnis di balik perjodohan dan pertunangan kilat antara David dan Yara kemarin adalah sebuah omong kosong besar.

Kebenaran yang sesungguhnya jauh lebih busuk. Orang tua David menerima Yara sebagai menantu—meskipun Yara memiliki nama yang buruk dan dicap sebagai gadis panggilan di kampus—karena ayah David telah bersepakat dengan Berto untuk memasang sistem pemantauan yang lebih intim di kamar pengantin mereka, guna memantau aktivitas putranya dan Yara demi kepuasan menyimpangnya sendiri.

Itulah alasan mendasar mengapa hingga detik ini, proses dan surat perceraian Yara dengan David sengaja dipersulit dan belum juga diselesaikan oleh sang ayah.

Berto masih meraup keuntungan besar dari sisa penjualan video keseharian Yara yang terus mengalir ke rekeningnya dari ayah David.

Selama bertahun-tahun hidup di bawah atap ini, Yara tidak pernah menyadari sedikit pun.

Dia dibutakan oleh topeng kebaikan, senyuman hangat, dan pujian palsu dari sang ayah yang sengaja ditunjukkan agar dia merasa betah, merasa dicintai, dan tetap tinggal di dalam mansion mewah yang sejatinya adalah sebuah sangkar prostitusi terselubung.

Air mata Yara merebak di pelupuk matanya, bukan karena sedih, melainkan karena rasa syok dan murka yang luar biasa. Kaki Yara bergetar hebat.

Mengingat fakta bahwa selama dua belas tahun terakhir hidupnya telah direkam dan ditonton oleh pria-pria tua bangka menjijikkan membuat perutnya mual, seakan ingin memuntahkan seluruh isi dadanya saat itu juga.

Yara membalikkan badannya dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki. Dia berlari tanpa suara menyusuri koridor, menuju ke arah kamarnya yang berada di ujung lorong—kamar yang baru dua belas tahun ini dia tinggali, sejak sang ayah menjemputnya dari panti asuhan di usia dua belas tahun setelah mendiang ibu kandungnya meninggal dunia karena sakit keras.

Dahulu, dia mengira kepindahannya ke mansion ini adalah sebuah berkah dari Tuhan; namun malam ini dia sadar, itu adalah awal dari perbudakan yang terencana.

Yara mendorong pintu kamarnya dengan kasar, lalu menguncinya dari dalam.

Dia berdiri di tengah ruangan yang remang-remang, menatap sekeliling dinding, langit-langit, dan celah-celah ventilasi kamar mandinya dengan pandangan mata yang dipenuhi kengerian yang teramat sangat.

Di dalam ruangan yang dia anggap sebagai satu-satunya tempat teraman untuk menangis ini, ternyata ada mata-mata tak kasat mata yang terus merekam setiap jengkal kulitnya untuk dijual sebagai barang dagangan.

"Bajingan... mereka semua bajingan menjijikkan!" desis Yara dengan suara bergetar, mencengkeram rambutnya sendiri di tengah kegelapan kamar yang kini terasa laksana neraka jahanam.

Harga diri yang dia pertahankan dengan taringnya di luar sana, ternyata telah hancur lebur di dalam rumahnya sendiri.

1
sitanggang
kukira Valeri kuat ternyata oncom belaka, masa sama 2 cewek bego bisa kalah🤣🤣 parah jalan ceritanya hadeuhh🫣
Ros 🍂: hehhe ceritanya nyambung sama Cerita yang sebelah Ya kak, judulnya "Fi A Ti"
ada Ceritanya sendiri 🫶🥰
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
ceritanya menegangkan dsn selalu membuat penasaran,semoga masih ada lanjutannya Thor 😁
Ros 🍂: Ma'aciww Sudah mampir kak🥰
jangan lupa baca Cerita ku yang lain kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Satu kantin kena prank emmie🤣🤣,,
Ros 🍂: Hahah 🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes Amieyara Walker-nya cie udah diklaim mutlak nie ceritanya bang😍😍😍😍
Ros 🍂: Nggak klaim Malu Soalnya kak🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
absen dulu kak othor😍😍😍
Ros 🍂: Fanbase Setia 🫶😁🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
gasken bang max tembak langsung😍😍😍biar GK jomblo dan dibilang gamonin si kulanak🤣🤣tumben kak cuma satu
Ros 🍂: tumben satu apa kak?🤭
total 2 replies
Zahra Alifia Hidayat
duo kuntilanak yg kegatelan🤭
Ros 🍂: Ketemu mereka kak🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
gasken bang max buat selidikin asdos cantik
Ros 🍂: hehe iya kak🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pengen dengerin kekehan sexi bang max juga aku thor sesexi apa sich jadi penasaran?🤭
Ros 🍂: kak 🤭 nanti tak suruh max kekeh sampe nembus layar yaa🤣🫶
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
dih si kuntilanak sok Sokan yg paling tersakiti padahal dirinya sendiri jalang,ayo bang max tunjukan pesona kegendengan klan Valerio🤣🤣
Ros 🍂: hihihi kak basmi kuntilanak 🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
waoooh Bella mengerikan jauhkan babang max dari kuntilanak thorr🤭GK rela daku MBK asdos tolong kekepin bang max jauhin dari si kuntilanak🤭🤣🤣🤣
Ros 🍂: Bell Kuntilanak🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
duh,,,bawa pulang aja bang max kasian banget😭😭😭😭
Ros 🍂: huhuhu bantu angkut kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bang max jangan galak gitulah entar kecintaan gimana coba🤭
Ros 🍂: Aaa🫶🫶🫶 Ma'aciww kak 🥰
Terharu 🤩
total 5 replies
Zahra Alifia Hidayat
yaah,,,,, kak kok Caca sich itu nama panggilan aku tega banget kaaaak😭😭😭😭😭😭 padahal aku anaknya baik,rajin belajar dan suka menabung🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Kak 😭 sorry ... 🤣🤣🤣🙏🏻
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
waooh,,,,,pertemuan pertama yg sangaatt- sangaattt😍😍😍
Ros 🍂: Hihihi meresahkan ya kak ? 🤣🤣🙏🏻
total 2 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bang max i am coming di tunggu kegendengannya🤭🤣🤣
Ros 🍂: Hahaha Max tunggu kak 🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
fanbase nomer satu absen dulu,,,,😍😍😍😍😍
Ros 🍂: Hallo kak 🫶🥰 Happy Reading ❤️
total 1 replies
winpar
ceritanya keren💪
Ros 🍂: Ma'aciww jejaknya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!