NovelToon NovelToon
Long Wait

Long Wait

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Davina Auroraaa

LONG WAIT

Sabiru, mahasiswi IT polos, terpaksa bertransformasi menjadi hacker jenius demi menyelamatkan Allbiru, kakak angkat yang ia cintai namun diculik oleh Rio Pratama, musuh lama yang mendendam selama 22 tahun.

Di tengah pelarian dan perang siber melawan konspirasi "Proyek Genesis", Sabiru mengguncang dunia ketika menemukan fakta mengejutkan: "Bibi Malia" yang mengasuhnya ternyata adalah ibu kandungnya sendiri! Statusnya sebagai anak angkat keluarga Sky hanyalah kebohongan suci untuk melindunginya dari masa lalu kelam.

Kini, dengan identitas asli terungkap dan waktu yang menipis, Sabiru harus memilih: tetap menjadi korban atau memimpin serangan balik untuk membebaskan ibunya, menyelamatkan Allbiru, dan mengakhiri dendam masa lalu selamanya.

Cinta terlarang yang ternyata halal. Penantian panjang yang berakhir dengan perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Davina Auroraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Davina Auroraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Darah Arisendra Bangkit Di Kampus

Suasana di kelas Teknologi Informasi Universitas Sky terasa begitu kontras dengan badai yang sedang berkecamuk di pikiran Sabiru Naverlla Azzura. Di luar, hujan mulai turun rintik-rintik, seolah langit ikut menangis mendengar berita yang baru saja ia terima sepuluh menit lalu melalui pesan singkat dari Bibi Rania.

"Sabi, dengarkan Bibi baik-baik. Allbiru diculik. Jangan pulang ke rumah. Tetap di kampus. Kunci diri di perpustakaan atau lab komputer. Jangan keluar. Ayah Aldo dan Ibu Malia sedang menangani ini. - Bibi Rania"

Tangan Sabiru gemetar hebat di atas meja kuliahnya. Dosen di depan kelas sedang asyik menjelaskan tentang algoritma enkripsi, tapi telinga Sabiru berdenging. Bayangan wajah Allbiru yang diseret paksa ke dalam van hitam terus berputar di kepalanya. Rasanya dunia runtuh.

Ia hanya gadis berusia 22 tahun, mahasiswi tingkat akhir. Meski secara teknis ia baru mendalami pemrograman intensif beberapa bulan terakhir untuk skripsinya, otaknya terasa aneh—seolah sudah mengenal kode-kode rumit ini sejak lahir.

"Aku nggak bisa diam saja," batin Sabiru memberontak, air matanya menggenang. "Kalau aku nurut, Kak Allbiru bisa mati. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku bahkan belum paham betul materi minggu lalu. Aku cuma beban!"

Rasa tidak berdaya itu hampir membuatnya menyerah. Namun, tiba-tiba teringatlah ia akan janji Allbiru pagi tadi: "Aku janji nggak akan ninggalin kamu, Sabi."

Dan teringat pula suara berat Ayah Aldo yang meneleponnya sebentar setelah pesan Rania masuk:

"Sabiru, jangan panik. Ikuti instruksi Rania dulu. Tapi... jika kau merasa ada 'dorongan' untuk bertindak, ikuti instingmu. Kau punya darah pejuang, Nak. Seperti ayah kandungmu... Arisendra."

Kalimat itu menggantung di udara. Ayah kandungku? Sabiru selalu mengira Arisendra hanyalah nama di akta kelahiran, sosok asing yang meninggal sebelum ia bisa mengingat apa-apa. Tapi kenapa Aldo menyebutnya dengan nada sedemikian rupa?

"Ayah... Arisendra," bisik Sabiru lirih, matanya menatap kosong ke layar laptop yang tertutup. "Ayah dulu membangun sistem keamanan kota ini bersama Rio, kan? Kalau begitu..."

Sebuah tekad liar tiba-tiba menyala di dada gadis itu. Bukan tekad orang pintar, tapi tekad seseorang yang terjebak di sudut gelap dan harus bertarung untuk bertahan hidup.

Tanpa sadar, jari-jarinya bergerak di atas keyboard laptopnya. Layar menyala sendiri, menampilkan terminal command prompt yang tidak pernah ia buka sebelumnya. Warna layarnya bukan hitam biasa, tapi hijau neon redup yang terasa... akrab.

SYSTEM ALERT: EMERGENCY_PROTOCOL_ACTIVATED

BIOMETRIC_SCAN: RETINAL_PATTERN_MATCHED

USER_RECOGNIZED: S.N.AZZURA [HEIR_OF_NAVERLLA]

ACCESS_LEVEL: ROOT_LEGACY

Sabiru membelalak, napasnya tercekat. "Apa...? Heir of Naverlla?"

