NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Kedekatannya dengan Adrian, sedikit mengubah hidup Mita. Ia jadi lebih rajin ngecek ponselnya, hanya untuk mengetahui apa ada pesan atau panggilan masuk dari Adrian untuknya. Selama dekat, Adrian memang kerap memberikan kabar sedang apa dan di mana dirinya berada. Seolah ingin membangun kepercayaan satu sama lain dengan diawali keterbukaan.

Hampir dua bulan sudah mereka dekat dan sejak itu pula komunikasi mereka pun lancar. Sayangnya, saat ini Adrian sedang melakukan perjalanan bisnis. Tapi, tetap saja pria itu menghubunginya saat sedang jauh.

"Cowok kan emang biasanya gini, ya. Kalau mau ngambil hati cewek. Bisa-bisanya aku percaya gitu aja." Mita mengeluh saat sedang merapikan tempat tidurnya. "Tapi, Mas Adrian tuh baik. Ah, Rio dan cowok lain juga sebelumnya mereka baik."

Mita selalu bermonolog sendiri karena ia tidak memiliki teman dekat yang bisa ia percaya. Bukan karena Mita seorang introvert, tapi Ia hanya mencoba memilah dan memilih teman yang bisa dipercaya.

Lagi dan lagi soal kepercayaan.

Mita memiliki trauma besar terhadap suatu hubungan. Baik dengan keluarga, mantan suaminya dan pertamanannya. Jangan lihat bagaimana Mita terlihat baik-baik saja. Tapi, kalian harus paham dan mengerti proses perjuangannya untuk bangkit dari keterpurukan, kekecewaan dan putus asa. Prosesnya tidak mudah, ia jalanin hari demi hari hingga mencapai tahun ke tahun seorang diri, tanpa dukungan orang tua, saudara dan orang lainnya. Hingga akhirnya Mita ada dititik seperti ini.

"Nggak apa-apa lah, toh semuanya sepaket. Harus siap dengan semua konsekuensi. Udah lama juga aku nggak membuka hati untuk pria lain. Semoga Tuhan kali ini memberikan takdir yang baik." Harapan Mita begitu tulus untuk kedekatannya pada seorang Adrian Azzam.

Mita pun kembali merebahkan diri, ketika pekerjaan rumahnya selesai. Lima tahun hidup sendirian di kosan. Membuat Mita terbiasa menjalani hari-hari tanpa bantuan seseorang. Sejak masih menikah pun ia terbiasa sendiri meskipun ada Rio saat itu. Hanya saja Rio terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Mita pun lelah dan membiarkannya. Hingga akhirnya kata talak pun terucap dari bibir Rio yang sudah terjerat kegilaan dengan cinta pertamanya yang merupakan janda beranak dua.

Dua tahun pertama Mita merasa hancur, setiap malam berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri kalau ada kebahagiaan esok hari ketika ia bangun tidur. Berat badannya turun drastis, mental dan fisiknya dihajar habis saat itu. Bahkan ibunya sendiri menyalahkannya.

Namun, Mita akhirnya memilih menjauh dari sang ibu. Ia lelah selalu disalahkan meskipun bukan kesalahannya. Di tahun ketiga barulah pelan-pelan ia benar-benar terbiasa dengan semua keadaan.

Sesekali Mita menghubungi ibunya hanya sekedar menanyakan kabar. Untuk bertemu, biasanya bisa dihitung dengan jari, dalam setahun Mita bertemu dengan ibunya juga saudari-saudarinya. Selama ia tidak merepotkan keluarganya, rasanya aman saja.

Meskipun terkadang rasa sepi menghampiri di waktu tertentu. Jika sudah seperti itu, hanya menangis yang bisa ia lakukan supaya merasa lega.

◉⁠‿⁠◉

Adrian sengaja tidak memberitahukan Mita kalau hari ini ia akan pulang. Setelah dua Minggu melakukan perjalanan dinas. Di dalam mobil kebetulan ia duduk di kursi samping supir.

Mobil berhenti dulu di rest area untuk istirahat dan makan siang. Ada juga yang menyempatkan membeli buah tangan untuk keluarga tercinta di rumah.

Adrian kembali duduk di samping Bagas.

"Gue penasaran, ada fotonya nggak?" celetuk Bagas tiba-tiba.

"Hmm? Foto apaan?" Adrian yang sejak tadi duduk anteng pun bingung.

"CK, itu gebetan Lo?"

Adrian menarik napas panjang lalu terkekeh. "Ya elah... Gue pikir foto apaan! Ehm... Ada sih. Tapi... Rahasia."

Bagas merengut dan menyenggol lengan Adrian kesal. "Pelit banget! Cantik banget?"

"Apaan sih, Gas.... Sumpah Lo kepo banget! Alhamdulillah dia emang cantik." Saat mengatakan itu, bibir Adrian otomatis tersenyum tulus sekali.

Bahkan Bagas yang melihat itu terkejut. Pasalnya, temannya ini suka bersikap dingin dan acuh pada gender sebelah. Terlihat dari sikapnya pada asistennya sendiri. Namun kali ini senyum Adrian yang begitu tulus, Bagas pun mengerti kalau temannya memang sedang jatuh cinta.

"Akhirnya Duda gue nggak lapuk lagi...," goda Bagas sambil cekikikan. "Nggak main tangan lagi deh."

