Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
Setelah sarapan , Kiara mengecek ponselnya yang dari semalam tidak berhenti bergetar . Puluhan panggilan tidak terjawab dan pesan dari Leo
Drrtttt drrttt dtttt "Leo, aku akan menyelesaikan sekarang juga" Kiara menggeser ke arah biru
" Hallo Leo "
[ Kenapa kamu tidak menemui aku hingga sekarang Ki? Aku masih di sini menunggu kamu ] terdengar suara Leo yang serak dan berat mungkin karena Leo tidak tidur dari semalam
" Maafkan aku Leo , aku ngak bisa pergi sama kamu . Aku tidak bisa melakukan itu, aku mengkhawatirkan papa dan mama ku. Leo sekarang aku sudah memiliki Alana , aku adalah ibu dari Alana . Mungkin kita memang tidak di takdir kan bersama Leo . Aku berdoa supaya kamu juga menemukan cinta yang baru , dan hidup bahagia bersama nya " sangat berat Kiara mengatakan kata demi kata kepada Leo. Dengan air mata dan sakit di dada , Kiara mengucapkan per kalimat tersebut kepada Leo
[Kamu mencintai suami Kaka mu Ki?" Tanya Leo di seberang sana
" Tidak ada cinta Leo, mengerti lah jangan semakin menyiksa hati dan pikiran ku, sangat berat untuk mengatakan semua ini kepada mu Leo " bahkan hingga sekarang Kiara menangis terisak. Belum ada sedikit pun rasa cinta dan sayang terhadap Leo terkikis oleh apa pun namun Kiara sadar jika ia menantang takdir ini, tidak akan hanya dia yang semakin sakit, tapi kedua orang tua nya juga akan malu serta Alana juga akan merasakan efek dari semua itu
[Tapi aku sangat mencintai mu Ki? Bagaimana dengan nasib ku Ki? Apa semua ini karena harta dan kekayaan Ki? Apa kamu lebih memilih mas Bryan hanya karena dia adalah kaya dan jauh lebih berkuasa dari pada ku?" Leo yang tidak bisa lagi menahan emosinya di sebrang sana
Mendengar kan semua itu kiara Hanya menggelangkan kepalanya namun tentu Leo tidak mengetahuinya " iya aku hanya berfikir logis dan rasional saja Leo, hidup berumah tangga tidak hanya membutuhkan cinta . Semua butuh materi , uang dan pekerjaan yang Mateng dan menjanjikan" Kiara terpaksa berbohong kepada Leo dengan harapan Leo membenci nya dan menjauhi nya
" Maafkan aku Leo" gumam hati Kiara
[Baiklah Ki, aku akan membuktikan nya kepada mu. Tapi ingat Ki di saat aku sukses kelak , aku akan mencari dan menjemput kamu Ki, jika waktunya tiba kamu tidak Memiliki alasan Kembali untuk menolak ku ] Leo berbicara dengan nada yang tegas dan berat
" Hiduplah dengan bahagia Leo, capai lah impian dan mimpi mu. Jadilah orang besar , selamat tinggal" Kiara mematikan panggilan telfon tesebut. Kiara merasa jika nanti Leo sudah berhasil, Leo pasti tidak akan mengingat nya lagi, ada banyak perempuan yang akan tertarik kepadanya tentu salah satu mereka ada yang akan di sukai dan cintai Leo.
" Baiklah Ki, tunggu kedatangan aku Ki " akhirnya Leo memutuskan sambungan telepon di antara mereka
Kiara terduduk di lantai dan menyandarkan punggungnya nya ke ranjang tempat tidur. Kiara memejamkan matanya dan bertanya-tanya sendiri kenapa semua ini terjadi kepada nya . Takdir yang sangat sulit, menikahi Abang ipar sendiri , suami dari Kaka kandung nya sedang kan dia memiliki seorang kekasih hati yang sangat mencintai nya begitu pun dengan Kiara yang tulus mencintai Leo tanpa embel-embel apa pun.
" Apa hoby kamu nge prank orang lain " suara bariton berasal dari pintu kamar Kiara
" Aku ngak bermaksud untuk itu " Kiara enggan berdebat dengan Bryan yang notabene sudah menjadi suami nya tersebut.
