NovelToon NovelToon
Rahasia Terbesar

Rahasia Terbesar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Epik Petualangan
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Lin Tian sadar dari tidur panjangnya selama 200 tahun dan mendapati tubuhnya masih seperti pemuda 18 tahun. Satu hal yang paling mengganjal: di istana ratu ular, semua makhluk memiliki tubuh ular, tapi ia berkaki dua sempurna. Siapa ayahnya? Siapa sebenarnya Kakek Han yang begitu ia rindukan? Ibunya, Ratu Medusa, mengurungnya berabad lamanya hanya untuk menyembunyikan sesuatu. Kini Lin Tian pergi ke dunia manusia. Bukan untuk bertualang, tapi untuk menggali satu rahasia yang ibunya lebih memilih membekukannya daripada mengakuinya. Rahasia terbesar tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Kediaman

Ayah Jiyue yang sejak tadi berusaha menenangkan putrinya tiba-tiba tertegun. Sebagai seorang kultivator tingkat Nascent Soul tahap akhir, ia bisa melihat dengan jelas tingkat kultivasi pemuda di hadapannya. Nascent Soul tahap akhir. Sama sepertinya.

Padahal saat pertemuan mereka di kediaman lama keluarga Ji beberapa waktu lalu, Lin Tian hanya berada di tingkat Pendirian Fondasi menengah. Kenaikan dari Pendirian Fondasi menengah ke Nascent Soul tahap akhir, dalam waktu kurang dari sebulan adalah sesuatu yang mustahil.

"Kau... bagaimana bisa secepat itu meningkatnya?" tanya ayah Jiyue dengan suara sedikit bergetar.

Jiyue yang mendengar pertanyaan ayahnya menjadi bingung, lalu ia menyipitkan matanya ke arah Lin Tian. Sebagai kultivator tingkat Inti Emas awal, ia mencoba menyelidiki, namun tidak bisa melihat apapun pada akhirnya.

Zhuxuan terkekeh pelan lalu berbicara untuk mencairkan suasana, "Rekan Ji Chang tidak perlu memikirkan kultivasi Komandan Perak Lin. Dia adalah sesuatu yang jauh di luar pemahaman kita. Lebih baik kita fokus pada urusan yang membuat kita bertemu hari ini."

Mendengar kata "komandan perak", Jiyue dan ayah Jiyue semakin terkejut. Mata mereka membeliak, dan mulut Jiyue terbuka lebar.

Jiyue menunjuk Lin Tian dengan jari telunjuknya yang gemetar. "Pengintip ini komandan?! Haaa... yang benar saja! Orang seperti dia yang tidak punya sopan santun, yang mandi di kolam orang tanpa izin, yang menggigit bahu perempuan, yang... yang..."

Lin Tian mendongak dengan wajah kesal. "Penguntit ini mulutnya tidak memiliki penyaring. Suka membuat orang tersinggung dengan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar. Aku sudah bilang itu salah paham, tapi dia terus mengulang-ulang cerita yang sama."

Mu Wan yang berdiri di samping Lin Tian sejak tadi mendengarkan dengan seksama. Ia kemudian berbisik pelan ke telinga Lin Tian.

"Komandan, perhatikan sikap anda. Anggota pasukan kita menjadi bingung melihat anda bertengkar dengan seorang gadis di depan umum."

Lin Tian berdehem lalu meluruskan posisinya. Ia mencoba menenangkan diri lalu berbicara dengan nada lebih santun. "Anda benar, Wakil Mu Wan. Saya tampaknya terlalu berlebihan menanggapi penguntit ini. Seharusnya saya bisa lebih dewasa."

Jiyue mengepalkan kedua tangannya dengan keras. Wajahnya memerah, dan ia tampak ingin membalas kata-kata Lin Tian.

Zhuxuan tertawa untuk kedua kalinya, lalu mengangkat tangannya untuk menghentikan pertengkaran yang tidak akan pernah berakhir itu. "Sudahlah, Nona Jiyue. Tidak perlu tersinggung dengan komandan Lin."

