NovelToon NovelToon
Terapi Hati Psikiater Gemulai

Terapi Hati Psikiater Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Dokter Genius
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Sebuah trauma kelam di usia dua belas tahun mengubah hidup Lova sepenuhnya. Sejak kejadian mengerikan itu, ia menderita fobia akut yang membuatnya ketakutan setengah mati, bahkan hanya untuk sekadar berdekatan atau disentuh oleh seorang pria. Baginya, semua pria adalah ancaman.

Sampai akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Arnold, seorang psikiater genius dengan reputasi mentereng. Berbeda dengan pria lain, pembawaan Arnold yang sedikit gemulai justru memberikan rasa aman yang tak pernah Lova rasakan sebelumnya. Arnold menjadi satu-satunya pria di dunia ini yang bisa menyentuh kulit Lova tanpa memicu kepanikannya.

Demi menyembuhkan trauma Lova secara total dan sah di mata hukum, Arnold mendesak sebuah keputusan nekat: *Pernikahan Medis*.
Sebuah pernikahan yang menutupi alasan sebenarnya, menikahi wanita penuh trauma bahkan tak dicintai.

Bagaimana kedok psikiater pecinta lagu India ini? Apakah ia berhasil menyembuhkan Lova? Atau ia sendiri terjebak dalam rencana yang ditutup rapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Terapi Ekstreem

Arnold membuka map berwarna cokelat tua itu dengan perlahan. Suasana ruangan terasa hening karena pasien dan ibunya sedang fokus memperhatikan pria berjas putih itu.

Ibu Lova terus mengikuti gerakan tangan pria tersebut. Sedangkan Lova duduk diam menautkan jemari di atas pangkuannya.

Tak lama, Arnold terlihat sibuk mengisi lembar hasil observasi terlihat di dalan map itu. Setelah itu, ia menatapnya sekilas sebelum akhirnya menghela napas panjang.

“Kalau saya boleh jujur …” ucapnya pelan. “Kondisi Nona Zarisha tidak sesederhana trauma biasa yang dialami oleh orang lain.”

Ibu Lova sedikit tersentak dan menegang. “Maksud Dokter?”

Arnold menyandarkan punggungnya pada kursi kerja. “Tubuh dan pikirannya sudah terlalu lama hidup dalam mode bertahan. Sehingga membuat … rasa takut itu berubah menjadi refleks dan itu akan terus berulang.”

Lova menunduk perlahan. Kepalanya dipenuhi oleh segala yang telah berlalu. "Hmmmfff ..."

Ia menghela napas panjang. Ia sangat tahu apa yang dimaksud oleh dokter ahli jiwa ini. Bahkan dirinya sendiri sudah merasa lelah hidup sebagai manusia biasa yang sehat, tetapi batinnya mengalami sakit yang tak memiliki obat.

“Selama satu jam observasi tadi,” lanjut Arnold, “saya mendapatkan sesuatu yang cukup unik.”

Kali ini mata pria itu beralih langsung pada Lova. Menyadari itu, Lova pun mengangkat wajahnya kembali.

“Nona Zarisha tidak mengalami penolakan besar terhadap saya.”

Deg.

Lova tertegun, tanpa sadar matanya terbuka dengan sangat lebar. Entah kenapa jantungnya malah berdegup sedikit lebih cepat, tetapi bukan karena rasa takut yang mucul kembali.

“Apa itu bagus, Dok?” tanya sang ibu cepat penuh harapan.

“Oh, tentu saja bagus. Sangat bagus.” Arnold mengangguk kecil. “Karena biasanya penderita trauma seperti Nona Zarisha yang bahkan tidak mampu berada dekat dengan laki-laki dalam kurun waktu yang lama.”

Sang ibu langsung menatap putrinya tak percaya. “Lova … Mama juga baru sadar semenjak tadi kamu benar-benar menurut pada semua yang dikatakan Dokter Arnold.”

Lova refleks gugup menggigit bibirnya. Tak hanya itu, ia menggaruk pelipis salah tingkah.

“A-aku tak mengerti …”

“Ya, jawabannya hanya satu. Karena kamu nyaman bersamaku,” sela Arnold cepat sambil menaikkan sebelah alisnya.

Wajah Lova langsung terasa panas. Ia juga merasa bingung, dan tak bisa memungkiri diagnosa yang disampaikan oleh Arnold. Hanya saja, ini terlalu mendadak membuat sesuatu yang menyesak di dalam dada.

“Dok!”

Melihat reaksi itu, Arnold justru terkekeh kecil.

Sementara itu, ibu Lova terlihat membeku. Ia sibuk dengan pikirannya sendiri.

'Sudah sangat lama ... Bahkan tak pernah melihat Lova bereaksi layaknya seorang perempuan normal di depan laki-laki. Tapi ...'

Sang ibu menatap Arnold yang tak bisa dikatakan normal sebagai seorang pria.

