NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Sungguh nasib buruk terus mengikuti Luna. Bagaimana bisa dia bertemu lagi dengan orang yang paling dibencinya. Padahal semalam dia sudah bicara dengan jelas bahwa mereka tidak ada hubungan lagi.

"Masuk saja, aku akan terus menahan pintu kalau kau tidak masuk. Dan jangan menunda jadwal orang lain" kata mantan suaminya itu lalu menoleh ke sebelah kiri. Menyadarkan Luna kalau ada orang lain di dalam lift.

Dia masuk ke dalam lift dan merasa malu pada orang lain itu. Tapi ... Kenapa mantan suaminya ada di dalam lift ini? Pada saat bertemu pertama kali setelah tiga tahun, mereka juga berada di posisi ini. Yang membuatnya penasaran, Arya sudah ada di dalam lift sebelum dia masuk. Apakah dia perlu bertanya? Tidak, sepertinya tidak perlu. Tapi kalau tidak bertanya, Luna akan semakin penasaran. Jadi ...

"Bagaimana kau bisa ada di lift?" tanyanya lalu disambut senyum mantan suaminya. Arya mendekat dan membisikkan jawaban.

"Aku memiliki apartemen di lantai 16"

Benar perkiraan Luna. Mantan suaminya itu ternyata memiliki apartemen di lantai 16. Apartemen yang berada di gedung sama sepertinya. Tunggu, lantai 16? Bukankah apartemen di lantai 10 ke atas berukuran besar? Apalagi lantai 15 ke atas. Kalau lantai 10 ke atas berukuran 100 m. Lantai 16 adalah apartemen pesanan khusus. Luas dan bentuk dalamnya sesuai dengan pesanan pembeli. Jadi Arya, mantan suaminya memiliki apartemen lebih luas daripada Luna? Mendadak dia merasa malu dan minder pada mantan suaminya sendiri.

Tapi ... Bukankah itu hal lumrah? Pada saat menikah dengan Luna saja, penghasilan Arya sangat besar meski tak pernah keluar rumah. Dihasilkan dari jual beli saham yang sampai sekarang tak pernah bisa dikuasai oleh Luna. Dan selama tiga tahun berpisah, Arya pasti menghasilkan lebih banyak lagi daripada dirinya yang hanya membuka toko. Itupun modalnya dari cek yang ditinggalkan Arya. Luna kembali merasa minder pada mantan suaminya.

"Ooh" jawab Luna lalu menghindari kontak mata. Tapi pria kurang ajar itu sengaja maju dan melekatkan diri pada Luna. Padahal ada orang selain keduanya di dalam lift.

"Apa kau mau melihat apartemenku sayang? Disana luas, kita bisa melakukan banyak hal, dimana-mana" kata Arya sungguh tidak tahu malu. Ternyata apa yang Luna katakan semalam sama sekali tidak memiliki efek apapun pada mantan suaminya.

"Tidak. Aku sibuk" jawabnya ketus.

"Benarkah? Sayang sekali. Tapi ... aku juga akan sedikit sibuk tiga hari ke depan. Kita tidak akan bisa bertemu selama tiga hari. Kalau kau merindukanku, bayangkan saja wajahku yang sekarang ini"

"Cih"

Seandainya tidak ada orang lain di dalam lift, Luna pasti sudah menampar pria yang ada di depannya. Tiba-tiba pintu lift terbuka di basement.

Ketika orang lain itu pergi, mantan suaminya memberi kecupan leher Luna sembari berbisik.

"Tunggu aku dan rindukan aku, sayang. Aku mencintaimu"

Lalu Arya menjauh dan sempat memberikan kedipan mata untuk Luna.

Sungguh pria yang sangat percaya diri.

Tunggu, kenapa mantan suaminya memakai pakaian yang tidak biasanya? Dan pria lain yang tadi ada di dalam lift menghampiri Arya. Keduanya berbincang sebelum masuk mobil yang sama. Keduanya saling mengenal? tanya Luna dalam hati, lalu menekan tombol untuk pergi ke lobi.

Sampai di toko, Luna tak bisa berhenti berpikir tentang mantan suaminya yang ternyata memiliki apartemen di gedung yang sama. Berpakaian berbeda dari biasanya. Juga memiliki orang lain di sisinya yang seperti seorang asisten dibanding orang saling kenal biasa.

