NovelToon NovelToon
The Return Of The Mighty Mother

The Return Of The Mighty Mother

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Reinkarnasi
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Rania Anandira, mati mengenaskan di tangan sahabatnya sendiri yang cemburu pada kehidupannya. Tak ada yang tahu tentang kematiannya itu, suami dan anaknya hanya tahu Rania menghilang tiba-tiba.
Shakira, sahabatnya itu kemudian tinggal di rumah Raina dengan alasan menggantikan Raina sebagai ibu pengasuh untuk anaknya. Namun, perlakuannya terhadap Rasya, tidaklah manusiawi. Bersama paman dan bibinya, mereka menekan Rasya yang masih berusia tujuh tahun.
Karena tangisan anak itu, jiwa Rania tak tenang. Dia kembali menggantikan jiwa seorang gadis nelayan yang hidup di bawah garis kemiskinan, jauh dari tempatnya tinggal dulu. Rania harus mencari cara untuk bisa kembali ke sisi sang anak.
Bagaimana caranya dia kembali untuk membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Di sebuah ruang perawatan, Rania terbaring dengan mata terpejam. Kondisi tubuhnya sudah melewati masa kritis, tapi ia belum juga membuka mata setelah dua hari mendapatkan perawatan di klinik tersebut.

Dokter Pri duduk tak jauh dari ranjangnya. Selama dua hari merawatnya, ia selalu menyempatkan diri untuk duduk di ruangan Rania berharap gadis itu akan bangun. Dokter Pri penasaran tentang identitas gadis tersebut.

Ugh!

Rania melenguh pendek, tubuhnya bergerak setelah dua hari koma tak sadarkan diri. Ia memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri. Perlahan duduk dengan mata terpejam. Dokter Pri tetap duduk di kursinya menunggu kesadaran Rania yang belum terkumpul.

Rania membuka mata perlahan, pandangannya buram tak jelas dan membuat kepalanya semakin berdenyut. Ia kembali terpejam, menyesuaikan semuanya. Lalu, kembali membuka mata dengan pandangan yang perlahan mulai jernih.

Ruangan serba putih, dan bau obat-obatan yang khas ikut menyeruak ke dalam hidungnya.

"Di mana ini?" Ia bergumam lirih sembari mengedarkan pandangan ke segala arah.

Matanya menangkap siluet seorang dokter yang duduk di kursi tak jauh darinya. Dokter laki-laki itu melipat kedua tangan di perut, memperhatikannya dengan saksama. Kepalanya sedikit miring, menatap dingin dan acuh tak acuh.

Argh!

Rania terkejut, tubuhnya terlonjak kecil karena ia mengira hanya sendirian di ruangan tersebut. Lalu, melirik tubuhnya yang mengenakan pakaian pasien klinik.

"Sudah bangun?" tanya dokter tersebut tanpa beranjak dari tempatnya duduk.

Aku ingin tahu, apa dia mengenalku?

Batin dokter laki-laki itu bergumam, menunggu reaksi Rania setelah melihatnya.

"Ah, Primark? Kaukah itu?" tanya Rania dengan mata menyipit memastikan ia tak salah melihat.

Dokter Pri terhenyak, kedua tangannya turun perlahan dengan detak jantung yang bertalu-talu tak karuan mendengar Rania memanggil namanya.

"Kau mengenalku?" tanya dokter tersebut memastikan yang ia dengar tidaklah salah.

Rania tersenyum, kepalanya menggeleng pelan. Ia pikir dokter Pri sedang bercanda dengannya.

"Jangan berpura-pura seperti itu, Primark. Tentu saja aku mengenalmu, seorang anak yang tidak bisa lepas dari sebuah permen lolipop. Sekarang, kau seorang dokter?" cerocos Rania sambil tertawa kecil membayangkan masa sekolah mereka yang dipenuhi dengan canda dan tawa.

Dokter Pri kembali terhenyak, tubuhnya semakin menegang. Setelah sekian tahun tidak bertemu, Rania masih mengingat kenangan tentang masa sekolah mereka. Ia bangkit, melangkah pelan mendekati Rania yang duduk sambil menatapnya.

"Rania, benarkah ini dirimu?" tanya dokter Pri dengan perasaan tak tentu.

Perasaan ingin bertemu yang ia pendam selama bertahun-tahun ini dan akhirnya bisa diwujudkan. Ia berdiri di dekat ranjang Rania, menelisik dengan saksama wajah yang amat dirindukannya itu.

"Tentu saja. Kau pikir siapa ... tunggu! Kau mengenalku?" Rania baru menyadari tentang tubuh yang ia tempati sekarang adalah bukan tubuhnya.

Saat ini ia berada di tubuh Sania, gadis nelayan dari kota Pesisir yang miskin, sedangkan dokter Primark adalah sahabat Rania sejak masa sekolah dari kota Anggrek. Bagaimana mungkin mereka saling mengenal satu sama lain.

Dokter Pri duduk di kursi dekat ranjang Rania, menatapnya yang saat ini mematung karena terpukul kenyataan. Kenyataan bahwa tubuh yang ia tempati saat ini adalah milik Sania, bukan Rania.

"Tentu saja. Aku masih mengenalmu meski kau jauh lebih muda dariku," katanya dengan pasti.

Rania mengernyit, kata-kata 'jauh lebih muda' berputar-putar di otaknya. Gadis ini memang usianya jauh lebih muda dengan Rania, ia masih belia sedangkan Rania adalah seorang wanita dewasa yang sudah pernah melahirkan.