'Bagaimana dengan Teddy? Teman masa sekolah Lova yang telah bertahun-tahun mencintai Lova? Namun, memang tak dipungkiri, Teddy tak bisa membuat putriku menjadi seperti ini,' batin sang ibu melihat Lova dan Arnold bergantian.

Arnold kembali membuka lembar di dalam map, di balik lembar observasi yang ia perhatikan dengan sangat serius. Ia diam, tetapi terlihat jelas hati dan pikirannya tengah sibuk memikirkan sesuatu. Namun, sekian waktu ...

“Karena itulah …” ucapnya perlahan. “Saya memikirkan metode terapi yang mungkin sedikit ekstrem.”

Raut wajah ibu Lova berubah tegang. Lova yang berada di sampingnya mulai merasa tidak tenang.

Arnold pun menarik sebuah lembaran dari dalam map. Lalu … meletakkannya tepat di atas meja.

Deg.

Kedua mata ibu Lova kompak membelalak. Terlebih pada Lova.

SURAT PENDAFTARAN PERNIKAHAN

Ruangan mendadak terasa sunyi. Kedua ibu dan anak itu terlihat bingung tak memahami maksud surat ini.

Dalam kesunyian ini, hanya terdengar suara pendingin ruangan yang terasa mendominasi.

Lova menatap kertas itu tanpa berkedip. Kepalanya perlahan terasa kosong.

“A-apa maksudnya ini, Dok?” tanya sang ibu terbata. "Siapa yang harus menikah?"

Arnold terlihat tenang. “Baik lah, saya akan menjelaskan semuanya.”

Pria itu melipat kedua tangannya di atas meja.

“Sebenarnya, trauma Nona Zarisha ini, sudah terlalu dalam. Jadi, jika melakukan terapi biasa, bisa memakan waktu yang sangat lama. Bisa bertahun-tahun … atau bahkan tak akan ada perkembangan sama sekali.”

Ibu Lova mulai terlihat pucat. Justru karena Lova tak bisa mendekat dengan pria itu, maka Lova tak ada harapan menikah dengan siapa pun.

“Tapi …” sambung Arnold yang kembali melirik Lova.

“Ternyata alam bawah sadar Nona Zarisha, menerima keberadaan saya.”

Kalimat itu membuat napas Lova tercekat pelan. Kepalanya mencoba memaknai sendiri penjelasan pria ini.

Akan tetapi, ia sendiri tak bisa menyangkalnya. Semenjak awal pertemuan, ia sama sekali tidak merasa takut padanya. 'Apakah maksud surat ini dengan dia? Menikah dengannya?'

'Ini aneh. Sangat aneh.' Lova menggeleng cepat. 'Mungkin aku salah,' ucapnya dalam perang batin.

“Dalam ilmu psikologi,” lanjut Arnold tenang, “rasa aman adalah kunci utama terapi trauma.”

“Tunggu …” sang ibu mulai kebingungan. “Jadi maksud Dokter …”

“Saya akan menjadikan diri saya sebagai media terapi paling dekat untuk Nona Zarisha.”

krik

krik

krik

Lalu beberapa detik kemudian...

“HAH?!”

Ibu Lova refleks bangkit dari duduknya.

Sedangkan Lova terlihat membeku total. Ternyata, apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi.

Namun, Arnold tetap terlihat tenang.

“Kalau terapi ini berhasil, maka perlahan otak Nona Zarisha akan belajar bahwa tidak semua laki-laki itu jahat dan menyadari ada pria yang bisa membuatnya nyaman."

“Tapi kenapa harus menikah?” suara sang ibu meninggi tak percaya. “Ini terlalu mendadak, Dok!”

Arnold mengangguk kecil.

“Memang.”

“Lalu bagaimana dengan Teddy?” lanjut wanita paruh baya itu cepat. “Dia sudah bertahun-tahun mengharapkan Lova!”

Nama itu membuat jemari Lova langsung saling menggenggam erat.

'Teddy…' Hampir saja ia melupakan nama itu

Pria itu masih ada. Diam-diam memperhatikannya. Memberinya ruang. Mengharapkannya untuk sembuh.

Tangan Lova tergenggam, kepalanya terpakur dan ia hanya bisa memejamkan mata.

Namun, dengan perlahan … ingatannya justru kembali pada satu jam terakhir bersama Arnold. Di saat mereka berjalan berdampingan. Di saat ia memegang tangannya. Di saat mereka berbicara. Di saat ia berani menatap pria itu dengan langsung.

Dan anehnya … Ia tak merasa takut.

Hal itu membuat Lova semakin bingung terhadap dirinya sendiri.

Arnold memperhatikan perubahan ekspresi wanita itu tanpa berkata apa-apa.

Lalu ia kembali bersandar santai.

“Begini saja,” ucapnya ringan. “Saya tidak akan memaksa keputusan hari ini.”

Ibu Lova menghela napas lega.

“Tapi …” Arnold kembali menatap Lova lurus-lurus. “Saya merasa Nona Zarisha sendiri sudah menyadari sesuatu.”

Lova tersentak.

“Menyadari … apa?” bisiknya pelan.

Sudut bibir Arnold terangkat tipis.

“Bahwa untuk pertama kalinya dalam hidupmu …” suaranya melembut perlahan, “kamu merasa aman berada di sisi seorang laki-laki.”

Deg.

Kalimat itu menghantam tepat ke dalam dada Lova.

Karena … itulah yang paling membuatnya takut sekarang.

Lova sempat mematung selama beberapa waktu. Namun, akhirnya ia bangkit dan menggeleng cepat. Ia menarik tangan ibunya dan membuka pintu.

Namun, Arnold menyunggingkan senyum misterius ...

*bersambung*

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
mimief
sudah lah nold
kalau memang kamu udah ga bisa sembuhin lova
lepas aja lah🥹
Eva Karmita
jangan buat dokter Arnold lolos bikin Shok terapi buat pak dokter sadar hubungan pernikahan bukan untuk main"
Eva Karmita
kopi meluncur... lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi ya kak 🙈
total 1 replies
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
mimief: aku jugaaaa...
bakalan ada
total 3 replies
Eva Karmita
kenak sudah kamu pak dokter makanya kalau ada masalah tu jangan lari ke club harusnya mendekatkan diri kepada Tuhan... pengen lihat setelah Lova dikirimi video tadi reaksinya kayak apa pengen lihat pak dokter nangis di pojokan kamar menyesali diri 🤣🤣🤣 kirim Ted biar tau rasa Arnold ditinggalkan istrinya kayak apa ....sebel jadi orang kok seenaknya ngk mikirin perasaan orang lain
Eva Karmita: wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Eva Karmita
rekam aja setelah itu hasil rekaman nya kasih ke Lova ya Ted....!!? biar tu dokter kebongkar kedoknya 😤 senang banget nyakitin perasaan Lova 😩 mentang" hak waris sudah dlm genggaman tangannya..,, jahat kamu pak dokter 😏😤 pengen nonjok mulutnya cungkil matanya sama cabut ginjal Arnold 😩😏😤🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita: wkwkwk hahaha 🤣🤣🤣😏
total 2 replies
mimief
jangan Thor
judulnya terapi cantik ku yg rupawan
itu aja Thor
gemulai mah... terlalu klise😍😍
mimief: iy...sayang bet ya
padahal temanya seger bgt KL kataku
total 4 replies
mimief
jiaaahhh...
jadi bayangin
aduuh ternoda dah pikiran aye cyiiin🤣🤣🫣
SoVay: mikirnya wwf smackdown ni kayaknya 🙈
total 1 replies
mimief
yakin bang...bisa pergi
lova si udah mulai sembuh
ga terlalu perlu lu juga si...
tapi gimana yaaa???
Eva Karmita
Oke lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi y kak say
total 1 replies
Eva Karmita
aku dukung kamu Teddy biar pak dokter sadar dia cinta atau cuma manfaatkan di Lova ...biar pak dokter mencerna perasaan nya
hana roichati roichati
judulnya terapi hati psikriati gemulai lebih keren👍👍 lanjut kak
SoVay: moga beruntung ya kak 🙈
total 1 replies
Eva Karmita
ya ampun lagi dan lagi rasanya pengen cabut ginjal Arnold 😩 ngk apa setelah pengobatan ini selesai Lova pasti pergi kok dan siap"aja y pak dokter kamu yg bakal hidup merana karena terkurung di rumah mewah mu sendiri 😏
SoVay: kita liat gaya dia kalau ditinggal kayak mana 🤣
total 1 replies
mimief
dasar dokter jiwa yg sakit jiwa
keplak kali palanya biar balik normal🤣🤣
SoVay: ampuuuun 🙈
total 1 replies
Eva Karmita
pengen ngetok palanya pak dokter dah tadi Lova di bawa terbang tinggi tapi setelah itu di jatuhkan ke dasar 😤😏 ...ingat ya pak dokter jangan lupa Lova itu istrimu bukan boneka yg sesuka hati dapat kamu mainkan kamu buang kamu pungut dia manusia punya hati dan perasaan... ya Tuhan bikin emosi aja ini dokter satu 😩😤😏
SoVay: dipotong dl 🙈
total 3 replies
mimief
nanya mah nanya aja ka
cyiin nya diilangin🫣🤣🤣
geplak lagi ninpake anduk
vote otw ka😍
mimief
wkwkwkkw
kyk korban pelecehan
🫣🤣🤣🤣
Eva Karmita
kalau ketahuan ya terima nasib aja pak dokter dan biar kamu sadar Lova berarti atau tidak di hidup mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!