Selama bersama, Luna tak pernah melihat sisi itu dari mantan suaminya. Arya yang dia kenal selalu menggunakan pakaian santai seperti kaos dan sweater. Pakaian paling resmi yang pernah Arya pakai juga kemeja. Tapi dengan menggunakan setelan jas lengkap, mendadak penampilan mantan suaminya berubah. Menjadi lebih ... berbeda.

Dan orang itu, siapa?

"Permisi!" sela pembeli membangunkan Luna dari lamunannya.

"Oh, iya. Maaf. Terima kasih" ucapnya dengan memaksa sebuah senyum di wajahnya.

Selama tiga hari ke depan, Luna benar-benar tak melihat mantan suaminya. Arya seolah menghilang begitu saja. Mirip seperti ketika mereka resmi bercerai dulu.

Dan pada hari keempat, pria itu mendadak muncul di depan pintu apartemen Luna ketika dia pulang kerja. Dengan penampilan biasanya namun ... Memiliki bekas lebam yang parah di pelipis mata kiri.

"Selamat malam sayang" sapa mantan suaminya.

Fokus Luna hanya pada lebam yang warnanya lebih mendekati ungu daripada merah.

"Kau ... Kenapa?" tanya Luna menunjuk luka lebam itu.

"Sayang, aku dipukul orang!. Seseorang memukulku disini dan disini. Sakit sekali!!!" keluh Arya manja lalu menunjukkan luka lebam di bagian perut.

Tentu saja Luna berniat untuk mengabaikan mantan suaminya itu tapi ... Bayangan luka lebam yang berubah ungu itu akan membuat tidur malamnya terganggu.

"Masuklah!" kata Luna membiarkan pria yang pernah menyakiti hatinya itu masuk ke dalam apartemen.

Dia segera mengambil kotak obat dan bersiap mengobati luka mantan suaminya. Yang tidak Luna duga, pria itu membuka sweaternya, memperlihatkan seluruh bagian atas badannya. Tentu saja dia terkejut lalu merasa heran karena bagian atas badan mantan suaminya itu berubah. Menjadi lebih kekar dari yang pernah dia ingat.

Otot dada yang menonjol, otot perut berjumlah delapan kotak, dan lengan dan tangan yang tampak sangat keras.

"Kenapa sayang? Apa kau terpukau dengan badan baruku? Bukankah lebih terlihat bagus daripada tiga tahun lalu?"

"Bukannya lukanya hanya ada di bagian mata? Untuk apa membuka baju?"

"Aku pikir kau ingin melihatnya sayang. Disentuh juga tidak apa-apa. Apalagi kalau kau menciumnya, aku akan senang sekali"

Memang menggoda sekali untuk disentuh, tapi Luna berhasil mengendalikan diri dengan baik. Lalu ... Dia menemukan keanehan pada tubuh mantan suaminya. Luna mendekat ke tubuh Arya dan menyentuh perut bagian kiri yang memiliki luka seperti bekas jahitan.

"Apa ini?"

"Sayang, jangan sentuh di bagian itu saja, yang lain juga ..."

"Seingatku kau hanya memiliki satu luka di perut bagian kanan karena operasi usus buntu. Kenapa di bagian kiri ada bekas jahitan juga?" tanyanya. Arya terdiam beberapa detik sebelum menjawab,

"Ehmmm, hernia. Operasi hernia. Aku bekerja keras tiga tahun ini sayang. Sakit sekali!!"

Hernia karena kerja keras? Tapi kenapa bekas lukanya memanjang? Seperti sayatan pisau? Luna lalu melihat bekas lebam yang sudah berubah kuning di bagian lengan Arya. Sepertinya bekas pemukulan lama tapi yang di pelipis mata adalah luka baru.

"Pekerjaan apa yang sebenarnya kau lakukan?"

"Oh yang ini? Ini karena aku jatuh dari tangga. Jadi ceritanya aku membeli sepatu baru. Tapi mereka sangat sulit diatur. Keduanya bertengkar dan saling menginjak, membuat aku jatuh dari tangga"

Penjelasan yang mencurigakan namun Luna tak mau mencari tahu lebih dalam. Yang bisa dia lakukan adalah mengobati luka baru di pelipis mata mantan suaminya.

"Tidakkah sebaiknya kau pergi ke rumah sakit? Pasti perih sekali luka ini!" katanya sambil mengoleskan krim luka.

"Kau khawatir padaku sayang?"

Luna memutar bola mata dan ingin segera menjauh tapi Arya menangkap dan memeluk tubuhnya erat. Tak mengijinkannya menjauh.

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!