" Hmm tidak bermaksud tapi kamu niat " Bryan malah mendekati Kiara yang sedang duduk di lantai
" Cepat lah bersiap , siang nanti kita akan ke jakarta " sambung Bryan yang setelah mengucapkan Kalimat tersebut ia keluar dan tidak lagi mendengar kan jawaban dari Kiara
" Apa harus hari ini mas?" Kiara menaikan oktaf suaranya supaya Bryan yang telah sampai di pintu kamar mendengar kan apa yang ia ucapkan
" Hmm iya, tapi jika kamu masih ingin di sini atau masih ingin bertemu dengan kekasih hati mu , silahkan saja tapi ingat jangan libatkan saya untuk masalah ini " Bryan melanjutkan langkahnya menjauh dari kamar Kiara
" Apa aku yakin akan tinggal bersama beruang kutub itu " Kiara melihat ke arah dinding yang terpampang nyata photo dia bersama Kinan.
" Mbak kenapa semua ini seperti ini mbak? Kenapa sekarang aku merasa mbak mengorbankan aku? Apa mbak membalas ku sekarang karena dari kita kecil mbak selalu mengalah kepada ku
Kiara menidurkan badan nya di atas sofa panjang yang ada di kamar nya . Mungkin karena kelelahan atau kurang tidur tadi malam membuat Kiara tertidur pulas hingga bermimpi bertemu Kinan
" Ayo ayo cepat lah ki " Kinan memanggil Kiara yang sedang melihat taman yang indah dari jauh
" Taman itu sangat jauh mbak, aku tidak berani ke sana . Aku dari sini saja melihat nya " Kiara menjawab ucapan yang di lontarkan oleh Kinan
" Itu milik mu Ki? Ayo kemarilah, taman itu sangat indah bukan? Cepat lah ki " Kinan tidak payah semangat untuk membujuk Kiara
" Baiklah mbak, aku akan mencoba nya untuk masuk ke dalam taman indah itu " Kiara berlari namun tidak mudah untuk memasuki taman tersebut. Kiara harus jatuh bangun dulu, karena jalan nya yang tidak mudah
" Aku sudah tidak sanggup mbak" Kiara mengeluh di dalam mimpinya
" Kamu harus semangat ki, berjuang lah hingga akhir " mendengar ucapan sang Kaka, Kiara langsung bangkit dari jatuhnya dan melanjutkan berlari menuju taman
" Loh siapa mereka mbak?" Kiara yang baru sampai di taman indah tersebut, melihat dua orang di dalam taman tersebut dengan posisi membelalak Kiara
" Mereka milik mu Ki , berbahagia lah " Kinan menunjuk lelaki dewasa dan anak Perempuan tersebut
" Mamahhhhhhh" anak perempuan tersebut membalik kan tubuhnya dan berlari menuju Kinan dan Kiara sambil membentangkan kedua tangan nya
" Mamahhhhhhh" anak tersebut malah memeluk Kiara bukan nya Kinan
" Sayang " lelaki dewasa tersebut ternyata Bryan yang berjalan mendekati mereka. Bryan mendekap tubuh nya Kiara dan Alana bukan Kinan
" Mbak" Kiara dengan ekspresi yang bingung dan merasa bersalah kepada sang kakak
Kinan menggeleng kan kepala " tidak Ki, sekarang mereka milik mu. Jaga mereka Ki, berbahagia lah , berjuanglah Ki untuk keluarga kecil mu. Mbak titipkan Alana dan keluarga mbak Ki. Jaga papa dan mama kita , jangan lagi bersedih, mbak pamit" dengan sekejap Kinan menghilang di hadapan Kiara
" Mbakkkk kinannnn " teriak Kiara yang membuat semua penghuni rumah tersebut berkumpul di dalam kamar Kiara
" Sayang kamu kenapa nak " Ajeng yang mendekati putrinya sambil kwatir melihat keringat yang bercucuran di wajah dan badan anak nya
" Mbak Kinan mah hiks hiks hiks hiks " Kiara memeluk sang mama. Semua orang yang ada di sana paham jika kiara pasti habis bermimpi bertemu dengan Kinan.