NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan yang dinanti

Angga kembali ke kamar utama dengan pikiran yang masih berkecamuk. Ia segera mengenakan kemeja kerja dan celana kain yang sudah disiapkan oleh Rani semalam. Ketika ia melirik jam dinding di kamarnya, jarum jam rupanya sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Mengingat shift kerjanya di bank dimulai jam 11.00, Angga bergegas menuju meja makan untuk menyantap nasi goreng buatan istrinya yang mulai mendingin. Setelah sarapan dengan cepat, ia mengambil kunci motor dan tas kerjanya, lalu berangkat ke kantor setelah berpamitan singkat pada Tyas dari balik pintu kamar mandi.

​Sementara itu, setelah selesai mandi dan merasa tubuhnya jauh lebih segar, Tyas duduk di tepi ranjangnya sembari memainkan ponsel. Rasa canggung akibat kejadian di lorong tadi perlahan menguap, digantikan oleh rasa antusias yang membuncah. Hari ini, ia sedang menunggu kedatangan Satya, kekasihnya.

​Hubungan Tyas dan Satya sudah terjalin sejak mereka masih duduk di bangku sekolah. Beruntung, tahun ini mereka berdua diterima di universitas dan fakultas yang sama. Beberapa hari lalu, sebelum Tyas memutuskan untuk pindah ke kota ini dan menumpang di rumah Mbak Rani, ia dan Satya telah menyelesaikan seluruh rangkaian PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) yang diadakan secara daring. Kini, mereka hanya tinggal menunggu hari Senin depan untuk resmi masuk kuliah di jurusan S1 Akuntansi.

​Satya sendiri sudah tiba di kota ini lebih dulu dan menyewa sebuah kamar kos. Jarak kosan Satya ke kampus memang cukup dekat, namun jika ditarik garis ke rumah Mbak Rani, jaraknya sekitar 30 menit perjalanan menggunakan sepeda motor.

​Ponsel Tyas bergetar, menampilkan sebuah pesan singkat di layar.

​Satya: Sayang, aku sudah jalan dari kosan ya. 10 menit lagi sampai di depan rumah Mbakmu. Kamu sudah siap?

​Tyas tersenyum lebar, jemarinya dengan cepat mengetik balasan.

​Tyas: Iya, aku sudah siap kok. Langsung masuk saja nanti, Mas Angga sudah berangkat kerja dari jam 10 tadi, dan Mbak Rani baru pulang nanti siang jam 1.

​Tyas segera bangkit dari kasur, mematikan pendingin ruangan, dan bersiap-siap untuk menyambut kedatangan sang kekasih di ruang tamu yang kini sedang kosong melongpong.

Setelah membalas pesan dari Satya, Tyas segera bersiap. Karena hari ini agendanya hanya bersantai dan melepas rindu dengan kekasihnya di rumah, Tyas memilih mengenakan pakaian rumahan yang santai namun tetap modis. Ia memakai kaus oversize berwarna putih polos yang longgar, dipadukan dengan celana jin pendek di atas lutut.

​Pakaian itu memang terlihat kasual, namun potongan celana jin pendeknya mengekspos sepasang kaki Tyas yang jenjang, putih, dan mulus. Kaus oversize yang ia kenakan pun sesekali bergerak mengikuti lekuk tubuh badannya yang sintal saat ia berjalan menuju ruang tamu.

​Sambil melangkah, Tyas membuka aplikasi pesan di ponselnya untuk memastikan kembali koordinat yang ia kirimkan. Ia sudah membagikan live location dan peta akurat rumah Mbak Rani agar Satya tidak tersesat, mengingat kompleks perumahan ini terbilang baru bagi mereka berdua.

​Tyas kemudian duduk di sofa ruang tamu yang empuk. Suasana rumah terasa begitu tenang dan sejuk. Sesekali ia melirik ke arah pintu pagar luar, menanti suara deru motor yang sangat ia kenali. Rasa nyeri haid yang sempat menyiksanya subuh tadi perlahan-lahan mulai terlupakan, digantikan oleh debaran manis seorang gadis remaja yang akan segera bertemu dengan belahan hatinya.

​"Pasti Satya kaget lihat aku sekarang," gumam Tyas kecil sambil tersenyum sendiri, merapikan rambut hitamnya yang terurai pendek sebahu di depan kamera ponselnya.

​Waktu sepuluh menit yang dijanjikan Satya terasa berjalan begitu lambat. Tyas terus menggenggam ponselnya, menunggu ketukan di pintu depan yang menandakan bahwa pemuda yang dinantinya telah tiba di rumah itu.

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!