NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Akhirnya pulang juga," gumam Lily berjalan masuk ke rumah, berharap tempat itu segera menghilangkan rasa lelahnya.

"Axton, seharian melihat wajahnya, membuatku lelah," batinnya.

Lily mendudukkan tubuhnya di kursi plastik yang ada di ruang tamu. Menyandarkan tubuhnya dan mulai membuka kaos kakinya.

"Ibu, Luna!" serunya memanggil, namun tak ada sahutan.

"Luna!" panggil Lily memandang ke dalam rumah.

Beberapa saat tak ada jawaban, membuatnya hanya bisa menggelengkan kepala.

"Kemana lagi sih? Kebiasaan banget nggak tutup pintu," gumamnya.

Lily bangkit dari duduknya, berjalan menuju dapur sembari menepuk-nepuk pundaknya yang terasa pegal.

Lily membuka pintu kulkas, mengambil air minum berharap rasa haus sirna bersama rasa lelahnya.

Setelah meneguk airnya. Lily kembali ke kamarnya, baru saja hendak membaringkan tubuhnya sejenak. Dari jendela kamarnya, ia melihat Luna dan ibunya berada di luar, membuatnya kembali menengok, dan memperjelas penglihatannya.

"Aish! Dia lagi!" Lily menghentakkan kaki, segera berlari keluar rumah, menyambut mereka.

"Ibu, sudah berapa kali aku bilang, jangan pernah bawa Luna pergi bersama dia!" sentak Lily menunjuk ke arah seorang pria yang mengandeng tangan Luna.

"Luna sini kamu!" lanjut Lily dengan wajah memerah kesal, menarik paksa Luna ke arahnya.

"Lily, jangan marah nak. Dengarkan penjelasan Ibu dulu," ucap Ibu Lily dengan tangan yang mulai berkeriput, mengusap bahu Lily.

Lily berdecak. "Ibu, apapun itu. Ibu salah. Ibu nggak boleh bawa Luna sama dia," keluhnya kemudian menatap tajam pria itu.

"Dan kau, berapa kali ku bilang berhenti datang ke sini, dasar tidak tau malu!" Maki Lily.

Pria itu menghela nafas pelan, "Maafkan aku. Aku hanya mengajak Luna membeli beberapa peralatan sekolah," tuturnya.

"Aku mampu membelinya, dan tidak perlu bantuan mu!" sentak Lily menarik tas yang disampirkan Luna lalu melemparkannya di tanah.

"Ah, tasku!" Pekik Luna ingin mengambil, namun ditahan Lily.

"Jangan diambil. Ibu belikan yang baru!"

"Tapi, Ibu ...."

"Masuk ke rumah!" potong Lily menunjuk ke pintu rumah.

Bola mata Luna berkaca-kaca, menatap Lily. Bibirnya melengkung ke bawah. "Ibu, maafkan Luna. Luna hanya tidak ingin merepotkan Ibu," ucapnya dengan suara gemetar.

"Masuk ke rumah, dan tunggu Ibu!" ucap Lily dengan tegas, membuat Luna mau tak mau menurut, meninggalkan tas pink yang baru saja ia beli dengan senang hati.

"Kamu terlalu kasar Lily," tegur Ibu Lily mengeluhkan sikapnya.

Lily menghela nafas kasar, tangannya mengepal kuat, dan matanya berkaca-kaca. Seharian bekerja terus diganggu Axton, dan pulang kerja malah bertemu hal menjengkelkan, membuat rasa lelah batinnya semakin bertambah.

Ia menatap pria di depannya dengan tajam. "Leon! Pergi dari sini, bawa barang-barangmu, dan jangan pernah muncul di hadapanku!" ucapnya penuh penekanan.

"Lily, bagaimana pun aku ayah Luna. Aku hanya ...."

"Aku yang merawatnya sialan! Kau yang tidak mau bertanggung jawab, artinya tidak pantas disebut ayahnya!" bentak Lily membuat Leon terdiam.

Lily mengangkat tangannya menunjuk wajah Leon. "Aku tidak akan pernah lupa apa yang terjadi pada adikku, Leon. Dan sampai kapan pun aku tidak akan memaafkanmu, sekalipun hingga dunia ini berakhir!" ucap Lily penuh penekanan.

"Lily, sabar nak," ucap Ibu Lily terus mengusap pundak Lily.

Lily yang kesal menepis tangan ibunya, dengan kesal berucap. "Ibu kenapa sih ngeyel banget. Kalau aku bilang nggak boleh, kenapa masih aja Ibu langgar aturanku!"

