NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 Amukan Suami

Dratt, Dratt, Dratt, Dratt, Dratt

Shafiya melihat ponselnya yang sejak tadi berdering dan melihat panggilan ternyata dari Zidan.

"Mas Zidan, untuk apa dia menghubungi ku," gumam Shafiya.

Karena suara ponsel itu terus saja berdering membuat Shafiya mau tidak mau langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.

"Asalamualaikum, Ma," ucap Shafiya.

"Shafiya aku ingin bicara dengan kamu dan sekarang aku berada di depan rumah Arash," ucap Zidan.

"Mas untuk apa datang?" tanya Shafiya terlihat begitu panik dengan tindakan Zidan.

"Banyak hal yang belum kita selesaikan, jadi aku ingin bertemu dengan kamu," jawab Zidan.

"Mas tapi....."

"Shafiya temui aku di depan rumah," tegas Zidan.

Tut-tut-tut.

Panggilan telepon itu secara sepihak langsung mati.

"Mas...." Shafiya bahkan tidak sempat mengangkatnya terlihat bertambah bingung dengan tindakan Zidan kepadanya yang tiba-tiba saja sudah berada di depan rumahnya.

Shafiya memilih untuk meninggalkan dapur dan langsung keluar dari rumah dan benar apa adanya jika Zidan berada di sana dan ketika melihat kehadiran Shafiya membuat Zidan langsung menghampiri Shafiya.

"Mas untuk apa datang?" tanya Shafiya terlihat begitu panik.

"Shafiya kamu harus mengakhiri pernikahan ini, sungguh aku tidak mengerti dengan situasi saat ini yang terjadi di antara kita, aku tidak mungkin meninggalkan pernikahan kita dan kamu bisa lihat sendiri apa yang terjadi padaku di saat aku datang terlambat di hari pernikahan kita, Shafiya ada orang sengaja yang ingin menghancurkan pernikahan kita," ucap Zidan.

"Maksud. Mas bagaimana," tanya Shafiya dengan wajah tampak kebingungan.

"Shafiya sebenarnya....."

"Apa sudah cukup pembicaraan penuh drama di depan rumahku seperti ini...." Zidan tidak jadi melanjutkan kalimatnya ketika mendengar pernyataan tersebut membuat kedua orang itu melihat ke arah suara berat itu dan siapa lagi jika bukan Arash.

Shafiya kaget melihat kehadiran suaminya secara tiba-tiba

Arash menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan kemudian melangkah menghampiri Shafiya dan Zidan.

"Mantan kekasih sangat dilarang untuk bertemu dan apalagi harus bertemu di rumahku. Zidan apa masalah di antara kita belum selesai, kamu masih ingin memerintahkan ku untuk menceraikan Shafiya?" tanya Arash.

"Sayang sekali aku tidak akan pernah merubah keputusanku, aku tidak akan menceraikannya dan justru akan mendaftarkan pernikahan kami ke pengadilan!" tegas Arash.

Zidan kembali memendam amarah dengan tangan terkepal.

"Apa maksudmu sebenarnya melakukan semua ini? Apa tujuanmu dan kenapa harus calon istriku yang kau ambil?" tanya Zidan.

"Hah!"

"Apa katamu, calon istrimu telah ku ambil? Jadi kau menekankan di dalam benakmu bahwa wanita yang sekarang berada di sebelahku ini adalah wanita yang aku rebut darimu?"

"Zidan banyak sekali di dunia ini wanita seperti dia dan dia juga bukan tipeku, jangan terlalu berpikir jauh dan membuat wanita yang di sebelahku ini terlalu percaya diri jika aku mempertahankannya. Aku tidak menceraikannya dan bukan berarti ingin mempertahankannya, tetapi namaku sungguh begitu buruk baru menikah dan langsung bercerai, aku menikah dengannya juga menyelamatkan nama keluargamu!" tegas Arash.

"Aku sangat mengenalmu Arash, setiap keputusan yang kau ambil tidak bisa begitu saja dalam hitungan detik dan pasti semua sudah dipertimbangkan dan di pikirkan baik-baik, kau tidak akan mungkin memutuskan begitu saja menikah dengan Shafiya karena aku tidak datang tepat waktu dan sudah pasti karena kau memiliki maksud dan tujuan lain!" ucap Zidan bisa menduga isi kepala Arash

"Sayang sekali aku tidak peduli dengan semua dugaanmu dan yang terpenting sekarang wanita yang terus saja kau rayu ingin menghentikan pernikahannya sudah menjadi istriku dan sebaiknya jangan pernah datang ke rumah ini lagi!" tegas Arash.

