NovelToon NovelToon
Cinta Yang Kupaksa Kau Benci

Cinta Yang Kupaksa Kau Benci

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Murni / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:26.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Kita cerai.”
Sepuluh tahun pernikahan hancur oleh satu kalimat dingin dari Kaisyaf. Pria yang dulu menunggu Ayza selama empat tahun.

Pria yang pernah menjadi rumahnya itu kini berubah menjadi orang asing. Ia jarang pulang, menjauh dari keluarganya, bahkan meninggalkan jejak yang seolah membuktikan bahwa ia memiliki wanita lain.

Namun Ayza tidak pergi. Ia bahkan rela dimadu asalkan suaminya tidak meninggalkannya.

Fahri, adik angkat yang diam-diam mencintai Ayza sejak lama, tak tahan melihatnya terus disakiti. Sementara Reza, mantan suami yang pernah kehilangan Ayza, kembali dengan penyesalan yang belum selesai.

Hingga kebenaran tentang Kaisyaf akhirnya terungkap, dan menghancurkan hati Ayza lebih dari pengkhianatan apa pun.

Kini Ayza harus memilih: tetap setia pada cinta yang telah pergi, kembali pada masa lalu, atau menerima seseorang yang sejak lama menunggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Yang Kembali Tanpa Diundang

“Minum dulu.”

Suara seorang wanita.

Ayza membeku. Tenggorokannya terasa tercekat, seolah ada sesuatu yang menahan napasnya keluar.

Dahi kecil Alvian mengerut. “Umi?”

Ayza tersentak. Lalu… senyum itu kembali muncul di bibirnya. Tipis. Dipaksakan.

“Waalaikumsalam… Bi.”

Tangannya terangkat mengusap rambut Alvian. Hangat. Tapi jemarinya… gemetar. Nyaris tak terlihat.

“Ada apa?”

Suara Kaisyaf terdengar lagi. Datar. Sama seperti beberapa waktu terakhir.

Dan entah kenapa… setiap kali mendengarnya, hati Ayza terasa seperti ditusuk pelan. Terlebih… setelah suara wanita itu.

Ayza menelan ludah. Ia melirik Alvian yang menatapnya penuh harap.

“Al…” suaranya melembut. “Al ada acara sekolah, Bi. Lusa… hari ayah.”

Ia berhenti sejenak.

“Sekolah mengadakan kegiatan… ayah dan anak.”

Ayza memejamkan matanya sejenak, sebelum melanjutkan,

“Al sangat berharap Abi bisa datang…”

Suara Ayza lirih. Hampir seperti memohon… tapi ditahan.

Di seberang sana, tak langsung ada jawaban. Beberapa detik terasa lebih lama dari seharusnya.

“Baik.”

Satu kata. Singkat.

“Aku datang.”

Tidak ada nada hangat di sana. Hanya keputusan.

Ayza menggenggam ponselnya sedikit lebih erat.

“Terima kasih, Bi—”

“Kalau tidak ada lagi yang penting,” potong Kaisyaf tenang, “aku tutup.”

Belum sempat Ayza menjawab—

“Tut… tut… tut…”

Sambungan terputus.

Ayza masih menatap layar ponselnya. Beberapa detik. Seolah berharap suara itu kembali.

Namun tidak.

“Abi gimana, Umi?” tanya Alvian pelan.

Ayza mengangkat wajahnya. Ia tersenyum.

“Iya. Abi datang.”

Wajah Alvian langsung berubah cerah.

“Benarkah?” matanya berbinar.

Ayza mengangguk. Senyum itu masih bertahan di wajahnya… tapi perlahan terasa rapuh.

Pikirannya kembali pada suara itu. Suara wanita tadi. Begitu dekat. Begitu wajar. Seolah… sudah terbiasa berada di sisi Kaisyaf.

Di mana sebenarnya pria itu sekarang?

Dan siapa wanita itu… sampai bisa berkata “minum dulu” dengan nada selembut itu?