"Nak, Ibu hanya ingin meringankan bebanmu," tutur Ibu Lily dengan lembut memberikan pengertian.

Namun, ucapan itu semakin membuat Lily kesal dan pusing.

"Ibu!" geramnya. "Ibu lupa apa yang dia lakukan, hah?" ucapnya disertai air mata yang jatuh berlinang.

"Ibu tau, Ibu ingat, tapi semua sudah berlalu nak," ucap Ibu Lily membuat Lily menggeram mengacak rambutnya frustasi.

"Kau pergi sialan! Pergi!" teriak Lily mendorong Leon hingga mundur beberapa langkah.

Tak ingin semakin kesal. Lily berbalik masuk ke rumah, meninggalkan ibunya dan Leon dengan derai air mata.

"Kenapa sih, harus berurusan sama dua laki-laki brengsek ini!" gerutunya.

Saat memasuki rumah, Lily melihat Luna meringkuk di sudut ruangan sembari terisak kecil. Pemandangan itu tentu menyakiti hatinya, namun amarah di dadanya belum reda, membuatnya hanya bisa menatap dari kejauhan, sembari menangis, berharap, beban di hatinya segera sirna.

"Axton tidak akan melepaskan ku. Leon juga bisa saja mengambil Luna dariku? Aish, kenapa dua pria ini kembali muncul setelah bertahun-tahun?" batinnya menggeram, mengeluhkan nasib yang dialaminya saat ini.

*

Ibu Lily membuka pintu kamar Lily dan melihat wanita 27 tahun itu duduk di pinggir kasurnya, sembari menekuk lutut, dan menyandarkan tubuhnya di jendela. Menatap pemandangan luar kamarnya.

"Nak," panggil Ibu Lily yang tak mendapatkan respon.

Ibu Lily duduk di samping kasur, beberapa saat ia terbatuk beberapa kali, dengan tangan yang menutupi mulutnya. Barulah Lily menoleh sesaat menatap ibunya.

"Nak," panggil Ibu Lily lagi.

"Jangan membujukku Bu. Ibu salah, dan Leon tidak akan ku maafkan. Leon tidak berhak atas Luna," ucap Lily.

"Ibu tau nak, kamu marah. Tapi, Ibu hanya ingin mengurangi bebanmu."

Air mata Lily berlinang membasahi pipi, dengan suara bergetar ia menyahut. "Ibu aku terus bekerja demi kalian. Aku bekerja mati-matian agar kita tidak perlu bergantung hidup, pada laki-laki brengsek."

"Iya nak, iya. Kamu anak hebat. Tapi, Ibu cuma cemas sama kamu. Kamu sudah 27 tahun, sudah waktunya menikah, tapi kamu begitu benci laki-laki. Ibu khawatir kamu sendiri, dan seumur hidupmu malah mengurus kami, khususnya Luna sendirian," tutur Ibu Lily memberikan pengertian.

Nafas Lily memberat, ia meremas dadanya yang terasa panas dan nyeri. Air matanya semakin deras mengalir membasahi pipi.

"Ibu, hidupku sudah hancur. Aku tidak peduli apapun lagi. Biarkan aku bekerja, Luna sekolah, dan Ibu berobat. Hanya kalian yang saat ini kuinginkan. Ibu ... aku mohon, Ibu jangan memikirkan tentang hidupku. Ibu pikirkan saja kesehatan Ibu, dan jangan mengundang laki-laki itu lagi," pinta Lily dengan bola berkaca-kaca, memohon pengertian ibunya.

Hidup yang telah dijalani bertahun-tahun, dengan lelah dan penuh pengorbanan, sudah menjadi kebiasaan dan keputusan untuk sisa hidupnya.

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki nya masih terbungkus rapat, kek nasi uduk karet dua🤣🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
gemeesshh sama lily, ga mau jujurrrr
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
see maria.. masih yakin kah kamu yg ada di hati axton😒🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
yg ada lily tambah jijik ax liat kamu sama ciwik2 murahan itu😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
rencana mu salah ax.. pertama2 tuh cari tau ada apa dgn lily di masa lalu, kedua singkirkan manusia yg kt nya ayah mu itu, karena dy biang korek eehh kerok nya😒 baru kamu kejar lagi cinta lily, bukan kamu yg memaksa lily utk tunduk sama kamu 😤😤😤
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki baru😓
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
iisshhh lanjut ga thooorr 😒🔨🔨🔨🔨
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
ada apa dgn klrga axton n masa lalu axton lily ya🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkkk.. poor chloe.. senjata makan tuan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
masih bertanya-tanya, siapa leon🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
apa ini ya, kok ambigu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!