NovelToon NovelToon
Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Dosen / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.5
Nama Author: Mike Lovez

Dava adalah seorang menantu yang selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga istrinya, karena dikira hidup miskin sehinggi numpang hidup dirumah mertua. pekerjaannya sebagai kuli bangunan membuat dirinya selalu dihina dan di rendahkan. Dava memiliki mertua yang jahat dan Saudara ipar yang angkuh dan sombong.

suatu waktu seorang pria tangguh datang mencarinya ia adalah orang kepercayaan, Tuan Adinata yang diperintahkan untuk mencari putra tunggalnya yang sudah lama pergi dari rumah. Karena Dava adalah penerus takhta dari orang terkaya nomor satu dinegara ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mike Lovez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8:8

Bagi mereka sesuatu hal yang lucu. Tapi bagiku itu suatu penghinaan." lanjutkan kecongkakan kalian, nanti baru kalian bertekuk lutut dibawah kakiku." sumpahku dalam hati

Diselah-selah tawa mereka Dinda berteriak. "Diam....."

Seketika, semua terkejut dan menatap tajam ke arah Dinda.

"Katanya keluarga terhormat menjunjung tinggi harga diri dan kehormatan. Tapi apa kalian tahu, suatu kehormatan itu berasal dari perbuatan kita. Ingat jika kalian ingin di hormati dan dihargai. Belajar terlebih dahulu menghargai dan menghormati orang lain, karena kalau tidak. Jangankan orang dewasa anak kecil sekalipun ia gak akan memberi hormat kepada kalian. Silakan saat ini kalian tertawa bahagia diatas penderitaan aku dan suami aku tapi ingat, suatu saat aku akan balas hinaan kalian"

" Kak ipar Tahir akan mengikuti caleg bukan? Dan satu lagi kak ipar Kenedy bukankah seorang dewan yang terhormat. Bagaimana kalau berita penghinaan kalian terhadap putri bungsu dari keluarga Tuan Evan tersebar. Pasti sangat seru bukan?"

"Ingat! Diatas langit masih ada langit dan di bawah bumi masih ada bumi. Buat ibu...mulai saat ini, aku!. Dinda Permadi. Bukan Winata! Suatu saat aku akan kembali untuk menunjukan kekalian kalau suamiku bisa memberikan kebahagiaan untukku"

Dinda gegas pergi untuk masuk kedalam kamarnya, aku mengikutinya dari belakang" Sayang. Sabar ya, kenapa kamu tidak menerima tawaran ibu aja untuk tetap tinggal disini. Dan biarkan aku pergi sayang"?

"Aku gak bisa melakukan itu mas. Aku gak tega membiarkan mas pergi begitu saja, nanti mas tinggal dimana, dan makan apa?"

"Tapi sayang, kalau kamu ikut sama mas, nanti kasian. Atau gini aja, biarkan mas pergi hari ini untuk mencari tempat untuk kita, tapi janji selama mas gak ada disini jangan pergi kemana-mana. Kamu harus tetap disini sampai mas menjemputmu."

"Ok baik mas, kamu boleh pergi tapi ingat cepat pulang jemput aku."

Setelah aku ijin dengan Dinda. Dinda langsung menyiapkan pakian aku di tas. Dan hari itu juga aku keluar dari rumah itu, aku kembali ke tempat lamaku untuk bertukang.

Selama ini aku kerja sebagai kuli bagunan, yang penting ada uang untuk bisa makan, dan sisipkan sedikit untuk istriku.

Namun pada saat aku turun dari gojek, aku dikejutkan dengan seseorang yang berdiri tak jauh dari sana, sedang bicara dengan mandor. Pas aku melihat sontak membalikan badan dan ingin pergi. Namun sudah terlambat, aku keburuh ketahuan olehnya. Langkah ini terhenti mana kala suara bariton seseorang memanggil namaku.

"Tuan muda Dava" suara itu sangat jelas di telinga ini. Aku langsung pergi tanpa menoleh tapi sayangnya lagi-lagi aku di kejar sambil memanggil namaku, karna aku gak mau banyak orang tahu tentang statusku sebenarnya.

Akhirnya aku berhenti dan menatap nyalang laki-laki yang ada di depan aku."Ada apa anda datang ke tempat kerja saya pak Erik"?

"Tuan muda maafkan saya, sudah lancang. Tapi tolong Tuan muda pulang kembali kerumah, nyonya besar sangat merindukan Tuan muda."

"Pulanglah dan katakan kepada nyonya bahwa saya tidak akan pulang."