Ji Chang akhirnya menarik napas panjang lalu menghelanya perlahan. Ia menatap Lin Tian dalam-dalam.

"Besok, datanglah ke kediaman keluarga Ji. Urusanmu dengan Jiyue belum selesai. Ibu, kakek, dan paman Jiyue juga ingin bertemu denganmu. Jadi kau harus datang. Tidak ada alasan untuk menolak."

Lin Tian mengangguk. "Baik, Paman. Saya akan datang besok."

Ji Chang dan Jiyue kemudian mengikuti Zhuxuan menuju ruang komandan untuk membahas kerja sama antara keluarga Ji dengan Faksi Kebenaran. Jiyue sempat menoleh sekali lagi ke arah Lin Tian dengan mimik kesal sebelum akhirnya menghilang di balik pintu.

Lin Tian menghela napas panjang. Ia sebenarnya berniat untuk menyelesaikan masalah dengan keluarga Ji, tapi ia tidak menyangka pertemuan itu akan terjadi secepat ini.

Mu Wan berdehem pelan untuk menarik perhatian Lin Tian. "Komandan, kalau begitu, anggota pasukan kita bisa memperkenalkan diri masing-masing sekarang. Kita punya waktu sebelum matahari benar-benar terbenam."

Lin Tian mengangguk. Ia berdiri tegak di hadapan enam belas anggota pasukannya, sementara Mu Wan berdiri di sampingnya dengan membawa gulungan daftar nama.

Satu per satu anggota itu maju ke depan lalu menyebutkan nama dan asal usul mereka. Sebagian besar dari mereka adalah pemuda-pemudi dengan semangat membara, meskipun kultivasi mereka masih rendah.

Ketika giliran seorang pria bertubuh kekar dengan rambut panjang dan wajahnya yang sedikit keras, ia berbicara dengan suara lantang. "Aku Bha Lung, dari wilayah barat. Aku adalah seorang pengungsi yang kehilangan rumah karena perang saudara yang tidak pernah berhenti. Statusku tidak memiliki kekasih maupun istri, dan..."

Lin Tian mengangkat tangannya untuk memotong. "Cukup. Tidak perlu menyebutkan hal-hal pribadi seperti status pernikahan. Itu tidak relevan dengan tugas kita sebagai pasukan faksi."

Bha Lung menggaruk kepalanya dengan canggung, sementara anggota lainnya terkekeh pelan mendengar kata-kata komandan baru mereka.

Setelah semua anggota selesai memperkenalkan diri, Mu Wan membuka gulungan kertas yang diberikan Zhuxuan sebelumnya. Ia membacanya sebentar, lalu menyimpannya kembali ke dalam cincin penyimpanan.

Mu Wan kemudian berbicara pada seluruh anggota. "Untuk beberapa waktu ke depan, kalian akan berlatih dengan tekun di markas ini. Altar teleportasi antar wilayah sedang dibangun di berbagai titik kemunculan makhluk kegelapan, karena itu kita belum bisa bertugas. Sembari menunggu perintah dari komandan tingkat Giok... berlatihlah lebih giat dan jangan menyia-nyiakan waktu."

"Baik, Wakil Komandan!" seru keenam belas anggota itu dengan penuh semangat.

Lin Tian mengangguk puas melihat semangat mereka.

Setelah itu Mu Wan berbisik pelan.

"Komandan, bisakah kita bicara berdua sebentar?"

Lin Tian mengangguk. "Baik, mari."

Mereka berdua berjalan keluar dari halaman markas, melewati gerbang utama, dan masuk ke jalanan kota Cifu yang mulai dipenuhi lampu lampion. Udara malam terasa sejuk, dan aroma bunga dari taman kota membuat suasana menjadi lebih tenang.

Mu Wan berjalan di samping Lin Tian dengan langkah yang tenang. "Komandan, kau..."

Lin Tian menggelengkan kepalanya. "Panggil saja aku Lin Tian saat kita sedang berdua seperti ini. Aku jauh lebih muda darimu, dan rasanya aneh jika dipanggil komandan di luar jam tugas."

Mu Wan tersenyum. "Baik kalau begitu, Lin Tian."