"Apa maksudmu jauh lebih muda?" tanyanya dengan bingung, matanya menatap lebih dalam pada kedua manik dokter Pri yang lembut dan menenangkan. Sama seperti dulu.

Dokter tersebut tersenyum, menggenggam tangan Rania dengan hangat. Genggaman yang sama seperti saat mereka sekolah dulu. Ketika Rania menghadapi masalah yang membuatnya stres.

"Rania, setelah bertahun-tahun kita tidak bertemu, aku pikir kau akan berubah menjadi tua. Tapi, yang aku lihat saat ini adalah sosok Rania sepuluh tahun yang lalu. Rania yang selalu berambisi mengejar keinginannya. Kenapa kau tidak berubah sama sekali? Dan kenapa kau ada di sini? Bukan di kota Anggrek?" ujar dokter Pri dengan perasaan tak tentu.

Pertanyaan itu membutuhkan jawaban agar rasa penasaran di hatinya segera terjawab. Sosok Rania yang saat ini berada di hadapannya benar-benar tidak masuk akal. Tidak seperti dirinya yang semakin menua seiring waktu berjalan. Rania masih sama seperti saat mereka sekolah dulu.

Rania tertegun mendengar pemaparan dokter Pri. Tidak mungkin rasanya ia masih begitu muda.

"Primark, bisa kau memberiku cermin? Aku harus melihat wajah ini," pintanya berbalik menggenggam tangan dokter Pri.

Laki-laki itu mengangguk dan beranjak dari sana. Ia pergi ke kamar mandi, mengambil cermin yang ada di dalam sana membawanya ke hadapan Rania meskipun tak mengerti apa yang akan dilakukan sahabatnya itu.

"Ini. Tapi, untuk apa kau ingin melihat wajahmu sendiri? Apa kau takut tidak cantik lagi? Aku akui, kulitmu ini memang kusam seperti tidak pernah perawatan. Seingat ku kau sangat peduli pada kesehatan," ucap dokter Pri sembari menghendikan bahu.

Rania merebut cermin itu, menempatkannya di depan wajah. Menelisik wajah Sania yang tak semulus dirinya.

"Wajah ini ... kenapa begitu mirip denganku?" gumamnya sembari mengusap-usap pipi sendiri.

"Apa maksudmu?" Dokter Pri kembali menegang mendengar gumaman Rania.

1
Nyonya Gunawan
Shakira tamat riwayatmu kini,,ngaku" lgi dia yg punya rumah..
Kepala pelayan jga mau" nya sich jdi kesetnya si kere itu..
Tiara Bella
paling Rania yg maju untuk basmi tuh para preman bayaran shakira
kymlove...
ini kalau sampai suaminya gak segera datang dan tau semua keburukan shakira... emang goblok dan idiot banget sih.. udah chapter selama ini masih aja gak tau kalau anaknya di siksa habis2an...
Nyonya Gunawan: Mank goblok masa' g' prnh pulang ke rumah liatin anaknya,,seharusnya rania ksih pelajaran dlu ma si hardian itu..
total 1 replies
renjani
Rania bikin babak belur Shakira biar dia merasakan sakitnya dipukul..🤣🤣
Andi Ilma Apriani
yang banyak upx thoorrr🙏🙏🙏
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Beranina keroyokan 😏
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nah mak lampir datang
Tiara Bella
Shakira br nongol tinggal suaminya Rania nh gk nongol² gk gercep bngt deh kynya
Dwi Setyaningrum
dih rumahku..ngimpi aja loe..bangun loe Shakira ntar jatuh sakit tauk..
kaylla salsabella
rumah mu... mimpi🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Nyonya Gunawan
Shakira datang siap" ketemu dgan rania,,,Eeeeh bisa" nya blg rumahnya mimpi kali yeeee..
😄😄
Dwi Setyaningrum
yaelah bodo dipelihara hasutan Shakira utk menyiksa Rasya untungnya di km apa coba kalau niatmu spy Hardian mau bantu ayahmu..hadehhh..kalau Hardian tau yg ada km malah ga dibantu mgkn malah di kek 🤪🤪
Aisy Hilyah: nah bener itu
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Emang dasar otakna kriminal semua 😏
Aisy Hilyah: bener banget
total 1 replies
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ..... menyesal sudah terlambat🤭🤭🤭
Aisy Hilyah: Rania sudah datang
total 1 replies
Tiara Bella
gk sabar Shakira ketemu sm Rania tp btw suaminya ko gk nongol² ya .
Aisy Hilyah: yey datang
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Baru sadar lo shakira licik.,kalian berdua g' akan lepas bgtu az di tangan rania
Aisy Hilyah: bener banget
total 1 replies
Tiara Bella
pecatin aja semua pembatu apa masukin ke penjara sekalian sm Shakira....
Tiara Bella: iya juga ya😄
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Seret mereka semua ke kantor polisi 😏 biar preman tahanan yg siksa mereka
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Cakeepp
total 2 replies
Dwi Setyaningrum
duh gemes aku sama kepala pelayan ga ada nyesel2nya ya 🤦..hmm gmn ya Shakira ketemu sama Rania apakah jantungan atau langsung pingsan🤔😁😁
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭 logika nya jalan gak mungkin kan
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Siang" gni ngsh kopi ke authornya enak kli y..🤣🤣
Biar authornya upnya double" trus biar g' nanggung bacanya..😄😄
Aisy Hilyah: haiiihhh otw otw sabar lagi ngetik
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!