NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08

Begitu mobil mewah itu melewati gerbang besi yang menjulang tinggi, Melody nyaris menempelkan wajahnya ke kaca jendela. Matanya membulat sempurna melihat bangunan di depannya.

​"Busettt! Ini beneran rumah gue?" gumamnya dengan mulut menganga khas orang kampung yang baru pertama kali masuk kota. "Ini mah bukan rumah lagi, ini istana! Kalau gue main petak umpet di sini, seminggu juga kagak bakal ketemu!"

​Halamannya seluas lapangan bola, dengan air mancur di tengah-tengah yang airnya jernih banget—mungkin bisa dipakai buat berenang saking mewahnya. Melody turun dari mobil dengan langkah sedikit gemetar, masih merasa seperti sedang syuting film Crazy Rich Asians.

​"Kalau rumah keluarga Fanyera aja udah se-estetik ini, gimana bentukannya rumah si Kaisar ya?" pikirnya tiba-tiba. "Secara dia kan orang terkaya nomor satu di cerita ini. Jangan-jangan pagarnya dari emas murni, terus keset kakinya pakai sutra?"

​Melody menggeleng kuat-kuat, mencoba mengusir bayangan cowok dingin itu dari otaknya. "Ah, udahlah! Ngapain juga mikirin rumah si psiko itu. Nanti aja dipikirin pas gue udah beneran diculik atau apa," ucapnya asal bunyi sambil melangkah masuk ke dalam rumah.

​Ia disambut oleh barisan pelayan yang membungkuk hormat. Melody yang biasanya cuma disambut omelan Emak di rumah aslinya, mendadak merasa canggung. Ia hanya nyengir kuda sambil melambaikan tangan layaknya Miss Universe.

​"Eh, halo... selamat sore semua. Jangan lama-lama nunduknya, ntar punggung kalian encok," celetuknya polos yang langsung membuat para pelayan saling pandang kebingungan.

​Melody langsung lari menuju tangga besar yang melingkar, ingin segera menemukan kamar "Melody Fanyera" dan rebahan sepuasnya.

​"Gila, hidup jadi orang kaya ternyata seru juga ya sebelum bagian dibantainya dimulai!" serunya sambil tertawa bahagia, melupakan sejenak kalau dia sedang berada di dalam novel yang penuh dengan ancaman nyawa.

Malam harinya, Melody sedang asyik berguling-guling di atas kasur king size-nya yang empuk ketika ponsel mahal di atas nakas bergetar. Sebuah nama muncul di layar: MAMA.

​Melody terdiam sejenak, menatap layar itu dengan ragu. "Mama?" gumamnya pelan. "Aduh, gimana ini? Gue harus bersikap gimana biar nggak ketahuan kalau jiwanya sudah tertukar?"

​Dengan tangan sedikit gemetar, ia menggeser tombol hijau. "Ha-halo... Ma?"

​"Sayang, maaf ya, Mama hari ini lembur lagi di rumah sakit. Pasien lagi banyak banget," terdengar suara lembut dari seberang telepon.

​Berdasarkan memori yang tersisa, Mama Melody adalah seorang dokter spesialis yang sangat sibuk, sementara Papanya adalah pengusaha yang lebih sering berada di luar negeri daripada di rumah. Pantesan si Melody asli jadi haus perhatian sampai ngejar-ngejar cowok psiko kayak Kaisar.

​"Iya, Ma... gapapa kok," jawab Melody canggung. Lidahnya terasa kelu, tidak terbiasa bicara selembut itu—biasanya kan dia cuma teriak-teriak sama Emak urusan jemuran.

​"Kamu sudah makan malam? Jangan begadang terus ya, Sayang. Mama dengar kemarin kamu telat pulang sekolah gara-gara... urusan itu lagi?" suara Mama terdengar sedikit menghela napas, merujuk pada drama penolakan Kaisar yang sudah sampai ke telinganya.

​Melody langsung meringis. "Udah makan kok, Ma. Tenang aja, Melody yang sekarang udah tobat. Nggak bakal ada lagi drama-drama ngejar pangeran es batu itu. Mama fokus aja kerjanya, jangan lupa makan juga."

​Hening sejenak di seberang sana. Mama sepertinya kaget mendengar jawaban anaknya yang mendadak dewasa dan... waras.

​"Mama senang dengarnya kalau kamu sudah mulai sadar. Ya sudah, Mama tutup dulu ya, ada panggilan darurat. Love you, Sayang."

​"Iya, Ma. Love you too," jawab Melody singkat, lalu menghela napas lega setelah telepon tertutup.

​Ia melempar ponselnya ke bantal. "Gila, canggung bener! Berasa jadi agen rahasia yang lagi menyamar," gerutunya.

​Melody bangkit dan berjalan menuju balkon kamarnya yang besar. Ia menatap pemandangan kota dari lantai dua istananya. Suasana sangat sepi, hanya ada suara jangkrik dari taman bawah.

​"Mama dokter, Papa pengusaha kaya... harta melimpah, tapi rumah segede ini isinya cuma gue dan para pelayan," gumamnya sedih. "Pantesan lo stres, Mel. Tapi tenang, sekarang ada gue. Gue bakal bikin hidup lo lebih seru

1
emalia
Lanjut kak 🤭🤭
Irsyad layla
lagi dong thor masa cuma 1
Nazia wafa abqura
kak novel ny bagus banget. aq tunggu up ny y kak. 💪
Irsyad layla
thor up lagi dong hari ni nggak cukup 1 bab perhari
Natasya
👌
Wahyuningsih
😅😅😅 drama korea ada aja nih melo
Wahyuningsih
thor buat asha aka melodi badaz abiz biar mkin seru bla perlu dpt bonus ruang dimensi atau sistem yg srba bisa 💪💪💪 thor
Wahyuningsih
mampir q thor
**Maulina**
lanjut thor semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!