"Dan aku akan memanggilmu Mu Wan saja. Tidak perlu panggilan formal lainnya," balas Lin Tian dengan senyuman.

Mereka kemudian berjalan menyusuri jalanan yang semakin ramai. Pedagang kaki lima mulai berjejer di pinggir jalan, menjual berbagai macam makanan dan barang-barang kecil. Lampu-lampu lampion berwarna-warni menggantung di atas jalan, menciptakan pemandangan yang indah.

Mu Wan mengajak Lin Tian masuk ke sebuah rumah makan kecil di tepi jalan. Rumah makan itu sederhana, hanya terdiri dari beberapa meja kayu dan kursi bambu, tapi aromanya harum dan tempatnya bersih.

Lin Tian ragu-ragu untuk masuk. "Aku tidak punya banyak batu roh untuk makan di tempat seperti ini."

Mu Wan tertawa kecil. "Tenang, kali ini aku yang traktir. Anggap saja sebagai ucapan selamat atas penunjukanmu sebagai komandan."

Mereka masuk ke dalam restoran lalu duduk di meja dekat jendela. Mu Wan memesan beberapa porsi makanan sederhana dan dua cangkir teh hangat. Mereka makan bersama sambil berbicara tentang berbagai hal.

Mu Wan menceritakan tentang asal usulnya dari wilayah timur, tentang perjalanannya menjadi kultivator. Lin Tian mendengarkan dengan saksama, sesekali mengangguk atau bertanya.

Giliran Lin Tian yang bercerita tentang perjalanannya dari Kota Naga Patah ke kota Cifu. Ia tidak menceritakan detail tentang ibunya atau tentang Bai Feng, karena itu terlalu menyakitkan.

Setelah selesai makan, mereka berjalan kembali ke markas faksi. Langit sudah benar-benar gelap, dan bintang-bintang mulai bermunculan satu per satu.

Mu Wan pergi bersama Lin Tian ke sayap timur markas, tempat kamar para komandan tingkat perak berada. Dan kamar Mu Wan berada tepat di samping kamar Lin Tian, seperti yang sudah diatur dalam surat yang diberikan Zhuxuan.

Mereka berpamitan di depan pintu masing-masing lalu masuk ke dalam kamar.

Kamar Lin Tian cukup luas untuk ukuran seorang komandan. Ada dipan kayu jati di sudut ruangan, meja batu untuk menulis, dan rak buku kosong yang menunggu untuk diisi. Lin Tian merebahkan diri di dipan lalu memejamkan mata. Begitu banyak yang terjadi hari ini. Sidang, vonis, anggota baru, dan pertemuan dengan Jiyue yang tidak terduga.

Ia tertidur dalam kelelahan.

---

Keesokan harinya.

Lin Tian keluar dari kamarnya setelah bersiap. Ia mengenakan jubah putihnya yang baru, menyisir rambutnya dengan rapi, lalu berjalan menuju ruang komandan Zhuxuan.

Setelah sampai.

Tok! Tok! Tok!

Lin Tian mengetuk pintu lalu masuk setelah mendengar suara Zhuxuan dari dalam. "Selamat pagi, Komandan Zhuxuan. Saya ingin bertanya, di mana tepatnya kediaman keluarga Ji berada?"

Zhuxuan yang sedang duduk di belakang meja batunya mengangkat kepala. Ia kemudian mengambil selembar peta dari laci lalu membentangkannya di atas meja. "Kediaman keluarga Ji berada di wilayah barat laut kota Cifu, sekitar dua hingga tiga jam perjalanan kaki untuk manusia biasa. Tapi untuk kultivator sepertimu, mungkin hanya butuh waktu satu jam."

Zhuxuan lalu menandai lokasi itu dengan tinta merah. "Ini adalah bangunan yang baru dibangun sebulan lalu. Keluarga Ji memang baru saja pindah ke kota ini. Untuk urusan mu dengan keluarga Ji, sebaiknya selesaikan secepatnya. Jangan sampai mengganggu tugasmu di faksi kebenaran."

Lin Tian mengangguk sambil mengamati peta itu.