"Tuan muda!.nyonya sangat mengasihimu, semenjak Tuan muda pergi, nyonya sering sakit-sakitan. Tuan muda harus tahu, selama ini nyonya dan Tuan besar mencari Tuan muda kemana-mana"

"Maaf aku tidak akan pulang jadi pergilah jangan ganggu aku bekerja."

Karena pak Erik, merasa tidak bisa membujuk Aku, akhirnya dia memutuskan pergi. Aku bernapas lega, setidaknya kali ini bisa lolos. Hari ini aku kerja sekalian cari tempat tinggal tapi belum dapat juga. Dan malam ini aku nginap di mes bersama dengan para pekerja lainnya.

Entah kenapa, malam ini tidurku sangat terganggu. Karena memikirkan nasib istriku dirumah besar itu. Kasian dia, hidup di tengah-tengah keluarga besar kaya raya, dengan bergelimang harta tapi anak bungsunya menderita. Akhirnya sekitar jam tiga pagi baru aku bisa terlelap.

Besok paginya aku terjaga dari tidur. Ternyata sudah jam tujuh pagi, semua teman sudah pada bagun dan ada yang ngopi, ada juga yang mandi. Sedangkan aku belum bergerak dari tempat tidur.

Pukkk" Dava...kemarin ada seseorang datang mencarimu, kalau dilihat dari penampilan sepertinya dia bukan orang sembarang deh, apa kamu mengenalnya atau kamu melakukan kesalahan."

Nyawaku belum terkumpul dengan sempurna, namun dapat pukul dari teman gak ada ahklak memang ngagetin aja." aku juga gak kenal orang itu siapa." ujarku singkat.

"Ah masa sih tapi jelas-jelas dia sebut nama kamu, dan paling membuat kami semua heran dia memanggil kamu itu Tuan muda. Kamu tahukan kata Tuan muda itu berlaku hanya untuk orang terpandang. Aku jadi curiga sama kamu Dava. Jangan-jangan kamu ini bukan orang sembarangan.

"Hay,....bicara jangan ngelantur saja, kita ini sama ya sama-sama kuli bangunan gak usa mimpi jadi Tuan muda, hahaha" entah kenapa aku mala tertawa lepas.

"Dava! Aku gak tahu siapa kamu karena selama kita kenal kamu gak pernah cerita tentang kehidupan kamu, bahkan orang tua kamu sendiri kamu gak perna mengungkitnya. Aku hanya pesan sama kamu Dava, selagi orang tua kita masih hidup sayangi dan rawatlah mereka."

" Buat mereka merasakan kebahagiaan bukan karena orang lain tapi karena kita anaknya. Kamu tahu Dava, penyesalan terbesarku adalah ketika aku kehilangan orang tuaku tapi aku tidak ada di samping mereka."

Aku mendengar cerita temanku, ia teman yang baik, dan selama ini. Dia selalu berikan nasihat dan semangat buat aku, entah kenapa pagi ini aku dapat ceramah lagi dari dia. Yang melebihi ceramah pak ustad hahaha.

"Memangnya kamu kemana? sehingga kamu gak ada disaat orang tua kamu meninggal." tanyaku penasaran. Karena selama ini memang dia gak perna cerita soal orang tuanya sama sepertiku. Tapi aku sering mendapatinya menangis dalam diam.

"Dulu! sebelum aku kerja disini, sebenarnya. Kehidupan ekonomi keluarga kami lumayan bagus. Tapi suatu ketika aku jatuh dalam sebuah pergaulan bebas yang menyebabkan aku jatuh dalam dosa, disitu aku dinasihati sama orang tuaku. Tapi aku mala gak terimah dan pergi keluar dari rumah."

"Deg......"

Kok masalah temanku hampir sama dengan apa yang aku alami. Karena aku penasaran jadi aku terus bertanya.

"Terus..."?

"Karena waktu itu aku hanya mengikuti keegoisanku Dava! padahal jelas-jelas aku yang salah. Orang tua mana yang mau melihat anaknya hancur hidupnya. Mereka pengen anaknya menjadi orang yang baik dan bisa dihormati dan dihargai. Aku pergi dan gak pernah kembali padahal aku dengar mereka mencari aku sampai ibu dan ayah bergantian masuk rumah sakit."

Karena Andy diama, aku kembali bertanya" lalu...?"

"Ternyata dua tahu kemudia aku mendengar kabar dari orang kepercayaan ayah kalau, ibu sudah meninggal. Satu minggu setelah aku dengar kabar itu, aku inisiatif untuk pulang ternyata baru saja aku sampai di depan rumah aku di kejutkan dengan adanya banyak orang dirumah."