"Masuk!" titah Arash mengarahkan kepalanya ke arah rumah untuk istrinya itu meninggalkan mereka berdua.

"Shafiya aku akan membuktikan kepadamu jika dia menikahi kamu bukanlah secara kebetulan dan memiliki maksud lain apa yang terjadi padaku di jalan juga memiliki urusan dengan dia," ucap Zidan.

Shafiya masih mendengarkan semua pernyataan Zidan.

"Apa kau tidak mendengar ku, aku menyuruhmu untuk masuk!" tegas Arash.

Shafiya tidak punya pilihan lain selain meninggalkan tempat tersebut.

"Shafiya, aku pasti akan datang lagi dan akan membawa kamu pergi dari rumah ini. Aku tahu Shafiya kamu tidak bahagia kan aku tahu kamu hanya mencintaiku dan bukan laki-laki ini!" Zidan berteriak-teriak.

"Eh, apa kau tidak memiliki rasa malu berteriak tidak jelas seperti itu hah! Kau tidak sadar jika wanita yang kau teriak itu adalah seseorang yang sudah memiliki suami," ucap Arash.

"Apa sebenarnya yang kau inginkan Arash?" tanya Zidan.

"Pertanyaan itu cocoknya untukmu. Apa sebenarnya yang kau inginkan sampai kau harus datang ke rumah ini dan ingin memberi penjelasan kepadanya, penjelasan yang sudah basi dan tidak berarti sama sekali!" tegas Arash.

"Arash, aku sangat mencintai Shafiya dan aku tidak akan membiarkan dia terjebak dalam semua rencanamu, kau tidak mungkin menikahinya begitu saja dan sementara aku tahu siapa wanita yang kau cintai," ucap Zidan.

"Baiklah, kalau begitu lakukan dengan sesuka hatimu dan kalau perlu matilah karena cintamu itu, sayang sekali aku tidak peduli, dasar sepupuku yang bodoh," ucap Arash mendengus kasar dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Zidan.

"Aku tahu kau Arash, kau sudah pasti memiliki rencana dibalik pernikahan ini, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi," Zidan masih terus berteriak-teriak di depan kediaman mewah Arash.

"Mas lepas sakit!"

"Mas..."

"Mas..."

Shafiya tidak henti-hentinya memohon kepada Arash yang menyeretnya dari anak tangga menuju kamar, cengkraman pada pergelangan tangan itu benar-benar sangat menyakitkan.

Sampai akhirnya ketika memasuki kamar Arash melepas cengkraman tangan itu sembari melempar Shafiya keatas ranjang.

"Berani-beraninya kau keluar dan menemui laki-laki itu!" teriak Arash.

"Maaf, Mas, saya tidak sengaja melakukan hal itu. Mungkin saja Mas Zidan.....

"Jangan pernah menyebut namanya di depanku ....." teriak Arash dengan suara menggelegar membuat Shafiya langsung terdiam dan tidak berani berkutik sama sekali.

"Aku sudah mengingatkanmu berkali-kali Shafiya, di rumah ini memiliki aturan dan kau adalah istriku, kau adalah milikku dan aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan laki-laki itu lagi!" tegas Arash penuh dengan penekanan.

"Kenapa. Mas begitu membenci Mas Zidan?"

"Mas Zidan merupakan sepupu dari Mas. Apa tidak bisa segala kesalahpahaman dibicarakan dengan baik-baik? Mas Zidan juga tidak bermaksud datang ke rumah ini menemuiku jika bukan ingin mengatakan sesuatu. Mas Zidan merupakan korban dari pernikahan kita dan aku..."

Shafiya tidak sempat melanjutkan kalimatnya ketika Arash mencengkram pipinya dengan menggunakan satu tangannya, wajah pria itu tampak dekat padannya dengan tatapan yang begitu tajam.

"Saya akan membuatmu kehilangan pita suara jika berani membela laki-laki itu di hadapanku. Zidan memang sepupuku, tetapi menurut ku dia dan keluarganya adalah orang-orang yang tidak berarti dalam hidupku, sama seperti dirimu dan keluargamu adalah orang-orang yang berkuasa, munafik dan manipulatif!" tegas Arash dengan suara nafas berat penuh kebencian kepada Shafiya.

