NovelToon NovelToon
Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dijodohkan Orang Tua / Matabatin / Reinkarnasi / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:229
Nilai: 5
Nama Author: Laila ANT

Tabib Wi Lu mendapati dirinya dituduh meracuni Kaisar dan dipaksa menikahi Putri Yu Ming, pewaris tahta yang penuh dendam. Dengan reputasi tercoreng dan pengawasan ketat, Wei Lu harus melawan intrik licik Pangeran De, paman Kaisar, yang sebenarnya merencanakan kudeta dengan memanipulasi ilmu farmasi. Saat Yu Ming menjadikannya musuh, Wei Lu diam-diam menggunakan kejeniusan medisnya untuk membongkar konspirasi Pangeran De, menyelamatkan Kekaisaran dari wabah buatan, dan akhirnya mengungkap kebenaran di balik kematian Kaisar. Perjalanan ini memaksa Yu Ming menghadapi prasangkanya dan secara bertahap belajar mempercayai Wei Lu , mengubah pernikahan politik mereka menjadi pernikahan sejati yang di dasari cinta, kejujuran, dan penyembuhan bagi seluruh kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila ANT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ekstrak Daun Pagi

Wei Lu hanya menatapnya, matanya tajam.

"Jika Anda tahu apa yang ada di kepala saya, Anda akan tahu bahwa kehilangan catatan tidak berarti kehilangan ingatan. Saya akan terus bekerja."

Wei Lu berbalik, berjalan kembali ke kantornya yang kini terasa kosong. Ia harus kembali ke audit keuangannya, mencari jejak Ekstrak Daun Pagi di antara tumpukan angka yang menjemukan.

Ia duduk di mejanya, mencoba fokus pada logistik pengeluaran darurat. Lima hari untuk menyelesaikan audit ini adalah waktu yang mustahil. Tapi ia harus melakukannya.

Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya yang berpacu. Ia harus mencari tahu apa yang dibeli Pangeran De, dan di mana Pangeran De menyembunyikan ramuan yang tersisa.

Wei Lu meraih tumpukan pertama arsip keuangan darurat—logistik pengadaan bahan baku untuk proyek pembangunan jembatan di Provinsi Barat. Ia menyaring angka-angka itu, mencari pengeluaran yang tidak sesuai dengan konstruksi.

Tiba-tiba, Kasim Feng, yang seharusnya berada di bagian dapur, muncul di ambang pintu, wajahnya pucat.

"Tuan Wei," bisiknya, hampir tidak terdengar.

"Petugas Ritus yang mengambil arsip Anda dari Kamar Obat... mereka tidak pergi ke Arsip Ratu."

Wei Lu mendongak, merasakan cengkeraman dingin di perutnya.

"Ke mana mereka pergi?"

"Mereka berbelok ke Sayap Utara. Ke kediaman..." Kasim Feng menelan ludah, ketakutan terpancar dari matanya.

"Ke kediaman siapa, Feng?" desak Wei Lu.

"Ke kediaman Yang Mulia Pangeran De. Saya melihat mereka menyerahkan peti-peti itu langsung kepada Tuan Bao, ajudan Pangeran De. Dan... dan Tuan Bao tersenyum, Tuan Wei. Senyum yang sangat mengerikan saat ia melihat segel Ratu di peti-peti itu."

Wei Lu terdiam.

Yu Ming tidak meninjau catatan itu untuk keamanan negara. Yu Ming telah, tanpa ia sadari, bertindak sebagai kurir dan secara resmi menyerahkan seluruh pemikirannya, seluruh strateginya, dan mungkin bukti fisik yang ia sembunyikan, langsung ke tangan musuh bebuyutannya. Pangeran De kini memiliki cetak biru pikiran Wei Lu, bersenjatakan otoritas Ratu.

Wei Lu mengepalkan tangannya di atas tumpukan dokumen. Ia harus segera mencari tahu apa yang Pangeran De cari dalam jurnalnya. Apakah Pangeran De ingin memvalidasi racunnya, atau ia sedang mencari—

Tiba-tiba, Wei Lu merasakan gatal yang menusuk di punggung lehernya. Ia menyentuhnya tanpa sadar.

Gatal itu cepat menyebar, menjadi rasa sakit yang membakar di bawah kulit. Wei Lu segera menarik tangannya dan melihat ujung jarinya. Ada sedikit cairan berminyak dan merah gelap yang menempel di sana.

Cairan itu berasal dari tumpukan dokumen yang sedang ia kerjakan—arsip pengeluaran darurat. Ia yakin cairan itu tidak ada di sana beberapa menit yang lalu.

Wei Lu mendekatkan jarinya ke lampu minyak, mencium aromanya. Baunya manis dan pahit. Bukan racun. Ini adalah ekstrak dari akar Lignum Vitae—ramuan yang sangat langka dan mahal yang digunakan untuk pengobatan penyakit degeneratif.

Tapi mengapa ramuan semahal ini ada di tumpukan dokumen tentang pembangunan jembatan?

