mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketemu cantika
Sesuai janjinya mira akan bertemu dengan cantika ,mereka janjian di salah satu cafe. Mira sekarang sedang berjalan ke arah jalan raya untuk menaiki angkot. sebelumnya ia sempat berdebat dengan ibu mertunya, bu denok melarang mira untuk keluar.
Tapi mira tidak mendengarkan, lagi pula ia sudah pamit kepada suaminya dan pandu mengijinkan.
Hanya membutuhkan 15 menit mira menggunakan angkot menuju ke cafe tersebut. mira langsung masuk ke dalam cefe, dan mencari sahabatnya.
Sedangkan di posisi cantika yang sudah berada di cafe tersebut, saat melihat mira masuk. ia langsung melambaikan tangannya ke arah mira.
"yaampun mira, gua kangen banget sama lu" seru tika memeluk mira
"gua juga, kangen banget sama lu" ucap mira
mereka berbincang bincang sambil mengenang waktu sekolah. Dan tak lupa mereka juga berbicara tentang suami suami mereka.
"sumpah gua pengen nampol suami lu" geram tika, mira hanya tersenyum tipis
"lu sih mau mau nya dulu suruh berhenti sama pandu kerja, lu malah manut aja" kesal tika kepada sahabat nya.
"ya kan gua pengen jadi istri yang berbakti, jadinya gua turutin" lesu mira, tika mengusap tangan sahabatnya ini. ia tahu bagaimana mira mencintai suaminya tersebut.
" eh iya, gimana novel lu. udah gajian belum? gua lihat juga, novel lu banyak yang suka " tanya tika
"gak tau, gua belum cek hasil pendapatan. " jawab mira
"yaudah sekarang lihat aja, gua penasaran juga" ucap tika
Mira menganggukkan kepalanya, lalu mengambil handphone nya.
"tikk.. i.. ini beneran" gugup mira
"kenapa?" tanya tika
Mira memperlihatkan layar handphonenya kepada tika, di sana tertera nominal hasil novel mira.
"yaampun mira, ini mah beneran. itu gaji lu" sorak tika
"kok banyak banget tik? " lirih mira yang masih tidak menyangka
"gua memang udah feeling, novel lu kan banyak peminatnya." ucap tika
Mira sangat bersyukur karena ia bisa menghasilkan uang walaupun berada di rumah.
"tapi gua tetep gak nyangka, 10jt ini beneran gaji gua" ujar mira dengan mata yang berkaca kaca
"beneran mira, lu tinggal transfer aja ke rekening lu." ucap tika. mira menganggukkan kepalanya
"makasih ya tik, ini berkat lu nyaranin gua buat nulis. Hari ini biar gua yang traktir" ucap mira
"asikkk, makan gratis. lu gak usah makasi, itu semua hasil kerja keras lu" kata tika
mereka lanjut mengobrol. sedangkan di kediaman bu denok, ia sedang marah marah.
"dasar mantu sialan, suruh jangan keluar. malah keluar. awas aja aku adukan ke pandu, biar tau rasa" omel bu denok.
****
pandu pulang tepat waktu di rumah , biasanya sebulan terakhir pandu akan telat pulang. ia masih keluar bersama tari.
Sesampai di rumah pandu langsung menghempaskan bongkongnya di sofa. Bu denok yang melihat kedatangan putranya langsung mendekat.
"tumben pulang cepat, biasanya agak pulang terlambat? " tanya bu denok
"iya bu, lagi gak ada urusan" jawab pandu menutup matanya.
"ohhh... eh iya pandu. kamu itu yang tegas dong jadi suami. tuh lihat istrimu keluar, tadi ibu sempat ngelarang tapi apa yang ada dia tidak dengerin ibu sama sekali " adu bu denok
Sebelum pandu menjawab, mira baru pulang dari cefe tersebut.
"assalamu'alaikum"
"nahh ini nih mantu yang gak tau diri" omel bu denok sambil menunjuk mira
"marahin saja pandu, dia pasti gak ijin kan ke kamu kalau mau keluar. " lanjut bu denok
"aku sudah ijin ke mas pandu semalam. kalau ibu gak percaya tanyakkan saja ke mas pandu. lagipula mira keluar di saat pekerjaan rumah selesai kan" ucap mira
"udahlah bu, mira memang udah ijin kemarin" ucap pandu kepada sang ibu. bu denok sendiri mengepalkan tangannya, ia ingin anaknya memarahi mantunya.
"mir, siapin aku air hangat. aku udah gerah. terus buatin aku kopi" ucap pandu
"iya mas, aku siapin dulu" ujar mira
Mira langsung bergegas menuju kamarnya tidak menghiraukan ibu mertunya yang sudah manyun.
bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca
Selamat hari raya idul adha , kawand kawand 🙏🙂