Alvaro Neo Sandler adalah pria kaya raya yang memiliki kerajaan bisnis di dalam negri maupun di luar negri, saat ini Alvaro sudah berusia 28 tahu.
Dulu Alvaro menikah di usia 18 tahun setelah lulus SMA, saat itu ia menikah karena di jodohkan oleh orang tuanya karena balas budi.
tapi pernikahan itu tidak tahan lama karena Alvaro mengalami kecelakaan yang mengakibatkan Kedua orang tuanya meninggal sedangkan ia lumpuh dan di nyatakan mandul.
disaat terpuruk sang istri justru menghina dirinya yang cacat serta mandul, lalu memberi surat perceraian.
Tiara Puspa, gadis cantik dan juga baik hati yang baru saja menginjak usia 17 tahun dan duduk di kelas tiga SMA. Tiara adalah anak yatim piatu, kedua orang tuanya sudah meninggal tujuh tahun lalu akibat kecelakaan.
Ia di jadikan pembantu di rumahnya sendiri oleh dan Tante yang menumpang hidup padanya. hingga hampir di jual karena akan di jadikan alat pembayar hutang.
ingin tau kisah keduanya ayo mulai mengikuti kisah mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Nasip keluarga cipto
Saat Alvaro sedang berbicara dengan Candra di ruang kerjanya.
"Bagaimana apa sudah dapat apa yang aku pinta?" Tanya Alvaro
"Sudah tuan ini semua tentang nona muda, dan benar semua harta dan perusahaan yang bangkrut semua milik nona muda tapi perusahaan itu di jual cipto lalu ia kerja di perusahaan tuan" jawab Candra
"Lalu bagaimana sekarang keluarga itu?" Tanya Alvaro
"kami kirim mereka bertiga kehutan pedalaman yang jauh dari kehidupan luar, dan kami sudah membuat mereka tidak bisa keluar dari sana tuan" jawab Candra
"Bagus.... Jangan sampai mereka lepas, buat mereka terkurung disana sampai akhir hidup mereka" jawab Alvaro.
"Baik tuan, oh iya tuan semua keperluan nona muda sudah kami beli dan sedang di persilahkan di kamar depan anda, tempat tidur dan lainya sudah menurut intruksi anda, jadi malam ini nona muda sudah bisa tinggal di kamar barunya" jelas Candra
"Bagus aku suka kerja kalian yang cepat, aku akan memberikan kalian bonus, dan untuk mu kau boleh beli mobil impianmu besok. Satu lagi tolong carikan sekolah yang terbaik untuk Tiara dan tempatkan di sekolah yang memiliki kepribadian baik tanpa ada bullying" ujar Alvaro
"Al ini beneran kan, aku beli mobil besok, kamu gak lagi ngerjain aku kan?" tanya Candra senang dan ingin memastikan
"Iya tentu saja, kapan aku bohong" jawab Alvaro dengan tenang.
"Ahhhh.... Terima kasih kakakku yang baik hati. Aku sangat senang" ujar Candra sangat bahagia
"Gayamu kayak gak punya uang saja, padahal kamu bisa beli sendiri" kesal Alvaro
"Oh tentu beda, gratis itu lebih nikmat hahaha" jawab Candra dengan jahilnya.
Sedangkan Alvaro hanya mendengus melihat Candra.
"Sudah sekarang tolong urus sekolah untuk Tiara" ujar Alvaro.
"Untuk sekolah sepertinya kita harus mencarikan kampus tuan karena 2 bulan lagi nona akan lulus SMA. Untuk universitas saya sudah mendapatkannya tuan, ini dari Romeo, dia bilang universitas di tempatnya yang terbaik tanpa ada bullying dan membedakan kasta semua tertip" ujar Candra dalam mode profesional kerja
"Apa kuliah, jadi Tiara sudah akan masuk universitas, aku kira dia baru mau masuk SMA, tubuhnya kecil. Baik daftarkan Tiara kesana buat iya nyaman disana, tiara adalah pewaris ku dan aku tidak mau iya tersakiti, jika Tiara sakit aku pun akan ikut sakit" ujar Alvaro
"Saya mengerti tuan, tapi tuan apa saya boleh bertanya sesuatu?" Tanya Candra
Alvaro pun memandang Candra menunggu apa yang ingin di tanyakan oleh nya.
"Kenapa anda meminta nona Tiara untuk jadi putri tuan bukan menjadi adik atau istri begitu?" Tanya Candra
Alvaro yang mendengar itu pun kaget dan mendelik kearah Candra,
"Apa kau gila, jika adik bagaimana bisa aku mewariskan semuanya, jika aku nikahi bukanya aku menghancurkan hidup Tiara, dia masih muda dan kau tau aku ini mandul jadi bagaimana bisa, aku menikah pun percuma jadi jalan satu satunya hanya mengangkat Tiara jadi putriku" jawab Alvaro.