Dada Ayza terasa sesak.

Pertanyaan itu datang tanpa bisa ia tahan—

Apakah… posisinya sebagai istri… sudah benar-benar digantikan?

***

Fahri berdiri di paddock, menatap beberapa pembalap yang sedang latihan. Deru mesin terdengar bersahut-sahutan, tapi pikirannya seperti tertinggal di tempat lain.

Langkah seseorang mendekat.

Dean.

Mantan pembalap yang dulu menjadi pelatihnya. Pria itu berdiri di samping Fahri, ikut menatap lintasan.

“Kau lihat lintasan… tapi pikiranmu ke mana-mana,” ucap Dean santai.

Fahri sedikit tersentak. Ia menoleh, lalu tersenyum. “Bang. Lama gak ketemu.”

Dean tersenyum kecil. “Agak sibuk. Istri sempat gak enak badan beberapa hari.”

Fahri mengangguk. “Oh… pantes.”

Dean meliriknya sekilas. “Kau ada masalah?”

Fahri tersenyum ringan. “Gak kok.”

Dean menyipitkan mata. “Aku sudah kenal kamu sebelas tahun. Kamu gak bisa nutupin apa pun dariku.”

Fahri menghela napas pelan. Bahunya sedikit turun. “Dikit doang, Bang.”

Dean mengangguk. Ia tidak mendesak. Tatapannya kembali ke lintasan. “Usiamu sudah kepala tiga,” ujarnya santai. “Masih betah sendirian?”

Fahri tersenyum tipis. Ada rasa pahit yang terselip. “Belum ada wanita yang bisa bikin aku jatuh cinta.”

Dean terkekeh pendek. Lalu tanpa basa-basi, “Sudah sepuluh tahun Ayza menikah dengan Kaisyaf. Hatimu masih di situ?”

Fahri tidak langsung menjawab. Tatapannya kembali ke lintasan. Motor melaju cepat… lalu menghilang di tikungan.

“Dulu, Abang juga…” ucapnya pelan, “…pernah punya perasaan yang sama ke Kak Ayza.”

Dean tidak menyela.

“Tapi Abang mundur,” lanjut Fahri. “Bahkan gak pernah bilang sama Kak Ayza.”

Ia tersenyum kecil. “Sama seperti aku.”

Dean mengangguk pelan.

“Karena kita tahu…” Fahri melanjutkan, “orang yang ada di samping dia sekarang… lebih baik dari kita.”

Ia menelan napas sebentar. “Lebih pantas.”

Dean menarik napas panjang, lalu mengangguk lagi. “Dan kita juga tahu… dia akan lebih bahagia.”

Fahri mengangguk.

Beberapa detik, keduanya hanya menatap lintasan.

“Aku gak pernah lupa,” kata Dean kemudian. “Ayza itu… salah satu orang yang paling berjasa dalam hidupku.”

Fahri tersenyum. Kali ini lebih tulus.

“Aku juga.”

Ia menunduk sebentar, lalu kembali mengangkat wajahnya.

“Kalau bukan karena Kak Ayza… aku mungkin masih jadi pembalap liar.”

Ia berhenti sejenak.

“Dan Kak Kaisyaf…” suaranya sedikit lebih dalam, “kalau bukan karena dia, aku gak yakin bisa sampai di titik ini.”

“Dan Abang juga,” lanjut Fahri. “Abang yang bikin aku bertahan di jalur yang benar waktu itu.”

Ia tersenyum tipis.

“Buat aku… Abang sama Kak Kaisyaf… sudah seperti kakak sendiri. Bahkan lebih dekat dari yang sedarah.”

Dean meliriknya. Lalu tertawa pendek. “Kamu ini.”

Ia menggeleng kecil.

“Kamu bahkan terlihat seperti orang asing kalau lagi sama kakak kandungmu sendiri,” ujarnya. “Tapi sama Kaisyaf…”

Ia menatap Fahri.

“Kamu seperti adik kandungnya.”