Di layar, sebuah peta digital muncul secara otomatis — peta Gedung Lama RS Utara, lengkap dengan titik merah yang berkedip cepat: lokasi sinyal ponsel Allbiru.

"Bagaimana aku bisa mengakses ini?" gumamnya, keringat dingin mengalir di pelipisnya. "Aku tidak mengetik password apapun."

Tiba-tiba, sakit tajam menusuk tengkuknya, tepat di tulang belakang atas. Sakit yang familiar, yang sering ia anggap sebagai efek terlalu lama menatap layar atau salah bantal. Tapi kali ini, sakit itu terasa seperti ada kabel listrik halus yang tersambung langsung ke otak nya.

Dia menutup mata, menarik napas dalam. Saat membuka kembali, pandangannya berubah. Ia tidak lagi melihat sekadar kode. Ia merasakan aliran data. Ia bisa "merasakan" di mana celah keamanan itu berada, seperti manusia normal merasakan angin sepoi-sepoi.

"Allbiru," bisiknya, suaranya kini penuh keyakinan yang menakutkan bahkan bagi dirinya sendiri. "Aku datang."

Jari-jarinya menari di keyboard, bukan karena hafalan, tapi karena insting murni. Seolah-olah kode-kode itu adalah bagian dari tubuhnya. Seolah-olah... dia memang diciptakan untuk mengendalikan mesin-mesin ini.

Di pojok layar, sebuah file tersembunyi terbuka sendiri. Judulnya membuat darah Sabiru membeku:

📂 PROJECT RAMBUTAN

📄 SUBJECT: SABIRU NAVERLLA AZZURA

🧬 STATUS: NEURAL_LINK_ACTIVE (DORMANT -> AWAKENING)

Sabiru menatap kata "NEURAL LINK". Otaknya berdenyut sakit lagi, lebih kuat kali ini. Ingatan samar-samar muncul: suara pria lembut yang belum pernah ia lihat wajahnya, berkata, "Kau akan menjadi jembatan antara manusia dan mesin, putriku."

Siapa pria itu? Arisendra?

Sebelum dia bisa menyelidikinya lebih jauh, layar tiba-tiba berkedip. Sebuah jendela chat kecil muncul, diketik oleh pengguna anonim yang masuk melalui backdoor yang sama dengan yang digunakan Sabiru.

UNKNOWN_USER_A: "Jangan buka file itu sekarang, Sabiru. Fokus pada Allbiru. Rio sedang memantau jaringan. Jika kau mengakses inti Project Rambutan, dia akan melacak posisimu dalam hitungan detik. Percayalah padaku. - A"

Huruf "A". Aldo? Atau... Arisendra yang ternyata masih hidup?

Sabiru menatap huruf "A" itu lama. Jantungnya berdegup kencang antara takut dan harapan. Tapi ia tahu pesan itu benar. Instingnya mengatakan demikian.

Dengan berat hati, ia menutup jendela Project Rambutan. Lalu, dengan kecepatan jari yang mengerikan, ia mulai menulis kode untuk mematikan kamera pengintai di sekitar Gedung Lama RS Utara, satu per satu.

"Tunggu aku, Biru," batin Sabiru, matanya bersinar dingin di balik layar monitor. "Aku mungkin tidak tahu siapa diriku sebenarnya. Tapi aku tahu satu hal: Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu."

Di luar kelas, hujan semakin deras. Badai telah dimulai. Dan di tengah badai itu, seorang hacker alami baru saja bangun dari tidurnya.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
adududuuuhhhh benih cinta terlarang itu mau dibawa kemana nantinya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
namanya mirip banget...
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor agak panjang untuk jadi bab, jadiin dua bab thor. Seseorang pernah berkata padaku, biar enak dibaca pembaca dan lebih terlihat estetikanya, bab novel itu jangan terlalu panjang. kalau sudah dua kalimat atau lebih jadikan bab baru.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
belum pernah ke rumah orang kaya raya nampaknya dia, sampai melongo begitu
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pribadi seseorang bisa tergambar dari cara seseorang memandang dan melihat yah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
cerita yang menarik thor
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hai Thor aku dah mampir, jangan lupa follback ya aku dah follow
Davina Aurora: sudah aku follback ya ka🥰
total 1 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
ini juga bagusss, saya suka👍
Davina Aurora: makasii ka☺️
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
ya ampun nangis bacanya, jiwa emak2nya keluar
Davina Aurora: makasii ka udah mampirr🤭
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
terharu 🥲🫠
Davina Aurora: makasii ka😊🩷
total 1 replies
T28J
mantap... panjang ini👍
T28J
hadiir 🙏
Davina Aurora: okee ka makasih ya ka😊
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!