NovelToon NovelToon
Yang Hilang Bukan Kamu, Tapi Aku

Yang Hilang Bukan Kamu, Tapi Aku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: nita.mamitha

Aku pikir bertahan adalah bentuk paling tulus dari cinta.
Sampai aku sadar…
aku tidak sedang memperjuangkan hubungan,
aku hanya sedang menahan luka yang terus berulang.
Ini bukan cerita tentang kehilangan seseorang.
Ini cerita tentang
bagaimana aku perlahan kehilangan diriku sendiri
di hubungan yang tidak pernah benar-benar memilihku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita.mamitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebelum Semua Berubah

Sebenarnya, semua ini tidak benar-benar dimulai dari pertemuan itu.

Jauh sebelum dia menjemputku setiap pagi,

sebelum aku terbiasa dengan kehadirannya…

kami sudah saling mengenal.

Kami satu tim.

Dan kalau harus jujur,

kami tidak pernah benar-benar akur di awal.

Lebih seperti… tikus dan kucing.

Saling menyebalkan.

Saling menghindari.

Tapi anehnya, selalu berada di situasi yang sama.

“Kamu kalau kerja jangan lama-lama mikir,” katanya suatu hari dengan nada santai yang justru terdengar menyebalkan.

Aku menatapnya kesal.

“Daripada asal kayak kamu,” jawabku cepat.

Dia tertawa.

Dan sejak saat itu, entah kenapa,

kami tidak pernah benar-benar jauh.

Sampai suatu hari, semuanya berubah tanpa aba-aba.

Dia mulai berbeda.

Lebih ramah.

Lebih sering mencari alasan untuk berbicara.

Bahkan… mulai bergantung padaku untuk hal-hal kecil.

“Bangunin aku ya besok. Aku pasti telat lagi kalau nggak,” katanya suatu sore.

Aku mengernyit.

“Kenapa harus aku?”

“Soalnya kamu bangunnya lebih rajin,” jawabnya santai.

Aku tidak tahu kenapa akhirnya aku mengiyakan.

Mungkin karena itu terlihat sepele.

Atau mungkin… karena aku tidak menyangka hal kecil itu akan berarti apa-apa.

Tapi ternyata, dari situlah semuanya mulai berubah.

Sejak hari itu, hampir setiap pagi, aku yang meneleponnya.

Memastikan dia bangun.

Memastikan dia tidak terlambat.

Awalnya terasa biasa saja.

Hanya rutinitas kecil yang tidak penting.

Tapi perlahan…

aku mulai menunggunya juga.

Menunggu dia mengangkat telepon.

Menunggu suaranya yang masih setengah sadar.

“Halo…” jawabnya dengan suara berat.

“Bangun. Udah pagi,” kataku.

“Lima menit lagi…”

Aku menghela napas pelan.

“Kamu bilang gitu tiap hari.”

Dia tertawa kecil di seberang sana.

Hal sederhana.

Tapi entah kenapa… mulai terasa dekat.

Sampai suatu malam, sebuah pesan masuk darinya.

“Aku suka sama kamu.”

Aku membaca kalimat itu berkali-kali.

Bukan karena aku tidak mengerti,

tapi karena aku tidak tahu harus menjawab apa.

Jadi aku memilih diam.

Aku membiarkan pesan itu tenggelam begitu saja.

Tapi dia tidak berhenti.

Beberapa hari kemudian,

dia mengatakan hal yang sama lagi.

“Aku serius.”

Aku tetap tidak menjawab.

Bukan karena aku tidak punya perasaan…

tapi karena aku belum siap memberi jawaban.

Dan untuk ketiga kalinya,

dia tetap mencoba.

Tanpa kata-kata panjang.

Tanpa drama.

Hanya satu kalimat sederhana yang kembali muncul.

“Aku tetap suka kamu.”

Kali ini pun, aku tetap diam.

Dan anehnya…

dia tidak pergi.

Tidak menjauh.

Tidak berubah menjadi dingin.

Justru sebaliknya

dia semakin dekat.

Sampai akhirnya,

tanpa pernah ada kata “iya” dariku…

kami tetap berjalan seperti sepasang yang saling memiliki.

Tanpa tanggal.

Tanpa kepastian.

Hanya kebiasaan…

yang perlahan berubah menjadi perasaan.

Tapi mungkin, aku tidak sadar satu hal penting saat itu

sesuatu yang dimulai tanpa kejelasan,

sering kali juga berakhir tanpa penjelasan.

Tidak lama setelah semuanya terasa semakin dekat,

kabar itu datang.

Raka dipindahkan ke cabang lain.

Awalnya, aku tidak menganggapnya masalah besar.

“Cuma pindah tempat kerja, bukan pindah hidup,” katanya waktu itu sambil tersenyum.

Aku juga tersenyum.

Karena aku percaya…

selama dia tetap sama,

jarak tidak akan mengubah apa-apa.

Tapi aku salah.

Karena ternyata…

perubahan tidak selalu datang dari jarak.

Kadang,

perubahan datang dari seseorang yang sama

yang perlahan,

tidak lagi menjadi orang yang kamu kenal.

Dan aku belum siap…

Untuk menyadari itu.

1
Hariyanti
kisah yg TDK biasa menurutku🤔 berat dan butuh renungan. mungkin ini ttg perjalanan orang yang introvert dlm berinteraksi dan menjalin hubungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!