NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:891
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: PENYELAMAT DI BALIK KEMUDI

Bab 9: Penyelamat di Balik Kemudi

Napas Aruna terasa seperti api yang membakar paru-parunya. Setiap langkah yang ia ambil di atas permukaan tanah hutan yang basah dan licin terasa seperti siksaan. Rasa sakit di pinggang akibat melompat dari lantai dua mulai menyebar ke seluruh kaki, membuatnya nyaris terjatuh setiap kali ia menginjak akar pohon yang mencuat. Di belakangnya, suara gonggongan anjing pelacak terdengar semakin dekat, bersahutan dengan teriakan para petugas klinik yang menyisir hutan dengan lampu senter berkekuatan tinggi.

"Jangan tertangkap... belum sekarang," bisik Aruna sambil meremas ponsel lama Bimo di dalam sakunya. Ponsel itu adalah nyawanya. Di dalamnya tersimpan semua dosa Bimo yang selama ini terkunci rapat.

Aruna sampai di pinggir jalan raya yang sepi. Aspal hitam itu tampak berkilat di bawah siraman cahaya bulan yang pucat. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, namun hanya ada kegelapan dan deru angin yang menggoyangkan dahan pohon. Tiba-tiba, dari kejauhan, sepasang lampu depan mobil muncul, membelah kegelapan malam dengan kecepatan tinggi.

Tanpa pikir panjang, Aruna melompat ke tengah jalan sambil melambaikan tangannya dengan liar.

CIIIIIIIIITTTTT!

Suara gesekan ban dengan aspal memekakkan telinga. Mobil sedan hitam itu berhenti hanya beberapa sentimeter dari lutut Aruna. Jantung Aruna seolah berhenti berdetak. Ia berdiri di sana, tubuhnya kotor penuh lumpur, pakaian rumah sakitnya robek di beberapa bagian, dan wajahnya berlumuran darah kering.

Seorang pria keluar dari mobil dengan wajah panik. "Hei! Kamu gila?! Kamu hampir mati—"

Pria itu terhenti saat melihat kondisi Aruna. Mata Aruna yang penuh dengan keputusasaan namun juga api kemarahan membuat pria itu terpaku. Aruna tidak mengenali wajahnya, tapi pria itu mengenakan kemeja rapi yang tampak sedikit berantakan, seperti seseorang yang baru saja pulang dari lembur panjang.

"Tolong..." suara Aruna hilang, ia jatuh terduduk di aspal. "Bawa aku pergi dari sini. Tolong... mereka akan membunuhku."

Pria itu melihat ke arah hutan, di mana lampu senter petugas mulai terlihat mendekat ke pinggir jalan. Tanpa bertanya lebih banyak, ia segera memapah Aruna masuk ke kursi penumpang depan. "Tundukkan kepalamu. Jangan sampai terlihat dari luar!"

Mobil itu melesat pergi tepat saat tiga petugas klinik muncul dari balik pepohonan. Aruna meringkuk di bawah dasbor, tubuhnya gemetar hebat. Ia merasa mual, pusing, dan ketakutan, namun ada rasa lega yang luar biasa saat ia merasakan mobil itu melaju menjauh dari neraka tersebut.

"Siapa kamu? Dan kenapa orang-orang dari klinik swasta itu mengejarmu?" tanya pria itu tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan. Suaranya berat, namun ada nada tenang yang menenangkan syaraf Aruna.

Aruna perlahan menegakkan duduknya, ia menatap pria di sampingnya. Pria itu terlihat berusia awal tiga puluhan, dengan rahang tegas dan kacamata berbingkai tipis. "Namaku Aruna. Dan mereka mengejarku karena aku tahu rahasia yang bisa menghancurkan pemilik klinik itu... dan mantan suamiku."

Pria itu terdiam sejenak, lalu ia melirik ke arah ponsel lama yang digenggam erat oleh Aruna. "Bimo Pratama? Apa mantan suamimu bernama Bimo Pratama?"

Aruna tersentak. "Bagaimana kamu tahu?"

Pria itu tersenyum tipis, sebuah senyum yang penuh dengan kepahitan. "Karena aku adalah pengacara yang dia pecat secara tidak hormat karena aku menolak membantu kasus pemalsuan asetnya dua tahun lalu. Namaku Adrian. Dan sepertinya, kita punya musuh yang sama, Aruna."

Aruna menatap Adrian dengan tidak percaya. Takdir seolah sedang bermain-main. Di malam paling gelap dalam hidupnya, ia justru menemukan sekutu yang paling ia butuhkan: seorang ahli hukum yang juga memiliki dendam pribadi pada Bimo.

"Adrian..." Aruna menarik napas panjang, mencoba menstabilkan suaranya. "Aku punya bukti semua kejahatannya di ponsel ini. Tapi aku butuh waktu. Aku butuh tempat untuk bersembunyi sebelum Bimo menyadari bahwa aku tidak lagi bisa ia kendalikan."

"Jangan khawatir," jawab Adrian sambil memutar kemudi menuju arah pinggiran kota yang jauh dari jangkauan Bimo. "Bimo mengira dia sudah memenangkan segalanya. Dia tidak tahu bahwa dia baru saja membangunkan naga yang salah."

Di kursi penumpang, Aruna menatap pantulan dirinya di kaca jendela. Rambutnya berantakan, wajahnya penuh luka, tapi matanya... matanya kini berkilat dengan kecerdasan yang mematikan. Masa-masa Aruna yang lemah sudah berakhir.

...****************...

Bersambung...

 Bab 10: Rencana Balas Dendam yang Sempurna.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!