NovelToon NovelToon
Raelynn, Wanita Malang Tuan Logan!

Raelynn, Wanita Malang Tuan Logan!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.

Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?

Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.

Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 06. Dijadikan Pelayan

“Apa yang terjadi dengan Nona?” tanya Bi Martha seraya membelai wajah Raelyn dengan lembut.

Belum sempat Raelynn menjawabnya, Kedua orang tuanya bersama Risha muncul dari balik pintu. Ketiganya berniat untuk pergi menghadiri sebuah pesta, berharap bisa mendapatkan bantuan dari salah satu kenalan yang hadir dalam pesta tersebut.

“Siapa yang datang, Bi?” tanya Risha yang belum melihat keberadaan Raelyn di sana.

“Mmm . . . ini, Non!” Bi Martha tampak sangat gugup dan kebingungan harus menjawab apa pertanyaan itu.

“Siapa sih?” tanya Emma yang menjadi sangat penasaran saat melihat sikap pelayannya itu.

“Kak Raelynn!”

Betapa terkejutnya Risha begitu menyadari keberadaan Raelynn disana. Begitu juga dengan kedua orang tuannya, meski lebih terlihat jelas kemarahan mendominasi raut wajah keduanya. Namun, Raelynn yang sudah tidak memiliki tujuan lain berusaha untuk tetap bersikap tenang.

Berharap kedua orang tuanya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali sebagai anak. Jujur saja, Raelynn belum mengetahui apa yang sudah terjadi pada keluarganya selepas kepergiannya tempo hari.

“Apa kabar Papah, Mamah dan Risha?” ucap Raelynn dengan senyum canggung yang dipaksakan oleh wajahnya.

“Kenapa kau menginjakan kaki lagi di sini, Hah? Apa kau dibuang lagi oleh laki-laki itu!” ketus sang Ayah dengan nada bicara menghina dan tatapan tidak suka pada Raelynn.

“Papah!” ucap Raelynn lirih dengan deraian air mata yang membasahi wajahnya.

“Apa, Hah! Apa kau pikir rumahku ini tempat pembuangan sampah masyarakat seperti dirimu itu!”

Sang Ayah berteriak keras, tak bisa menahan luapan amarahnya yang menggebu ketika melihat putri sulungnya itu. Mengingat karena oleh putri sulungnya ini, bisnis keluarganya berada diambang kehancuran. Dan sekarang apa? Dia kembali dengan membawa kekecewaan dan masalah yang sulit untuk diperbaiki.

“Sayang, tenangkan dirimu!” ucap sang Ibu mencoba menenangkan suaminya yang sedang diselimuti amarah.

“Benar kata Mamah, Pah! Tenanglah, kita bicarakan ini baik-baik.”

Risha pun terpaksa membantu Ibunya untuk menenangkan sang Ayah. Sementara Raelynn hanya diam seribu bahasa sembari menangis menerima setiap cacian dan hinaan yang dilontarkan sang Ayah kepadanya. Raelynn akui bahwa dirinya telah bersalah, dia bersikeras mengejar cinta pertamanya yang rupanya berakhir sia-sia.

“Apa maumu sampai datang kembali kerumah ini? Apakah kau benar-benar ditolak olehnya lagi?” tanya sang Ibu yang juga sudah sangat kecewa kepada Raelynn.

“Tolong maafkan aku! Hiks . . . hiks . . .” ucap Raelynn disela isak tangisnya yang kini sudah bersujud di depan kaki orang tuanya itu. Dia bahkan tidak sanggup membenarkan tebakan sang Ibu yang selalu berhasil mengingatkan kembali pada lukanya.

“Seharusnya kau merasa malu dengan kembali ke rumah ini!”

Bukannya merasa kasihan, sang Ibu mencaci Raelynn dengan nada bicaranya yang tak enak didengar. Sehingga Raelynn pun memilih diam dan menerima saja semua cacian itu.

“Sudah, kita biarkan saja sampah ini! Lebih baik kita pergi sekarang daripada meladeninya!” ujar sang Ayah yang masih berusaha meredam amarahnya.

Dia pun mengajak istri dan putri bungsunya untuk meninggalkan Raelynn di sana. Namun, dengan cepat Raelynn menahan kaki Ayahnya seraya terus memohon.

“Papah, aku mohon! Biarkan aku tinggal disini, aku sudah tidak memiliki tempat tujuan lagi selain di sini. Kumohon . . .hiks . . . hiks . . .”

Raelynn terus memohon di bawah kaki Ayahnya agar kembali diterima di rumah itu, rumah yang menjadi tempatnya kembali.

“Pergi dari sini! Aku muak dengan hanya melihat wajahmu itu!” Bukannya berbelas kasih, sang Ayah malah mengusir Raelynn dengan kasarnya.

“Suamiku, tolong kasihanilah dia! Bagaimanapun juga dia tetap putri kita!” pinta sang Ibu yang mulai merasa iba pada Raelynn.

“Aku tidak mempunyai putri sampah seperti dia. Putriku hanya satu yaitu Risha!” tolak sang Ayah yang tetap tidak peduli pada Raelynn.

Baginya hubungan ayah dan anak mereka sudah putus, saat Raelynn melangkahkan kaki keluar dari rumahnya dan menyebabkan masalah pada perusahaan.

“Baiklah, jika Papah tidak menganggap kak Raelynn sebagai putri lagi! Tapi setidaknya ijinkan dia tinggal disini, Pah?” Bujuk Risha bukan karena merasa iba dengan sang kakak, melainkan dia memiliki rencana lain untuknya di masa depan. Risha lantas berbisik, “Siapa tahu dia akan berguna untuk kita! Jadi, biarkan saja dia tinggal di sini!”