Fahri tersenyum tipis. “Iya.”

Jawaban itu singkat. Tapi cukup jelas.

“Dia yang dukung aku. Yang percaya. Yang ngajarin banyak hal.”

Ia tertawa kecil. Hambar.

“Sedangkan Kak Reza, kakak kandungku sendiri…”

Kalimatnya menggantung sejenak.

“Dulu bahkan gak peduli aku jadi apa.” Tatapannya meredup sedikit. “Sekarang… baru bilang bangga.”

Dean tidak menanggapi langsung. Ia hanya menepuk bahu Fahri pelan.

“Yang penting sekarang kamu sudah jadi orang yang berbeda.”

Fahri mengangguk. Namun tatapannya kembali ke lintasan. Dan kali ini… bukan tentang balapan.

***

Sore itu, Ayza menggenggam tangan Alvian saat memasuki minimarket. Pintu otomatis terbuka, udara dingin langsung menyambut.

Alvian tersenyum kecil.

“Umi, aku dorong ya?” tanyanya sambil menunjuk troli.

Ayza mengangguk. “Boleh. Tapi pelan-pelan.”

“Iya!”

Alvian langsung mendorong troli dengan semangat, meski sesekali arahnya sedikit miring.

Ayza tersenyum tipis melihatnya. Untuk beberapa saat… pikirannya terasa lebih ringan.

“Umi…” panggil Alvian lagi.

Ayza menoleh. “Ya?”

“Boleh beli ini?” Ia menunjuk biskuit cokelat di rak.

Ayza berpura-pura berpikir. “Hmm… kalau makan malamnya habis?”

“Habis!” jawab Alvian cepat.

Ayza terkekeh pelan. “Ya sudah, ambil satu.”

Alvian tersenyum lebar, lalu memasukkan biskuit itu ke troli.

Beberapa langkah kemudian—

“Umi, ini juga boleh?”

“Umi, yang ini enak.”

“Umi, Al mau coba yang ini.”

Ayza mengangguk sesekali, sesekali menolak dengan lembut.

Suara kecil itu… cukup untuk membuat hatinya terasa hangat. Seolah… semuanya baik-baik saja.

Tak lama, mereka berdiri di depan kasir. Alvian membantu mengangkat beberapa barang ke meja.

“Ini juga, Umi,” katanya sambil menyerahkan satu per satu.

Ayza tersenyum. “Terima kasih, Sayang.”

Setelah membayar, mereka berjalan keluar. Pintu otomatis kembali terbuka.

Udara sore menyambut.

Ayza melangkah keluar bersama Alvian, tangannya masih menggenggam tangan kecil itu.

Namun baru beberapa langkah—

“Ayza.”

Langkah Ayza terhenti. Tubuhnya sedikit menegang. Suara itu… Terlalu ia kenal. Perlahan, ia menoleh.

Seorang pria berdiri beberapa meter di depannya. Menatapnya. Dengan sorot mata yang… tidak asing.

“Reza.”

Nama itu nyaris terucap tanpa suara.

Alvian menatap ke arah yang sama. “Umi… itu siapa?”

Ayza tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertuju pada pria itu.

Mantan suaminya. Yang dulu… ia tinggalkan bersama luka.

Dan yang kini berdiri di hadapannya… seolah masa lalu yang belum benar-benar selesai.

Dan mungkin… tidak pernah benar-benar pergi.

 

...🔸🔸🔸...

...“Yang paling sulit bukan melupakan, tapi ketika masa lalu kembali saat hati sedang rapuh.”...

...“Saat satu masalah belum selesai, masa lalu datang menambah luka.”...

...“Tidak semua yang sudah pergi benar-benar selesai.”...

...“Kadang hidup tidak memberi jeda, hanya mengganti luka dengan luka yang lain.”...

