NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(REVISI) BAB 8

Hujan turun sejak pagi. Tetesannya membasahi permukaan kaca besar gedung Aegis Corp, menciptakan pola air yang mengalir seperti garis waktu yang tak pernah berhenti.

Kim Ae Ra berdiri beberapa detik di depan pintu masuk, payungnya sudah dilipat namun masih sedikit terkena percikan hujan saat ia merapikan jas tipisnya. Kaca gedung memantulkan wajahnya yang terlihat lebih serius dari biasanya, seolah setiap garis di wajahnya sudah terbiasa dengan beban yang semakin berat.

Hari itu entah kenapa terasa berbeda. Tidak lebih sibuk dari hari-hari sebelumnya, juga tidak lebih sulit. Hanya… ada sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman, seperti mengenakan pakaian yang tidak pas atau berada di ruangan yang terlalu sesak meskipun luasnya sama seperti biasa. Ia tidak bisa menjelaskan alasannya, namun perasaan itu mengikuti setiap langkahnya saat ia berjalan menuju lift yang akan membawanya ke lantai eksekutif.

Lift naik perlahan dengan suara mekanis yang tenang. Pantulan wajahnya di dinding logam menunjukkan betapa jauhnya ia telah datang sejak pertama kali bekerja di sini, dari gadis yang sering bingung dan tidak berani berbicara, kini ia bisa berdiri dengan sikap mantap bahkan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. Ia mulai terbiasa datang lebih awal dari semua karyawan, menyusun jadwal dengan cermat dan memeriksa setiap dokumen yang akan dibutuhkan dalam sehari penuh aktivitas.

“Sekarang sudah mulai terasa seperti rumah sendiri ya?” ucapnya sendiri saat pintu lift terbuka di lantai tujuannya.

Suasana kantor sudah hidup dengan penuh aktivitas. Staf berjalan cepat membawa tumpukan dokumen, suara keyboard mengetik terdengar merdu, dan aroma kopi dari mesin kantin memenuhi setiap sudut ruangan. Beberapa karyawan yang melihatnya langsung mengangkat tangan atau mengangguk sopan.

“Pagi, Sekretaris Kim.”

“Selamat pagi, Sekretaris Kim.”

Sapaan-sapaan itu terdengar dari berbagai arah. Ae Ra menyambutnya dengan senyum kecil sebelum melanjutkan langkahnya menuju mejanya yang terletak tepat di luar ruang CEO. Namun sebelum ia duduk, Yoo Min Ji muncul dengan membawa map tebal yang penuh dengan lembaran dokumen penting.

“Pagi, Sekretaris Kim. CEO sudah ada di dalam dan meminta agar kamu segera masuk setelah datang,” ucapnya dengan nada yang jelas dan sedikit tergesa-gesa.

Ae Ra segera mengambil tablet yang sudah diisi dengan jadwal dan catatan penting, lalu mengetuk pintu ruang CEO dengan lembut sebelum masuk. Hyun Jae Hyuk berdiri di dekat jendela besar, mengenakan kemeja putih tanpa jas tampilan yang lebih santai namun ekspresinya tetap tegas seperti biasa. Rambutnya sedikit berantakan dan matanya terfokus pada pemandangan kota yang tertutup kabut hujan.

“Jadwal hari ini berubah,” katanya tanpa menoleh. “Kita punya rapat mendadak dengan investor baru yang ingin membahas kemungkinan kerja sama dalam proyek pelabuhan.”

Ae Ra membuka agenda di tabletnya dengan cepat. “Apakah ada masalah yang perlu dipersiapkan lebih jauh?”

“Belum,” jawabnya singkat, namun nada suaranya menyiratkan bahwa ada hal lain yang tidak ia katakan terbuka.

Sepanjang pagi, suasana kantor terasa lebih tegang dari biasanya. Direktur-direktur keluar masuk ruang rapat dengan wajah serius, suara percakapan mereka terdengar pelan seolah menyimpan rahasia penting. Ketika Ae Ra membawa kopi dan dokumen ke ruang rapat, ia sempat mendengar nama yang membuatnya merinding—“Haesung”. Meskipun tidak tahu persis apa itu, namanya terdengar seperti ancaman yang tidak bisa diabaikan.

Nama perusahaan pesaing kembali disebut. Strategi. Akuisisi. Tekanan pasar. Semua terdengar besar dan jauh dari dunianya. Namun ketika rapat hampir selesai, salah satu direktur berkata,

“Kalau Haesung benar-benar masuk penuh, konflik ini tidak bisa dihindari.” Jae Hyuk hanya menjawab singkat.

Setelah rapat selesai, para direktur mulai berbicara tentang strategi yang harus diambil jika persaingan semakin ketat. Jae Hyuk hanya berdiri dengan sikap tegak, berkata, “Kalau mereka ingin mengubah aturan permainan, kita harus siap menghadapinya dengan segala cara yang mungkin.”

Ae Ra mencatat semua poin penting tersebut dengan tangan yang stabil, meskipun hatinya sedikit berdebar melihat keseriusan yang terpancar dari wajah CEO-nya. Ia menyadari bahwa dunia bisnis yang ia jalani kini semakin dekat dengan tantangan yang lebih besar—dan ia harus siap menghadapinya.