"Tapi tuan ini terlihat aneh usia anda baru 28 sedangakan nona berusia 17 tahun, dan juga anda belum periksa lagi bukan, itu dulu, bisa saja itu salah karena dari yang saya lihat anda pria yang sehat. Kenapa anda tidak mencoba untuk periksa lagi, maaf tuan saya hanya ingin anda bahagia" ujar Candra
"Cand kau masih normal kan, maaf ya walau aku mandul aku masih normal, aku tidak suka pedang pedangan" ujar alvaro sembari merinding melihat Candra
Sedangkan Candra yang di kira tidak normal pun tersendak, "Tuan aku juga normal Jangan salah sangka dengan perhatian ku" jawab Candra cepat
"Kau yang bicara salah kau juga yang marah, sudah sana keluar aku mau kerja, ingat urus sekolah Tiara dengan benar awas saja kau buat dia kesusahan akan ku kirim kau kelaut lepas" ujar Alvaro
"Iya tuan saya juga tidak mau nona muda kesusahan, bagaimana bisa saya melihat nona yang cantik itu menderita" ujar Candra sembari tersenyum membayangkan wajah Tiara.
Melihat itu Alvaro jadi kesal lalu melemparkan pena kearah Candra hingga mengenai dahi Candra
"Aduh tuan sakit.... Kenapa melempar saya?" Tanya Candra kesal
"Kau itu yang kenapa dan berani sekali kau membayangkan Tiara ku, pergi sana" kesal Alvaro
"Tuan kenapa jadi cemburu, saya bersedia kok jadi menantu tuan" jawab Candra lalu berlari keluar karena akan di lempar lagi oleh Al.
"Enak saja jadi mantu, gak Sudi aku" ujar alvaro kesal
Sedangkan Candra tertawa terbahak diluar sana,
"Al... Al.... mana berani saku jadi menantu kamu yang galak, aku hanya ingin membuka matamu dan juga hatimu, apa salahnya jika nona Tiara jadi istrimu" ujar Candra dalam hati
"Tuan Candra terlihat bahagia?" Ujar pak Lukman kepala pelayan di rumah kediaman keluarga Sandler
"Iya pak saya bahagia sebentar lagi kita akan melihat tuan Alvaro memiliki istri, anda tau pak, gadis muda tadi alah calon istri masa depan tuan hehehe" jawab Candra
"Benarkah tuan, tapi tuan Alva tidak Mau menikah?" Tanya pak Lukman
"Jangan khawatir pak serahkan semua pada Candra, yang penting tolong di jaga ya pak nyonya muda kita, candra akan bicara pada nyonya dan tuan besar masalah ini" jawab Candra lagi
"Baik tuan, saya akan menjaga mereka dengan baik, semoga ada hal baik kedepannya, saya berharap tuan Alvaro bahagia" ujar pak Lukman tulus.
"AAMIIN ..... kita doakan saja pak semoga ini yang terbaik, baiklah pak saya mau istirahat sebentar, capek banget karena banyak kerjaan tadi" ujar Candra lalu pergi, sedangkan pak Lukman hanya bisa menggelengkan kepala melihat Candra.
Saat makan siang tiba Tiara di panggil dan di ajak makan oleh Alvaro bersama Candra, setelah selesai makan.
Alvaro mengenalkan Tiara pada semua orang uang ada di rumah itu, dan syukurnya semua menerima Tiara dan bahkan bersyukur dengan datanya Tiara mereka berharap b
Ada keramaian di rumah ini dan tersa hangat, apa lagi semenjak tuan dan nyonya besar pergi rumah ini jadi sepi dan tidak ada suara.
Karena itu mereka berharap dengan kedatangan Tiara rumah akan menjadi lebih hangat dan hidup.
Setelah makan Tiara diajar Alvaro melihat- Lihat rumah, agar Tiara tau dan tidak tersesat.
Alvaro juga mengajak Tiara ke kebun bunga milik mama Nara.
Malam harinya
Setelah makan malam Alvaro mengajak Tiara untuk melihat kamar baru miliknya,
"Tiara ayo ikut papi, papi akan tunjukan kamar kamu" ujar Alvaro
"Baik Pi" ujar Tiara lalu mengikuti Alvaro ke kamar barunya.
Sesampainya disana Alvaro membuka pintu kamar dan terlihatlah kamar yang bernuansa soft.
Bersambung