Wei Lu menyeka jarinya pada jubahnya dan dengan hati-hati membalik dokumen di tumpukan itu. Di bagian bawah tumpukan, tersembunyi dengan cerdik di antara kertas-kertas lain, ia menemukan sebuah gulungan kecil, terbuat dari kulit ular yang halus.

Itu bukan dokumen resmi. Itu adalah gulungan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengeluaran darurat. Wei Lu membukanya dengan tangan gemetar.

Di dalamnya, tertulis dalam aksara kuno yang hanya dapat dibaca oleh tabib tingkat tinggi, adalah sebuah resep. Resep itu merinci komposisi tonik yang ia berikan kepada Kaisar selama bertahun-tahun, tetapi dengan satu perbedaan fatal.

Ramuan di resep itu mencantumkan kebutuhan akan Ekstrak Daun Pagi—ramuan yang ia duga digunakan Pangeran De untuk mengganti Sanguis Draconis.

Wei Lu menatap resep yang dipalsukan itu. Ramuan Lignum Vitae yang membakar di lehernya? Pangeran De telah menempatkan ramuan yang sangat sensitif dan berharga itu di sini, disamarkan sebagai racun kecil, hanya untuk memastikan Wei Lu terpaksa menyentuh dan melihat gulungan yang diselipkan di bawahnya.

Pangeran De telah menjebaknya. Ini adalah resep yang dipalsukan, yang akan digunakan Pangeran De untuk membuktikan bahwa Wei Lu telah menggunakan Ekstrak Daun Pagi secara teratur. Dan Pangeran De tahu bahwa Wei Lu akan segera mencari ramuan itu di arsip keuangan.

Wei Lu menatap aksara kuno di atas gulungan kulit ular itu, menyadari bahwa ia baru saja menemukan—atau diberi—bukti yang akan menjeratnya selamanya. Gulungan itu adalah cetak biru yang mengikatnya pada kejahatan penggunaan Ekstrak Daun Pagi pada Kaisar.

Ia mendengar suara langkah kaki di koridor. Kasim Feng sudah menghilang, tetapi langkah itu milik orang yang jauh lebih berkuasa.

Wei Lu buru-buru menyembunyikan gulungan kulit ular itu di balik jubahnya, sementara pintu kantornya terbuka dengan dorongan keras.

Itu adalah Pangeran De. Wajahnya berseri-seri, senyum kemenangan yang keji memenuhi ruangan.

"Perdana Menteri Wei," sapanya, berjalan masuk seolah ia adalah pemilik ruangan itu.

"Saya dengar Ratu baru saja menyita arsip pribadi Anda. Sangat disayangkan. Tapi jangan khawatir, saya akan memastikan bahwa Komite Audit akan—"

Pangeran De berhenti di tengah kalimat. Matanya menyapu ruangan, dan berhenti pada Wei Lu. Ia tidak melihat apa-apa, tetapi ia menyeringai.

"Saya hanya ingin mengingatkan Anda, Wei Lu," lanjut Pangeran De, suaranya kini berbisik penuh intrik.

"Tugas audit pengeluaran darurat Anda memiliki tenggat waktu yang ketat. Lima hari. Ratu tidak akan mentolerir kegagalan birokrasi, terutama dari seorang Perdana Menteri yang baru saja dicurigai."

Wei Lu berdiri di samping mejanya yang kini berantakan, merasakan sensasi terbakar dari Lignum Vitae di lehernya, dan bobot gulungan resep palsu di balik jubahnya.

"Saya akan menyelesaikan audit ini, Yang Mulia," jawab Wei Lu, nadanya dingin dan terkontrol.

Pangeran De berjalan menuju Wei Lu. "Bagus. Saya harap Anda tidak terlalu sibuk dengan audit, sehingga Anda lupa bahwa Ratu telah memerintahkan semua komunikasi Anda untuk diawasi. Jangan mencoba mengirim pesan rahasia, Tabib. Saya akan memastikan Ratu tahu segalanya yang Anda sembunyikan."

Pangeran De menepuk bahu Wei Lu, sentuhan yang terasa seperti ancaman fisik.

"Istirahatlah, Wei Lu. Besok, saya akan menyerahkan salinan dari beberapa jurnal Anda yang baru disita. Saya ingin Anda memverifikasi keasliannya untuk Ratu."

Pangeran De berbalik dan berjalan menuju pintu, meninggalkan Wei Lu berdiri di tengah kantor yang terasa seperti jebakan.

*Dia akan mengembalikan jurnal yang dia curi, tetapi dia akan mengembalikannya setelah dia memanipulasinya,* pikir Wei Lu, menyadari permainan Pangeran De.

Tepat saat Pangeran De membuka pintu, ia berhenti dan menoleh, tatapannya menyapu lagi ke arah Wei Lu.

"Oh, dan satu hal lagi, Perdana Menteri," katanya, suaranya lembut, tetapi penuh ancaman yang disengaja. "Saya mendengar Ratu sangat tertarik dengan catatan harian yang Anda simpan. Terutama tentang... rahasia pribadi Anda. Anda tahu, setiap tabib memiliki kelemahan yang mereka tulis hanya untuk diri mereka sendiri. Saya yakin Ratu akan sangat *senang* untuk membaca—"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!