Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ALIANSI
Ketika sampai di alun-alun besar di tengah suku, Selina melihat jika tempat itu telah dipenuhi beastman.
Para jantan tampak bersemangat dan gembira, sedangkan para betina memandang penuh kekaguman dan rasa cinta kearah sebuah panggung yang ada disana.
Selina mengikuti arah tatapan mereka. Di tengah alun-alun itu berdiri kepala suku dan seorang jantan tampan. Jantan itu kira-kira setinggi hampir dua meter, berotot kuat, memiliki delapan kotak otot perut, serta rambut pendek keemasan yang rapi dan gagah.
Sepasang mata emasnya seolah menghipnotis dan di suku rubah tak ada yang memiliki emas seperti itu sehingga dapat Selina pastikan jika beastman jantan itu bukan berasal dari suku rubah.
Setelah terpesona sesaat, Selina melirik ke samping, dan menepuk bahu seorang betina yang tampak paling ramah didalam kerumunan.
"Halo, maaf menganggu. Ini acara apa ya kok ramai sekali? Apa ada hal baik yang tengah terjadi di suku?", tanya Selina penasaran.
Maria terkejut ketika bahunya tiba-tiba ditepuk. Ia menoleh dan ketika ia melihat siapa yang memanggilnya, ia kembali terkejut dengan mata terbelalak lebar karena tak menyangka jika di suku rubah ada betina yang sekurus ini.Seluruh tubuhnya seperti kerangka yang hanya dibungkus kulit.
Dengan wajah penasaran dan dipenuhi rasa iba, Maria bukannya menjawab pertanyaan Selina, justru ia mengajukan sebuah pertanyaan yang tiba-tiba terlintas dalam benaknya.
"Halo, aku Maria. Siapa namamu? Apa kamu tinggal di suku rubah? Kenapa aku tidak pernah melihat mu?", tanya Maria bertubi-tubi.
Selina yang melihat Maria memberondongnya dengan berbagai pertanyaan alih-alih menjawab apa yang ia utarakan tak marah karena merasa hal itu wajar.
Sementara Maria, semakin melihat betina didepannya, rasa iba dihatinya pun semakin besar. Betina yang seletih itu jelas tidak memiliki jantan disampingnya. Tanpa jantan untuk berburu dan memberi makan, ia pasti hidup hanya dari usaha sendiri mencari makanan. Sekurus itu, dapat dibayangkan bahwa ia hampir tidak pernah makan daging.
Ditatap sedemian rupa, Selina merasa canggung sehingga tanpa sadar ia menggaruk kepalanya dengan sungkan sambil menjawab,
"Salam kenal Maria, namaku Selina. Aku berasal dari suku rubah, sama seperti mu. Aku tinggal di bagian paling ujung suku. Dan biasanya aku tidak keluar rumah. Tubuhku lemah dan tidak bisa berjalan jauh, jadi wajar bila kau tidak pernah melihatku. Maaf jika aku sudah mengganggumu".
Mendengar nama Selina, seketika sekelebat ingatan di benak Maria muncul. Siapa di suku yang tidak mengenal nama itu. Meski banyak yang belum pernah melihat bagaimana rupa betina tersebut, tapi nama Selina sudah menjadi terkenal semenjak kedatangannya di suku rubah.
Sebagai gadis palsu yang di buang oleh keluarga Sein dari ibukota, semua penghuni suku selalu membicarakannya. Terutama setelah gadis itu mengikuti upacara kedewasaan dimana saat itu tak ada satupun pejantan yang memilihnya, membuatnya menjadi bahan ejekan semua orang karena dianggap sebagai betina tak berguna sehingga tak ada satupun pejantan yang menginginkannya. Mengingat kembali akan hal itu, hati Maria terasa semakin perih.
"Hari ini Suku rubah kita kedatangan tamu istimewa. Pemuda yang berdiri dipanggung itu adalah putra mahkota dari Klan Elang Emas. Sekarang, kita dan Klan Elang Emas adalah sekutu. Dengan adanya Klan Elang Emas yang mengusai langit, musim dingin nanti kita tak akan takut lagi menghadapi para beastman liar yang muncul untuk menjarah makanan dari suku kita. Para betina juga tak perlu takut lagi menjadi incaran mereka untuk di culik", ucap Maria menjelaskan dengan mata yang sedikit memerah, melihat kondisi memprihatinkan betina didepannya itu.
Maria sudah bisa membayangkan bagaimana mengenaskannya kondisi betina dihadapannya itu ketika musim dingin tiba. Dengan adanya pemikiran seperti, iapun bertekad nanti ketika perwakilan dari Klan Elang Emas sudah pulang, ia akan pergi menemui ayahnya yang merupakan kepala suku rubah untuk membahas masalah penting ini.