...“Yang kita kira sudah tertutup, bisa terbuka kembali di waktu yang paling tidak siap.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
kaysaf jodoh maut kan rahasia allah... kl emang ente pergi duluan seharusya biarkan istrimu menjalani peranya mendapatkan syurga telah mengurusmu ini namay tak percaya dong.... ah susah jelasin sma orang pikiranya sensitif
abimasta
reza mau jadi pebinor,merusak rumah tangga orang
Muhammad Fauzan
suka
Gadis misterius
Seharsnya kaysaf klu bnr2 mencintai ayza biarkan diakhir hidupnya tetap dirawat ayza dan diwkt mau maninggal baru ngasih wasiat sruh menikah dngn fahri agar fahri menjaga ayza dan all supaya tdk ada yg mengangu apa lagi dr mantan yg tdk tau diri itu sungguh kasian ayza klu setiap hari hrus berusan dngn buaya buntung ...untungya ayahya reza peka klu reza orangnya licik dan pinter bersilat lidah
Syarifah: Setuju
total 1 replies
naifa Al Adlin
padahal itu dokter
naifa Al Adlin
tuh kan bener, kaisyaf sakit. dia g mau lihat ayza sedih. makanya dia berpura2 selingkuh
ngatun Lestari
makin seru ini.... ditunggu lanjutannya... semangat dan sabar ya ayza
Dew666
💜💜💜
Wardi's
waduuh siapa yg datang... yg gk diharapkan datang pst bukan klrg dekat.., zahron, semoga gk muncul lg..
Hanima
Reza kah?.
Siti Jumiati
lanjut Kak nana💪🙏
Yunita Sophi
wlo Reza mengejar tolak Ayza dgn tegas... banyak pria baik di dunia ini selain Reza...
Dek Sri
jangan mengharapkan ayza lagi Reza, ayza gak akan mau sama kamu yang udah pernah nyakitin dia
Anitha Ramto
mimpi kamu terlalu tinggi Reza ingin mendekati Ayza dan balikan lagi itu tidak akan terjadi,,Fahri yang akan mendaji garda terdepan untuk melindungi Ayza darimu Reza....

Ridho berharap kamu jujur sama Ayza tentang penyakit Kaisyaf,kasihan Ayza dan Al....
Anonim
Nara yang cuma sahabat - merasa hancur lihat kondisi Kaisyaf. Ia jadi bisa merasakan bagaimana istrinya Kaisyaf.

Nara jadi mengerti pilihan Kaisyaf.

Reza ini mencari kesempatan lagi. Sekarang yang didekati Alvian. Benar-benar muka tembok ini orang 😄. Urat malunya sudah putus.

Pinternya Alvian - menolak ajakan Reza.

Dikasih mainan saja bilang "Gak usah" - Alvian ingat larangan dari Umi-nya, gak boleh terima apa-apa dari orang.

Jelas orang lain. Sudah menjadi orang lain.
Alvian perasaannya peka - Om di depannya orang yang kurang baik - Alvian sampai mundur walaupun cuma setengah langkah. Itu tanda penolakan.
love_me🧡
tenang pak Rahman mungkin sebentar lagi Fahri akan menikah+bonus dapat cucu
love_me🧡
sungguh berharap banget sebelum ajal menjemput Nara menyampaikan keadaan Kaisyaf kepada Ayza 😭😭
Anonim
Ternyata Nara dibelakang Kaisyaf tidak setegar ketika berada di hadapan Kaisyaf.

Nara menangis. Sebagai sahabat yang pernah ditolong Kaisyaf - ia tidak ingin Kaisyaf menyerah, ngga bakal diam melihat Kaisyaf nyerah.

Nara penyemangat Kaisyaf. Nara tidak ingin Kaisyaf menyerah.

Bagi Kaisyaf ini bukan menyerah, tapi menyelesaikan.
Yunita Sophi
jangan harap kamu Reza... klo kamu nekat mendekati Ayza yg maju duluan pasti para reader di sini 😂
love_me🧡
waktu Reza diam" memotret masa gak ada yg aduin ke Kaisyaf sih bukannya pengawal bayangan dimana" ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!