“Baiklah, aku akan mengijinkan dia tinggal disini lagi!” Edwin luluh dengan bujukan putri bungsunya. Namun, bukan karena dia masih menganggap Raelynn sebagai putrinya lagi, melainkan untuk bisa dia manfaatkan seperti yang Risha bisikan.

Edwin lalu kembali berkata, “Asalkan kau tinggal sebagai pelayan, tidur dikamar pelayan dan melakukan semua pekerjaan pelayan di rumah ini. Apa kau setuju?”

Betapa terkejutnya Raelynn saat mendengar ucapan sang Ayah. Dia tahu bahwa dirinya salah, tapi apakah hukumannya harus seberat ini. Dijadikan pelayan oleh keluarganya sendiri, di tempat yang selama ini meratukan dirinya.

Namun, Raelynn tidak ada pilihan lain selain menerimanya dengan rasa sakit, “Baiklah, aku setuju! Terima kasih sudah mengijinkan aku kembali lagi, Pah!”

“Bi, tunjukan kamar yang pantas untuknya dan juga beritahu dia semua pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang pelayan!” Perintah Edwin pada Bi Martha, bahkan dia dengan sengaja menekankan kata pelayan yang jelas menunjuk pada Raelynn.

“Ba-baik, Tuan!”

Bibi Martha hanya bisa menerima perintah itu dengan sangat berat hati. Bahkan Edwin, Emma dan Risha pun langsung bergegas pergi menuju pesta meninggalkan Raelynn yang masih bersujud dengan tangisan yang tiada hentinya. Hingga Bi Martha membantunya berdiri dan mengantarkannya ke kamar pelayan yang kosong sesuai dengan apa yang diperintahkan.

...****************...

Setibanya di kamar yang di maksud, Raelynn menatap sekeliling kamar itu dalam diam. Sangat sempit, hanya terlihat sebuah kasur lipat dan juga lemari kecil untuk menyimpan pakaian dan barang-barang berharga. Sungguh Raelynn tidak pernah menyangka bahwa dirinya selama ini menjadi Tuan rumah, menempati kamar mewah yang luas kini malah berakhir menjadi pelayan dan tidur di ruangan yang sempit oleh ayahnya sendiri.

“Ternyata akhirnya seperti ini! Dalam sekejap aku kehilangan segalanya. Cintaku, keluargaku dan juga tujuan hidupku sendiri!” Raelynn hanya bisa mengungkapkan semua itu di dalam hatinya.

“Nona, perlu saya bantu membereskan barang-barang anda?”

Ucapan Bi Martha seketika menyadarkan Raelynn dari lamunannya. Lantas Raelynn menggeleng untuk menolaknya, lagipula dia bukan lagi Nona muda dalam keluarga Cameron. Akan tetapi, menjadi pelayan untuk keluarganya sendiri karena kesalahannya sendiri juga.

“Kalau begitu Bibi akan pergi ke ddapur lebih dulu. Jika Nona membutuhkan sesuatu, panggil saya saja!” ujar Bi Martha, Raelynn hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.

Bi Martha pun segera meninggalkan kamar sempit itu bersama Raelynn sendirian di dalamnya. Dimana selepas kepergian Bi Martha, dia menangis sejadi-jadinya meratapi nasib, menyesali keputusannya dan juga menyesali cintanya. Sepanjang malam itu, Raelynn terus menangis sampai hatinya benar-benar merasa sedikit lega.

Bersambung ….

1
eny agustina
❤❤❤❤
Desyi Alawiyah
Lah... Suho malah salah paham deh...

Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...

Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
Desyi Alawiyah
Bener-bener deh si Gavin ini...🤭
Desyi Alawiyah
Aku padamu Logan... Ayo desak terus si Frans dan babi tua itu...☺
nyaks 💜
bantu jawab Suho: Bukan..tpi kakak dari wanita itu 😅😅
nyaks 💜
gavinn 😅😅😅
nyaks 💜
dan kedepannya kau akan sangat menyesali keputusanmu ini Logan...
nyaks 💜
ngegas si Abang 🤣🤣🤣
nyaks 💜
gavin d lawan 🤣🤣🤣
nyaks 💜
mulaiii,,mulai gavin 😅
nyaks 💜
bingung ya Vin 🤭🤣🤣
Dwi Rustiana
Gavin jawab dong jangan diem2 bae ntar suho salah paham kan bisa berabe urusannya. apalagi kalo sampe kedengaran keluarga dajal bisa PD gila mereka
Dwi Rustiana
wes pokoke kamu diem2 bae ya Gavin jangan bkin bosmu tambah emosi jiwa terima beres ae kamu 🤭🤭🤭
@pry😛
bukn suho... ni setan..
next kk
@pry😛
good
Susma Wati
5gavin , jawab suho, ntar salah paham lagi, raelynn menderita lagi karna salah informasi, raelynn di siksa lagi tuh sama keluarga nya, risha yang sombong merendahkan raelynn karena nantinya raelynn hamil tanpa tahu siapa laki-laki yang meniduri raelynn r
Susma Wati
javier dapat jatah masalah juga dari logan, dibikin bangkrutperusahaanjavier, violapasti mau balik ke logan, tap, tapi logan mau menerima kembali atau kah tidak
Susma Wati
gaviñ bingung,....nunggu lanjutan nya thor
Mbak Rin
yesss Vin buat bosmu Ndak tahan dngn ocehanmu pdhl sdh bertindak lho bosmu
Mbak Rin
rumah yg gt kok sederhana to kak kak 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!