Jika sampai ada betina meninggal di suku rubah maka nama baik suku akan tercemar dan untuk mencegah hal itu terjadi maka ia harus mendiskusikan hal serius ini dengan sangat sang ayah.
Mendengar penjelasan Maria, Selina memikirkan sejenak sebelum akhirnya mengingat sedikit dari ingatan sang pemilik tubuh asli yang berhasil ia galim
Dimusim dingin, selain cuaca yang ekstrim dan sulit mencari bahan makanan, hal yang paling ditakutkan adalah munculnya beastman liar yang suka merampok bahan makanan yang dimiliki oleh suku.
Selain merampok bahan makanan, biasanya mereka juga suka menculik betina untuk dibawa pulang agar bisa meneruskan garis keturunan mereka. Dan para betina yang diculik oleh para beastman liar selalu berakhir dengan nasib tragis.
Jika tidak mati maka mereka akan menjadi cacat seumur hidup karena selama di sekap mereka dipaksa untuk melayani para beastman liar tersebut dan dikawini dengan cara yang brutal sehingga tak ada satupun betina yang bisa hidup dengan baik setelah berada ditangan para beastman liar.
Maka dari itu,musim dingin merupakan momok yang menakutkan bagi para beastman, terutama para betina. Dan sekarang, suku rubah sudah menjalin aliansi dengan Klan Elang Emas maka musim dingin kali ini pasti akan berhasil dilalui dengan baik.
“Ya, suku mungkin akan bernasib baik setelah aliansi ini, tapi bagaimana denganku? di musim biasa saja aku kesulitan mencari makan, apalagi ketika musim dingin nanti. air sungai pasti akan membeku dan ikan-ikan jelas akan pergi berenang kearah perairan yang lebih hangat”, batin Selina gelisah.
Melihat Selina melamun, Maria melambaikan satu tangannya didepan wajah betina yang ada di depannya itu.
“Selina, ada apa? kenapa keningmu berkerut dalam?”, tanya Maria sedikit khawatir.
Begitu suara lembut Maria terdengar, lamunan Selina pun buyar dan ia segera mengingat tujuannya datang ke bagian terdepan suku hari ini.
" Hmmm, Maria, aku ingin bertanya, kalian biasanya pergi mandi di mana?"
Begitu kalimat tanya itu keluar dari bibir mungil Selina, hati Maria semakin sedih. “Bahkan tempat untuk mandi pun ia tidak ketahui. Betina ini benar-benar sangat menyedihkan”, batinnya iba.
Maria pun segera menunjukkan posisi sungai yang biasanya dipergunakan oleh anggota suku rubah untuk mandi dan membersihkan hewan buruan mereka setiap hari.
Ia yang pada awalnya ingin menemani Selina pergi ke tepi sungai karena takut ia akan tersesat, melihat tegasnya penolakan yang Selina berikan,Maria pun tak lagi memaksa dan kembali memberikan petunjuk mengenai arah jalan ke tepi sungai agar jangan sampai Selina tersesat.
Selina sendiri menolak niat baik Maria karena tak ingin merepotkan orang lain dan juga acara yang diadakan suku hari ini sangat penting, jika Maria pergi maka itu bukanlah sesuatu hal yang baik. Sementara dirinya, yang tak memiliki ikatan apapun dengan suku rubah selain karena kedua orang tuanya berasal dari suku ini dan posisinya yang tak begitu berarti di suku, tak masalah jika dia tak hadir dalam acara penting tersebut karena hal itu sama sekali tak akan mempengaruhi kepentingan suku.
Begitu Selina pergi meninggalkan kerumunan, sepasang mata emas yang sedari tadi mengamati keberadaannya, berkerut dalam dan pikirannya menjadi rumit melihat seorang betina kurus seperti itu ada didalam suku rubah.
Meski ada rasa penasaran dalam hatinya, tapi karena masih ada beberapa urusan penting yang harus ia tangani maka rasa itu pun untuk sementara ia simpan dalam hati dan akan mencari tahunya nanti.
Lagipula, setelah aliansi ini terbentuk maka ia memiliki banyak kesempatan untuk datang ke suku rubah sehingga mencari tahu informasi mengenai betina yang telah menarik perhatiannya tidaklah sulit.
Sementara Selina yang tanpa sadar telah membangkitkan rasa penasaran seseorang telah berjalan semakin jauh dari kerumunan menuju tepi sungai yang Maria tunjukkan kepadanya tadi.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya