NovelToon NovelToon
Penyesalan Berdarah Sang Mantan Suami

Penyesalan Berdarah Sang Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Setelah lima tahun menjadi pelayan tak bergaji bagi suami dan keluarga mertuanya, Rania pergi membawa luka dan kembali sebagai badai yang akan menghancurkan kerajaan mereka."

Selamat membaca...jangan lupa dukung authir yaa...terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia di Balik Hujan

Malam itu, di dalam mobil mewah yang membelah kemacetan Jakarta, Rania menatap tetesan air hujan yang mengalir di kaca jendela. Pikirannya melayang kembali ke kejadian beberapa malam lalu, malam yang menjadi titik balik hidupnya. Malam di mana ia berlari membawa Abid yang sekarat, tanpa uang, tanpa kendaraan, dan tanpa martabat yang tersisa.

​Rendra dan Ibu Ratna mungkin bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang wanita yang selama lima tahun hanya memegang spatula, tiba-tiba bisa memegang kunci enkripsi dan bicara soal strategi bisnis di depan CEO sekelas Elang Danuarta?

​Jawabannya tersimpan dalam sebuah memori tujuh tahun silam.

​Sebelum mengenal Rendra, Rania adalah "The Golden Girl" di dunia firma audit internasional.

Ia adalah lulusan terbaik yang memiliki kemampuan langka dalam membaca anomali data keuangan. Di sanalah ia bertemu Elang Danuarta.

Saat itu, Elang masih merintis divisi baru di perusahaannya, dan Rania-lah yang menyusun algoritma efisiensi yang membuat kekayaan Elang melompat berkali lipat dalam dua tahun.

​Elang adalah mentornya, sekaligus pria yang hampir menyatakan cintanya sebelum Rendra—dengan segala manipulasi dan kata-kata manisnya—datang merebut Rania dan memaksanya berhenti bekerja dengan alasan ingin memuliakan istri di rumah.

​Kembali ke malam hujan itu...

​Saat Rania berdiri membeku di pinggir jalan dengan Abid yang mulai kehilangan kesadaran, sebuah mobil hitam berhenti. Elang Danuarta keluar dari sana. Ia tidak sengaja lewat; ia sedang dalam perjalanan pulang dari kantor pusat.

​"Rania?" Elang tertegun melihat wanita yang dulu sangat cemerlang kini tampak seperti gelandangan yang hancur.

​Rania tidak meminta uang. Hal pertama yang ia katakan saat melihat Elang adalah, "Elang ... selamatkan anakku. Setelah itu, ambil kembali otakku. Gunakan aku untuk menghancurkan pria yang sudah membuatku jadi seperti ini."

​Di dalam IGD malam itu, saat Abid sedang ditangani dokter, Elang duduk di samping Rania yang tubuhnya masih gemetar karena kedinginan. Elang tidak memberikan kata-kata motivasi yang manis. Ia justru memberikan tamparan realita yang keras.

​"Kamu lihat dirimu sendiri, Nia?" tanya Elang dengan suara berat yang tajam. "Tujuh tahun lalu, kamu adalah wanita paling pintar yang pernah aku kenal. Sekarang? Kamu membiarkan dirimu diinjak oleh pria medioker seperti Rendra hanya karena konsep cinta yang salah."

​Rania menunduk, air matanya jatuh ke lantai rumah sakit. "Aku salah, El. Aku pikir dengan mengabdi sepenuhnya, dia akan menghargai aku."

​"Pengabdian tanpa harga diri itu namanya perbudakan, Rania," sahut Elang dingin.

"Rendra sukses karena kamu yang mengerjakan semua tugas kantornya di rumah, kan? Aku sudah curiga sejak lama. Gaya bicara Rendra di rapat-rapat bisnis itu gaya bicaramu, bukan gaya bicaranya yang dangkal. Kamu yang memberinya nyawa, dan dia membalasmu dengan racun."

​Di saat itulah, transformasi Rania dimulai. Bukan karena sihir, tapi karena kesadaran yang dipicu oleh kemarahan.

​"Bantu aku, El," bisik Rania malam itu. Matanya yang sembab tiba-tiba berkilat tajam. "Aku punya semua akses ke sistem keuangannya. Aku tahu setiap rupiah yang dia gelapkan, aku tahu setiap kontrak bodong yang dia tanda tangani demi menyenangkan ibunya. Aku punya kunci enkripsi yang selama ini dia pikir hanya folder foto keluarga."

​Elang tersenyum tipis—senyuman seorang predator yang melihat rekannya kembali bangkit. "Aku akan memberikanmu fasilitas. Apartemen, perlindungan hukum, dan posisi di kantorku. Tapi ada satu syarat."

​"Apa?"

​"Jangan pernah menangis lagi di depanku karena pria itu. Mulai besok, setiap air mata yang jatuh harus kamu bayar dengan satu inci kehancuran milik Rendra Wijaya. Deal?"

​Rania menjabat tangan Elang dengan mantap. "Deal."

​Kembali ke Masa Kini (Real Time)

​Mobil yang membawa Rania dan Elang berhenti di depan sebuah gedung apartemen kelas atas yang sangat eksklusif. Elang menoleh pada Rania, membuyarkan lamunannya.

​"Kamu memikirkan kejadian malam itu lagi?" tanya Elang.

​Rania mengangguk pelan. "Aku hanya sedang berpikir, betapa bodohnya aku selama lima tahun ini. Aku punya kunci untuk menguasai dunia, tapi aku malah memilih menggunakannya untuk membuka pintu bagi pria yang bahkan tidak mau membukakan pintu mobil untukku."

​"Penyesalan itu perlu, Rania. Biar kamu tahu bedanya antara berlian dan kerikil," ucap Elang sambil membukakan pintu mobil—sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rendra bahkan di hari pernikahan mereka.

​Mereka melangkah masuk ke lobi. Langkah Rania terhenti saat melihat sosok wanita yang sangat ia kenali sedang berdiri di dekat meja resepsionis dengan gaya angkuh.

​Gisela.

​Wanita itu mengenakan gaun merah ketat yang sangat mencolok, tas Chanel dan kacamata hitam di atas kepala. Ia tampak sedang berdebat dengan petugas keamanan.

​"Saya ini calon istri CEO Wijaya Corp! Saya mau masuk ke unit 204! Saya tahu Rania ada di sini!" teriak Gisela tanpa rasa malu.

​Rania menarik napas panjang. Ia menatap Elang, yang hanya memberikan isyarat seolah berkata,

"Panggungmu, silakan."

​Rania melangkah maju, tangannya masuk ke saku blazer-nya dengan tenang. "Mencari saya, Nona Gisela?"

​Gisela berbalik, wajahnya yang penuh riasan tebal itu tampak terkejut melihat penampilan Rania yang sangat jauh berbeda. Rania tampak berkelas, mahal, dan sangat tenang—berbanding terbalik dengan dirinya yang tampak seperti wanita yang sedang mengejar hutang.

​"Rania! Jadi benar kamu di sini?! Kamu selingkuh dengan bos besar ini supaya bisa balas dendam ke Mas Rendra?" Gisela tertawa sinis, suaranya melengking di lobi yang sunyi. "Dasar wanita munafik! Mas Rendra sekarang susah gara-gara kamu kunci laptopnya! Cepat kasih kodenya atau aku laporin polisi atas tuduhan pencurian data!"

​Rania mendekati Gisela, langkahnya tenang dengan auranya yang sangat menekan. Ia berhenti tepat di depan Gisela, membuat wanita itu refleks mundur satu langkah.

​"Pencurian data?" Rania menaikkan satu alisnya.

"Gisela, bicara soal hukum di depan saya itu seperti anak TK yang mencoba mengajari profesor matematika. Data itu milik saya, disusun oleh saya, dan dilindungi oleh hak intelektual saya sebagai konsultan independen. Rendra hanya meminjamnya secara gratis selama lima tahun karena status pernikahan."

​Rania melirik tas Chanel yang ditenteng Gisela. "Tas yang bagus. Sayangnya, tas itu dibeli dengan uang hasil penggelapan dana vendor Wijaya Corp. Dan saya punya semua buktinya. Jika kamu bicara satu kata lagi soal polisi, saya akan pastikan polisi itu menjemputmu saat ini juga atas tuduhan penadahan barang hasil tindak pidana."

​Gisela memucat. "Kamu ... kamu jangan asal bicara!"