Menjelang siang, Ae Ra baru bisa bernapas sejenak. Ia membuka kotak makan siang yang dibawa dari rumah, namun sebelum bisa menikmatinya, ponselnya berbunyi notifikasi.

Bo Ram:

Jangan lupa makan ya! Kalau tidak aku kirimin makanan kesana!

Seo Jun:

Hujan masih deras. Jangan lupa bawa payung saat pulang nanti.

Ae Ra tersenyum melihat pesan dari kedua teman terbaiknya. Rasanya hangat dan membuatnya merasa bahwa meskipun dunia kerja terasa berat, ada orang-orang yang selalu peduli dengannya. Namun ketika ia ingin membalas pesan itu, pintu ruang CEO terbuka dan Jae Hyuk muncul dengan tatapan yang mendalam.

“Kelihatannya ada kabar baik ya?” tanyanya dengan nada yang tenang namun penuh dengan rasa ingin tahu.

“Cuma dari teman,” jawab Ae Ra dengan sedikit menunduk, merasa sedikit tidak nyaman karena ditemukan sedang tersenyum melihat pesan.

Jae Hyuk hanya mengangguk dan berkata bahwa ada rapat tambahan dengan tim hukum untuk membahas langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan dari pesaing. Ia keluar dari ruangan dengan langkah mantap, menyisakan suasana yang lebih tenang namun tetap penuh dengan ketegangan yang tersembunyi.

Sore tiba dengan hujan yang semakin deras. Ae Ra menyelesaikan pekerjaan terakhirnya dengan hati-hati—memeriksa ulang semua dokumen rapat, menyusun ringkasan hasil diskusi, dan memastikan tidak ada kesalahan kecil yang bisa merusak keseluruhan proses. Tubuhnya merasa lelah namun pikirannya tetap fokus pada setiap detail yang harus ia siapkan untuk hari esok.

Ketika ia keluar dari gedung, hujan masih turun dengan derasnya. Ia mengeluarkan payung yang sudah disiapkan, mengingat pesan dari Seo Jun beberapa saat yang lalu. Langkahnya melambat ketika melewati jalan yang sudah begitu akrab—jalan menuju toko kecil yang selalu menjadi tempat perlindungannya.

Suara bel pintu toko berbunyi lembut saat ia membukanya.

“Klining…”

Bo Ram langsung muncul dari belakang kasir dengan wajah ceria. “Kau akhirnya datang! Aku sudah tungguin kamu !”

Ae Ra tersenyum melihat teman itu yang selalu penuh semangat. Seo Jun muncul dari belakang rak dengan membawa cangkir kopi hangat.

“Sudah siapin untuk kamu,” katanya dengan senyum tipis yang membuat Ae Ra merasa tenang.

Mereka duduk di sudut toko yang hangat, jauh dari kebisingan luar yang terus diramaikan hujan. Bo Ram mulai cerita tentang hari harinya yang penuh dengan kejadian lucu dan sedikit kekacauan—pelanggan yang salah ambil barang, atau anak kecil yang suka bermain menyembunyikan diri di balik rak. Ae Ra tertawa mendengarnya, rasa lelahnya perlahan hilang digantikan oleh suasana hangat dan kedekatan teman-temannya.

Namun di luar toko, sebuah mobil berhenti sebentar sebelum melaju lagi. Orang di dalamnya melihat ke arah jendela toko dengan tatapan yang mendalam dan penuh dengan pemikiran yang tidak bisa ia ungkapkan. Ia menghela nafas pelan sebelum memutar kemudi dan menjauh dari tempat itu, menyadari bahwa dunia yang mengelilingi Kim Ae Ra jauh lebih kompleks dari yang pernah ia bayangkan.

Di dalam toko, Ae Ra terus tertawa bersama Bo Ram sambil menikmati kopi hangat yang diberikan Seo Jun. Ia merasa bahwa meskipun dunia kerja semakin berat dan penuh dengan tantangan, ada tempat dan orang-orang yang membuatnya bisa menjadi diri sendiri tanpa perlu berpura-pura atau merasa takut untuk menunjukkan siapa dirinya sebenarnya.

Hujan mungkin masih turun di luar, namun di dalam toko kecil itu, ia merasa hangat dan aman—seolah semua masalah yang ada di luar tidak akan pernah bisa menyentuhnya di tempat yang ia anggap sebagai rumah kedua ini.

1
Lisa
Moga tdk terjadi apa² pada teman² Ae Ra
Lisa
Semangat y Ae Ra..gmn klo Bo Ram dijodohkan dgn Seo Jun..kan mereka sama² sahabatnya Ae Ra 😊
Lisa
Seneng banget baca ceritanya..happy terus ya Ae Ra bersama kekasih & sahabat²mu 😊
Lisa
Suka banget Kak pake bahasa Indo ga perlu diubah Kak..biar lebih nyantai juga bacanya 😊
Lisa
Makin seru nih ceritanya..bahagia selalu y utk Ae Ra & Jae Hyuk
Lisa
Bagus banget ceritanya..mereka saling mendukung satu sama lain..
Lisa
Rukun & bahagia selalu y utk Jae Hyuk & Ae Ra 😊👍
Lisa
Puji Tuhan pertemuan itu berjln dgn lancar..sukses y utk kerjasamanya..
Lisa
Moga pertemuannya dgn Tn. Lee lancar y Aera..semangat ya 💪😊
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!