"Aku langsung gegas masuk, betapa terkejutnya aku ternyata ayah ku juga sudah terbujur kaku, seketika rasanya lutukku gak berfungsi aku terjatuh ke lantai dan disitu aku menangis sejadi-jadinya. Tapi semua sudah terlambat. Disitu aku menyesal, coba waktu itu aku gak egois dan pulang ke rumah mungkin orang tuaku masih ada." jelas Andy

"Pesanku sama kamu Dava, jika orang tua marah karena kesalahan kita, itu tandanya mereka menyanyangi kita. Namun jika mereka diam pada saat kita melakukan kesalahan, itu tandanya mereka sudah gak memiliki kasih dan perhatian lagi sama kita dan kepedulian mereka sudah gak ada. Jadi aku harap jika memang benar kamu ada masalah dengan orang tua kamu, pulanglah dan minta maaf."

Setelah Andi bicara demikian, ia langsung bangkit dari duduknya dan belalu pergi. Aku tahu dia pasti sedih.

Bersambung....

1
Dyah
mau lanjut baca jadi males ya..karena banyak typonya
Hery S
sumpah di antara smua novel yg pernh sy baca ini lah yg paling parah dan buruk skli dari tutur kata dan alur cerita.buat mc tolong LG klo buat cerita ngk usah muter2 cerita ny kyk film Indosiar..dan satu LG klo ngk mau di kritik ngk jd penulis
Hery S
ini kalo MC ny suka berbelit beli.msa udah di lewati 3 bab ujung2 ny balik lgi
Justin
minimal bljr ngetik dulu dn jngn mke kata" format kek bocil kntl masa mke etitud etika dll udah umur mc 27 thun tpi berantem kek umur bocah 15 thun tolol
Justin
minimal klo bikin novel jn mke kata" formal kntl
Justin
fiks ini bocil yg bikin Novel mke kata etika
Justin
maklum aj ya geys dia baru bljr bikin novel jdi begitulah
Suryadi Yadi
Author kayaknya punya masalah dengan huruf H
- Terima - Terimah
- membela - membelah
- bawa - Bawah (punya arti berbeda)
- Masalah - masala (hilang H)
- berubah - beruba (-H)
solopox
gak masuk hati itu Dea, hati udah jadi batu d ktain kya gtu tanggung. 🤣🤣🤣🤭
solopox
mampuuuuusssss.....🤣🤣🤣🤣
solopox
punya jabatan enak dkit sudah belagu. namanya orang serakah, mampussss lho kena apesnya 🤣🤣🤣
Sofyan Halid
suami goblok..
naif, munafik, egois..
Sofyan Halid
suami goblok..
Martin Ardiyansyah
astaghfirullah thor,, lama2 gua gedik palamu, kehabisan akal apa ya sampe di ulang2 sumpah
Martin Ardiyansyah
flashback nya 100 chapter kenapa ga ini dibuat di awal muka thor,, flashback kok berkepanjangan blum lagi setiap cerita validasi diri sendiri ini itu,, cerita nya sedikit tp bercerita nya bnyak,, apa sudah kehabisan kata2 atau kalimat thor sampe harus diulang2 dan di perjelas ini itu,, kamu pembaca pasti tentunya tau jd ga perlu di perjelas dengan setiap gi dalam di validasi,, runyam nih cerita bukan lagi bercerita thor,,
Martin Ardiyansyah
sumpah MC anj..... g lah geram kali diotak nya mikir baik tp munafik egois, menganggap sepele keluarga mertuanya yg sedemikian jahat tp menolak apapun dr orang tuanya sendiri,,
ganti judul aja thor, tuan muda yg TOLOL ternyata orang kaya,, 😂
Martin Ardiyansyah
heh MC monyet kok lu kaya yg bermuka dua ya,, klo dr awal lu tau istri lu di perlakukan karna lu knapa ga dr dlu aja lu pergi sendiri knp baru sekrg seolah2 lu bner,, kok malah pembaca jadi geram sama MC bukan ke antagonis lainya,
Martin Ardiyansyah
sebentar,,, gua yg tolol atau MC nya yg guoblok ya,, lu sakit hati sama ayah lu sendiri diusir dr rumah,, trus lu dihina dimaki sampe anak dalam kandungan istri lu mati ulah kluarga mertua trus lu adem ayem masih nerima,, otak lu sengklek kali ya,, 😆🤣😂
Martin Ardiyansyah
sebenarnya ini novel cerita atau buku diary sih,, ceritanya kbnyakan validasi diri sendiri mau ini itu sendiri deceritain,, alur cerita nya manaa
Martin Ardiyansyah
cerita nya kbnyakan ngomong sendiri,, jadi hilang alur cerita 😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!