​"Aku tidak pernah asal bicara, Gisela," sahut Rania dengan suara yang sangat rendah sekaligus mematikan. "Kamu pikir Rendra mencintaimu? Dia hanya menjadikanmu tempat sampah untuk egonya yang terluka. Dan kamu? Kamu hanya parasit yang sedang menghisap inang yang sudah hampir mati. Mau tahu rahasia kecil?"

​Rania membisikkan sesuatu di telinga Gisela. "Minggu depan, perusahaan Rendra akan dinyatakan pailit. Semua asetnya, termasuk apartemen yang kamu tempati atas nama Rendra, akan disita oleh negara. Jadi, daripada repot-repot ke sini untuk memaki saya, lebih baik kamu mulai cari kontrakan murah. Karena sebentar lagi, kamu dan kekasihmu itu akan merasakan dinginnya lantai tanpa alas."

​Gisela gemetar, ia mencoba menampar Rania, namun tangan Elang Danuarta sudah lebih dulu menangkap pergelangan tangan Gisela dengan cengkeraman yang sangat kuat hingga Gisela meringis kesakitan.

​"Jangan pernah menyentuh aset berharga perusahaanku dengan tangan kotormu," ucap Elang dengan tatapan mata yang seolah bisa membakar orang hidup-hidup. "Security, bawa wanita ini keluar. Dan pastikan wajahnya masuk dalam daftar hitam di seluruh gedung milik Danuarta Group."

​Gisela diseret keluar oleh petugas keamanan sambil terus berteriak tidak jelas. Rania menatap kepergian selingkuhan suaminya itu dengan tatapan kosong. Tidak ada rasa senang yang berlebihan, hanya rasa puas yang dingin.

​"Dia akan segera meninggalkan Rendra," ucap Rania tiba-tiba.

​"Kenapa kamu yakin?" tanya Elang.

​"Karena wanita seperti Gisela hanya mencintai uang. Saat Rendra benar-benar tidak punya apa-apa, dia akan menjadi orang pertama yang menikam Rendra dari belakang. Dan saat itulah ... kehancuran Rendra yang sesungguhnya akan dimulai. Dikhianati oleh wanita yang ia bela mati-matian di depanku."

​Elang menatap Rania dengan bangga. "Kamu benar-benar sudah kembali, Rania. Selamat datang di dunia nyata."

​Rania tersenyum tipis. "Terima kasih, Elang. Tapi ini baru permulaan. Aku ingin melihat mereka saling hancur sendiri tanpa perlu aku menyentuh mereka lagi."

​Malam itu, Rania masuk ke apartemennya dengan perasaan yang jauh lebih kuat. Ia tahu, plotnya sudah berjalan sempurna. Rendra mulai panik, Gisela mulai ketakutan, dan Ibu Ratna mulai merasa kehilangan kemewahannya.

​Ia tidak perlu mengotori tangannya dengan darah, karena ia sudah memasang bom waktu di setiap aspek hidup mereka.

1
Anonim
Yah begitu..... BUAT MEREKA MENDERITA
aku
kan bener lagi kata tetanggaku, tidak ada yg lebih mengerikan selain tidak ada uang adalah wanita yg bls dendam krn skt hati 😌😌
aku
lagian lu udh dikasih kesempatan bukannya lnjut hdp lbh baik malah cari mati. hedehh gk pinter 😁
Dwi Setyaningrum
wah wah penyesalannya hanya Krn terpuruk wkt itu setelah ekonominya mulai membaik berbuat ulah lagi..hadehhh..
Dwi Setyaningrum: minta dirujak thor..🤭😂
total 2 replies
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
tanpa rania kamu bukan apa" rendra🤭
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
ternyata gisela itu anak buah perusahaan lain
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
iya tinggalin aja wes Rendra
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
suami jahat Rendra
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
hukuman rania belum sbrpa ini
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
korupsi demi apa ini baskoro
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
wah nyonya datang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
tiket exclusive😄😄😄😄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
ini sih cari mati dia🤣🤣🤣
pst dapat cap pelakor😄🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
badainya terlalu dasyat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
seorang ibu bisa ngomong kasar begini
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
kena jebakan balik kah
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
menghamliri kalian past
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
enam bulan ga bisa bikin kamu tobat tyas
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
akhirnya mereka di penjara
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
walau jauh bisa memantau lewat cctv
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!