Zhuxuan melanjutkan dengan nada lebih serius. "Satu hal lagi. Ada banyak sekte kuat di kota ini. Empat di antaranya adalah sekte terbesar dan paling disegani: Sekte Darma Teratai, Paviliun Hening Es, Sekte Kehampaan, dan Sekte Bayangan. Para anggota sekte-sekte itu memiliki harga diri yang sangat tinggi, bahkan cenderung sombong. Jangan sembarangan bertindak seperti saat sidang kemarin. Orang-orang Faksi Kebenaran mungkin bisa sabar menghadapi emosi mudamu, tapi sekte-sekte kuat itu tidak akan memberimu kesempatan kedua."

"Juga ingat, di Kota Suci Cifu ini ada formasi besar yang melarang siapa pun untuk terbang. Jika kau mencoba terbang, formasi itu akan langsung membunuhmu. Jadi kau harus berjalan kaki ke mana pun."

Lin Tian mengangguk lagi. "Saya mengerti, Komandan. Saya akan berhati-hati."

Zhuxuan tersenyum tipis. "Bagus. Sekarang pergilah. Selesaikan urusanmu dengan keluarga Ji."

Lin Tian menangkupkan tangannya pada Zhuxuan lalu keluar dari ruangan. Ia kemudian berjalan melewati koridor panjang, melewati halaman tempat anggota pasukannya sedang berlatih, dan keluar dari gerbang utama markas.

1
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir..
Aiby Kushina Uzumaki
kalau di bandung mah jigong itu jejak iler kalau bangun tidur 😅🤣🤣🤣
YAKARO: Waduh🤣🤣🤣
Anggota nya tian ada yang jigongan berarti/Facepalm/
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
udah kehabisan nama ya Thor 😁😁
🧚Shi Yin 🧚: hehe kirain arti yg lain, aroma terapi 🤣🤣
total 2 replies
🧚Shi Yin 🧚
panggillah dia bibi Mu Wan, dia tu seniornya ayahmu 😁
YAKARO: Adik Tian gak tau itu kak🤣
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
tiap kali baca lavender saya teringat obat nyamuk 🤣🤣 lavender salah satu tanaman pengusir nyamuk 😁
YAKARO: Wkwkwk. Warnanya ungu lavender soalnya😆
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
kau tak merasa... justru kau yg aneh, bocah yg sok dewasa/CoolGuy/
Dragon🐉 gate🐉: kata-kata yg familiar ini, jangan-jangan kau ...../Scare/
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
whaatttt thefff..!!! 🤣🤣🤣🤣🤣 Ji Gong 🤣🤣🤣🤣🤣 Thor... 🤣🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: tp gw gak kesana pikirannya Thor 🤣 jigong yg ada di otak gw tuh ya jigong yg itu🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Dragon🐉 gate🐉
nah kan, kompak... masukin Jiyue ke dlm kelompok Lin Tian biar mereka rame trs tiap hari😁
YAKARO: Nanti masuk dia/Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
🤣🤣🤣hancur sudah martabat sang Komandan krn julukan 🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: bestie adu mulut.. mereka😁
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
keluarganya si gadis Lavender... Jiyue 🤔
YAKARO: insting tajam/CoolGuy/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
M = P
Dragon🐉 gate🐉: siap komandan ✅
total 2 replies
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Dragon🐉 gate🐉
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ANJIIIRRR kata kata keramat ini ternyata udh smpe di univers nya dia🤣🤣🤣🤣🤣
YAKARO: Wooo, ya jelas. Kata kata legend ini/Casual/
total 1 replies
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Fajar Fathur rizky
hakim hakim siap siap aja sekte lu yg katanya kebenaran hancur di dunia kultivasi tidak ada sekte kebenaran ataupun kejahatan yang ada hanya kekuatan
Fajar Fathur rizky
thor bikin lintian pas 10 tahun tidak perduli dengan anggota itu lagi dan kota itu termasuk jika sekte itu hancur bikin lintian licik thor ambil semua sumber daya mereka
Fajar Fathur rizky
thor cepat bikin sekte kebenaran dan anggota hancur bikin hakim tua itu hancur thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!