"Jadi aku bukan hanya membenci Zidan, tapi juga dirimu dan sampai kapanpun aku akan tetap membencimu dan membuatmu hidup menderita!" tegas Arash melepas cengkraman itu sampai membuat wajah Shafiya jatuh ke samping dan kemudian Arash kembali berdiri.

Bersambung....

1
vitrienoor99
zidan patah hati dah, apakah syafiya akan kembali ke Arash
Emi Sudiarni
agak kcewa klw💪 aras benaran cerai spaja safiya
Oma Gavin
sudahlah arash percuma berharap sama shafiya yg kepala batu egois ngga usah nyesel ceraikan saja hbis perkara semoga kamu secepatnya dpt pengganti yg lebih baik dari shafiya yg mau nurut dan bisa diajak hidup berkeluarga saling mengisi bukanya yg sedikit" berubah pikiran kena hasutan tantrum membosankan shafiya
vitrienoor99
Arash masa kamu udah mundur aja sebelum berperang, usaha donk
Dew666
💟💟💟💟
Oma Gavin
Alhamdulillah arash akhirnya setuju untuk berpisah dan menceraikan shafiya perempuan bodoh goblok terlalu mudah dibodohi dan dimanipulasi ngga perlu dipertahankan, semoga arash bisa secepatnya mendapatkan pengganti yg lebih baik dan mencintai arash dgn tulus tidak plin plan dan bodoh
vitrienoor99
makanya shafiya jangan terburu buru ngambil keputusan disaat sedang marah, nyesel kan jadinya
Oma Gavin: biarkan kak aku justru senang arash bercerai sama shafiya yg bodoh
total 1 replies
Dew666
☀️☀️☀️☀️
Oma Gavin
makanya jgn goblok dan oon shafiya perempuan bodoh sedunia udah cerai saja arash percuma kamu mengejar dan minta maaf sama manusia baru seperti shafiya ceraikan dan pergi jauh jgn mau lagi berhubungan dgn kanaya dan shafiya beserta kroni semua iblis
vitrienoor99: makanya shafiya kamu jangan gegabah ngambil keputusan, tar nyesel lagi setelah terungkap kebenaran nya
total 1 replies
Pipit Fitriani
bagus banget
vitrienoor99
heran dah mah Arash masa belum bisa membuktikan juga kalau Kanaya hamil bukan sama Arash, sewa detektif kek Arash, masa kamu juga ga punya asisten untuk menyelidiki kasus kamu itu
vitrienoor99
Arash belum dapat juga bukti kalau Kanaya hamil bukan sama arash
vitrienoor99
hah ternyata Kanaya licik banget, esmosi banget bacanya
Emi Sudiarni
kok tambah rumit aja ni. apa aras ngah punya asisten ya kyak di crita novel lain yg membantu pekerjaan bosnya
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
gemes dech, Arash kamu kan punya kekuasaan dan power, gunakan itu untuk menyelidiki kehamilan Kanaya. Shafiyah juga jangan langsung percaya begitu saja sama Kanaya.... esmosi bacanya
Emi Sudiarni: benar emosi bngat bacanya. bnyak bangat yg musuhi a🙏ras. dan kecela🙏kaa🙏n itu aku ygakin kanaya yg bersalah. tpi wili yg ambil alih kesalahan kanaya
total 1 replies
Oma Gavin
sudah episode 57 tapi cerita hanya berkutat dgn kesalah pahaman melulu kemaren arash dan shafiya sekarang arash dan kanaya melibatkan shafiya membosankan
Oma Gavin
kanaya terlalu banyak drama dan cerita nya juga cuma muter" terkait kebohongan Kanaya kenapa ngga ada solusi buat arash membongkar semua kebohongan kanaya dan kenapa juga tokoh asyifa yg bodoh terlalu oon dan goblok mudah percaya hasutan sudah tau tabiat kanaya kok ya termakan dramanya
vitrienoor99
nenek jangan langsung percaya pada omongan Kanaya nek, dia itu ular, Arash kamu harus bisa membuktikan kalau yang dikandung Kanaya bukan anakmu
Oma Gavin
shafiya ternyata oon bin goblok gampang banget percaya sama drama kanaya udah biarkan saja arash istri mu pulang biarkan dia nyesel intinya meskipun syafiya pulang ke rumah jgn sampai kamu tergoda sama Kanaya bongkar semua kelicikan nya dan permalukan dia biar tau rasa, muka tembok urat malunya udah putus ngarep banget menggatal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!