"Apaan sih Lo! Tapi doain ya. Soalnya dia punya trauma yang nggak kalah hebat. Mudah-mudahan gue bisa jadi penawar dari semua rasa sakit yang dia alami selama ini," ujar Adrian penuh harap.

Tawa Bagas lenyap seketika, "trauma kenapa?"

"Nanti deh, kalau gue sama dia udah klop, gue bakalan cerita sama Lo," pungkasnya.

Bagas menghormati keputusan Adrian itu. Ia tidak lagi memaksa, toh kalau Adrian siap, ia pasti akan cerita seperti biasanya.

Adrian berdiri dan melihat waktu yang sudah mereka lalui hampir sejam. Lantas ia sedikit berteriak, "10 menit lagi kumpul di mobil ya!"

Bagas setuju dan izin pada Adrian untuk ke toilet dulu. Saat Adrian sendirian, tiba-tiba saja ada yang menyentuh bahunya pelan.

"Pak!"

Adrian menoleh. "Ya?"

"Emang beneran ya, Bapak udah punya pacar? Baru pacar kan, Pak?" Tiara terlihat muram.

Kening Adrian mengerut, "maksudnya gimana?"

"Ya... Maksudnya kalau baru pacar, bisa kapan aja putus kan. Jadi, masih ada peluang untuk saya sama Pak Adrian untuk dekat."

"Jangan lancang, Tiara. Berdoa yang baik-baik. Dan urusan saya bukan urusan kamu. Mendingan kamu cari laki-laki yang mau sama kamu. Yang cinta dan sayang sama kamu. Saya nggak bisa." Adrian baru maju satu langkah, tangannya kembali ditahan oleh Tiara.

"Saya tuh gampang buat dapetin cowok. Bahkan yang kaya pun saya bisa. Tapi, saya maunya sama Pak Adrian. Kenapa sih, Bapak nggak suka sama saya, di saat semua mata cowok tertuju pada saya? Jangan sampai Bapak nyesal nanti," ancam Tiara dengan sedikit senyum licik.

Adrian tidak habis pikir dengan jalan pikiran asistennya tersebut. Kalau bukan karena atasannya yang memintanya untuk menjadikan Tiara asisten, sudah sejak lama ia memecatnya. Kerjaannya kurang telaten, flirting sana sini, jago makeup memang, sampe pori-porinya aja nggak kelihatan, tapi buat apa? Kalau kinerjanya aja minus.

"Sayanya nggak mau sama kamu. Kalau saya nggak jodoh sama dia, saya juga nggak mau sama kamu. Maaf ya kalau tersinggung!" Adrian menarik tangannya dan berjalan keluar menuju parkiran. Kalau saja ia tidak menahan diri, sudah pasti kata-kata kasar yang ia lontarkan pada asistennya itu. Namun, demi menjaga kenyamanan, ia berusaha bersabar. Semoga atasannya cepat-cepat memindahkan Tiara ke divisi lain.

Sebelum masuk ke mobil, Adrian berinisiatif untuk melakukan panggilan ke Mita. Baru saja ia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, tiba-tiba Rio mendekati dan menawarkan rokok pada Adrian.

"Nggak ah!" tolak Adrian. "Sejak kapan Lo ngerokok, Yo?" Adrian mengerutkan keningnya. Karena setahunya, Rio sama sepertinya yang tidak merokok.

Rio menghisap dalam lalu melepaskan asap dari mulutnya. "Sejak lima tahun lalu. Sejak gue pisah sama Mita."

"Kok bisa? Apa hubungannya? Bukannya Lo enjoy sama bini yang sekarang?"

Rio terkekeh kecil, matanya memandang jauh ke depan, seperti banyak pikiran. "Sebenarnya waktu itu nyesel juga gue lepasin Mita. Tapi, ya... Namanya gue khilaf ya, udah terlanjur. Mita gue liat juga makin kece aja dia. Kenapa nggak dari dulu dia jaga penampilan! Malah pas pisah dia malah makin menarik."

Adrian mengepalkan tangannya, lalu tersenyum kecut. "Khilaf kok sampai nikah! Terus kalau Mita sekarang lebih kece, itu tandanya dulu, elo yang nggak becus bimbing dia. Padahal Mita tuh menarik dari dulu, Lo aja yang ketutupan napsu setan!"

Mendengar kalimat sarkas dari mulut Adrian, Rio nggak marah sama sekali. Karena seperti itulah Adrian sejak dulu.

"Eh, bukannya Lo kenal sama Mita ya, Dri? Lo kakak kelasnya kalau gak salah, ya kan?"

[]

1
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
riza
uhuuuuyy 🤭🤭
Secilia Cindy
bacanya sambil meriang2 ka..🤭
Dila Dilabeladila
hadehhhhhh udah langsung ajak k KUA aja bias bisa nambah dengam bebas🤣🤣
riza
hot ya kak 🔥🤭
riza
si Rio sakit emang
riza
lah dasar si Rio tolil
riza
fitnah jir
riza
eh gila si Rio
riza
lah sama mas ... saya yg baca juga udh GK sabar ini 🤭
riza
mulai deh ngeselinnya
riza
mas Adrian maunya mewah ya 🤭
Ika Alif
tak tunggu sampai end aja bacanya😍
riza
nanggung sekali ya 🤭
riza
setuju nih
riza
ceritanya bagus kak. semoga karyamu banyak yg baca dan laris manis ya kak 😍
rachmaraaa: aamiin 🙏
total 1 replies
riza
ciee... mereka jadian juga 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!