NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zea yang tiba-tiba suka menghilang

Beberapa hari telah berlalu sejak kejadian di bengkel. Suasana di sekolah kini berubah total menjadi sangat hening dan tegang. Seluruh siswa diserbu oleh Ujian Akhir Sekolah.

Termasuk Bara. Sebagai siswa kelas tertua (angkatan teratas), dia harus fokus penuh menghadapi ujian sekolah, bukan ujian nasional. Namun, pikirannya selalu saja melayang ke satu nama.

Zea.

Gadis tomboy yang beberapa hari ini seakan menghilang ditelan bumi. Dan yang membuat Bara makin pusing, Zea itu adalah adik kelas. Mereka beda angkatan. Jadi lingkungan pergaulan, kelas, bahkan jadwal harian mereka pun berbeda.

 

📍 DI LORONG KELAS SENIOR

Bara baru saja keluar dari ruang ujian. Otaknya masih penuh dengan rumus dan teori. Dia berjalan santai di koridor lantai atas, area khusus siswa angkatannya.

Matanya otomatis menatap ke arah tangga yang menuju ke lantai bawah, tempat di mana kelas para adik kelas berada.

"Bar! Ayo ke kantin! Gue bawa bekal enak nih!" seru Rega, temannya.

"Ga. Lo liat adik kelas yang pernah gue ceritain itu nggak? Yang agak tomboy." jawab Bara masih menatap ke bawah.

"Zea? Oh yang rambut pendek itu ya? Nggak tau Bro. Kita kan beda lantai. Mereka ujiannya di bawah kali. Emang kenapa? Lo kangen ya?" tanya Rega menggaruk kepala.

"Siapa yang kangen. Gue cuma... penasaran aja. Kenapa akhir-akhir ini ilang terus." sahut Bara cepat memalingkan wajah, berusaha terlihat cuek.

Padahal dalam hati, Bara bertanya-tanya:

''Kenapa sih dia menghindar? Apa karena kejadian pas di motor waktu tangannya gue pegang? Apa dia malu karena gue kakak kelasnya? Atau dia risih?''

Ingatan tentang tangan kecil dan pinggang ramping Zea kembali muncul. Bara menggelengkan kepala, berusaha menghilangkan bayangan itu.

 

📍 DI AREA KELAS 10 (KELAS ZEA)

Siang harinya, Bara sengaja menyempatkan diri turun ke lantai bawah. Dia beralasan mau meminjam buku di perpustakaan, tapi sebenarnya matanya jelalatan mencari sosok gadis itu.

Di sini, suasana lebih ramai dan ceria. Bara yang berpenampilan keren dan aura kakak kelasnya yang kuat, membuat semua adik kelas yang lewat jadi salah tingkah dan berbisik-bisik.

"Wih itu Kak Bara! Ganteng banget!"

"Ih kok turun ke sini ya? Nyari siapa sih?"

Tapi Bara tidak peduli. Dia terus berjalan sampai di depan kelas Zea. Pintu kelas tertutup rapat. Dari kaca jendela kecil, dia melihat Zea sedang duduk di dalam, sedang sibuk mengerjakan soal ujiannya sendiri.

Jantung Bara berdegup sedikit lebih cepat.

''Kukira dia kemana? Ternyata ada.'' batinnya.

Zea memang sengaja tidak pernah keluar kelas saat jam istirahat, atau pulang lebih awal/lambat supaya tidak ketemu Bara. Tapi hari ini, dia tidak sengaja mengangkat kepala dan melihat ke luar jendela.

"ASTAGA! BARA?!" gumam Zea kaget.

Zea hampir menjatuhkan pulpennya. Dia melihat Bara berdiri di depan kelasnya! Kakak kelas yang ganteng, dingin, dan yang pernah dia boncengin itu ada di situ!

Tanpa pikir panjang, Zea langsung menundukkan kepalanya sangat dalam, menyembunyikan wajahnya di balik tumpukan buku.

''Kenapa dia kluyuran sih? Apa waktu ujiannya sudah selesai... aku malu banget ketemu dia! Apalagi kejadian kemarin... Aaaa maluuu!'' batin Zea panik setengah mati.

Bara berdiri di luar sebentar. Dia berharap Zea keluar atau setidaknya menatapnya. Tapi gadis itu malah semakin menunduk, seolah-olah dia tidak ada di sana.

"Menghindar lagi..." gumam Bara pelan kecewa.

Akhirnya Bara pun pergi meninggalkan lokasi, karena bel ganti pelajaran berbunyi.

 

📍 DI PARKIRAN SEKOLAH

Hari sudah sore. Ujian hari ini selesai. Bara berjalan menuju parkiran yang memang satu area untuk semua angkatan. Dia berharap bisa "kebetulan" bertemu di sini.

Dia melihat motor merah kesayangan Zea sudah terparkir di tempatnya.

"Motornya ada, berarti orangnya masih ada di sekolah." ucap Bara.

Bara menunggu sebentar di dekat motornya, berpura-pura membetulkan sarung tangan atau helm. Dia yakin Zea pasti keluar sebentar lagi.

Benar saja, beberapa menit kemudian...

Zea muncul dari arah gerbang kelas. Dia berjalan cepat, kepala menunduk, tas diselempangkan sembarangan. Dia ingin cepat-cepat sampai ke motor dan pulang sebelum Bara melihatnya.

Tapi Bara sudah melihatnya duluan.

"ZEA!" panggil Bara lantang dan tegas.

Panggilan itu terdengar jelas.

Zea langsung menginjak rem mendadak saat baru mau naik motor. Tubuhnya kaku. Dia tahu itu suara Bara. Tapi karena status mereka kakak-adik kelas, Zea merasa makin sungkan dan takut.

''Astaga kenapa dia manggil aku! Gimana ini?!'' batin Zea panik.

Alih-alih menoleh, Zea malah langsung menyalakan mesin motornya dengan kencang.

''Maaf ya Kak Bara... Bukannya aku nggak mau nyapa, tapi aku malu banget! Aku kan cuma adik kelas biasa, sedangkan kamu itu idola semua orang! Nanti aku salah tingkah didepan kamu! Dan aku sadar diri kok!''

Tanpa menoleh sedikit pun, Zea langsung gas pol meninggalkan area parkir dengan cepat, meninggalkan Bara yang berdiri mematung di tempat.

"Dasar adik kelas keras kepala... Lari lagi. Gue itu monster apa gimana sih?" gerutu Bara menatap kepergian motor merah itu dengan wajah bingung campur kesal.

Tapi anehnya, rasa kesal itu justru bikin Bara makin penasaran. Bagi cowok yang biasa dikejar-kejar cewek, dilarikan begini sama adik kelas malah jadi tantangan tersendiri buat dia.

"Oke Zea... Lo mau main kejar-kejaran ya? Oke. Tunggu aja sampai ujian selesai. Gue pastikan gue bakal tangkap lo dan tanya langsung kenapa lo lari terus dari gue." ucap Bara dengan tekad bulat.

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!